
Sore ini Aku selesai dengan tamu ku hampir jam 5 sore, pembicaraan yang alot, dan akhirnya berhasil dengan sign kontrak.
Aku sedikit berlari menuju ruangan ku, ingin rasa nya cepat cepat pulang dan bertemu dengan Willy.
" Ada tamu Bund, nunggu tuh dari tadi! ucap Rossa berdiri dan seperti nya dia mematikan laptop nya.
" Siapa Cha ?" tanya ku lalu membuka pintu ruangan ku. dan tak ku hiraukan Rossa lagi
" Daddd..." aku tersenyum.
" Ga usah senyum! ucap Willy ketus.
Aku memeluk nya, " Eemmhhh Jangan marah, nanti gw nangis nih " aku simpan kepala ku di dada nya.
" Gimana gw mau marah, loe nya udah begini Bund! Willy membalas pelukan ku.
" Begini gimana?! tanya ku, lalu raih leher Willy dan mulai mencium bibir nya.
ciuman yang sedikit panas, untung saja di ruangan ini tidak ada CCTV 😁.
" Yang begini ini " Jawab Willy, setelah dia menarik nafas, Willy ******* bibir ku lagi.
Aku tertawa dan ku dorong sedikit tubuh nya. " Udah kenceng banget yang dibawah " aku terkekeh dan Willy tertawa, " kenceng dari tadi Bund, begitu loe panggil Dad, Dia bangun "
" Kedenger nya Sexy ya? "
" Sexy banget, coba ulang Bund" Minta Willy
" Daddd " Aku panggil dan ku cium sekilas bibir Willy lalu pergi ke meja dan mulai merapikan tas kerja ku.
" Ga Bener Gw! " Willy tertawa lalu duduk di Sofa kembali.
__ADS_1
Aku tersenyum bahagia melihat Willy yang sudah tidak marah saat ini. Pintu ruangan ku di ketuk dan Rossa sudah membuka pintu nya dari luar.
" Bareng gw Boy, ga enak kalo loe jalan berdua Ama si bunda "
Willy menarik nafas nya berat. " Gw tunggu di parkir lobby Bund"
" Gw jalan Ama Boy ya Bund!" Rossa sudah menarik tangan Willy dan mereka pergi terlebih dahulu.
Merapihkan file file dan mematikan laptop ku, lalu pergi meninggalkan ruangan ku. berjalan ke lorong dan menyapa semua karyawan yang bertemu saat ini. lalu ke lobby area dan menuju mobil Willy.
Di Mobil
Aku lepas heels ku, dan duduk dengan bersila sedikit mengarah kan posisi ku menghadap Willy.
" Rok nya Bund! " ucap Willy melirik pada ku.
" Sengaja ! " jawab ku dan tersenyum dengan nakal.
" Kita jalan Bund! cari cincin kawin dulu " Willy memegang tangan ku, lalu mencium nya.
Emmhh, aku tersenyum lagi.
Di Mall,
Layak nya orang yang berpasangan, Willy selalu mengengam tanganku, berjalan dari lobby dan menuju salah satu tempat yang sudah di rekomendasikan oleh Rossa.
Setelah hampir 20 menit di dalam toko.
" Bingung Dad! "
" Haduuhhh, Bund! tinggal pilih Doang " Willy sudah mulai kesal karna aku selalu menanyakan pendapat nya dan harga cincin tersebut.
__ADS_1
Bahu ku di colek seseorang, aku membalikan badan ku. Ternyata Rossa Dan Aryo sudah berdiri di samping ku.
" Bund, bukan begitu cara nya " ucap Aryo sambil tersenyum.
" Mba, saya cuma minta di keluarin koleksi cincin kawin di sini " ucap Aryo tegas pada pelayan di toko ini.
Pelayanan tersebut pamit sebentar lalu pergi dan kembali dengan membawa Satu tray kecil berisi cincin kawin yang menurut nya adalah koleksi di toko nya.
" Ini pak, Silahkan "
# dari tadi kek Mba! protes Willy.
Aryo dan Rossa tertawa, aku hanya bisa senyum seperti biasa.
" Pilih Dulu Bund! ga usah tanya harga! pantang tanya harga buat beli beginian " ucap Aryo dengan lembut nya.
Setelah memilih nya..
" Ini aja deh, Gimana Dad " tanya ku pada Willy.
" Terserah Bund! suka suka deh " jawab Willy
" Ok Mba, Yang ini aja " ucap Aryo,
" Trus loe pergi ke kasir, struk ATM loe langsung buang bro " Aryo mengajarkan Willy, dan lagi lagi aku hanya tersenyum.
Willy melakukan pembayaran, pelayannya sudah membungkus cincin dalam kotak perhiasan dan memberikannya pada ku.
### " kamu ada yang suka sayang ? tanya Aryo pada Rossa.
### " Ga deh Mas, belom ada model yang aku suka " jawab Rossa.
__ADS_1
Lalu kami berempat pergi meninggalkan toko itu. Rossa mengajak aku ke satu butik langganan nya lagi. " Pilih kebaya dulu Bund "