Desy Janda 3 Anak

Desy Janda 3 Anak
Begini ceritanya


__ADS_3

Aku masih akan menyusun kata kata..tapi


" Boooyyyyy" suara teriakan seorang perempuan dengan langkah kaki yang hampir berlari.


kami sedikit kaget tapi ada tawa diantara kami.


" Bundaaaaa ?!!!! " ucap Vero dan langsung memeluk aku.


Aku memeluk Vero dengan erat, aku lihat Vero datang bersama Juan, Rio dan Alvin sang bocah ABG.


" Udah udah peluk nya" gantian ucap Juan.


Aku berdiri memeluk Juan, lalu Rio dan Alvin. ( aku sedikit tertawa ketika memeluk Alvin )


" Alvin Dateng ?! " tanya ku pada nya sambil mengacak acak rambut nya.


" Datang lah! anak bunda butuh aku " ucap nya dengan penuh percaya diri.


" Cihhhj, Butuh!!! " ucap Dimas protes.


" Bocah ngomong nya ga diacak " protes Anto.


Dan kami tertawa.


" Ayo Bund!!! Cerita " ucap Sandri.


" Ok " kata ku singkat.


" Hari Sabtu jam 7 malem kita dah sampe bandara, malah si Cangcut nganter kita ke bandara?! " ucap ku


" Cangcut siapa Bund ?! " tanya Jasmine, Semua mata mengarah pada ku, bahkan Wiilly memegang tangan ku dengan sedikit keras.


" Ibrahim, temen kampus bunda dulu ka ". jawab ku, lalu Willy melonggarkan pegangan tangan nya.


### Ibrahim mana sih Des ?! kok gw ga tau loe punya temen nama nya Ibrahim ?" tanya Anto, mantan suamiku.


" Loe ga kenalllll, " Jawab ku singkat.


" Masa sih ?? masa iya gw ga kenal?! gw apal temen temen kampus loe "?! protes Anto.


" Yang loe kenal cuma Ratih doang, Ama si kingkong noh " !!!! ucap ku sambil tertawa.


" Waaaaaawwwww saudara saudara, ada yang mau bahas masa lalu loh?! jangan di forum ini bung "!!!!! Protes Dimas sambil memukul kepala Anto dan melempar 1 bungkus roti sobek pada ku.


Aku, Anto, Heri, Erwin dan Dimas tertawa...( maklum Dimas terlalu sensi apabila mendengar nama Ratih, wanita yang terus mengejar nya padahal dia sudah bersuami ) yang lain hanya bisa senyum.


" Next Bund " ucap Willy menghentikan tawa kami.


" Abis Next, Move Kan Boy ?! " Vero terkekeh, dan kami tertawa.

__ADS_1


" Ada Bocah, Ada Mamih, please deh ". ucap Dea sok dewasa sekali dia 🤭🤭🤭.


" Gw lanjutin nih " ucap ku, sedikit duduk lebih maju dari duduk ku di sofa ini.


" Pas udah bandara, masih ada waktu tuh, gw Ama Danu minum kopi dulu, ada beberapa batang rokok yang gw bakar, "


" Gw ngantuk banget, cape, dan gw lupa Hp ga di charge dari pagi ".


Willy memeluk bahu aku dari belakang.


" Danu sakit perut tuh, dia ke toilet, gw tunggu lah"


ucap ku.


" Danu datang, dan waktu check-in dah makin Deket, tapi begitu gw jalan, sumpah gw muleesssss banget "


aku diam... lalu


" gw 2 hari ga Bisa PUP di Padang, secara makan di Padang enak bangeeettttt kan !!! "


" Pedes Gila dan kuah santannya juara " Ucap Danu, dan aku tersenyum tanda setuju.


" loe pada tau kan, gw ga bisa PUP di closet Duduk, apalagi ga ngerokok " ucap ku sedikit malu.


" Trus Bund? " tanya Sandri


" Gw suruh Danu nunggu gw, gw keluar bandara sedikit nyari mini market dan setau gw disana pasti closet jongkok "


" gw menikmati PUP gw, Karna PUP gw lama, akhirnya pas sampe sana, gw ketinggalan pesawat " ucap ku kemudian.


" Danu sempet BT tuh muka nya Ama gw " aku tertawa.


" Dia bilang, gara gara gw dia harus ketinggalan pesawat " aku tertawa dan Danu tersenyum.


" Maaf Bund " ucap Danu.


" akhirnya gw beli tiket 2 Boy!!???Haalloo tiket itu gw yang bayar loh!!!! ucap ku sambil tertawa.


" ATM gw ga bisa di gesek Saudara saudara " ga sempet ganti card " Danu terkekeh


" Alesannnn " ucap Mitha sambil tersenyum nyinyir dan kami tertawa.


" malu maluin gw, loe Dan!!!" Rossa tertawa sambil mencela Danu.


Lalu....


" kita nunggu 1 jam buat jadwal berikut nya " . ucap ku


" gw Ama Danu masih nunggu tuh setelah dapet tiket, ga lama kemudian, suasana bandara rame banget " aku menarik nafas ku panjang.

__ADS_1


" sumpah banyak banget orang " ucap Danu.


" Ga usah loe bayangin suasana disana kaya gimana " ucap ku sambil mendekatkan kepala ku pada bahu willy.


" Gw Ama Danu nangis, begitu kita tau kabar, pesawat yang gagal gw naekin, ilang " Willy memeluk aku dan mengusap kepala ku.


" naek pesawat dengan penuh doa dan tangis tentu nya!!! gw dah ga bisa ngomong apa apa lagi, Danu cuma bisa meluk bahu gw, kita jalan sambil terus saling ngasih dukungan " ucap ku pelan.


" Kenapa bunda ga telphone ??!!! " tanya Jasmine dengan ketus nya.


" Hp nya Mati Kaka, kan tadi dah cerita " jawab ku.


" Trus Hp loe Dan ? " tanya Rossa.


" Hp gw on, Mba OCHA, cuma ga tau kenapa hp nih ga ada jaringannya " jawab Danu sambil melihat kan Handpone nya.


" HP baru ?? tanya Sandri


" Iya Mba Sand " jawab Danu


" Sombong loe " Dimas mencela Danu sambil tertawa.


Mitha mengambil Handphone Danu, sambil tertawa dan menunjukan pada Jasmine ku.


" Katroooo bener " ucap Jasmine dan Mitha tertawa tawa..


" Kenapa ka ?! tanya ku


" kalah Ama Sherly Bund!, Apple, Hape mahal, eh ga bisa make nya " Jasmine tertawa terbahak bahak.


kami tertawa semua.


" Nanti tiket nya Mamih ganti Des " ucap Mamih Anna.


" Ga usah Mih!! ini ngomong ngomong gw jadi kawin ga nih " aku memukul bahu Willy.


" Jadi lahhhh " ucap Mamih Anna dan Willy.


" ya udah siap siap deh " ucap Mamih Anna.


" Mih, bukannya catering udah Mau Mamih kirim ke panti asuhan ?! tanya Dea dengan polos nya


" Aaaarrrggggghhh Mamih tega bener ma Gw Mih " aku memukul bahu Willy. mereka semua tertawa.


Mamih Anna berdiri dan mengusap pucuk kepala ku.


" Jangan kaya orang susah! catering 1 jam bisa selesai Des, kita punya hotel, " ucap Mamih Anna sedikit sombong, tapi nyata jadi hak lah, aku tersenyum.


" sekalian nanti Mamih ke panti Asuhan nya yah, kita berbagi kebahagiaan Ama mereka " ucap Mamih Anna.

__ADS_1


Akhirnya aku tersenyum dan kami setuju dengan saran Mamih. lalu kami siap siap menuju hotel di Sentul. Anto pamit ijin untuk menjemput 2 anak ku, Vinna serta baby nya.


******


__ADS_2