Desy Janda 3 Anak

Desy Janda 3 Anak
Bandung Jakarta


__ADS_3

Aku masih duduk di meja ini, Jasmine ku terlihat sudah akrab sekali dengan keluarga nya Hanny. Heri, Angel, Dea, Erwin dan Willy sedang mencicipi makanan sudah di siapkan.


" Makan lah bund! ini udah siang, tadi pagi kan ga sarapan" Ucap Willy berusaha menberi suapan ke mulut ku tapi aku menolak nya dengan halus.


" Cuma Loe Belom ngasih Gw Ucapan Selamat Lih " Teriak Dimas dan berjalan ke arah ku bersama Hanny. Aku berdiri dan memeluk Dimas.


" Selamat yah Kong! Udah Lega dong " aku masih memeluk Dimas.


" Thank ya Lih! MISS DEESSSII SA- GI - TA - RI -US " ucap Dimas dan berhasil membuat kami di meja makan ini tertawa terpingkal pingkal.


( Desi sagitarius itu salah satu nama biduan dang dut, dan tadi dimas berbicara dengan Nada Seorang MC acara musik dang dut sebuah kawinan )


aku melepas kan pelukan dimas, sambil terus tertawa dan memukul bahu dimas. Dimas juga tertawa karna sudah bisa lihat aku tertawa lagi. dari tadi tampang ku emang agak kaku, apalagi ada Willy di dekat aku. jadi tambah asem ini muka.


" Ayo makan teh " Hanny sudah menarik tangan ku. aku menarik tangan Dimas, dan akhirnya kita bertiga masuk ke satu stand yang berisi buffet makanan.


Cukup mengantri 4 antrian untuk bisa mengambil makanan. aku berdiri di belakang antrian Dimas dan Hanny, perut ku berasa mual, aku berdiri sambil menyimpan kepala ku di punggung Hanny.


" Hannnnnn''''' ciyehhhh yang mau kawin! Mana calon ade ipar aa?! suara dari seorang laki laki yang seperti nya sudah berdiri di depan Hanny. aku angkat kepala ku, memberikan waktu untuk Orang tersebut.


" Desi!!!!!


" Bang Doni "


Kok Disini? kaget aku ada Doni di tengah acara keluarga Hanny.


Doni memberikan tangan nya untuk berjabat tangan, mencium pipi kiri dan kanan ku, ( Biasa aja kali cipika cipiki ).


" Keluarga Calon nya Hanny? Calon nya kamu yang mana Neng?!" tanya Doni pada ku dan memeluk hanny.


" Kok aa kenal ama teh desi sih? " Hanny masih memeluk Doni.


Hahahahaha Doni tertawa sambil terus memeluk Hanny. Yang mana calon nya Han?


Hanny berusaha melepaskan pelukan Doni, tapi doni seperti nya tidak ingin melepas nya. Dimas sudah terlihat BT melihat calon istri nya di peluk begitu erat oleh laki laki itu.


" Aa...ini A Doni! Anak nya Om Irwan, yang tadi becandain kita mlulu, Kaka nya Papah, Hanny menjelaskan Doni dengan sangat lengkap.


" Ooohhhh iya iya...Dimas mengulurkan tangan nya. dan di sambut dengan pelukan satu tangan dari Doni.


" Selamat ya Dimas! ini Ade nya aa loh! jangan macem macem!!! Preman nya Hanny banyak di sana, Doni menujuk ke arah kumpulan laki laki yang berjumlah lebih dari 12 orang.


" Satu kompi apa satu batalyon itu a?! Dimas mulai mengakrabkan diri dengan Doni"

__ADS_1


Hahahahaha kami tertawa.


" Itu belom dateng semua nya, sebagian masih di jalan, kena macet kaya nya. jawab Doni.


Obrolan kecil doang, ga ada yang special juga kan. ternyata Jakarta ama Bandung Sempit, aku tersenyum sendiri sambil mengambil Asinan Bogor yang cukup menggiurkan.


Doni pamit meninggalkan aku dan Dimas, Hanny harus menemani doni karna ada saudara yang belum di temui nya.


" Sempit Dim, itu Doni, yang gw ceritain ama loe tadi di mobil" kata ku sambil berjalan pelan.


" Masa ? "


" serius lah! loe tanya aja ama hanny kalo ga percaya! buat apa gw becanda! Ganteng kan Kong?


aku cubit pinggang Dimas.


" Gantengan Juga Gw! jawab Dimas dan berjalan pelan mengikuti ritme langkah kaki ku.


" Lebih Dewasa kaya nya kong! udah ada jiwa keBapakan kaya nya, Dah Mateng, cocok kaya nya ama gw.( aku coba cari tau apa reaksi dimas )


" Biasa aja kali Lih...ga usah terlalu Drama lah. jawab dimas. Sepertinya dimas ga suka aku memuji Doni.


#####


" Kok ga ambil makan sih bund! tanya willy"


" Bund! sate kambing nya Enak loh! ucap angel.


" Ga - ga ' Ngel! beneran ga tertarik jawabku sambil mencicipi kuah asinan. " Yang enak ini Angel...Kuah nya berasa banget...cocok banget ama lidah gw.


" Ati ati sakit bund! pagi Udah Es, siang asinan. ( Willy coba memberi perhatian pada ku )


" Udah kali sakit nya! Loe aja yang ga peka "


( Pelan tapi dalem kan maksud nya )


Setelah selesai makan, minum kopi dan tentu nya membakar rokok, Erwin mengajak kami untuk berpamitan pada keluarga Hanny, Banyak buah tangan yang kami terima dari keluarga Hanny, katanya oleh oleh dari keluarga Hanny, Jasmine masih di sekap oleh Hanny, ga boleh di bawa pulang oleh bundanya. Aku berpamitan dengan papah nya hanny, candaan kecil dan sikap nya yang ramah sungguh membuat hati tenang meninggal kan Jasmine di rumah Hanny. Dimas memutuskan ikut pulang bersama kami, alasannya tentu saja malu. keluarga Hanny benar benar TOP banget. semua keluarga hanny berusaha untuk melepas kepergian kami kembali. Termasuk Doni dan pasukannya.


" Udah Dimas Ama Desi nya tinggalin aja di sini, pak Erwin! Ucap Doni dan di sambut dengan kata kata setuju dari keluarga Hanny.


Erwin tersenyum dan " Besok kita dah kuli lagi mas! laen waktu pasti kita kesini lagi lah " jawab erwin.


Kami pun bersalaman dengan hampir semua keluarga Hanny. aku dan doni cipika cipiki lagi. tentu saja membuat Willy tidak suka. Willy memegang tangan kanan ku dengan erat, dan terus berjalan mengikuti Erwin yang sudah lebih dulu ke halaman rumah Hanny.

__ADS_1


" Kunci mobil " tanya willy dengan ketus.


aku tidak menjawab nya! Willy sudah mengambil tas kecil ku, mengambil kunci mobil dan memberikan nya pada dimas. ( sepertinya mereka sudah bekerja sama ! 😒😤 )


Willy terus memegang tangan ku, membuka kan pintu mobil untuk ku, menutup nya kembali dan sekarang aku berdua bersama Willy di mobil ini.


Mobil sudah meninggalkan area rumah Hanny. belom ada pembicaraan, muka willy masih tegang, aku pun sama. aku melepas heels ku, merebahkan kepala ku di sandaran jok mobil, mencari posisi paling enak dan tidak merokok saat ini. kepala ku sedikit pusing. aku menurun kan suhu ac mobil dan merebahkan kepala ku lagi.


" Dingin Bund?! tanya willy


aku tidak menjawab nya.. aku sudah mendapatkan posisi rebahan yang enak, dan tidak ingin membahas apa pun saat ini.


Willy memegang tangan ku lagi.


" Will, plissss lepas, kata ku. ( aku bener benar dalam posisi yang nyaman ini, )


" Ga lah, ga akan pernah gw lepasin tangan ini " jawab willy.


akhirnya aku memilih untuk membiarkan nya. mual semakin menjadi, kepala menjadi sakit. Willy terus ngomong soal maaf, maaf dan maaf!


Willy terus membahas soal kejadian tadi malam, alasannya dan permintaan maaf nya. aku sama sekali tidak menghiraukannya.


" Bund! Please jangan diem aja dong! protes willy


" Gw lagi ga pengen bahas Will, percuma di bahas juga. loe ga akan ngerti. jawab ku datar sambil merasakan mual di perut ku."


" Kita harus bahas ini bund! Gw ga mau berlarut larut, jangan siksa gw kaya gini, yang tadi di rumah Hanny udah bikin gw Sakit kepala"


" Sama gw juga lagi kepala. "


" Iya makanya kita beresin dulu bund! gw ga setuju ama usulan soal " Break " itu. gw bisa gila bund!


Will, bisa berenti di depan ga? aku menarik tangan ku dari tangannya.


" Gw ga akan berenti bund! gw mau loe pindah mobil atau apa pun itu namanya".


" Gw pengen Jackpot will! jawab ku jujur.


" Jackpot aja di sini bund! ini mobil gw! jawab willy


Dannnnn oowwweeekkkkk aku memuntahkan semua isi perut ku..,.


Loe beneran Jadi orang will!

__ADS_1


Gw baru tau loe Se Egois ini.


Willy tidak menghentikan laju mobil nya. aku berusaha mengambil tissue dan merapihkan baju ku yang terkena muntahan ini. tissue sengaja aku buang di bawah kaki ku, untuk membersihkan kaki ku, aku harus merubah posisi kepala ku lagi, sedikit memyodongkan kepala ke depan dan GELAP.


__ADS_2