
2 minggu sudah aku berkerja 1 ruangan dengan Willy, menjadi GM di masa transisi, Willy banyak membantu aku, mengingatkan hal hal penting yang harus selalu diawasi.
" Will..."
" Iya sayang, Jawb Willy mengodaku.
Aku tersenyum mendengar nya.
" Kalo buat akunting, apa yah yang paling harus di perhatiin, soalnya gw beneran ga paham, dulu pas mata kuliah ini, gw pasti kabur ama anak anak "
" Makanya kalo kuliah yang bener...masa seumuran gini, masih belom jadi GM", Willy meledek ku.
" Emhhh maksudnya? gw dah tua dah belolm jadi apa apa gitu?! Protes ku.
" Emmmmhh tapi iya loh will...temen temen kuliah gw dulu tuh, rata rata dah jadi GM lah...biar cuma di hotel bintang 3-4, tapi dia GM, kataku melanjutkan kalimat yang tadi sempat terhenti.
" Iya lah..gw aja yg masih ABG gini, dah jadi GM " ucap Willy dengan sombongnya.
" huuuuhhh mulai deh keluar sombong nya" kata ku
Willy tertawa berhasil membuat aku kesal kali ini.
" Bund, gw mau abisin sisa cuti ah...sayang ada 12 hari, Willy berbicara sambil melihat kalender di atas meja.
" hhh mana bisa, cuti 12 hari...trus gw sendiri gitu, di ruangan ini? kataku dengan nada cemas.
" Iya lah...nanti juga kan sendiri di ruang ini, jawab Willy sambil ambil form cuti dan langsung minta sign padaku.
" Tanda tangan di sini bu bos, besok gw cuti, masuk 2 hari trus bye bye, ucap Willy sambil ketawa.
ku coret form cuti willy
" ga 12 hari...3 hari cukup" kata ku.
__ADS_1
" 10 hari, protes Willy
" No Will, 5 hari kata ku..
" 8 hari Bund
" 7 hari Deal kata ku.
" Deal..." dan kita pun berjabat tangan.
tok tok tok..aku lihat Vero mengetuk pintu ruangan ini yang memang tidak di tutup.
" Masuk " Jawab willy.
" sore pak, saya mau ada perlu dengan bunda, Ijin vero.
" saya harus keluar atau gimana? tanya willy
" ga usah pak...cuma mau minta paraf aja, Jawab vero.
" Ini bund ". Vero menyerahkan file pada ku.
" Bund...liat liat kita napa di ruangan ampe sepi banget di ruangan ga bunda nya" ..Vero mulai mengeluh.
" Verrrr, BT juga tau di sini, liat tuh...othner masih numpuk gitu, itu aja, tau beres tau kagak" ucap ku sambil membaca laporan Vero.
" ya bund.,sepi banget, ga ada yang rusuh...kata Bero, terus mengulang kata Sepi, dan Sepi.
" ohhh jadi ini biang rusuh nya " kata willy menunjuk aku, dan aku hanya tersenyum.
" Ver...gabung ke Bali yuk, Ajak willy
" asikkk deh ver, bantuin gw kata willy sambil duduk mendekati aku dan vero yang duduk di sofa.
__ADS_1
" Mau banget sih...tapi bebeb ku kan di sini pak, Jawab Vero dan tersenyum.
" Hadeuuuhhhhh bebeb loe yang mana sih? " masih si Juan anak hotel i***bukan?! Tanya Willy
Verro tersenyum...dan menjawab, " iya pak "
" busyeeettt deh Ver, si bos ampe tau Juan, kata ku sambil ketawa.
" iya ya bund....kepo berat berarti...jawab vero.
" aduuh Ver, model si juan aja sih, di Bali banyak banget x Ver, loe mau tuker tambah juga ada di sana" ...kata willy.
" Eh busyet boss gw...tuker tambah, emang nya hp bisa tuker tambah.. Vero ketawa..
" Ber, nih dah di paraf.., udah sana balik gih,,,,obrolan nya dah ga baik nih" ucap ku
menyerahkan file nya.
" ok bund makasih ya " kata vero.
Vero pun pamit meninggalkan ruangan.
' pikir pikir Ver...kalo mau dari sekarang. langsung gw acc" kata Willy sebelum Vero menutup pintu ruangan.
" Sipp pak...thanks banget" kata Vero.
Hari ini jadwal MOD pertama ku menjadi GM sementara,hihihi
Anak anak ku : Alam dan Sherly di bawa menginap oleh Mas Anto dan Vinna.
Jasmine lebih memilih bersama Hanny di rumah aja. mau nonton drakor katanya...
Mas Anto sudah tidak kerja lagi, padahal perasaan baru 10 hari kerja deh, setelah menikah dengan Vinna, keuangan Mas Anto membaik, dia sudah membayar hutang cicilan mobil 3 x angsuran ke rekening aku, dan janji akan segera melunasi bpkb mobil.
__ADS_1
Mas Anto dan Vinna memberikan banyak hadiah buat Sherly dan Alam. malah janji aku untuk membelikan sepeda akhir bulan ini sudah di cover oleh Mas Anto. minggu lalu Alam dan Sherly sudah dibelikan sepeda baru.
Mas Anto dan Vinna masih belum bisa berkomunikasi baik dengan Jasmine. Jasmine betul betul menjaga jarak, mulai mengerti dari semua masalah ayah dan bunda nya. padahal aku selalu memgingatkan Jasmine...bukan cuma ayah nya yang salah dalam masalah ini, tapi ada banyak juga salah bunda di masalah ini, aku juga selalu bilang. untuk segera berbaikan dengan ayah nya. tapi setiap bicara soal ayah nya, Jasmine lebih banyak diam, atau pura pura tidak peduli.