Datuk Buaya Putih.

Datuk Buaya Putih.
53 BERHENTI MAKA KAMU MATI.


__ADS_3

"Tempat nanti kamu dan Ria akan datangi, seperti takdir yang sudah Gusti Allah buat ayahmu juga ada di sana". Mbah Gumilang memberi tahu dan membuat Ria juga Gunawan Saling tatap semakin terkejut.


"Apa maksudnya Mbah,kenapa ayah saya bisa ada di sana?". tanya Gunawan kemudian.


Terlihat nafas Gunawan naik turun seperti sedang menahan amarahnya, mungkin karena mendengar adik perempuan nya yang sudah dengan tega ayah kandung nya sendiri jadikan tumbal.


Tangan nya mengepal kuat hingga buku-buku di jarinya menjadi putih, Ria yang melihat Gunawan seperti itu pun memberanikan diri untuk mengelus lengan Gunawan.


"Mas, sabar kita dengar kan dulu penjelasan Mbah Gumilang ya". pinta Ria.


"Maafkan saya Mbah, saya hampir terbawa emosi". jelas Gunawan berusaha menahan amarahnya.


"Tidak apa, karena itu selama ini Mbah tidak muncul dan menceritakan ini semuanya kepada mu. belum ada orang yang bisa membantumu untuk mengontrol emosi mu Le, tapi sekarang ada Ria yang mungkin bisa membantu Mbah untuk sedikit menenangkan dirimu". jelas Mbah Gumilang lagi.


"Jadi Mbah, kenapa ayah mas Gunawan bisa ada di rumah pak Susanto. apa yang di lakukan beliau di sana?". tanya Ria, sebenarnya Ria sudah memiliki fikiran apa yang di lakukan oleh ayah Gunawan.


Namun akan lebih baik jika Mbah Gumilang sendiri yang menjelaskan, Ria takut tebakan nya salah.


"Dia sekarang sudah menjadi kuncen di rumah itu, Ayah mu lah yang mengendalikan makhluk-makhluk di rumah itu. sementara Susanto lah yang mencarikan Tumba untuk nya, sesuai kesepakatan mereka". jelas Mbah Gumilang.


"Apa ini semua betul Mbah, tidak mungkin". ujar Gunawan lagi dan benar dugaan Ria, apa yang ia takutkan benar-benar terjadi.


"Mbah tidak memaksa mu untuk percaya, fikirkan baik-baik langkah apa yang akan kamu ambil dengan bantuan dari Ria juga para penjaga nya, Mbah izin pamit Le. Berdoalah minta petunjuk ke Gusti Allah, keputusan ada di tangan kamu. ingin menghentikan ayah mu, atau kamu biarkan ayah mu semakin menjadi-jadi dan menumbalkan gadis-gadis yang tidak bersalah". ujar Mbah Gumilang dan beliau pun pamit pergi.


"Ayah, bagaimana bisa kamu tersesat begitu jauh". kini Gunawan sudah tidak bisa lagi menahan emosinya, ia bangkit dan meninju tiang gazebo hingga tangan nya berdarah.

__ADS_1


Ria terkejut dan segera menarik Gunawan duduk untuk menahan emosinya, Ria benar-benar menggenggam tangan Gunawan seolah memberi kekuatan untuk nya menghadapi semua ini.


"Mas, jangan seperti ini. jangan menyakiti diri sendiri, kami butuh mas untuk mengambil keputusan dalam keadaan tenang". ujar Ria sambil menatap Gunawan.


Untuk pertama kalinya setelah hampir 20 tahun ia menangis, dulu terakhir ia menangis karena adik perempuan nya meninggal dan di ikuti dengan kepergian dari ayahnya.


Setelah itu dia tidak berani menangis agar ibu Sari tidak khawatir terhadap nya, ia tidak ingin kehilangan sosok ibu juga di hidupnya jadilah ia tumbuh menjadi anak laki-laki yang kuat untuk melindungi ibunya tercinta.


"Dek, Ayah ku dek. kamu tahu alasan mas jadi polisi, mas melakukan ini supaya bisa memiliki akses untuk mencari beliau. tapi apa ini, kabar yang mas dapat seperti ini dek". ujar nya sudah dengan berlinang air mata.


Ria sekarang juga ikutan menangis, pasti berat untuk Gunawan menerima kabar seperti ini. seseorang yang ia rindukan justru berubah menjadi orang yang benar-benar sangat jahat.


"Bagaimana bisa nanti mas menjelaskan pada ibu dek, selama ini ibu menunggu Ayah pulang dengan rasa bersalah nya karena merasa tidak becus menjaga putri kecilnya. Mengira Ayah pergi karena ayah merasa terpukul, namun ternyata ayah sendiri yang menumbalkan anak perempuannya dek?". Gunawan menjelaskan dengan suara tertahan karena tidak ingin ibu Sari tahu.


"Mas sabar ya, kita berdoa saja semoga ibu tidak tahu masalah ini". ujar Ria Memeluk Gunawan agar ia bisa menangis sepuasnya, namun dari belakang mereka terdengar suara gelas yang jatuh dan pecah berserakan.


Gelas itu berserakan kemana-mana mengagetkan dua orang yang sedang berusaha saling menguatkan.


"Kamu bilang apa Gun, Ayah mu?!!!" ucapan tertahan dan kemudian ia hilang kesadaran, beruntung Lula yang ada di sebelahnya menangkap tubuh Bu Sari yang tiba-tiba tumbang setelah mendengar ucapan Gunawan tentang ayahnya barusan.


"Ibuuuuk". Ria dan Gunawan bersamaan berteriak melihat Bu Sari pingsan di pelukan Lula.


Dengan cepat Gunawan bangkit dan menggendong Ibu sari untuk membawanya ke dalam rumah.


Ria mengeluarkan minyak kayu putih dan di oles ke dada perut juga di taruh di depan hidung untuk bisa terhirup oleh Bu sari.

__ADS_1


Gunawan sudah kembali menangis sambil duduk tersandar di depan pintu, semua orang panik.


Semua orang menangis, takdir apa ini. kenapa bisa begini, sepertinya pertemuan Gunawan dan Ria adalah hukum alam yang sudah tertulis di takdir kedua nya.


Akan kah Ria bisa melanjutkan rencana nya di bantu oleh Gunawan untuk menghentikan Pesugihan yang ternyata di dalangi oleh Ayah dari orang yang ia mintai pertolongan.


Sanggup kah Gunawan melawan Ayahnya sendiri, dapat kah Ria dan dia mendapatkan izin oleh Ibu Sari.


Bagaimana jika nanti sampai terjadi hal-hal yang Ria takut kan, misalnya Gunawan harus merelakan jika Ayahnya harus mati karena menghentikan perjanjian nya dengan makhluk yang ia rawat selama ini.


Ria banyak mendapatkan wejangan dari Datuk kuning, mungkin satu-satunya cara untuk menghentikan praktek pesugihan adalah jika tuan yang menjadi tempatnya tinggal mati.


Seperti perjanjian-perjanjian ilmu hitam yang Ria ketahui, BERHENTI MAKA KAMU MATI.


Dan karena itu juga Ria tidak di izinkan dulu untuk mendapatkan Penjagaan dari keturunan ayah nya yang juga kebanyakan memiliki khodam untuk memperdalam ilmu hitam.


"Mas, Sudah waktu magrib. Sebaiknya kita sholat dan meminta petunjuk dari Allah mas, Ria tidak akan memaksa mas untuk melanjutkan semuanya jika memang mas tidak sanggup untuk melawan Ayah mas sendiri". ucap Ria.


"Ayo Lula, kita sholat sama-sama saja di sini. mas tolong imami kami". pinta Ria.


Gunawan mengusap wajahnya dan mencoba untuk kuat, mereka sholat berjamaah setelah tadi sudah membersihkan diri bergantian terlebih dahulu sambil menunggu ibu Sari siuman.


Gunawan memimpin sholat dengan khusyuk, dan berdoa dengan sungguh-sungguh. namun entah kenapa saat ia membuka mata Gunawan sudah berada di tempat lain, seperti di istana dalam laut dan penuh dengan prajurit yang menggunakan pakaian adat dari suku Day*k Kalimant*n.


Gunawan mencoba mencari jalan untuk ia kembali, namun ia melihat wanita yang kemarin wajahnya mirip dengan Ria.

__ADS_1


"Ikut aku, Datuk ingin berbicara dengan mu. jangan takut, setelah beliau selesai berbicara maka kamu akan kembali dan perkenalkan nama ku Rinjani". jelasnya kemudian menuntun Gunawan melangkah memasuki istana itu.


__ADS_2