
Aku masih akan menyusun kata kata..tapi
" Boooyyyyy" suara teriakan seorang perempuan dengan langkah kaki yang hampir berlari.
kami sedikit kaget tapi ada tawa diantara kami.
" Bundaaaaa ?!!!! " ucap Vero dan langsung memeluk aku.
Aku memeluk Vero dengan erat, aku lihat Vero datang bersama Juan, Rio dan Alvin sang bocah ABG.
" Udah udah peluk nya" gantian ucap Juan.
Aku berdiri memeluk Juan, lalu Rio dan Alvin. ( aku sedikit tertawa ketika memeluk Alvin )
" Alvin Dateng ?! " tanya ku pada nya sambil mengacak acak rambut nya.
" Datang lah! anak bunda butuh aku " ucap nya dengan penuh percaya diri.
" Cihhhj, Butuh!!! " ucap Dimas protes.
" Bocah ngomong nya ga diacak " protes Anto.
Dan kami tertawa.
" Ayo Bund!!! Cerita " ucap Sandri.
" Ok " kata ku singkat.
" Hari Sabtu jam 7 malem kita dah sampe bandara, malah si Cangcut nganter kita ke bandara?! " ucap ku
" Cangcut siapa Bund ?! " tanya Jasmine, Semua mata mengarah pada ku, bahkan Wiilly memegang tangan ku dengan sedikit keras.
" Ibrahim, temen kampus bunda dulu ka ". jawab ku, lalu Willy melonggarkan pegangan tangan nya.
### Ibrahim mana sih Des ?! kok gw ga tau loe punya temen nama nya Ibrahim ?" tanya Anto, mantan suamiku.
" Loe ga kenalllll, " Jawab ku singkat.
" Masa sih ?? masa iya gw ga kenal?! gw apal temen temen kampus loe "?! protes Anto.
" Yang loe kenal cuma Ratih doang, Ama si kingkong noh " !!!! ucap ku sambil tertawa.
" Waaaaaawwwww saudara saudara, ada yang mau bahas masa lalu loh?! jangan di forum ini bung "!!!!! Protes Dimas sambil memukul kepala Anto dan melempar 1 bungkus roti sobek pada ku.
Aku, Anto, Heri, Erwin dan Dimas tertawa...( maklum Dimas terlalu sensi apabila mendengar nama Ratih, wanita yang terus mengejar nya padahal dia sudah bersuami ) yang lain hanya bisa senyum.
" Next Bund " ucap Willy menghentikan tawa kami.
" Abis Next, Move Kan Boy ?! " Vero terkekeh, dan kami tertawa.
__ADS_1
" Ada Bocah, Ada Mamih, please deh ". ucap Dea sok dewasa sekali dia 🤭🤭🤭.
" Gw lanjutin nih " ucap ku, sedikit duduk lebih maju dari duduk ku di sofa ini.
" Pas udah bandara, masih ada waktu tuh, gw Ama Danu minum kopi dulu, ada beberapa batang rokok yang gw bakar, "
" Gw ngantuk banget, cape, dan gw lupa Hp ga di charge dari pagi ".
Willy memeluk bahu aku dari belakang.
" Danu sakit perut tuh, dia ke toilet, gw tunggu lah"
ucap ku.
" Danu datang, dan waktu check-in dah makin Deket, tapi begitu gw jalan, sumpah gw muleesssss banget "
aku diam... lalu
" gw 2 hari ga Bisa PUP di Padang, secara makan di Padang enak bangeeettttt kan !!! "
" Pedes Gila dan kuah santannya juara " Ucap Danu, dan aku tersenyum tanda setuju.
" loe pada tau kan, gw ga bisa PUP di closet Duduk, apalagi ga ngerokok " ucap ku sedikit malu.
" Trus Bund? " tanya Sandri
" Gw suruh Danu nunggu gw, gw keluar bandara sedikit nyari mini market dan setau gw disana pasti closet jongkok "
" gw menikmati PUP gw, Karna PUP gw lama, akhirnya pas sampe sana, gw ketinggalan pesawat " ucap ku kemudian.
" Danu sempet BT tuh muka nya Ama gw " aku tertawa.
" Dia bilang, gara gara gw dia harus ketinggalan pesawat " aku tertawa dan Danu tersenyum.
" Maaf Bund " ucap Danu.
" akhirnya gw beli tiket 2 Boy!!???Haalloo tiket itu gw yang bayar loh!!!! ucap ku sambil tertawa.
" ATM gw ga bisa di gesek Saudara saudara " ga sempet ganti card " Danu terkekeh
" Alesannnn " ucap Mitha sambil tersenyum nyinyir dan kami tertawa.
" malu maluin gw, loe Dan!!!" Rossa tertawa sambil mencela Danu.
Lalu....
" kita nunggu 1 jam buat jadwal berikut nya " . ucap ku
" gw Ama Danu masih nunggu tuh setelah dapet tiket, ga lama kemudian, suasana bandara rame banget " aku menarik nafas ku panjang.
__ADS_1
" sumpah banyak banget orang " ucap Danu.
" Ga usah loe bayangin suasana disana kaya gimana " ucap ku sambil mendekatkan kepala ku pada bahu willy.
" Gw Ama Danu nangis, begitu kita tau kabar, pesawat yang gagal gw naekin, ilang " Willy memeluk aku dan mengusap kepala ku.
" naek pesawat dengan penuh doa dan tangis tentu nya!!! gw dah ga bisa ngomong apa apa lagi, Danu cuma bisa meluk bahu gw, kita jalan sambil terus saling ngasih dukungan " ucap ku pelan.
" Kenapa bunda ga telphone ??!!! " tanya Jasmine dengan ketus nya.
" Hp nya Mati Kaka, kan tadi dah cerita " jawab ku.
" Trus Hp loe Dan ? " tanya Rossa.
" Hp gw on, Mba OCHA, cuma ga tau kenapa hp nih ga ada jaringannya " jawab Danu sambil melihat kan Handpone nya.
" HP baru ?? tanya Sandri
" Iya Mba Sand " jawab Danu
" Sombong loe " Dimas mencela Danu sambil tertawa.
Mitha mengambil Handphone Danu, sambil tertawa dan menunjukan pada Jasmine ku.
" Katroooo bener " ucap Jasmine dan Mitha tertawa tawa..
" Kenapa ka ?! tanya ku
" kalah Ama Sherly Bund!, Apple, Hape mahal, eh ga bisa make nya " Jasmine tertawa terbahak bahak.
kami tertawa semua.
" Nanti tiket nya Mamih ganti Des " ucap Mamih Anna.
" Ga usah Mih!! ini ngomong ngomong gw jadi kawin ga nih " aku memukul bahu Willy.
" Jadi lahhhh " ucap Mamih Anna dan Willy.
" ya udah siap siap deh " ucap Mamih Anna.
" Mih, bukannya catering udah Mau Mamih kirim ke panti asuhan ?! tanya Dea dengan polos nya
" Aaaarrrggggghhh Mamih tega bener ma Gw Mih " aku memukul bahu Willy. mereka semua tertawa.
Mamih Anna berdiri dan mengusap pucuk kepala ku.
" Jangan kaya orang susah! catering 1 jam bisa selesai Des, kita punya hotel, " ucap Mamih Anna sedikit sombong, tapi nyata jadi hak lah, aku tersenyum.
" sekalian nanti Mamih ke panti Asuhan nya yah, kita berbagi kebahagiaan Ama mereka " ucap Mamih Anna.
__ADS_1
Akhirnya aku tersenyum dan kami setuju dengan saran Mamih. lalu kami siap siap menuju hotel di Sentul. Anto pamit ijin untuk menjemput 2 anak ku, Vinna serta baby nya.
******