
"Kau tidak akan bisa kemana-mana, kau selamanya akan di sini bersama ku". ujar Nyai tadi tertawa.
Dan tanpa ia sadari Datuk Sarani yang sudah membabat habis semua makhluk yang berusaha menyerang nya tadi menarik Roh yang sedang bersemayam di tubuh Syakila hingga saat roh itu keluar pun tubuh Syakila tumbang ke lantai.
Gunawan masih memangku Ayah nya yang masih sadar namun lemah sambil menyaksikan Datuk Sarani di bantu oleh Singanya berperang melawan nya yang ternyata memiliki sosok setengah manusia setengah ular.
Mereka akhir keluar pergi untuk mencari tempat yang lebih luas untuk berperang setelah merusak barang-barang yang ada di kamar.
Tidak beberapa lama Sukma Ria memasuki kamar dan di bantu dengan Philip yang menggendong roh dari Syakila, Ria duduk di depan Raga milik Syakila yang tergeletak di lantai dan meminta Philip untuk mengembangkan Roh Syakila pelan-pelan.
Tidak beberapa lama Syakila terbangun dengan tubuh lemah nya, dan duduk pelan-pelan.
Gunawan yang melihat Syakila juga sadar sekarang bingung siapa yang harus ia selamat kan terlebih dahulu dan membawanya ke luar, namun saat ia sedang berfikir Nyai tadi kembali dengan badan yang penuh luka dan sudah berdarah-darah bahkan ekornya hampir putus.
"Kau tidak akan kemana-mana atau selamanya kalian semua akan tetap di sini". ujarnya berteriak kencang karena mengamuk dengan kekalahannya.
"Pergi lah Gun, nanti ayah menyusul. selamat kan teman-teman mu, ayah tidak apa-apa". ujar Ayah Gunawan memerintahkan supaya Gunawan membawa Syakila saja terlebih dahulu.
"Tapi ayah bagaimana bisa Gunawan meniggalkan ayah sendiri". ujar Gunawan panik.
Ular jelmaan tadi dengan sisa tenaga nya mencoba menyerang Ria namun gagal karena Ria masih memegang Mandau miliknya, dengan sekali ayun saja Mandau itupun terbang menebas separuh dari buntut nya.
Wanita ular itu pun menggelepar dan mengibaskan ekornya yang kesakitan dan hampir mengenai mereka semua jika saja singa jelmaan dari Gunawan tidak datang tepat waktu.
__ADS_1
"Pergi nak, ayah harus menebus semua kesalahan ayah. wanita itu tidak akan dengan mudah melepaskan Ayah, biarkan sekali saja Ayah berbuat hal yang benar". ujar nya sambil kembali mengeluarkan darah segar di mulut nya.
Ria pun mengatakan hari hampir pagi, Gunawan ingat jika Ria tidak kembali ke Raganya dia bisa saja terjebak dengan makhluk-makhluk yang ada di sini dan kemungkinan para panglima dari Datuk juga akan kembali ke istana sebelum mata hari terbit.
Gunawan akhirnya melepas kan tubuh Ayah nya dan bergegas untuk mengangkat tubuh Syakila untuk di bawa ke mobil, "Tunggu Gunawan ayah, Aku akan kembali dan membawa Ayah keluar darah sini". ujarnya berjongkok sebentar di depan Ayah nya.
Ayah Gunawan tersenyum dan menganggukkan kepalanya, di sisa tenaganya ia mengusap wajah anaknya yang selama ini diam-diam ia rindukan.
"Sampai kan permintaan maaf Ayah pada ibumu nak". ujarnya.
Gunawan pun mengangguk dan bergegas ke mobilnya untuk menaruh tubuh dari Syakila yang lemah, Ria sudah kembali ke raganya saat Gunawan baru keluar dari kamar. ia tidak bisa menyelamatkan Ayah dari Gunawan, ia pergi sambil menangis saat menyaksikan Sukma ayah Gunawan di tarik keluar dan di lilit oleh wanita ular itu.
"Kita pergi bersama, selamanya kamu adalah pelayan ku". ujarnya kemudian pergi dari rumah itu kembali ke alamnya.
Gunawan yang sudah berniat untuk kembali lagi masuk ke dalam dan berniat menjemput Ayah nya tiba-tiba di halangi oleh Singanya, singa itu mengaum kencang dan menahan langkah Gunawan dengan badannya.
"Aku ingin menyelamatkan ayah ku, beliau ada di dalam. masih ada waktu aku akan menyelamatkan nya". ujar Gunawan berusaha masuk.
"Sudah terlambat nak, ayah mu sudah tidak ada di dunia ini lagi, beliau sudah di bawa oleh Nyai yang selama ini di sembah nya. tugas mu sebagai anak sudah selesai sekarang, hanya tinggal kau mengirim kan nya doa saja untuk nya agar ia bisa bebas dari belenggu makhluk yang selama ini ia pelihara sebagai tanggung jawabnya". Datuk kuning Muncul bersama Datuk Sarani di belakang Gunawan dan menjelaskan semuanya.
"Tapi setidaknya izin kan saya menyolatkan dan menguburkan jenazah nya Datuk, bagaimana pun beliau orang tua saya dan". belum sempat Gunawan menerus kan ucapnya tiba-tiba terdengar ledakan dari dalam rumah dan muncul api besar dari dalam.
"Sudah suratan Ayah mu seperti ini nak, apa yang kita tanam itu yang kita tuai. pergilah bawa Syakila dari sini, tubuh nya sangat lemah ia perlu perawatan". ujar Datuk kuning lagi mereka pun akhirnya menghilang meninggalkan Gunawan yang masih menangis melihat rumah mewah itu perlahan di lalap api.
__ADS_1
"Maafkan aku ayah, aku harap Ayah bisa mendapatkan tempat yang terbaik setelah ayah menembus kesalahan Ayah". ujar Gunawan akhirnya bangkit dan masuk ke dalam mobil untuk membawa Syakila ke IGD rumah sakit.
Namun saat ia sudah sampai di depan Rumah sakit terlihat ambulans sudah menurunkan dua orang sepasang suami istri korban kecelakaan.
Namun Gunawan masih tidak bisa melihat siapa korban itu Gunawan hanya fokus membawa Syakila ke dalam untuk mendapatkan perawatan, untuk di tangani oleh dokter.
Dan saat ia sedang menunggu Syakila sadar setelah ia di berikan cairan infus Gunawan mendekat bisik-bisik dari para perawat yang menangani dua orang yang tadi di ambulans bersama dengan nya.
"Jadi itu bapak Santoso dan istrinya yang rumah mewah di jalan X, mereka baru saja pulang dari urusan bisnis katanya. supir yang membawa mereka mengantuk hingga akhir menabrak pembatas jalan dan beberapa kali berputar di jalan". jelas susternya.
"Lalu apakah mereka tertolong?".tanya salah satu teman nya tadi.
"Pak Santoso tidak dapat tertolong tubuhnya remuk sedangkan istrinya sekarang sedang koma dan kemungkinan besar jika pun sadar tidak akan kembali normal, supirnya sempat melompat dan kabur entah ke mana". jelasnya.
Saat Gunawan sedang menguping percakapan mereka sampai terkejut, ternyata Syakila sadar dan ia pun langsung histeris memanggil kedua orang tuanya.
"Papa.. Mama.. kalian kenapa?". ujar Syakila berusaha bangkit untuk mencari keberadaan orang tuanya.
Ia berusaha turun dari brankar namun di tahan oleh Gunawan, suster yang mendengar salah satu pasien yang baru masuk tadi histeris pun mendekati dan menayangkan siapa wanita yang histeris ini sambil menyuntikan obat penenang agar Syakila tidak berontak kembali.
"Dia Syakila Susanto sus, anak dari korban kecelakaan barusan". jelas gunakan membuat suster yang sebenarnya ingin marah tadi mengurungkan niatnya untuk marah.
"Semoga setelah bangun dan badannya sudah cukup pulih ia bisa sabar menerima kenyataan ini". ujar suster pun akhirnya pamit kembali berjaga.
__ADS_1