
Malam ini, aku dan Mas Anto berjaga di rumah sakit. tidak banyak pembicaraan antara aku dan mas anto.
Aku sibuk menyiapkan semua urusan kerja ku besok pagi, Jasmine dan Alam, sudah di rumah dengan bi inah.
aku, ketik pesan ku untuk willy.
will, aku besok ijin lagi yah.
pesan ku terkirim, tapi belom terbaca.
" Besok kamu kerja aja des" kata mas anto, membuka pembicaraan.
" Biar sherly aku yang jaga, biasa nya juga sherly sama aku" kata Mas Anto dingin.
" Aku udah ijin ama willy, aku mau ketemu dokter besok" kata ku ga kalah dingin.
suasana dingin lagi. aku juga tidak mau banyak bicara.
Mas Anto seperti nya sibuk dengan hp nya.
Sherly masih saja panas,....
rasanya pengen cepet cepet pagi, agar bisa ketemu dokter anak nya.
" Aku minta maaf des, hp ku tadi aku lupa charge" kata mas anto.
" Maaf udah bikin kamu repot, dan bos mu harus sibuk urusan anak ku" ucap Mas Anto kemudian.
" sherly itu anak ku juga, bukan cuma anak mu" kata ku sedikit emosi.
" oh iya..tumben, kamu lupa ngecharge handphone". dan bi inah bilang, kamu ga di rumah sampe jam 7 malem" tanya ku
" iya, aku ada acara ama temen temen ku" jawab mas anto, " kenapa kamu keberatan kata mas anto?".
" aku...keberatan...?! "aku tanya balik ke mas anto
" oh iya...kamu mana peduli ama aku yah des, toh akhir akhir ini kamu juga makin sibuk ama hotel mu. lupa kalo punya anak dan suami" ucap Mas Anto....
suara Mas Anto pelan tapi kata kata itu pahit untuk ku.
__ADS_1
" please, aku cape. aku lagi ga mau ribut mas. lagian ini rumah sakit, sherly sakit. norak banget, kalo kita harus ribut di sini" ucap ku sambil menutup laptop ku.
Mas Anto diam,
" Aku ke kantin bawah dulu, pusing pala pengen ngopi" kata ku.
" kamu mau nitip apa?
" ga usah, aku ga perlu apa apa" jawab mas anto.
" ok...aku pamit ". dan keluar ruangan.
di kantin luar rumah sakit.
aku pesen kopi, dan mulai aku bakar rokok ku.
pikiranku....
kemana mas anto seharian ini?! ga biasanya hp nya ga aktif.
mas anto juga, udah ga panggil aku dengan sebutan bunda, seperti biasanya. yahhh sejak ribut malam itu, dia panggil aku DESI.
hubungan ku makin buruk dengan mas anto. hambar rasanya, entah lah...mau dibawa kemana hubungan ini.
Aku buka laptop ku, aku mulai prepare laporan ku untuk minggu ini.
Handphone mas anto bergetar tanpa nada dering. sungguh menggangu. aku coba lihat siap yang telphone..ohhh vino ku baca di layar hp nya. ada rasa ingin aku angkat nya, karna sudah berkali kali telpone. tapi ini kan hp Mas Anto. pikirku.
Tapi...vino terus telpone, aku mengambil handphone nya, aku bawa keluar ruangan, dan aku angkat panggilan telpone nya.
" Hallo " kata ku.
" Hallo " Jawab vino
(vino kok suaranya perempuan yah..)
" ini handphone nya Mas Anto? tanya orang itu. Orang yg bernama vino..sedikit gugup aku bisa aku dengar dari nada suara nya.
" Iya, ini hp mas anto, ada apa yah? saya desi! Jawab ku.
__ADS_1
" Ohhhhh, Mas Anto nya ada? ...tanya orang itu kembali.
" Ada, tapi sudah tidur, mau saya bangunkan?..tanya ku pada orang itu.
" Eemhhh ga usah deh" ..kata orang itu.
" ok " jawab ku.
Dan sambungan telephone terputus.
aku masuk ke ruangan lagi, aku simpan handpone mas anto di dekat sofa.
mungkin aku terlalu kasar menaruh handphonenya, sehingga mas anto bangun, dan dia kaget karna handphone nya berubah nya posisi.
Mas Anto langsung mengambil hp nya.
Aku kembali ke laptop ku.
" Ngapain kamu periksa periksa hp ku" kata mas anto tiba tiba.
" Aku? tadi ada telphone masuk, aku angkat, dari vino tuh" ...jawab ku enteng.
" Aku ampe ga punya privasi banget yah, sampe hp aja, kamu harus ikut campur" Mas Anto mempertegas suara nya.
Mas Anto mulai memancing emosi ku.
Aku jalan menuju sofa, aku duduk dekat mas anto.
" ok...kita bicara baik baik " ucap ku.
" Sorry, aku emang angkat telphone mu, handphone mu bergetar, tanpa suara, Dia telphone berkali kali, kamu tidur, dan aku ga mau gangu istirahat sherly".
" Dan asal kamu tau... aku ga ada niat, buat pengen tau apa isi hp mu" ucap ku datar.
" Aku aja ga pernah angkat telphone biar hp mu bunyi ribuan kali" kata Mas Anto dengan nada emosi.
" kamu kenapa mas?
" kok kamu emosi banget ! tanya ku dengan sinis. " dan pelanin suara mu, jangan sampe sherly bangun" ucap ku kemudian.
__ADS_1
" Gimana aku ga emosi, ngapain kamu angkat nya...ga penting banget." kata mas anto tetap dengan emosi nya.
" ok..aku salah, next aku ga akan ulangin lagi, ini yang pertama dan terakhir" kata ku.