Desy Janda 3 Anak

Desy Janda 3 Anak
Resort ini


__ADS_3

ini resort nya bund, kata juan dengan semangat ber api api setelah kita turun dari taxi on line.


waaawww keren banget....kata ku, sambil jalan mengikuti juan yang sudah tau lebih dulu tempat ini.


selamat siang, salah seorang staff hotel menyambut kedatangan kami.


siang, jawab ku dan juan hampir bersamaan.


saya mau ketemu dengan ibu vero, kata ku pada staff hotel itu.


mari saya antar ke lobby bu,


dan kami pun berjalan mengikuti staff itu, ke lobby hotel, staff itu berjalan ke meja receptionist, aku dan juan duduk dia area lobby, croowed juga ya bund, kata juan sambil mencari cari vero.


#kebetulan sedang ada tamu group yang sedang check-in, beberapa staff hotel, sibuk membawa koper koper besar,


bund....juan menarik tangan ku, aku ikut berjalan cepat dan mengikuti arah juan jalan.


aku dan juan melihat pemandangan sadis sekali sore ini.


di depan satu kamar yang besar dengan jendela besar yang di buka lebar di sebelah kiri ruangan.


vero sedang membuka kancing kemeja willy, willy sedang di kasur, dgn posisi rebahan, kaki sampai perut nya di balut bedcover hotel yang tebal.


verrrrooooo teriak juan dengan nada yang sudah tinggi.


vero yang sudah melepas kemeja willy, langsung kaget begitu melihat kedatangan juan dan aku.


vero berjalan ke arah juan dan aku, tapi juan yang sudah emosi malah menyiram vero dengan botol air mineral yang sedang dia pegang.


byuyyyrrrrrr.....


beiib....kamu...vero berkata dengan terbata bata.


juan menghampiri willy dan brugggg, juan memuluk willy, willy langsung roboh seketika. willy berusaha bangun dengan bantuan tangannya


aku hanya bisa menyaksikan opera ini, senyum getir yang bisa aku lakukan saat ini.


melihat willy yang sudah pada posisi awal dia rebahan, aku lihat juan hendak menampar pipi willy.


dan prakkkkk...setan loe wil, kata dimas dengan emosi.


willy berhasil menarik tangan juan begitu tamparan itu selesai mendarat di pipi willy.


vero sudah menangis duduk dilantai.


tangan loe kok panas will, loe sakit will..juan mendekati willy yang masih rebahan dan masih memegang 1 tangan juan. juan meletakan punggung tangan nya di dahi willy, terus turun ke leher dan...


loe sakit will...juan duduk di dekat willy,

__ADS_1


bund,....willy panas banget, kata juan dengan nada cemas.


aku mendekati juan dan willy, juan bangun dari duduk nya, mendekati vero yang masih duduk di lantai dan menangis.


aku pegang dahi willy...panas banget.


willy meraih tangan ku, peluk bund, dingin. sambil menutup matanya.


aku lihat ada kaos yang masih dilipat rapi,


pake kaos ya will, aku membantu willy memakai kaos putih itu.y


peluk bund,


aku peluk willy, erat.. willy menaruh dagu nya di leher ku, aku merasakan hawa panas dari tubuh willy.


ku biarkan willy memeluk aku, karna aku pun sangat ingin memeluk willy.


vero sudah menangis di pelukan juan..


kamu jahat beib...baju aku basah,,,


apa yang juan dan vero obrolkan, aku hampir ga dengar, karna aku betul betul hanya ingin memeluk willy ku.


sudah hampir 30 menit...


vero sudah bangun dari duduk nya di lantai, berjalan ke arah ku.


emmhhhh vero nakal kata ku sambil terus memeluk willy,


juan sudah duduk di kasur, duduk di samping kiri willy.


juan menjambak rambut belakang willy dengan pelan...


anak mamih sakit yah...sakit apa boy...juan memulai pembicaraan dengan willy.


willy ga menjawab apa apa.


juan merebahkan badannya di kasur, membuka bedcover dan masuk berselimut berdua dengan willy.


ihh beib...kamu apa apa sih...masa gitu.


vero risih dengan kelakuan juan.


juan tertawa sendiri...will udah bangun,


kan udah di peluk...masa belom enakan sih. gw kerokin yah.


willy masih belom menjawab ucapan juan.

__ADS_1


ihhh dia tidur....males ah. juan keluar dari bed cover dan berjalan menuju vero yang sedang duduk di jendela kamar.


sakit nya dari kapan ver,


dah 3 malem bund, panas badannya.


dah ke dokter?


udah bund, dari kemaren tapi obat nya ga di minum minum...vero mengeluarkan 1bungkus plastik dari laci.


dia sih, biasa kerok bund, ga bisa pake obat obatan. kata juan.


emmhhh orang aneh kata ku sambil mengelus punggung willy.


ver, coba minta obat nya.


ini bund,


aku usap punggung willy lagi.


will, minum obat dulu yah...kata ku sambil menerima obat yang sudah vero kupas dari pembungkusnya.


aku membantu willy meminum obat, ku lihat willy seperti tidak suka dengan obat obat dokter ini.


good boy, kataku, begitu willy berhasil menelan obat obat itu.


vero dan juan sudah keluar kamar untuk makan malam, willy masih ingin aku peluk, 2 jam terus memeluk aku, hanya air putih, yang sesekali aku berikan pada willy, aku mulai merasa suhu badan willy sudah tidak sepanas tadi awal aku datang.


makan ya will, vero dah bawa bubur tuh..


willy tetep tidak menjawab.


dia tidur bund, tanya juan


kaya nya sih, soalnya dari tadi gini terus.


mau gantian meluk nya bund, tanya juan


siaaalll ga perlu, loe pikir gw sakit apa...


kata kata itu keluar dari mulut willy.


ya siapa tau loe butuh pelukan will, kata juan sambil ketawa.


pelukan willy malah tambah erat,


emmhhhh wil.,..kataku, aku menepuk pipi willy,


aku merasakan willy sudah mencium leher ku,

__ADS_1


emmmhhhh nakal....kataku.


sambil ku elus rambut willy.


__ADS_2