
"Semoga ya bapak, tu Kuyang gak bisa gangguin anak kita setelah di pasang ini semua".ujar Susi kemudian mereka masuk lagi ke dalam rumah setelah di lihatnya Ria sudah sampai di rumah kakek nya.
Duuugggghhkkkkk... Duuugghhhkk... Duugghhh...
Malam ini Ria kembali di ganggu dengan suara ketukan di kamar nya, bukan ketukan lebih tepatnya seperti seseorang yang sedang membenturkan kepalanya ke jendela kamarnya yang memang terbuat dari kayu.
"Sepertinya dia tahu kamu yang membuat nya tidak bisa masuk ke rumah milik Susi Ria". ujar Rinjani sambil mengelus kepala Anton yang sekarang sudah tidur di kasur Ria.
"Biarkan saja, dia tidak bisa masuk tapi juga tidak ingin pergi. besok aku akan menemui nya untuk pergi dari kampung ini, dan meminta nya menghilang ajian itu. percuma jadi cantik dan abadi jika harus mengorbankan anak-anak yang tidak berdosa untuk apa semua itu". ujar Ria lagi mengomel.
Ya, Di luar sekarang susuk kuyang itu sedang menggedor-gedor jendela Ria dengan kepalanya ber ulang-ulang tapi Ria sama sekali tidak peduli karena dia juga tidak bisa masuk karena rumah kakek Darma memang sudah di pagar ghaib.
"Brisik sekali jadinya". ujar Rinjani kesal, Rinjani memang tidak suka kegaduhan.
Ria bangun dari duduk nya di kasur kemudian mengambil sapu lidi, dan membuka jendela kamarnya.
"Kau ingin pergi, atau ku pukul kepalamu". ujar Ria sambil memegang sapu lidi tadi berbicara kepada Makhluk yang hanya terlihat kepalanya saja dengan rambut panjang nya juga dalaman tubuh yang menggantung.
Mata makhluk itu menyala merah, seperti Kuyang ini sangat marah. ia berusaha masuk ke kamar namun terpelanting berkali-kali hingga Ria kesal dan mengarahkan ujung sapu lidi yang banyak tadi hingga menusuk ke wajah makhluk itu dan terdengar dia menjerit.
"Mampus, ke colok kan tu mata. pulang sekarang, besok kita harus bicara". ujar Ria kemudian menutup jendela itu lagi.
Dan akhirnya makhluk kuyang itu pergi, entah ke mana. mungkin pulang atau mencari mangsa baru, Ria tidak tahu.
"Kau tidak akan menghentikan nya, mungkin dia mencari ibu hamil lain malam ini". ujar Ria.
__ADS_1
"Aku akan meminta nya membuang ilmu itu dan menerima takdir sebagai manusia jika kita itu pasti menua dan mensyukuri bagaimana pun bentuk wajah nya. jika tidak mau, terpaksa mungkin aku akan menghentikan nya dengan cara kita. tidak mungkin kita biarkan dia berkeliaran mencari bayi-bayi untuk dia konsumsi". ucap Ria sambil merebahkan dirinya di samping Anton.
"Lalu bagaimana dengan Anton, apakah akan selamanya kita membawanya dan merawat nya?". tanya Rinjani lagi.
"Setelah urusan ku dengan kuyang ini selesai, aku akan ke pelabuhan sampit lagi untuk mengecek ke sana". ujar Ria lagi, ia berfikir mungkin saja ada seorang ibu yang selalu menunggu di situ untuk kedatangan anaknya seperti kisah malin Kundang.
"Ya, mungkin saja Anton ke sana ia bisa mengingat jalan dia dulu ke rumah nya". ujar Rinjani kemudian.
Pagi pun tiba, dan saat subuh terdengar suara sayup-sayup pengumuman di masjid kampung Ria jika baru saja ada yang meninggal tapi Ria tidak tahu siapa.
Ria pun bertanya pada neneknya siapa yang meninggal, neneknya bilang ada anak dari pak RT yang sedang hamil 7 bulan tapi anak di dalam perut nya meninggal dunia. kebetulan anak pak RT itu walaupun sudah menikah masih tinggal bersama orang tuanya.
Ria bilang dia ingin ikut untuk melayat ke rumah pak RT dan sekarang di sana lah mereka berdua, sedangkan kakek Ria sepertinya sekarang sedang di luar rumah membantu membuatkan peti mati untuk mengubur kan jasad bayi tersebut.
(Di Kalimantan ada tradisi jika ada orang meninggal masih di kubur menggunakan peti, namun di berikan bantalan tanah di dalamnya walaupun beragama muslim)
Bayinya menempel ke ari-ari bayi itu yang sudah mengkerut seperti di peras darahnya. Ria tahu jika itu sepertinya perbuatan dari Kuyang tadi malam, dia bisa menyedot darah pada rahim ibu hamil dari luar rumah hingga membuat darah di rahim ibu itu habis dan kadang sampai ke tubuh bayi nya yang akhirnya di makan dari jauh.
Ria juga melihat seorang wanita baru saja datang mungkin bersama suaminya baru sampai di halaman rumah pak RT dengan kerudung yang hanya di pakai asal untuk menutupi kepalanya dan di sangkutkan asal melingkar di pundak wanita itu.
Wanita itu terkejut melihat Ria yang sedang menatap nya, dengan mata tajam Ria. hingga akhirnya wanita itu memilih membalikkan badannya dan menyuruh suami nya saja yang masuk sementara dia kembali ke luar dari halaman rumah itu.
Terlihat mereka sedikit berdebat namun akhirnya suami nya mengalah dan dia masuk seorang diri sedangkan istrinya kembali entah ke mana.
Ria akhirnya izin pamit keluar sebentar dengan neneknya yang masih ada di situ mungkin akan bantu-bantu masak untuk tahlilan nanti malam.
__ADS_1
Ria melangkah cepat menuju ke wanita tadi yang ternyata sekarang sudah di halangi langkah nya oleh Rinjani di depan persimpangan jalan itu, terlihat wajah wanita itu sekarang sedang panik dan berusaha untuk menghindari Rinjani.
Aneh bukan, bagaimana dia bisa mengetahui dan melihat keberadaan Rinjani, benar dugaan Ria saat melihat wanita itu pertama kali tadi, dia adalah wanita kuyang tadi malam.
Ria sudah sampai di belakang wanita itu pun memegang pundak nya hingga ia terkejut dan berbalik menghadap Ria, wanita itu berpura-pura ramah pada Ria dan menegur nya.
"Adek, ada apa ya?.. kenapa menahan Kakak di jalan, kakak mau pulang sakit perut". ujar wanita itu.
Ria memperhatikan wanita itu yang sekarang gugup sambil memegang leher nya yang tertutup jilbab asal-asalan tadi.
"Jadi, sudah berapa korban kakak yang sudah tewas. Kakak mau berhenti sendiri atau saya yang akan membuat kakak berhenti". ujar Ria langsung berbicara sarkas di depan wanita itu.
Wanita itu gugup dan berusaha lari namun lagi Rinjani menahan langkah nya bersama Anton di dekat nya.
"Sepertinya kakak tidak ingin meninggalkan ajian kakak, baiklah kita lihat bagaimana nanti kakak ber urusan dengan saya". ujar Ria kemudian terlihat wanita itu panik dan berlari ke dalam rumah nya sedang mencari-cari sesuatu.
"Kakak mencari ini?". ujar Ria menunjukkan sebotol minyak di tangan nya pada wanita itu dari luar rumah nya, ini adalah minyak kuyang yang walaupun di pakai berkali-kali bahkan tumpah sekali pun minyak itu tidak akan pernah habis dan berkurang dari botolnya.
"Ckk,, ck,, ck,, demi memiliki wajah yang cantik dan tidak menua kamu menempuh jalan yang salah kak, berhenti lah". ujar Ria pada wanita itu.
"Tau apa kamu dengan hidup ku, kamu jangan ikut campur urusan ku anak kecil. kamu berurusan dengan orang yang salah". ujar nya sekarang melompat ke arah Ria berusaha merebut minyak yang ada di tangan Ria.
Tadi memang Ria meminta Rinjani untuk mengambil minyak yang biasa wanita itu gunakan dan olesi di leher nya untuk memutus dan memisahkan kepala dari tubuhnya jika ingin berubah.
"Kembali kan minyak itu sial*n,aku bersumpah akan membunuhmu jika kau tidak mengembalikan minyak itu sekarang". ujar nya lagi.
__ADS_1
Saat ia hampir menyerang Ria tiba-tiba suami nya datang dari belakang nya dan memanggil namanya, "Yuni kamu sedang apa, dan dia siapa. ada tamu kenapa tidak di suruh masuk". ujar suaminya pada Wanita yang bernama Yuni ternyata.
"Mas suaminya dari kakak ini?". ujar Ria pada suaminya Yuni dan terlihat wajah Yuni yang ketakutan sekali sekarang.