
"Dia kami kubur di gedung X,di dalam sana. kami menguburkan jasadnya". ujar Dewi sambil ketakutan, ia tidak berani berbohong karena Tatik masih berdiri di depannya sambil menatap mereka semua.
Rinjani yang selalu bersama Ria kali ini tidak ingin ikut campur dengan masalah ini, Rinjani yakin adiknya masih bisa menghandle semuanya. ia hanya menjaga Ria dari jauh, agar Ria tidak kenapa-kenapa.
"Antarkan kami ke gedung itu sekarang". ujar Gunawan kepada Dewi, Dewi pun mengangguk dan dia mulai berjalan menuju ke lantai bawah bersama yang lain.
Kebetulan Rian membawa mobil, namun Gunawan meminta agar dia saja yang membawa mobilnya. akhirnya mereka semua berangkat menuju gedung yang di katakan oleh Dewi,namun sebelumnya Gunawan sudah menghubungi petugas setempat untuk ikut memeriksa kasus ini.
Dan benar saja, tidak butuh waktu lama saat Gunawan sudah sampai di tempat sudah ada beberapa mobil patroli yang memang berada di dekat sana berkumpul di depan gedung.
Gunawan memperkenalkan dirinya, dan menjelaskan jika ada anak dari seorang ibu yang hilang dua bulan lalu dan informasi yang mereka dapatkan dari Dewi.
Dewi sendiri sekarang sudah pasrah jika dia harus di tangkap, baginya itu lebih baik daripada harus hidup dengan rasa bersalah dan selalu di ganggu oleh hantu Tatik yang mengerikan.
"Ayo kita periksa ke dalam". ujar salah satu petugas kepada Gunawan dan yang lain, ibu Darminah sendiri sekarang sudah di bopong oleh Ria juga Lula di sisi kanan dan kirinya, Rian sendiri sekarang sedang memegang kedua tangan Dewi di depannya.
Rian tidak ingin Dewi lari dari mereka, walaupun Rian sebenarnya sangat sakit hati dan takut menerima kenyataan.namun ia juga ingin tahu di mana jasad kekasihnya di kuburkan,ia ingin tahu bagaimana kekasih nya bisa kehilangan nyawanya.
"Di mana kalian menguburkannya Dewi?". ujar Gunawan, bertanya pada Dewi dan Dewi langsung menunjuk sebuah gundukan batu di depan sana, sepertinya setelah menguburkan jenazah Tatik mereka juga menumpuk batu-batu di sana entah kenapa.
"Sebentar lagi team forensik sampai ke sini, kita bersabar sebentar lagi". ujar petugas lain pada Gunawan, Gunawan hanya mengangguk.
__ADS_1
Tatik sekarang sudah menangis di depan tumpukan batu di mana jasadnya di kuburkan, begitu pun buk Darminah. ia hampir saja pingsan namun ia berusaha kuat demi bisa melihat jasad putrinya jika memang dia sudah tiada.
Tidak beberapa lama mobil team forensik datang dan langsung membongkar kuburan yang di tunjukan oleh Dewi,dan terlihat sebuah bungkusan plastik besar dengan jasad wanita di dalamnya.
Jasad itu sudah sedikit membengkak dan membusuk di beberapa tempat, ada belatung juga yang sudah menggerogoti beberapa titik di wajah dan tubuhnya, matanya sudah memutih sedikit keabuan tidak tertutup sama sekali,sama seperti keadaan Roh Tatik yang datang kepada Ria.
Ibuk Darminah yang mengenali jasad wanita itu akhirnya tumbang juga, ia tidak kuasa melihat anak perempuan yang ia nanti-nanti kan sekarang sudah dalam keadaan yang menggemaskan. ia pingsan di pelukan Lula.
Sedangkan Rian yang melihat keadaan kekasihnya sudah seperti itu tidak bisa lagi menahan amarahnya, ia mengamuk dan hampir mencekik Dewi yang sudah menangis dengan tangan yang terborgol tadi oleh petugas.
Beruntung Ria juga Gunawan dengan sigap menahan Rian agar menahan emosinya, sekarang dia juga sudah menangis di pelukan Gunawan, dia tidak bisa lagi menahan air matanya agar tidak tumpah setelah melihat Tatik yang sudah dalam keadaan seperti itu.
Ria sendiri memberanikan diri untuk melihat wajah dari jasad Tatik, ia ingin memeriksa beberapa titik tubuh Tatik di mana sekarang terlihat susuk miliknya masih bersemayam di tubuh milik Tatik.
Ria juga melihat bagaimana Rian menangis pilu, entah kenapa perasaan nya juga merasakan sakit yang teramat sangat.
Ria seperti mengingat kembali rasa sakit itu, tapi dia tidak tahu kapan ia mengalami sakit hati yang teramat sangat ini. Ria seperti mengerti perasaan Rian kehilangan seseorang yang dia cintai itu seperti apa.
Hingga tidak dia sadari sekarang air matanya menetes ke pipinya, "Aku kenapa?, kenapa sakit sekali rasanya?". ujar Ria memegang Dadanya sendiri.
"Ria, terimakasih sudah mau membantu ku. sekarang tinggal kau beri tahu ibuku tentang tabungan ku padanya. bisa kah kau melakukan itu Ria". ujar Tatik sekarang sudah berdiri di samping Ria.
__ADS_1
Ria mengangguk dan akhirnya mereka sekarang bersama ke apartemen milik Tatik di antarkan oleh polisi ke sana, Jasad Tatik sendiri akan di bawa ke rumah sakit terlebih dahulu untuk di visum sebelum di berikan kepada keluarga.
Bu Darminah sudah sadar dan akhirnya ia pun mencoba untuk kuat untuk menahan kesedihannya, ia tidak ingin Tatik sedih melihat dirinya yang tumbang. di tambah Ria yang mengatakan jika dia bisa melihat Tatik sedang menangis di sebelah nya dan berkali-kali meminta maaf karena tidak bisa lagi membantu ibunya untuk mencari nafkah keluarga.
Di tempat lain seorang laki-laki sedang membanting semua benda yang ada di dekatnya setelah melihat berita di tv tadi sore, ia mengamuk karena penemuan mayat wanita yang sudah ia habisi bersama beberapa temannya malam itu. laki-laki itu adalah Rendy, ia terus mengamuk saking paniknya kejahatan nya akan terbongkar.
"Jika aku tertangkap maka kalian semua harus masuk penjara bersama ku". ujarnya mengirim pesan ke beberapa teman nya yang juga ikut andil dalam pembunuh*n itu.
Randy masih ingat betapa mengerikannya hantu Tatik yang meneror nya kemarin sampai ia pingsan pada akhirnya di mobil, bahkan saat bangun tadi ia kembali berteriak karena Tatik yang melayang menghadap ke bawah di atas tubuhnya yang tertidur.
Randy kemudian menyuntikan obat terlarang ke tangannya, hanya itu yang membuat nya tidak ketakutan dengan kejadian ini. ia sudah menyuntikan obat itu berulang-ulang hari ini, hingga ia sudah teler duduk di bawah jendela kamarnya.
Sementara teman-teman yang di hubungi oleh Rendy pun sekarang juga sudah panik, mereka juga sebenarnya di teror oleh Tatik hingga mereka sekarang juga sama-sama sudah teler karena mereka menyuntikan obat-obatan terlarang ke tubuh mereka sendiri.
Mereka memang kelompok yang suka berpesta dan menggunakan obat-obatan terlarang di rumah mereka masing-masing, karena orang tua mereka rata-rata pengusaha yang sibuk hingga melupakan untuk memantau anak-anak nya.
"Brengs*k, pergi kamu, jangan muncul di depan ku, pergi kamu".ujar Randy terus saja terbayang wajah mengerikan Tatik, ia berlari ke balkon kamarnya hingga tidak sadar sekarang ia sudah berada di pagar balkon kamarnya yang terletak di lantai tiga.
"Kau harus tanggung jawab Rendy, jika tidak aku akan selalu menghantui mu". ujar Tatik berjalan mendekat padanya.
Randy terus memundurkan tubuhnya hingga tidak sengaja ia terpeleset ke bawah, tubuhnya terjatuh di sebuah pohon, beberapa kali terbentur ranting dan dahan sebelum akhirnya ia terjatuh ke tanah, seperti kaki Randy patah tapi ia belum mati, karena tidak langsung jatuh ke bawah.
__ADS_1
Para pengawal yang menjaga di bawah bergegas membawa Randy ke rumah sakit setelah melihat atasannya tergeletak di tanah.