Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
60 Sesakit itu Perasaanku


__ADS_3

"Maafkan aku Philip, aku tidak bermaksud untuk membuat mu sedih, tapi lebih cepat lebih baik. aku tidak ingin kau selamanya menanggung sakit di dunia ini". Rinjani berkata dalam hati.


"Ria, mungkin sudah saatnya aku pergi. maafkan aku harus meninggalkan mu dari dunia ini, doa ku akan selalu menyertaimu". ujar Philip yang sekarang menatap Ria dari jauh sedang berbincang di gazebo berdua bersama Gunawan di halaman.


"Mas, kamu baik-baik saja?". tanya Ria, ia khawatir karena baru saja melihat berita di tv tentang kebakaran di rumah pak Santoso yang juga memakan beberapa korban jiwa yang Ria yakini pasti salah satunya adalah Ayah dari Gunawan.


"Mungkin ini sudah takdir dari beliau Dek, tadi mas sebelum pulang juga sudah mampir ke panti asuhan untuk meminta mereka mendoakan Ayah agar di terima di sisinya". ujar Gunawan.


Gunawan tau, jika ia tidak mungkin mengadakan pengajian di rumah karena tidak ingin ibu Sari marah dan kembali pingsan.


"Nanti malam saya juga akan kirim doa untuk beliau, yang sabar ya Mas. setidaknya beliau berhenti melakukan dosa besar di dunia ini dan sekarang hanya harus mempertanggung jawabkan perbuatannya". jelas Ria.


Gunawan menarik nafas panjang dan menganggukkan kepalanya pelan, Tidak beberapa lama ia pun di telfon oleh atasannya untuk ke kantor karena ada urusan mendadak.


Ia bergegas bersiap dan Pamitan pada semua nya, dan berkata mungkin ia tidak akan pulang karena ingin langsung dinas supaya besok bisa mengantarkan Ria dan Lula pulang.


Sore hari setelah selesai Maghriban Ria tidak langsung keluar kamar melainkan ia membaca Yasin untuk almarhum Ayah dari Gunawan, kemudian setelah selesai barulah mereka semua makan malam dan berbincang sebentar sebelum akhirnya ia pergi tidur.


Saat Ria ingin memejamkan matanya Rinjani muncul dan meminta Ria untuk ikut bersamanya, akhirnya Ria pun kembali mengeluarkan Sukma nya sendiri untuk pergi bersama Rinjani. mereka pergi ke atas gedung tinggi, terlihat pemandangan kota yang indah.


Namun tiba-tiba saja Ria teringat dengan Philip, karena tempat yang tinggi seperti ini adalah tempat favoritnya Philip. sebenarnya Ria ingin menanyakan di mana Philip pada kakak nya sendiri tapi ia tidak ingin membuat kakak nya salah faham.


"Ria, kakak ingin bertanya sesuatu apakah boleh?". ujar Rinjani, Ria mengangguk pelan tanda meng iyakan kakak nya untuk bertanya.


"Bagaimana perasaan mu ke Philip, apakah kau masih mencintainya?". Ria terkejut dengan pertanyaan dari kakaknya, Karena ia sama sekali tidak pernah bercerita jika dia menyukai teman Roh nya itu.

__ADS_1


"Kakak, pertanyaan macam apa itu?. aku dan Philip hanya berteman, kakak tahu kan alam yang kami tempati berbeda". ujar Ria berbohong.


"Ria, kakak tidak akan marah padamu. Kita tidak pernah tahu Kepada siapa cinta itu tumbuh, perasaan itu datang sendiri. Tapi Ria, sepertinya Philip akan segera pergi, dia akan menuju cahaya. setidaknya sebelum dia pergi aku rasa Philip berhak tau kalau cinta nya tidak bertepuk sebelah tangan agar ia pergi dengan bahagia". ujar Rinjani.


"Dia akan pergi, Kenapa?". tanya Ria, ada perasaan ketakutan akan kehilangan di hatinya. namun kali ini lebih sakit dari pada dia merelakan kakak nya kemarin bersama Philip, setidaknya Ria masih bisa melihat kehadiran Philip ujarnya.


Tapi bila sudah menuju cahaya, Ria mungkin tidak akan bisa lagi bertemu dengan temannya yang pertama kali saat ia bisa berinteraksi dengan makhluk.


Dan Ria juga akan benar-benar kehilangan Cinta pertama nya itu, Ria menggeleng kan kepalanya. entah kenapa hatinya sakit sekali.


"Kenapa dia harus pergi secepat ini kak, apakah dia marah pada kita?". ujar Ria bertanya pada Rinjani dengan air mata yang sudah terjatuh membasahi pipinya.


"Bagaimana pun memang ia harusnya sudah lama pergi dari dunia ini Ria, pasti Dia sudah sangat menderita selama ini karena selalu sendirian. bahkan saat ia sudah bisa bertemu kembali dengan cinta pertamanya, namun kenyataannya dia masih tidak bisa memiliki nya". jelas Rinjani.


"Ikhlaskan dia untuk pergi Ria, biarkan dia beristirahat dengan tenang dan kau juga lanjutkan hidup mu di duniamu dengan baik walaupun tanpa kehadiran nya". ujar Rinjani membuat Ria semakin terisak.


Di tempat lain Philip datang menemui Gunawan yang sekarang sedang tugas malam di kantor nya, Gunawan mengenal Philip jadi saat ia melihat kehadiran Philip di depannya Gunawan tidak terkejut. Walaupun sempat bingung kenapa baju Philip berlumuran darah tidak seperti biasanya, mungkin Philip ingin menunjukkan wujud aslinya fikir Gunawan.


"Kenapa kesini, kau tidak menjaga Ria". tanya Gunawan, kebetulan sekarang ia hanya sendirian di ruangan. ia terlebih dahulu memasang headset di telinganya seolah-olah sedang berbincang di telfon, walaupun ia sendiri namun ada Cctv di ruang ini.


"Aku akan pergi menuju cahaya, bisa kah aku meminta sesuatu padamu?". ujar Philip lirih, Gunawan menatap mata Philip dengan seksama. Gunawan bisa melihat ada kesedihan yang terpancar di mata itu.


"Aku ingin meminta sesuatu dari mu, apakah bisa?". ujarnya Philip lagi.


"Katakan saja, aku akan bantu jika bisa". jawab Gunawan.

__ADS_1


"Aku ingin menitipkan Ria, jaga dia untuk ku. dia bukan hanya teman ku, tapi juga cinta ku. seandainya bisa aku ingin selalu selamanya bersama dengan dirinya, namun ternyata tuhan tidak menciptakan nya untuk ku miliki". ujar Philip sekali lagi mengeluarkan air mata darah dari matanya, sekarang Gunawan tahu kenapa baju Philip berlumuran darah, itu adalah air mata kesedihan karena ia akan meninggalkan dunia ini.


"Jangan khawatir, aku tidak bisa berjanji padamu. tapi aku akan berusaha menjaganya sebisa dan semampu ku". ujar Gunawan mencoba menenangkan Philip.


"Terimakasih, aku tahu kamu orang baik. kau pantas untuk nya, namun bersabarlah. mungkin dia perlu waktu untuk melupakan ku, sama seperti saat kau melupakan mantan kekasih mu dulu". ujar Philip.


Sekarang Gunawan faham, kenapa Ria belum bisa menerima perasaan nya. mungkin kah Ria juga mencintai Philip teman beda alamnya.


Tapi Gunawan tau, sama seperti nya yang tidak tahu kemana hatinya akan berlabuh. begitu pun juga Ria, namun Gunawan tidak terlalu sedih karena sekarang Philip sendiri yang mundur.


"Aku pamit, Bahagiakan dia sebisamu". ujar Philip kemudian pergi.


Philip Langsung menuju tempat di mana ia sudah berjanji dengan Rinjani untuk pergi, namun di sana ia juga melihat Ria yang sekarang sudah menangis tersungkur di lantai dengan suara yang sangat memilukan.


"Ria.." ujar Philip duduk berjongkok di depan Ria, Ria mengangkat wajahnya dan terkejut melihat Philip yang bersimbah darah.


"Kau Kenapa, apa yang terjadi, apa sakit?". ujar Ria memegang dada Philip sambil meremas kemeja Philip yang sekarang sudah berubah warna menjadi merah karena darah yang terus menetes dari mata Philip.


"Ya, ini sakit Ria. di sini, Sangat sakit". ujar Philip Menunjuk ke arah jantung nya, sambil menggenggam tangan Ria.


"Aku sakit karena sekarang justru aku lah yang akan meninggalkan mu selamanya dari dunia ini, tapi Ria aku tidak ingin menjadi penghalang darimu. sekuat apapun cinta ku, aku tahu cinta ini tidak akan terbalas". ujar Philip.


"Tidak Philip, Cinta mu tidak bertepuk sebelah tangan. Aku juga mencintaimu, Sangattt". ujar Ria akhirnya mengucapkan perasaannya yang selama ini ia simpan rapat-rapat seorang diri.


"Maafkan aku yang tidak pernah berkata jujur sama kamu, aku tidak mau kamu tidak bisa pergi menuju cahaya karena diriku dan perasaan ini. tapi mendengar kamu ingin pergi, aku takut". ujar Ria sekarang terisak.

__ADS_1


Philip juga semakin mengeluarkan banyak darah di wajahnya, "Sesakit itu perasaan ku untuk pergi meninggalkan mu Ria" ujarnya dalam hati.


__ADS_2