
"Hhhuuaaaa siapa kamu, berani kamu masuk kewilayah ku, kau sudah bosan bebas sepertinya". tiba-tiba terdengar suara menggelegar dari belakang Ria.
Ria menoleh cepat, sedangkan tangan besar makhluk itu sudah hampir mendekati tubuhnya.
Namun splash, tiba-tiba Datuk kuning Muncul di depan Lia dan mencambuk Makhluk besar tersebut.
"Pulang ke ragamu sekarang Cu". ujar nya memerintahkan Ria.
Ria yang ketakutan pun meminta maaf pada Syakila dan pergi kembali ke tubuh nya, Ria terbangun dari tidurnya dan mendengarkan suara riuh angin besar di luar.
tiba-tiba saja turun hujan besar membuat Ria ketakutan, biasanya jika ia takut Philip akan ada di dekat nya menenangkan nya.
Tapi malam ini Philip kembali tidak ada di kamarnya, di tengah ketakutan nya tiba-tiba Datuk muncul dan duduk di samping Ria.
"Kamu sedang apa tadi Cu, kenapa tidak bilang kalau kamu masuk ke wilayah rumah itu, bukan kah Datuk sudah pernah bilang kalau kamu tidak boleh sembarang ke sana apalagi sendirian seperti tadi.
kemana Rinjani, dia sudah ku perintahkan untuk menjagaku bukan?". ucap Datuk dengan suara serak seperti menahan amarahnya.
__ADS_1
Mungkin beliau khawatir, terlambat sedikit saja Ria mungkin tidak bisa kembali lagi ke raganya. mengingat di sana banyak anak-anak gadis lain yang juga di tumbal di rumah itu.
"Rinjani ada, tapi saya memang tidak manggil nya untuk menemani saya Datuk, ini salah Saya.
saya tidak izin pada siapapun tadi, Ria hanya ingin tahu apakah Ria bisa membantu nya". ujar Ria menjawab dalam hati.
"Bukan Datuk jahat Cu, tapi memang tidak mudah untuk kamu bisa membantu untuk menolong nya seorang diri.
kamu harus membawa beberapa pasukan jika ingin membantu nya dan juga kamu tidak bisa sendiri, harus ada seseorang yang bisa mencari Raganya untuk bisa mengembalikan kan roh dirinya yang sekarang terbelenggu oleh makhluk itu". ujar Datuk menjelaskan.
"Berarti jika saya bisa meminta seseorang untuk menemukan Raganya apakah Ria bisa menolong nya Datuk, mendengar nya menangis setiap malam membuat Ria kasihan Datuk". jelas Ria.
Datuk faham kenapa Ria sangat ingin menolong gadis itu, pasti tidak mudah untuk Ria mendengar kan tangisan nya tanpa bisa berbuat apa-apa.
"Jika kau ingin membantu nya, Datuk memerlukan dua orang teman mu yang bersedia membantu. apakah ada?". tanya Datuk, Ria mengangguk cepat.
"Ada Datuk". fikir Ria ia bisa meminta tolong Dengan mas Gunawan dan Lula sahabat nya.
__ADS_1
"Apa yang harus Ria lakukan?". ucap nya kemungkinan.
"Yakin kan salah satu dari mereka untuk mencari Raga wanita itu di rumah dan salah satu lagi harus menunggu raga mu di kamar ini, jika kamu tidak bisa langsung kembali saat mata hari terbit, pinta dia menelpon kakek Darma mu.
agar ia bisa membuat ritual mengundang lebih banyak penjaga sungai seperti Datuk untuk mencari Sukma mu yang tidak kembali. apakah kamu sanggup Cu, ini sangat berat". ujar Datuk menjelaskan.
"Tapi Datuk, rumah itu di jaga oleh beberapa penjaga, bagaimana teman Ria bisa masuk ke rumah itu untuk mencari raganya dan bagaimana caranya dia bisa tahu di mana Tubuh itu di simpan?". tanya Ria.
"Karena itu semua nya tidak mudah, Datuk bisa membuat mereka semua tertidur oleh ilmu Datuk. tapi apa bisa kau meyakinkan teman mu untuk membuka mata batinnya juga sama seperti mu, biar nanti gadis itu lah yang akan memimpin nya untuk menemukan di mana raganya di simpan". jelas Datuk.
"Apakah tidak bisa Ria saja yang memimpin nya Datuk tanpa harus Sukma Ria keluar dari tubuh ini?". ujar Ria memberi saran.
Datuk menggeleng, "Kau harus ikut bersama Datuk dan panglima Buaya putih lain berperang melawan makhluk-makhluk itu, mungkin sudah saatnya kau gunakan kelebihan mu yang di ajarkan oleh Datuk Kurnia secara langsung, kau di ajarkan ilmu bela diri dan juga di berikan beberapa senjata bukan, sudah waktunya kau menggunakan nya". jelas Datuk.
"Beri Ria waktu beberapa hari Datuk, jika nanti Ria sudah bisa meyakinkan temanku, saya akan memanggil Datuk untuk minta tolong". ujar Ria. hujan pun akhirnya berhenti.
Dan tidak tidak terdengar lagi suara tangisan wanita itu lagi, Datuk faham Ria mencari suara itu. biasanya ini belum waktunya dia pergi "Seperti ia di kurung di suatu tempat untuk kembali di siksa Ria". ujar Datuk menjelaskan.
__ADS_1
Ria hanya bisa menatap ke arah jendela dan akhirnya Datuk kembali ke alam nya setelah menemani Ria hingga tertidur kembali.