
( " Met Malem Desi Cantik! thanks buat coffee time nya kemaren sore! Loe Asyik banget jadi orang! Bikin Gw pengen lama lama ada di samping loe....ucap doni, sang penyiar!
Desi mana sih Bang! Gw kok penasaran yah! loe kok kalo ngomong soal Desi, Bawaannya Loe semanget Banget....Ucap penyiar radio wanita yang bernama Lucy.
Emang Loe ga tau! Loe ga Up Date ig kita sih! dia itu dateng pas acara ultah radio kemaren....Jawab Doni.
Ooooohhhhh Desi, Ibu Desi GM nya Hotel tempat kita adain acara kemaren...ucap Lucy )
Willy langsung mengambil HP ku yang terletak di atas bantal, mematikan saluran radio, dan aku lihat dia membuka Aplikasi ig ku.
Huffttt.
Shitttttttt....maki Willy melempar Hp ku ke pojok kepala Kasur.
" Kenapa Sih Bund? tanya Willy menatap wajah ku dengan muka tidak bersahabat nya.
aku bangun dari posisi ku, ku tarik seprei untuk menutup Dada ku.
" Harus nya gw yang tanya wil! Loe kenapa Kenapa lempar HP! protes ku.
" Kenapa ga bilang kemaren loe jalan ama Doni? Loe ga puas ama Gw Bund! " tanya willy dengan muka emosi.
" Konyol pertanyaan loe Will! gw cuma jalan, ngopi doang dan itu pun ketemu nya ga sengaja will, gw lagi jalan ke mall. jawab ku dengan kesal.
" Alesan " jawab willy sambil memeluk dan mencium punggung ku.
Pelukannya begitu Erat, mencium, menjilati dan mengigit leher ku berkali kali. Willy mengangkat tubuh ku ke atas tubuh nya. berusaha memasukan Junior nya dengan sedikit paksa karna posisi belum pas. aku mengeluh sakit pada willy. tapi tangannya begitu keras memeluk dan meremas gunung kembar ku.
" Boy!!!! Gw sakit! ucap ku dengan nada kesal. tapi willy tidak menghiraukan ucapan Ku.
Willy mengangkat tubuh ku dan membaringkan tubuhku, tubuh nya sudah diatas tubuh ku. aku memukul mukul dada willy, tapi willy terus menekan junior nya dengan kasar. Will! teriak ku, perut gw sakit! Please stop it will! aku memaki willy. Willy memilih tidak mendengar kan ucapkan ku, dan aku menangis karna perut ku benar benar sakit akan goyangan dari tubuh willy. akhirnya aku biarkan willy memainkan permainan nya sendiri dengan air mata yang masih terus menetes dari pipi ku....
dan willllllll.....gw ga kuat!!! kata ku berusaha lagi menghentikan permainan konyol willy ini.
" bentar lagi bund! ucap nya ketus! dannnn..aaahhhggggg Willy merobohkan tubuh nya di atas tubuh ku lalu mengigit leher ku. "You make me jealous"
Shiitt maki ku untuk Will! aku dorong tubuh willy! dan bangun dari kasur menuju kamar mandi.
aku kembali menangis di kamar mandi, ku hisap rokok yang sempat ku bawa! menangis dan memandangi tubuh ku. aku mengisi bathup dan mulai merendam tubuh ku. Willy berkali kali mengetuk pintu kamar mandi, tapi aku tidak hirau kan.
Yah...seperti dia tidak menghiraukan aku tadi. aku mulai berpikir, berpikir sekuat tenaga ku. seperti aku harus menghentikan hubungan ku dengan willy mulai saat ini. aku terus menimbang semua pikiran ku, perasaan cintaku, dan Level cemburu willy yang over menurut ku. aku terus menata nafas ku!
sampai dengan aku merasa lega dan tenang, aku keluar dari kamar mandi menggunakan jubah handuk ku. ku lihat willy sudah sudah menunggu ku di depan pintu kamar mandi.
" Sorry Bund! Willy memegang tangan ku.
Aku hanya tersenyum dan melepaskan pegangan tangan willy, aku mengambil kemeja dan rok jeans panjang ku, kembali menuju kamar mandi dan memakainya dengan segera.
Bund! Sorrryyy ucap willy begitu aku keluar dengan pakaian ku.
Aku mengambil Hp dan tas ku dan yang berada di sofa Balkon. willy terus mengikuti aku berjalan.
__ADS_1
" Bund...Bunddd.... please denger gw!" ( willy begitu panik )
" Apa lagi will," jawab ku pelahan.
" Maaf bund! gw salah " ucap willy lalu memeluk ku. Maafin gw bund! willy mencium kening ku.
Aku tidak membalas pelukan dari willy, aku hanya mematung menerima perlakuan willy saat ini.
Bund! Maaf! kata kata itu keluar dari lagi dari mulut willy.
" Ok! Lepasin Gw dulu will " kata ku.
Willy melepaskan pelukan nya.
Aku duduk di sofa, dan willy duduk di bawah lantai, tangan nya memegang tangan ku.
" Will! Gw rasa kita harus Break dulu, gw ga nyaman ama hubungan seperti ini. ucap ku dengan nada pelahan.
Bund..bund....please, jangan ngomong kaya gitu! gw salah bund! gw ga mau...gw ga mau denger kata kata itu bund!!!! please please.....willy menaruh kepala nya di tangan ku yang sedang willy pegang.
" sorry will, Ucap ku! atau setidak nya kasih gw waktu will! buat gw yakinin semua kata kata gw tadi.
" Ga bund!!!! Gw ga mau, gw sayang ama loe bund! gw ga bisa...gw ga mau....please jangan begini bund!
( aku melihat willy menangis )
" Ga apa apa Boy! kita coba jalanin aja dulu, loe tenangin diri loe, gw juga sama! ok! Aku menepuk pipi willy pelahan. Gw Pindah kamar ya Boy! Gw pengen sendiri malem ini! kata ku lalu bangun dari sofa.
" Boy! Mana key card kamar yang lain?! tanya ku pada willy.
" No bund! please stay with me! ucap willy.
" Ya udah! loe yang maksa yah!
gw bisa pergi cari hotel yang laen malem ini. kata ku dengan nada datar.
" Please!!! maafin gw bund! ( muka willy sudah tampak kacau sekali )
aku sudah hampir sampai di dekat pintu kamar. willy mengambil dompet nya dan memberikan 1 key card pada ku.
" 3 kamar dari kamar ini, sebelah nya itu kamar yang Angel pake. ucap willy sambil menatap ku.
Aku segera mengambil nya dan pergi dari kamar willy.
###########
Begitu selesai menghubungi Dea, Erwin langsung pergi meninggalkan restoran.
" tok tok tok "
erwin mengetuk pintu kamar Dea.
__ADS_1
Tok tok tok
erwin melakukan nya lagi.
Tak lama Dea membuka pintu kamar.
" Ada apa A?! tanya dea.
Erwin tak menjawab pertanyaan Dea,
Erwin memegang pinggul Dea, mendorong masuk ke kamar, kaki nya sudah menutup pintu kamar dengan keras.
Kenapa kemaren tutup telpone aa?! tanya erwin sambil mencium bibir Dea. Erwin mencium nya cukup lama lalu melepaskan ciumannya.
Kenapa kemaren no Aa di blokir?! tanya erwin lalu mencium bibir dea kembali,
Kenapa Manja Banget sih De! tanya Erwin lalu mencium kening Dea dan mendekapkan Dea di dadanya.
Dea membalas pelukan Erwin dan mulai menangis.
Aa kemaren meeting Dea! begitu selesai aa langsung telpone! ucap erwin sambil mengelus kepala Dea dengan Lembut.
Dea masih menangis kecil.
" Kenapa tadi aa datang trus pergi lagi ama ka Desi, kita aja belom sempet ngobrol, Protes Dea.
" Cemburu ? ! "
" Iya " dea terus memeluk Erwin.
Ikut Aa yuk! Erwin mengajaknya pergi ke Parkiran Mobil, mengambil tas nya, lalu kembali ke kamar.
Bawa tas mu ke sini Dea! ucap erwin dan duduk di tempat tidur. Dea mendekati tempat tidur sambil membawa tas nya!
" A, titip ini yah! Ini uang lamaran Dimas besok, temenin A buat jadi wakil keluarga nya Dimas, Desi yang nyaranin Aa buat titip uang di kamu De!
Maksud nya A?
Ga usah pura pura ga faham dea! Desi itu menghargai hubungan kita, dia pikir kamu yang lebih pantas buat pegang uang ini. Jadi buang jauh jauh pikiran cemburu itu! ucap erwin lalu mencium bibir dea kembali.
De! Kita di kasur Loh! jangan macem macem ama Aa deh! ucap erwin menggoda Dea.
Apa sih a...jawab dea dengan wajah merona nya!
A boleh tidur disini? tanya erwin.
Ga boleh! jawab dea singkat.
Ya udah! kamu tidur yah! Aa buka kamar lagi buat malem ini. jawab erwin mengelus rambut dea.
" Ga usah A! tidur disini aja ama aku! "
__ADS_1
Erwin hanya tersenyum!