Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
42 Demi Kamu.


__ADS_3

Gunawan yang mendengar itupun sangat shock, kenapa saat ia sudah mulai bisa melupakan masa lalu yang menyakitkan untuknya justru wanita itu kembali dengan segala penjelasan kenapa ia harus pergi meninggalkan dirinya.


"Kamu serius dengan apa yang kamu ceritakan kan Ria, mas bingung sekarang harus apa?". ujar Gunawan akhirnya melanjutkan perjalanan setelah ia selesai mendengar Ria menjelaskan.


"Mas, Ria berniat membantu nya setelah selesai dengan urusan Bu Astri". ujar Ria memberi tahu keningnya pada Gunawan.


"Kamu yakin bisa membantu nya dek, bagaimana kamu bisa melepaskan Syakila dari belenggu yang ia hadapi sekarang?". tanya Gunawan sedikit khawatir, karena Gunawan tahu ini bukan lah hal yang mudah untuk di atasi.


Jika Bu Astri hanya melawan 1 orang untuk menemukan jasadnya, maka Syakila di jaga dengan makhluk yang tidak tahu sekuat apa dan berapa banyak.


"Karena itu Ria bercerita sama mas sekarang, sebenarnya Ria ingin kembali meminta bantuan dari mas Gunawan, Mas mau membantu Ria untuk membebaskan Syakila gak mas?". ujar Ria pelan tidak ingin Gunawan marah.


"Ria kamu yakin ingin membantu mantan kekasihnya mas Gunawan, nanti kalau dia sembuh pasti mas Gunawan balik lagi ke dia". Lula berbisik namun masih di dengar oleh Gunawan.


"Lula, jodoh itu tidak akan tertukar. jika memang kita di takdir kan bersama maka sejauh apapun kita berpisah pasti akan bertemu lagi". jelas Ria pelan karena dia betul-betul bingung harus apa.


Gunawan menoleh ke arah Ria, ia masih berfikir bantuan seperti apa yang akan ia lakukan untuk membebaskan mantan kekasihnya itu.

__ADS_1


"Dek, kau yakin ingin membantu membebaskan kan Syakila, mas rasa ini bukan hal yang mudah dek. kamu bisa saja Berhadapan dengan makhluk yang memiliki kekuatan untuk menahan mu supaya Syakila tidak bisa di bebaskan". akhirnya Gunawan pun mengutarakan isi hatinya yang sedari tadi ia pendam.


"Insyaallah Ria usahakan mas, mungkin ini takdir yang harus Ria jalani,dan tujuan nya kita di pertemukan. kasian Syakila sudah terlalu lama ia menderita, melihat jasad nya di gunakan untuk mediator para makhluk itu untuk meminta sajen atau tumbal pasti dia tidak suka mas". Ria masih berusaha meyakinkan Gunawan.


"Lalu bantuan seperti apa yang kamu mau dek, Mas akan coba membantu untuk membebaskan nya". Gunawan akhirnya mengalah dengan permintaan Ria.


"Makasih mas, emm boleh kah Ria meminta Mas Gunawan untuk membuka mata batin mas nanti saat Ria akan menyelamatkan tubuh Syakila". ucapnya meminta.


"Bagaimana caranya membuka mata batinnya mas dek, sementara mas tidak memiliki kemauan seperti itu?". Gunawan bingung dengan permintaan Ria.


"Nanti Ria yang akan membukakan mata batinnya Mas Gunawan, Mas harus di buka mata batin nya supaya bisa melihat Syakila agar ia bisa menunjukkan pada mas di mana Raganya di sembunyikan oleh orang tua nya". jelas Ria.


Ria menggeleng pelan dan mulai menjelaskan apa saja yang ia akan lakukan bersama dengan pasukan Buaya putih juga Datuk nya.


Menjelaskan dengan Lula juga kalau ia ingin meminta Lula menjaga Raganya sampai subuh kalau-kalau saat mata hari terbit Sukma nya belum kembali dan apa yang harus dia lakukan.


"Tidak Ria, ini terlalu beresiko. Mas gak mau terjadi apa-apa sama kamu, apalagi kamu tahu kalau rumah itu juga di jaga oleh pasukan yang pasti juga melindungi tuan nya yang memelihara mereka". Gunawan sangat khawatir.

__ADS_1


"Tapi mas, apa mas gak mau selamatkan Syakila. bukan kah dia pernah menjadi kekasihnya mas dan mas tahu kalau ia meninggal kan mas karena ingin melindungi Mas juga". Ria masih berusaha meyakinkan Gunawan.


Gunawan terdiam sejenak kemudian ia menatap wajah Ria sesaat sebelum akhirnya fokus menatap jalan dan belum ingin menjawab pertanyaan Ria barusan.


Gunawan ingin mendalami perasaan sekarang. di satu sisi ia mulai bisa melupakan Syakila dan menaruh hati pada Gadis di sebelah nya Ria.


Tapi di sisi lain ia tidak mungkin membiarkan mantan kekasihnya selamanya seperti itu, hidup bagaikan mati karena ulah orang tuanya sendiri.


Sementara Ria yang melihat Gunawan diam menjadi tidak enak hati,dan memilih untuk ikut diam juga. tapi sebagai sesama manusia ia tidak akan diam saja melihat semuanya, jika Gunawan tidak membantu mungkin ia sendiri lah yang nanti akan pergi.


"Ria, berikan waktu mas berfikir sampai besok selesai pemakaman Bu Astri ya, mas tidak tahu harus apa sekarang". ujar Gunawan sambil mengelus kepala Ria yang dari tadi menunduk.


Mungkin Ria takut dia marah karena mengungkit masa lalunya, begitu lah fikir Gunawan.


"Mas,kita masih jauh ya". Lula akhirnya membuka suara untuk mengalihkan pembicaraan yang menurut nya sudah cukup untuk sekarang.


"Setengah jam lagi kita akan sampai rumah". Gunawan menjawab Lula.

__ADS_1


"Kamu jangan sedih ya dek, Demi kamu mas coba lakukan yang terbaik". ujar Gunawan dalam hati.


__ADS_2