
pagi ini matahari sudah mulai bersinar dengan malu malu, pagi di bali, aku membuka mata ku, willy masih tertidur pulas, tangan nya masih memelukku,
suhu badan willy, kayanya dah normal deh..dah ga panas sama sekali.
aku bangun pelahan dari sofa ini. masuk kamar mandi, cuci muka, gosok gigi dan merapihkan ikatan rambut ku.
minum air putih dan bikin kopi, dan kembali ke balkon, berdiri di pagar yang lumayan tinggi sambil memeriksa hp ku. sambil menikmati rokok dan kopi panas ku.
wahhh banyak wa masuk baru juga jam 6.
aku membuka chat satu persatu dari mulai atas.
skip
skip
skip
skip
skip
skip
mas anto no baru. ( di kirim 5 menit yang lalu )
kamu ngapain ke bali des? ngejar KERJAAN atau ngejar LAKI?
( mas anto sedang online )
panggilan masuk mas anto no baru.
hallo kata ku
masih di bali?
masih...ada apa?
paham maksud wa nya?
ga, ga paham. kataku dengan jelas
ngapain di bali?!
not your business
really? kata mas anto ( dengan suara nyinyirnya )
yes, is not of your business. kataku
*****...
yes..it's me kataku ( mata ku berkaca kaca )
ku akhiri sambungan telphone ini.
mata ku terus berkaca kaca...dan mengeluarkan kristal kristal kecil di bawah kelopak mata ku.
siapa bund...willy sudah berdiri di dekat ku.
anto jawab ku singkat.
bund...kok nangis, willy meraih wajah ku.
ada apa...
anto bilang gw ***** will...kataku dengan nada terbata bata.
willy memeluk aku, dan pecahlah tangis ku.
kenapa dia jahat ama gw will, gw ga pernah gangu dia sedikit pun, gw dah coba lupain semua salah dia, gw ga pernah usik rumah tangga dia, gw juga perlu bahagia will.....(semua kata kata itu lancar keluar dari mulut ku )
willy tidak menjawab satu pun pertanyaan ku, tapi yang aku rasa, willy mengelus rambut ku dan berkali kali mencium keningku.
__ADS_1
tok tok tok...( suara pintu )
aku melepaskan pelukan ku, willy mencium pipi ku, dan jalan membuka pintu.
( aku berusaha menenangkan diri, dan menghapus sisa air mata ini )
setelah membuka pintu
ada apa mamih, ini masih pagi...
ayo sarapan boy...desi mana?
anna berjalan ke arah balkon.
.
selamat pagi sapa ku,
pagi juga des, jawab anna lalu duduk di sofa balkom ( hadeuuhhh mana sofa nya belom rapi, ada kaos willy yang basah, bedcover, bantal...mati gw )
you crying des?
willy dah bikin kamu nangis?
booyyy....teriak anna.
( aku hanya tersenyum )
apa mihhhhh...
kata kamu ini masih pagi?! tapi kamu pagi pagi sudah bikin wanita menangis.
ya ampunnn mih, ini tuh bukan tangisan sedih, tapi tangisan bahagia, desi baru sadar pas bangun tidur ada aku di samping dia. itu aja mih...( willy berbohong, dan aku tersenyum malah hampir tertawa lihat kelakuan willy )
ga mungkin, kamu pikir mamih bodoh?!
willy tersenyum dan memeluk ku dari belakang.
willy mencium leher ku di depan anna ( aku mulai risih )
booooyyyy..suara anna meninggi
mih, aku sudah melamar desi tadi pagi, dan kami akan menikah 2 bulan lagi, kata willy sambil terus memeluk aku...
( oh my god....jeritku dalam hati )
whaattttt....serius boy?
serius mih....kok mamih ga percaya banget sih?!
bukan begitu boy.... maksud mamih...desi mau terima kamu,?!
ya udah deh...kalo mamih ga percaya, percuma ngomong juga. kata willy sambil membalikan badan ku, dan mencium bibir ku,
hadduuhhh will...aku menepuk pipi willy, melepas kan ciuman tiba tiba dari willy( dan ku pastikan anna melihat nya )
des...anna memanggil ku
duduk sini...
aku menjawab iya. dan berjalan ke arah sofa dan duduk di tempat yang anna sudah perintahkan.
iya...iya doang...jawabnya...anna ngomel, sambil membakar rokoknya.
ya mamih nya galak sih, jelas aja desi takut mih...jadi jawabnya iya iya atau senyum doang. ( willy membela aku )
willy mengambil rokok dan duduk di bawah sofa dekat anna.
anna tertawa....emang galak yah des,
aku hanya tersenyum
tuh kan mih...bener kata ku. jawabnya cuma iya, atau senyum doang.
__ADS_1
anna tertawa lagi.
( lucu kali yah buat anna )
maksud mamih itu, kalo di panggil, des sini..jawab nya iya mamih. pembantu aja kalo di panggil pasti jawabnya iya nyonya...baik nyonya...siap nyonya...
anna mencontohkan harus seperti apa kalo di panggil anna.
ok kita ulang....kata anna sambil menghisap rokok nya.
ya ampuuunnnn mih....kocak deh. udah kaya shooting sinetron aja. pake adegan ulang ulang segala..
sumpah ....aku ketawa ngakak...
ga kuat perut sakit nahan ketawa.
willy membakar 1 batang rokok lagi dan memberikan pada ku.
ok ok kita serius
kamu serius terima lamarannya boy, kata anna sambil mengisap rokok nya.
emhhh binggung ngomong nya mih...jawab ku sambil menghisap rokok ku.
kamu cinta sama boy...
iya mih, jawab ku dengan penuh keyakinan.
kamu mau menikah dengan boy?
tapi mih...aku terdiam ( tambah susah ngomong nya )
des...boy sudah cerita soal kamu hampir 1 taun lalu. awalnya mamih pikir boy hanya main main atau sedang tidak waras.
tapi hampir setiap kali kita ketemu, bahasan boy...hanya tentang kamu dan kamu. terakhir itu waktu boy mau pindah dari jakarta ke bali...dia sudah cerita soal semua nya.
emhhh aku menarik napas panjang.
maaf mih...dengan semua keadaan ini. suara ku mulai berat.
no no...ga ada yang salah dengan keadaan, cinta ga pernah tau kapan datang dan pergi...( mamih anna mulai ceramah )
( willy memberikan aku gelas kopi dan aku meminum nya )
kamu belom jawab...pertanyann mamih, des!!!
yang mana mih...jawab ku mulai santai.
kamu mau ga kawin ama si boy..
kawinnya udah mih...nikah nya belom. kata willy sambil menutup muka nya sendiri nya.
anak nakal...anna menjewer kuping willy.
des...mamih anna menggangil ku lagi.
gimana...belom di jawab nih.
aku hanya tersenyun dan menganggukkan kepala ku.
yessss...kata will.
anna memeluk ku, memcium pipi ku....
mamih bahagia lihat boy, bahagia des... jaga dia buat mamih...( kata kata itu terdengar pelan dan nyaman di telinga ku)
iya mih...jawabku sambil membalas lebih hangat pelukan mamih anna.
gantiiiannnn dong mih...aku juga mau di peluk, mamih anna memeluk willy dan selamat ya boy...mamih kasih tau rian sekarang. ayo kita sarapan di bawah.
mamih ada sudah berjalan meninggalkan kamar ini.
hanya aku dan willy.....
__ADS_1