
"Baiklah Bu, Gunawan coba bantu sebisa Gunawan. tapi semua nya perlu proses. kita tidak bisa langsung menggerebek rumah penjahat itu walaupun kita tahu siapa pelakunya". jelas Gunawan.
"Maaf mas, saya harus merepotkan keluarga mas Gunawan, tapi saya juga tidak tega melihat ibu Astri masih berkeliaran menuntut ke adilan". Ria berbicara dengan Gunawan.
"Tidak apa, walaupun saya belum percaya sepenuhnya. saya akan mencoba sebisa saya. tapi mengingat kasus ini sudah lama, dan juga pencarian juga mungkin sudah di hentikan karena pihak keluarga yang mengira Bu Astri betul lari dengan kekasih nya.
kita harus mencari keberadaan orang tua Bu Astri dulu untuk meminta izin agar kasus pencarian Bu Astri kembali di buka, saya tidak bisa asal gerebek rumah orang tanpa ada surat penggeledahan terlebih dahulu dek". Gunawan menjelaskan kepada Ria dengan seksama.
"Jadi baiknya gimana mas?". tanya Ria.
"Ibu tau kemana kira-kira orang tua Bu Astri pindah rumah sekarang Bu?". tanya Gunawan pada ibu nya Bu Sari.
"Tau nak, karena keadaan Mbah Gundala dan istrinya sudah sangat sepuh, sekarang mereka ikut dengan anak nya yang paling tua di Semarang, sebentar ya. ibu seperti nya punya nomer handphone mbak Lastri kakak nya Astri". ucap ibu Sari sambil mencari di hp Nya.
"jika benar Mbah Gundala dan istrinya ada di sana, sebaik nya kita habis masih bisa mencari keberadaan nya nanti Siang. kita bisa pakai mobil mas aja ke sana nya, kamu gak apa-apa kan dek. mas hanya punya waktu dua hari untuk izin ke atasan". ujar Gunawan menjelaskan.
__ADS_1
"Bisa mas, saya juga hari Senin harus kembali ke kampus. saya masih Murid baru". Jawab Ria.
"Buk Astri, maafkan kami tidak bisa membantu ibu secara maksimal, karena kamu juga punya kewajiban lain. yang penting kami bisa menemukan Keluarga ibu dulu ya, supaya mas Gunawan bisa mendapatkan surat izin penggeledahan di rumah pak Gading". ujar Ria terlihat bicara sendiri menghadap ke samping badan nya.
membuat Gunawan yang berada di depan Ria merinding. "Apakah benar hantu itu ada?".Gunawan berbicara dalam hatinya.
Bu sari terlihat sedang berbicara melalui sambungan telepon sambil mencatat sesuatu di kertas Lalu beliau pun menyudahi pembicaraan nya.
"Gun,ini alamat mbak Lastri, ibu baru saja meminta nya tadi, kalian makan siang dulu sekarang.
"Terimakasih karena sudah mau membantu mas, maaf sekali lagi, karena saya menyeret mas Gunawan ke dalam masalah ini". ujar Ria membuka suara.
"Gak usah minta maaf dek, sebenarnya ini juga bagian tugas dari pekerjaan Mas sebagai polisi. mengungkap kebenaran, hanya saja Mas tidak pernah terlibat dengan kasus seperti ini.
maksudnya seperti berkaitan dengan gaib atau Roh-roh beginian". jelas Gunawan.
__ADS_1
"Ehemmm, kau melupakan ku Ria, dia memang tampan dan masih hidup". terdengar suara seseorang yang dari tadi hanya diam di pojokan ruangan sambil memperhatikan Ria dan Gunawan.
"Apa sih kamu, aku hanya ingin semua cepat selesai". jawab Ria terlihat bicara sendiri.
"Ya dek, ada apa?". Gunawan bingung Ria bicara dengan siapa karena ria menggunakan kata aku kamu.
"Aaaa, maaf mas, saya sedang bicara dengan Teman saya". ujar Ria tanpa sadar semakin membuat Gunawan bingung.
"Teman, di mana. saya tidak melihat siapa pun?". Gunawan celingak-celinguk melihat ke arah sekitar nya.
"Ee.. hehehehe memang teman saya tidak terlihat mas,maaf". ujar Ria baru sadar Gunawan tidak bisa melihat Philip.
"Oee, baiklah". ujar Gunawan sedikit bergeser duduk nya mendekati Ria sambil memegang tengkuk nya yang tiba-tiba saja merinding.
"Ck, Dasar... ngapain dia dekat-dekat Segala, cari kesempatan. katanya polisi tapi penakut". ujar Philip dengan bersedekap tangan di dada.
__ADS_1
Ria memelototi mata nya menghadap ke Philip supaya ia berhenti mengajak Ria bicara, Ria mengerti kenapa Gunawan ketakutan. bagaimana pun yang orang awam tahu Roh-roh itu kebanyakan memiliki rupa yang menyeramkan.