Desy Janda 3 Anak

Desy Janda 3 Anak
Di luar rencana


__ADS_3

Perasaan baru tidur, masa udah pagi lagi aja! keluh ku dalam Hati, karna alarm dari HP ku yang sengaja aku set jam 07.30 hari ini. tgl 1, hari merah, jadwal ku ikut acara interview calon pegawai hotel di sentul.


" Boy! gw bangun duluan! Rossa ngabarin gw! ada meeting Ama Mr Akhian dan Lucas pagi ini, ucap ku sambil memunguti baju tidur di lantai.


" Kok bisa... hari ini kan jadwal di Sentul Bund! Willy membuka matanya, terlihat kesal sekali muka nya saat ini.


" Gw Nyusul nanti ke Sentul! gw rapiin kerjaan gw di hotel ok''. aku bergegas mandi, dan Boy! kaos buat gw mana?! tanya ku lalu merias tipis wajah ku saat ini.


" ini Bund! Willy menyerahkan satu T-shirt berwarna Putih, bertulis kan nama hotel Willy di Sentul di bagian depan dada sebelah kiri.


aku langsung memakainya, dengan menggabungkan rok jeans untuk hari ini, aku balut dengan Coat panjang berwarna Abu.


" Rok nya terlalu pendek Bund" Willy merapihkan pakaian ku.


" ketutup jas Boy! " aku cium pipi Willy, sedikit memaksa untuk memakai rok ini.


" Tapi nanti pasti di lepas Coat nya! gimana sih Bund!" Willy menahan tubuh ku.


" Rok si Manda jauh lebih pendek dari ini boy! masa iya gw kalah Ama bocah itu! ucap ku lalu melepas tangan Willy yang masih bertahan di pinggang ku.


" Dia bukan lawan loe dalam berkompetisi, dan gw bukan trophy yang di perlombaan kan. ucap Willy pergi meninggalkan aku.


" Boooyyyy, sorry " ....aku mengejar nya.


" Udah lah Bund! ayo gw anter! urusan loe lebih penting bukan?! Willy membukakan pintu mobil untuk ku.


Duduk di mobil, bersikap manis, tanpa membakar rokok, tanpa melepas heels dan menaikan kaki ku seperti biasa.


" Boy, Loe marah?! " tanya ku di dalam perjalanan ini.


" Gw ga marah Bund! cuma rasa nya BT juga kalo selalu ngomong Manda, Manda dan Manda lagi ", Willy memberikan senyum yang di paksakan untuk ku saat ini.


" Maafin gw Boy! gw takut! takut banget, Manda itu masih ngarepin loe, dan Dea ...aku menghentikan kata kata ku...


" Lupain soal Dea Bund! lupain soal Manda, apa loe ga pengen kita ini kaya Angel dan Heri, yang mereka Pikirin cuma gimana bikin mereka nyaman dan bahagia berdua " Willy menurunkan kaca mata nya yang tadi hanya menempel di atas kepala nya.


aku menarik nafas ku panjang., membodohi diriku sendiri.


" maafin gw boy "....


" stock maaf gw banyak buat loe Bund! kecuali buat satu hal yang udah jadi perjanjian kita dulu "...senyum Willy terlihat lebih tulus kali ini.


Aku tersenyum mendengar nya....


" Gw makin takut keilangan loe Boy! cepet nikahin gw setelah hotel di Sentul running.


ucap ku pelahan....( jaim dong )


Willy tidak menjawab perkataan ku, dia hanya menarik tangan ku dan meletakan di dada nya


.


Mobil sudah memasuki area hotel, Para pegawai hotel yang kebetulan sedang duduk mengobrol seketika berdiri, dan memberikan sapaan hangat nya ketika aku membuka kaca mobil.


" Pagi Bund! Eh di anterin si Bosssss " sapa mereka dengan hangat.


" Hai pagi Juga semua nya! Selamat Tahun Baru " ucap ku sambil melambaikan tangan ku ke luar mobil. ( Willy hanya diam, sedikit senyum yang dipaksakan tentu nya )

__ADS_1


Mobil memasuki basement,


" Secepat nya gw balik ya Boy! jangan lupa mandi! " aku mencium pipi Willy.


" Gw tunggu aja lah Bund! "


" Yakin?! tanya ku ( lalu menatap wajah Willy )


" Yakin! gw bisa di mobil atau cari sarapan di luar, jawab Willy tak ingin aku bantah.


" Ya udah, sarapan di hotel yah! atau gw buka kamar deh, biar loe bisa mandi atau istirahat, Ok " aku memberikan pilihan untuk Willy.


Willy tidak menjawab, tapi mematikan mesin mobil, jadi bisa ku pastikan dia setuju dengan saran ku.


" Pagi Rio " ku sapa Rio pagi ini, seperti nya dia sedang sibuk di depan komputer nya, tak melihat ke hadiran ku dan Willy yang saat ini sudah berada di depan nya.


" Pagi " jawab nya lalu menghadap kan wajah nya ke arah ku.


" Ya Ampun... Bund! sorry sorry....


" Hai Boy!! sapa nya sambil memberikan tinjuan kecil di tangan Willy yang ingin menjabat tangan nya. dan mereka tertawa bersama.


" Yo, ada kamar?!! Bukain buat gw dong ", pinta ku sambil merapihkan sponsor card yang berada di atas meja marmer panjang reception.


" Gw Bayar bro, jangan pake nama " Nyonya Besar " jatoh harga diri gw...ucap Willy sambil tertawa dan mengeluarkan card dari Dompetnya.


Aku dan Rio tertawa.... Maenan nya harga diri, seru Rio, lalu mengambil card dari tangan Willy.


" Loe Dateng kan ke Sentul kan Yo! tanya Willy sambil menunggu proses check in.


" Datang lah Boy! gw tunggu Ardi dulu gantiin gw, langsung otw Lah ". Rio memberikan key card ada card nya pada Willy.


" Ya udah, thank nya Yo, gw naek ke atas, mandi dulu, ucap Willy lalu berusaha merangkul pinggang ku,


" Please, Gw lagi Gawe boy ". aku ku mundur beberapa langkah dari arah Willy.


# mempet terus loe Booy!!!! Rio menertawakan Willy yang masih berdiri di tempat nya.


" Ayo buru jalan bund, nanti gw seret ke kamar nih! Willy tertawa melihat aku yang terus mundur melangkah ke belakang.


" Parah Bund....ga mau rugi banget " Rio masih tertawa...


Aku memasuki lorong Lantai mezzanine, sepi dan hampir semua ruangan di sini kosong. 1 ruangan yang menyala, yaitu ruangan Rosa dan aku tentu nya.


" Pagi Ocha....selamat taun baru, doa terbaik buat sekretaris dan sahabat baik gw ( aku memeluk nya )


" Pagi juga bunda sayang ku, Happy News Year, Doa terbaik juga buat Bos dan Bunda gw " jawab Rossa. lalu kita melepas kan pelukan ini.


" Formil banget Bund! gw aja santai kok " Rossa menunjukan celana jeans yang di pakai nya.


" pengennya gitu 'Cha, (aku membuka kancing Cost ku ) Boy ga suka liat nya, jadi gini deh ( aku menutup kancing ku kembali )


" Suka nya liat Naked Bund! " Rossa tertawa.


" Sepertinya seperti itu....jawab ku sambil duduk di depan meja Rossa.


Hampir 30 menit aku dan Rossa hanya bergosip ria, sesekali melihat Hp dan membaca sebagian chat yang aku anggap penting.

__ADS_1


" Dateng Bund" Rossa memberikan petunjuk kedatangan Mr. Akhian dan beberapa orang suara langkah kaki nya semakin mendekat.


Aku berdiri, begitu juga Rossa.


" Selamat pagi...Ucap ku dan Rossa bersamaan. aku membungkukkan kepala ku


"Selamat pagi Desi, Rossa! Selamat taun baru,, Mr Akhian menjabat tangan ku, Selamat Tahun Baru Mr, Akhian. Sehat dan sukses selalu untuk Bapak, ucap ku sambil membalas jabatan tangan Mr, Akhian.


Dia menepuk punggung tangga ku, Sukses untuk kita bersama Des! ucap nya, lalu berpindah berjabatan tangan dengan Rossa.


Dan...( ini nih paling BT )


Mr. Lucas selalu mencium pipi ku! rasa nya tidak sopan untuk menolak, tapi sedikit canggung, apalagi setelah mengetahui bahwa akhirnya Mr, Lucas menyatakan ketertarikannya pada ku, pada saat meeting berakhir bulan lalu.


" Happy News Year Desi Ku, kamu cantik sekali hari ini " ucap Lucas setelah mencium pipi kiri dan kanan ku.


Aku hanya tersenyum dan segera mengikuti langkah kaki Mr. Akhian dan Rossa menuju Meeting Room. Ada 6 Orang di dalam ruang meeting ini, aku dan Rossa berusaha membuat kopi, untuk 4 tamu ku kali ini, tapi mereka menolak nya.


3 Dus berisi File yang sudah di tanda tangani dan Beberapa Amplop coklat berisi Memo dengan letter head Hotel kami, semua di jelaskan hanya oleh Mr. Akhian hanya dalam jangka waktu 25 menit, dan 4 orang itu kembali pamit untuk meninggalkan kami saat ini.


" Gitu doang Cha?! " aku terkekeh setelah ku lihat bayangan mereka pergi jauh.


" Gitu AJA kali Bund! Rossa tertawa, lalu membakar rokok nya. ( ruang meeting BOD emang di Seting untuk smoking area )


" Lancar bener usaha nya Pak Lucas buat nikung si Boy Bund! ucap nya lagi.


" sial bener emang Cha! tau gini gw ga Dateng! keluh ku lalu mengambil rokok Rossa dan membakar nya. Rossa membuat dua cangkir kopi dari mesin kopi electronik. dan membawa nya mendekat ke meja kami duduk saat ini.


" Lucas yang minta Bund! ada kok di email-nya, tapi sumpah terkesan norak Bund! oh yah ada bingkisan dari dia, bentar gw ambil Bund...ucap nya. aku menunggu nya sambil terus merokok dan menikmati kopi ku pagi ini.


" Ini buat bunda, ( satu kotak jam tangan wanita Merck G*****, terlihat sangat cantik pada saat aku membuka nya )


" Loe ga dapet Cha? tanya ku, merasa tak enak hati...


" Dapet Bund! nih dah gw pake! Rossa melihatkan tangan kiri nya pada ku.


( Syukur lah dalam hati ku )


" Tapi tetep Bund! mahalan buat bunda....( Rossa tertawa )


" Tuker mau ?! jawab ku se serius mungkin.


" Kaga Bund! ga kuat di cium nya...


Rossa tertawa...


" Cium pipi doang Cha! anggap aja khilaf "...aku tertawa.


Itu lah candaan kami saat ini, terkesan norak dan receh, tapi ini lah hari hari ku, dengan semua resiko kerja dan gaji yang tidak sedikit, menuntut kami selalu siap 24 jam untuk terus bekerja. aku memutuskan mengganti rok ku dengan celana jeans dengan sobek - sobek an halus, lalu kami segera menemui Willy yang sedang menikmati sarapan nya di restoran.


" Dah beres?! " tanya Willy ketika aku dan Rossa duduk di meja nya.


" Udah, jawab ku singkat ku,


# Ganteng banget boy! Rossa menepuk pipi Willy.


# Biasa aja jawab ku mengusap pipi Willy yang di tepuk oleh Rossa.

__ADS_1


# Jangan mancing Bund! Willy meraih tangan ku.


dan kami tertawa bertiga....


__ADS_2