Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
48 Tumbal Selanjutnya


__ADS_3

"Baik lah Maaa". jawab Lula seperti biasa kalau ia sedang mendapatkan ceramah oleh Ria.


Waktu sudah menunjukan pukul 3 sore Gunawan, Ria dan Lula sekarang sudah sampai di depan asrama.


Gunawan mengantarkan Lula terlebih dahulu karena masih ada yang ingin ia bicarakan pada Ria.


Mereka menuju ke taman dekat dengan daerah asrama, dari situ Gunawan bisa melihat rumah megah milik mantan kekasihnya.


Karena mata batin nya sudah di buka oleh Ria dan Gunawan belum ingin menutup nya ia bisa melihat beberapa makhluk besar sedang berkeliaran di rumah itu.


Terlihat juga beberapa roh wanita muda sedang lalu lalang di teras rumah itu, ada yang masih memiliki raga yang masih bagus, namun tidak jarang juga yang memiliki wajah hancur bersimbah darah.


Ada yang masih bisa berjalan dengan baik, atau yang menyeret anggota tubuh nya saat berjalan. sepertinya ia adalah korban kecelakaan namun Gunawan bingung kenapa bisa mereka berkumpul di rumah itu.


"Kenapa banyak sekali Roh-roh gadis di sana Dek". tanya Gunawan penasaran pada Ria.


"Mereka adalah Roh para tumbal-tumbal pesugihan oleh orang tua Syakila Mas". jelas Ria.


"Sebanyak itu, dan bagaimana mereka bisa meninggal?". ujar Gunawan karena bentuk roh mereka yang memiliki keadaan berbeda.


"Sebagian ada yang meninggal karena di buat sakit Mas, sebagian lagi ada yang di buat kecelakaan dan kenapa bisa banyak itu karena mereka melakukan pesugihan ini sudah lama". Ria kembali menjelaskan semuanya.


"Apakah mereka masih akan mencari tumbal lagi?". tanyanya Gunawan.


"Sepertinya bila kita tidak bertindak cepat, mungkin iya. akan ada lagi gadis-gadis yang akan di Tumbalkan mas, entah bagaimana mereka bisa Setega itu Mas". ucap Ria sedikit sedih memikirkan bagaimana perasaan keluarga yang di korbankan.


"Kamu ingin menghentikan semua ini karena kamu juga tidak ingin ada korban lain kan Dek". tanya Gunawan sambil menatap ke arah Ria.


Ria mengangguk pelan dan menarik nafas panjang.


"Jika bisa, Ria harap tidak ada lagi korban karena keegoisan manusia yang tidak memiliki hati nurani seperti itu Mas". ucap Ria juga membalas tatapan Gunawan.

__ADS_1


Sekarang Gunawan benar-benar semakin bangga dengan Ria, di umurnya yang masih muda ia sudah tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan juga baik hati.


"Mas, kapan akan ke rumah itu?". tanya Ria.


"Sepertinya tidak jadi dek, mas sudah tahu apa yang akan mas buat. mas benar-benar akan berusaha untuk menghentikan semua kegiatan yang dilakukan oleh orang tua Syakila, Sudah cukup mereka berbuat hal yang tidak pantas sebagai manusia". ujar Gunawan menjelaskan.


"Sebaiknya kita pulang, Jum'at depan Mas akan jemput kamu untuk melakukan semuanya di rumah ya". Gunawan bangkit dari duduk nya dan mengulurkan tangan nya pada Ria untuk membantu nya bangkit.


Ria menyambut uluran tangan Gunawan, ia pun bangkit dan berjalan bersama menuju mobil milik Gunawan.


Sesampainya di asrama semua orang berhamburan keluar, dan terlihat juga beberapa bapak-bapak masuk dengan membawa ustadz ke dalam.


Ria dan Gunawan bingung saling melihat satu sama lain sebelum akhirnya masuk ke halaman dan bertanya kepada sesama penghuni asrama.


"Ada apa?" tanya Ria bingung.


"Ayu, dari tadi malam ia terus kesurupan namun sekarang semakin parah. dia terus saja berteriak dan ingin menggantungkan tubuhnya secara terbalik di kamarnya". jelas salah satu kawan Ria.


Ria dan Gunawan kembali saling menatap kemudian kedua nya mencoba masuk ke dalam, awalnya Gunawan sempat tidak di perbolehkan masuk karena ia orang asing, namun saat Gunawan menujukan identitas akhirnya ia di izinkan masuk.


"Akuuu mau naiiikkk, naaikkk, sudah siang aku mau naaiiikkk suami ku ada di atas". ujar ayu sambil berteriak di Pegang oleh pak ustad dan juga beberapa orang dewasa lain di ruangan itu.


Ria dan Gunawan melihat ke arah atas kemana arah ayu menunjuk, terlihat di atas sudah ada kelelawar besar berbulu hitam dan mata merahnya seukuran manusia sedang bergantung terbalik di atas dengan posisi terbaik seperti sedang tidur.


"Ria, bagaimana ini". tanya Gunawan.


"Tunggu sebentar Mas". ucap Ria kemudian memejamkan matanya beberapa saat.


"Kak Rinjani, bisa kah kau kesini membantu ku?". ucap Ria menggunakan suara batin nya.


Selang beberapa lama munculah seorang wanita dengan wajah yang sama dengan Ria bersama seorang laki-laki eropa di dekat nya.

__ADS_1


Gunawan sempat terkejut melihat seseorang muncul dari balik tembok dengan wajah yang sangat mirip dengan Ria, yang membedakan hanya busananya yang seperti seorang putri.


Ria juga sempat sedikit terkejut melihat melihat Philip juga tiba-tiba muncul bersama kembaran nya Rinjani, seperti Ria tau kalau ia sedikit cemburu.


Namun dengan cepat ia mengesampingkan perasaan itu dan meminta tolong pada Rinjani untuk mengusir makhluk tersebut dari kamar ini.


Rinjani pun terbang ke atas mengeluarkan sesuatu seperti tali bercahaya untuk mengikat makhluk itu, dan menarik tubuh Dari kelelawar di atas juga ingin membawanya ke luar dengan sedikit perlawanan.


Ruangan di dalam kamar yang awalnya hanya ada suara dari ayu berubah bergemuruh, barang-barang sempat berjatuhan sendiri jika di lihat oleh orang lain.


Padahal itu karena terkena sayap oleh kelelawar yang tadi bertarung bersama Rinjani, beruntung tidak lama Rinjani di bantu oleh Philip berhasil mengamankan makhluk itu dan membawanya pergi entah ke mana.


Ayu yang di rasuki oleh pasangan kelelawar itu pun semakin memberontak, ia yang melihat wajah dari seseorang yang mirip dengan yang tadi menaklukkan suaminya pun berusaha menyerang Ria namun tertahan oleh orang-orang yang memegang tubuhnya.


Ria dengan cepat melepaskan gelang miliknya, dan di taruh di telapak tangan nya kemudian ia menggenggam tangan dari Ayu.


Ayu pun berteriak kesakitan, sampai-sampai orang-orang yang ikut memegangi tubuhnya hampir terpental.


Gunawan pun akhirnya ikut maju karena melihat Ria yang hampir terkena tendangan kaki dari ayu jika Gunawan tidak menangkapnya.


Namun entah kenapa Ayu saat di genggam oleh Gunawan justru semakin berteriak kesakitan.


"Aaaaa, aammppuunnn.. Ampuunnn,sakkiittt. lepaasss kan aku sakiittt". ujar ayu berusaha melepaskan tangan dan kakinya yang di pegang oleh Ria dan Gunawan.


Pak ustad pun kemudian memegang kepala ayu dan bertanya "Kamu mau keluar sendiri apa saya keluarkan". ujarnya.


"Saya tidak bisa keluar, Saya di suruh untuk membawanya". ujar makhluk yang sekarang sudah di tubuh Ayu.


"Siapa ya suruh?". tanya pak ustad lagi.


"Susanto, saya di suruh Susanto". jawab nya, Gunawan yang tahu siapa Susanto pun saling tatap dengan Ria.

__ADS_1


"Sepertinya dia tumbal selanjutnya". ucap Ria dalam hati dan ternyata Gunawan juga memiliki fikirkan yang sama.


__ADS_2