
" Bund...bangun,,," Willy sambil mengusap pipi ku dan menyalakan tv dengan remote di tangan kirinya.
" Mhhheeeehh jam berapa Will ?"
" Jam 11 Malem " Willy tersenyum padaku.
" Haaahhhh jam 11 malem, aku panik dan membuka selimut yang sedang menutup tubuh ku,
" Will...baju gw tolong dong...aku menunjuk baju yang tergelak di jauh di bawah sofa.
Willy, bangun dan melempar baju ku ke kasur.
" Wiily.." Aku teriak sedikit kesal.
Willy sudah terlebih dulu meloncat dan sekarang sedang merebahkan badannya di kasur nya. dan aku harus berjalan ke kasur, dengan tubuh berbalut selimut tipis.
" Come baby " ucap Willy.
aku langsung tarik baju ku, tapi Willy melemparnya dan menarik tangan ku.
" Willllyyy " teriak ku lagi.
" one more bund " Willy memeluk aku.
" No " kata ku...udah jam 11. gw harus balik Will, kasian anak anak gw.
" Please...bund" . Ucap Willy sambil terus mencumbu aku yang masih tanpa balutan benang selembar pun.
" Ini baru jam 7 deh bund " Willy tertawa.
aku lihat jam tangan ku, 18.45.
" Emmhhh boleh ya bund, 30 minute " Willy tersenyum manis pada ku.
Gimana mau nolak, Willy sudah melepas Kaos nya dan sudah dalam posisi on.
Gerakan masih halus, tapi tekanannya luar biasa. Willy terus mencumbu aku. desahan desahan aku, membuat Willy menggila.
Willy menggulingkan badannya dan menempatkan ku di atas badannya.
rambut ku yang terurai, menutup sebagian payudara ku.
" Gilllaaaa sexy banget bund " ucap Willy.
aku jewer kuping Willy. " Nakal "
" Shake it Bund " kata willy sambil tersenyum.
__ADS_1
aku goyangkan tubuh ku...dan nikmat tiada tara yang aku dapet, terus aku pacu dan " bunddd...udah gw geli ",,,teriak Willy. dan cairan hangat itu sudah aku rasakan kembali.
" udah Nakal ya will" aku sambil gigit leher Willy yang putih.🤗
Aku bergegas mandi dan memakai pakaian ku. Aku duduk di sofa, menikmati kopi yang sudah Willy buat. aku bakar rokok ku..
" Bunddddddaaaaa " Teriak willy
" Apa ?! jawab ku dengan santai.
Willy membuka pintu kamar mandi dan segera memhampiriku " Liaaattt nih merah gini " kata willy sambil menujukan leher nya pada ku.
Hahahahaha aku hanya ketawa.
" Nakal banget sih " Protes Willy.
" Ga salah " aku protes balik. " Mau liat punya gw " kata ku, sambil membuka kancing kemeja kum
" Iya iya..maaf maaf " Willy tersenyum, " udah jangan di buka, nanti mau lagi nih" Willy langsung memakai kaos nya.
Setelah itu kami pun keluar dari kamar Willy, Willy merangkul pinggang ku dengan satu tangannya. Di lift apartment menuju lobby.
" Bund, nanti gw liatin yah, ada reception disini, cantik bund, kayanya dia seneng banget cari cari perhatian gw " ucap willy, sambil kita terus berjalan menuju Lobby.
" Noh bund, orang nya...sebelah yang lagi terima telphone, ucap Willy menunjukan seseorang dengan kata kata nya.
" ohhhh yang itu! Bentar gw sama " ucap ku, Aku berjalan menuju meja receptionist. orang yang dimaksud Willy pun menyambut ku.
" Selamat Malam Bu "Jawab orang itu.
( Willy mendekatiku ku, berusaha mencari tau apa yang aku kerjakan )
" Selamat malam Pak Willy, orang yang Willy maksud menyapa dengan sangat ramah pada Willy. Willy tidak menjawab, Willy hanya tersenyum sedikit.
" Mba, aku pengen ketemu Pak Bagja dong " kata ku sambil memcolek perut Willy yang sudah berdiri di samping ku. Reception itu terlihat salah tingkah karna Willy sedang memperhatikannya.
" Maaf dari mana bu? tanya nya dengan sedikit manja.
" Emmhhh bilang aja Desi, Desi mana yah? aku binggung sendiri. Willy mengerutkan kening nya, dan menatap ku heran.
" Ohhh Iya " kata ku...Desi...belum aku melanjutkan ucapanku.
Tiba tiba seseorang sedikit teriak memanggil nama ku, berjalan dari samping resto.
" Jeeeeyy" kata ku...
Bagja yang aku maksud sudah ada di samping ku.
__ADS_1
Kami pun berpelukan erat. Jey menepuk nepuk bahu ku...
" Ibu bos....apa kabar cantik? Bagja terlihat gembira melihat aku.
" Baik ...baik Pak Bos " aku menjawab pertanyaan Bagja.
" Eh Malam Pak Willy " sapa Bagja
" Malam Pak " Willy menjawabnya sambil meraih tangan ku.
" Oohhh dah kenal" kataku..
Bagja tersenyum dan bilang, " Masa ga kenal ama Pak Willy sih Des, anak anak disini, tergila gila ama Pak Willy ini. kata Bagja berusaha ramah pada willy..
" oohhhhh pantes aja anak anak disini gila ya jey...bapak nya model gini " ucap ku sambil tertawa.
" Eh salah deh dah gila dari dulu" ..aku dan jey ketawa bersama.
" Ayo bund" Kata kata willy menghentikan tawa kami.
" oh iya jeyy...gw harus balik, next pasti gw telphone loh!
" Janji ya Des !!! kata jey...
" Pasti " jawab ku, sambil ku gandeng tangan Willy meninggalkan Bagya.
Di luar Lobby...Willy hanya berdiri diam.
" Ayo jalan Will "..kata ku, sambil mengoyang goyangkan tangan Willy.
" ga minta anterin jey aja pulang nya? kata Willy.
" Bener nih?? aku berbalik badan dan siap memangil je...
Willy langsung menarik tangan ku. " Ayo Bund" kata willy sambil terus mengandeng tangan ku jalan ke arah parkir mobil. Willy membukakan pintu untuk ku.
Aku melepas sepatu ku, menaikan kaki ku, ku lipat di menyilang di bawah paha.
" kok diem..." Tanya ku, katanya mau anter balik. Willy mengidupkan mesin mobil.
" kenapa Will? aku usap leher Willy.
" seneng banget sih bikin orang BT. kata Willy sambil memeluk dan mengigit bibir ku.
huuuhhhh yang mulai siapa kata ku...
" jadi cerita nya cemburu nih" kata willy.
__ADS_1
" Ga salah ! "
Willy tersenyum dan mencium pipi ku. " Iya gw cemburu Bund! ".