
ayo bund, kata willy memeluk aku dan menuntun aku berjalan.
tas gw? trus juan gmn will
vero in charge malem ini bund, dia dah buka kamar dari tadi siang kayanya. tas nya nanti di anter ama room boy aja.
#207
willy membuka pintu kamar.
selamat datang ibu desi...silahkan masuk, sepatu nya boleh di pake kok, kata willy dengan senyum manis dan nada becanda.
emmhhh thanksss will
kamar yang bagus will, kata ku sambil melihat ke luar jendela dari balik tirai.
ini kamar gw bund, ga gede, tapi gw suka banget disini. gw bisa kontrol hotel dari luar sini, willy menunjukan dan berdiri bangunan hotel dan cottage.
keren..kataku,
awalnya gw nolak bund, tapi rian maksa terus. dari pada nyari rumah lagi, tambah biaya dan ga bisa full jaga hotel, ya udah terpaksa deh, gw isi kamar ini, kata willy sambil memeluk ku dari belakang.
rian...rian...ga sopan kata ku, aku membalikan badanku ke arah willy.
willy tertawa sambil memcubit pinggang ku. dan memeluk ku kembali.
Mr, Mansurian...He'is my step father,
whaattt....serius will,
sering kan dengar rian panggil gw boy..
emmhhh aku mengingat ingat....ya bener, ( aku baru inget, )
willy tersenyum dan mencium bibir ku.
besok kita temuin rian ma nyokap gw ya bund...
hahhhhhh ga ga...gw belom siap will, aku melepaskan pelukan willy.
aku berjalan ke meja, mengambil botol air dan mencoba meminumnya.
ku ambil rokok dan korek, duduk di sofa di balkon kamar yang pemandangannya langsung ke arah pantai.
aku mulai membakar rokok ku...mulai menghisap nya. willy bejalan dan duduk di bawah sofa, 2 tangan nya memegang tangan kiri ku.
kalo ga mau, ga apa apa bund, gw ga akan maksain, tapi please jangan rusak malem ini pake muka cemberut gitu, willy menaruh tanganku di kepalanya.
emmhhh liat besok ya will, aku mengelus rambut willy yang sekarang berwarna dark blue,
ok...kata willy,
senyum dong bund...jangan di tekuk gitu.
aku mencoba senyum,
emhh ga ikhlas senyum nya complaint willy.
ini ikhlas will,,,kata ku sambil terus mengelus rambu willy.
cium dong, kata willy manja sambil menunjukan bibir dengan jari nya.
emmhhh kok ke cium, ga ada hubungannya...kata ku.
ada lah....willy bersikeras, dan dan mencium bibir ku.
tangan nya sudah memeluk pinggang ku, dan kancing kemeja ku sudah terbuka lagi..
di hadeuuuhhhh will....kata ku sambil membereskan baju ku, lancar banget tuh tangan.
__ADS_1
udah apal bund,
ayo sana buka dulu pintu nya,
kata ku, sambil berdiri dan merapihkan kemeja ku dan kembali merapihkan ikatan rambut ku.
willy membuka pintu...
yaaaaahhhh mamihhhh kok kesini sih!!!
aku melihat mr, mansurian masuk ke kamar
haiii des....mr. rian menyapa ku dengan ramah.
aku berjalan ke arah mr. rian..
halloo mr rian, sapa ku.
dan mr. rian mencium pipi kiri dan pipi kanan ku.
mr. rian memeluk aku dengan hangat.
besok lah mih, kata willy.
ini dah malem....sambil berjalan ke arah ku juga.
seseorang wanita itu berjalan ke arah ku.
rian...sudah, kata wanita itu.
haii...saya anna ( wanita itu memperkenalkan nama nya )
mengulurkan tangan nya.
aku sambut tangan nya dengan segera.
saya desi kataku sambil menjabat tangan nya.
emhh maaf saya ragu ragu...kata ku dengan jujur.
anna ini mamih nya boy, des...mr.rian merangkul pinggang istri nya dengan tangan kirinya.
uppss.... maaf, kata ku.
anna memcium pipi ku, dan memeluk ku cukup lama.
setelah melepas kan pelukannya.
jadi ini wanita mu boy, kata anna sambil memeluk mr. rian. ( anna dan mr. rian sudah berjalan ke arah balkon terlebih dahulu )
iya mih...
willy berjalan ke arah balkon. mengengam tangan ku dengan erat.
emmhhh... duduk sini des, kata anna.
aku mencoba duduk di dekat nya.
sudah, ga usah panik, saya ga gigit kok, anna mulai membuka pembicaraan.
aku hanya tersenyum...
kapan datang des, tanya mr rian.
tadi sekitar jam 5 sore, pak.
aku mencoba tenang.
( mr. rian berdiri tak jauh dari willy, )
__ADS_1
willy mulai membakar rokok nya.
boy...kamu kan sakit, kenapa masih merokok, kata anna, ( anna membuka dompetnya dan mengeluarkan rokok nya, dan membakar nya )
udah enakan mih...bener deh
serius kamu
seriusssss mamih,
apa saya harus mematikan rokoknya, kata mr, rian.
no..rian, biar saja boy merokok.
( kok gw deg deg banget yah... )
menurut mu bagaimana hotel ini des? tanya mr. rian dan duduk di depan anna.
emmhhh merokok lah, kata rian. kamu terlihat gugup sekali.
udah bund, ngerokok aja...
kalo mamih melotot, ntar gw kabur lagi,
kata willy sambil tertawa.
anak nakal, mamih melempar botol air mineral ke arah willy.
awwwww mamih
anna hanya tersenyum dan memberikan bungkus rokok pada ku.
terima kasiih kata ku...
aku mulai membakar rokokku...
des, kamu belom jawab pertanyaan saya
ohhh sorry pak. aku mengatur napas ku...
bagus banget pak, luar biasa kata ku.
ohhh ya...kamu suka
sangat suka kata ku.
pasti baguslah...siapa dulu dong GM nya, kata willy memeluk mamih nya.
malam ini ada banyak yang kita bicarakan, mulai dari hotel, hubungan anna dan willy,
( tiba tiba )
kamu cinta sama boy des? tanya anna sambil memeluk dan mengacak-acak rambut willy.
dia nakal loh, sering marah dan kabur dari rumah.
aku hanya tersenyum, ( entah senyum untuk pertanyaan anna tentang cinta atau pernyataan anna tentang willy yang sering kabur )
desi tidak jawab pertanyaannya mamih boy, jangan jangan cinta mu bertepuk sebelah tangan, anna menepuk pipi willy.
desi nya malu kali mih makanya ga jawab. itu kan tadi dah senyum...mamih masa ga liat, kata willy merajuk mamih nya.
rian...kamu liat desi tadi tersenyum?! dan apa kamu mengerti arti dari senyum nya itu?
saya rasa tidak...kata rian dan mereka pun tertawa.
des, udah malem nih, tidur di kamar mamih yuk...anna berdiri dan mengelus ujung kepala ku.
no no no...kata willy dan rian kompak.
__ADS_1
aku dan anna tertawa bersamaan.
panggil saya mamih, kata anna setelah memeluk ku, keluar dari kamar dan berjalan di gandeng oleh mr. rian.