
Para pengawal yang menjaga di bawah bergegas membawa Randy ke rumah sakit setelah melihat atasannya tergeletak di tanah.
Rinjani muncul di sebelah roh Tatik,ia melihat semuanya. tapi Rinjani tidak ingin ikut campur terlalu jauh,wajar Tatik sangat marah dengan apa yang terjadi pada dirinya.
"Semuanya sudah selesai, kami nanti akan bantu mengeluarkan susuk di tubuhmu dan aku harap sekarang kamu bisa beristirahat dengan tenang Tatik. Tabungan mu juga mungkin sebentar lagi akan di berikan ke pada ibumu, orang-orang yang sudah membuat mu seperti ini pasti akan mendapatkan hukuman nya". ujar Rinjani pada Tatik.
"Terimakasih banyak sudah membantu ku, aku akan pamit ketika nanti adikku sudah di operasi, aku harap dengan uang yang ku tinggalkan adikku cepat di tangani". Tatik berbicara menghadap ke Rinjani.
Berangsur wajahnya sudah kembali seperti semula, sepertinya Datuk kuning sudah mencabut susuk yang ada di tubuh Tatik.
"Ibuk, besok mungkin jasad Tatik sudah bisa di makam kan. kami sudah melakukan otopsi, hanya saja hasilnya masih menunggu 1 Minggu ke depan agar kami tahu apa saja kejahatan yang mereka lakukan hingga membuat Tatik kehilangan nyawanya". ujar salah satu petugas forensik yang menangani kasus Tatik ke pada Bu Darminah.
"Besok kita pulang bersama buk, ibu ikhlas ya. Tatik sekarang pasti sudah tenang dengan di temukan nya jasadnya juga para pelaku sudah di tangkap". Ria berbicara pelan pada Bu Darminah.
"Dan ini, ada pesan dari Tatik pada saya. ia ingin memberikan ini untuk ibu, ini adalah buku tabungan Tatik yang memang ia simpan untuk biayanya operasi Kiki buk". Ria memberikan buku tabungan pada ibu Tatik setelah dapat izin dari aparat dengan di bantu Gunawan.
"Ya Allah anak ku Tatik, sayang ibu". ujar ibu Darminah kembali menangis di pelukan Ria juga Lula. Tatik masih ada di sana dengan Rinjani di samping nya, Tatik menangis sedih.
"Maafkan Tatik harus pergi buk". ujarnya. Rinjani memegang tangan Tatik, berusaha memberikan kekuatan agar Tatik Ikhlas dengan semuanya.
Ke esokan harinya Rombongan Ria sudah kembali ke Surabaya dengan menggunakan pesawat agar cepat sampai, ibu Darminah memberanikan diri untuk naik pesawat karena tidak ingin anaknya sendirian di jalan.
Di kampung ternyata semua berita sudah tersebar karena ada beberapa petugas yang memang di pinta oleh Gunawan memberikan informasi untuk menyiapkan pemakaman agar Tatik bisa secepatnya di kuburkan.
__ADS_1
Banyak orang yang pergi melayat ke rumah Bu Darminah, karena memang pada dasarnya mereka orang yang baik begitu juga Tatik. Rian ikut ke Surabaya agar bisa membantu pemakaman kekasihnya.
Rian berusaha tegar walaupun Sangat terlihat ia begitu kehilangan sosok Tatik di hidupnya, Ria, Lula dan Gunawan masih ada di situ juga. mereka membantu semua persiapan untuk pengajian, karena ibu Darminah pasti sangat kesulitan jika harus mengurus semuanya seorang diri.
Setelah semua selesai Ria, Lula dan Gunawan akhirnya izin pamit pada Bu Darminah. kebetulan saudara-saudara beliau juga sudah datang dari luar kota hingga mereka sudah bisa meninggalkan ibu Darminah.
Ria dan Lula akan kembali nanti untuk mengurus operasi Kiki adik Tatik, Gunawan mengantarkan mereka ke asrama dengan mobil yang memang di tinggal kemarin di rumah RT setempat.
Lula masih terus menangis dari tadi sore melihat ibu Darminah yang terlihat berpura-pura tegar walaupun ia sendiri pasti sangat kehilangan. Namun kali ini Lula menangis dengan kencang di dalam mobil Gunawan, tidak seperti tadi yang tangis nya di tahan.
"Sudah Dek, gak boleh gitu. kita harus ikhlas dengan semuanya". ujar Gunawan berusaha menghibur Lula, Ria sekarang duduk di kursi penumpang dan Lula di depan bersama Gunawan.
"Ssseeetttttt". Lula dengan santainya membuang ingus nya di tisu depan Gunawan, hidung sekarang sudah berubah menjadi merah seperti tomat karena sedari tadi terus di gosok dengan tisu.
"Aku juga kasihan pada Rian yang terlihat sangat mencintai Tatik, dia bahkan mau turun untuk mengadzani Tatik di dalam kuburan tadi". Lula semakin terisak.
"Mas cemburu kamu mengkhawatir kan cowo lain" celetuk Gunawan.
"Lula sudah hentikan, Tatik ada di sini, dia tidak ingin melihat mu di seperti itu". ujar Ria kepada sahabat nya, Lula yang mendengar jika Tatik ada di situ langsung terdiam.
"Tatik, maafkan aku. aku hanyalah sedikit sedih memikirkan kamu, beristirahat lah dengan tenang ya". ujar Lula berbicara walaupun ia tidak bisa melihat Tatik.
Tatik yang sekarang sedang duduk di samping Ria tersenyum, "Ria, aku mengucapkan terimakasih banyak pada kalian semua yang sudah membantu ku". ujar Tatik.
__ADS_1
"Sama-sama". ujar Ria, mereka akhirnya sampai di asrama dan Gunawan langsung pamit karena memang sudah malam, mungkin ia akan menginap di kantor terdekat untuk malam ini sebelum besok kembali ke kotanya.
"Besok kita akan mengurus prosedur operasi untuk Kiki, semoga cepat selesai semua". ujar Ria dan Lula setelah mereka sudah membersihkan diri dan bersiap untuk tidur.
Dewi, dan juga Rendy juga beberapa anak muda lain yang sudah berbuat jahat pada Tatik sudah di tahan, ada beberapa dari mereka yang menyerahkan diri sendiri karena tidak kuat dengan teror yang mereka dapatkan dari tatik, sekarang mereka tinggal mendapatkan hukuman setelah nanti di sidang.
Ria teringat pada Rian yang sangat kehilangan sosok kekasihnya, jika saja mereka berpisah karena memang sudah tidak sejalan mungkin sakitnya tidak akan seperti itu.
Tapi mereka di pisahkan oleh takdir salah satunya yang sudah harus berpulang dan kehidupan nya berhenti di dunia ini, pasti itu sangat sulit untuk di terima.
Cinta yang terhalang dunia, karena Tatik yang sudah di alam yang berbeda dengan Rian. tiba-tiba sekelebat bayangan seseorang melintasi di kepala Ria Dan entah kenapa sekarang dadanya terasa sesak, airmata nya tiba-tiba saja jatuh di pipinya.
"Kenapa dengan ku, bayangan siapa tadi, kenapa sakit sekali saat aku melihat wajahnya tadi". ujar Ria dalam hati.
"Kau kenapa Ria?". ujar Rinjani yang sekarang duduk di samping tempat tidur Ria.
"Aku tidak tau kak, aku sedang memikirkan kisah Cinta Tatik dah Rian. kasihan sekali mereka harus berpisah dengan cara seperti ini, terlihat sekali mereka saling mencintai. namun sekarang dunia mereka berbeda hingga membuat mereka tidak bisa bersatu,dan entah kenapa sekarang hati Ria sakit sekali memikirkan itu, seperti Ria saja yang merasa kehilangan cinta itu?". Ria berbicara sambil masih menangis.
"Pergilah tidur Ria, jangan memikirkan apapun jika itu membuat mu sakit. takdir cinta mereka mungkin memang seperti itu, berdoa saja semoga Rian mendapatkan ganti seseorang yang bisa ia cintai nanti".Ujar Rinjani berusaha menghibur Ria.
"Sepertinya Hatimu masih ada dia Ria, hingga saat kau mengingat kisah cinta seseorang yang beda dunia. kau merasakan sakit lagi seperti dulu, saat ia juga harus pergi meninggalkan mu untuk selamanya, Philip bagaimana kabarmu di sana. apakah kau sudah bertemu dengan nya?".ujar Rinjani dalam hati sambil menatap langit.
"Kisah Cinta Yang Sama". Gumam Rinjani lagi seorang diri sambil menatap Ria yang sudah tertidur setelah lelah menangis.
__ADS_1