
" Makan Ya Angel, loe pasti lemes " Susi sudah siap dengan Bubur nya.
" Non, tadi pagi gw dah nyarap bubur, gw pengen yang Laen dong " pinta Angel
" loe mau apa Angel ?! tanya Susi dengan sangat tulus
" Nasi Padang Non !"
" Ga boleh kali sayang ?! ucap Heri
" Boleh! " ucap Susi dengan ketus.
" Bayi nya belom Puput puser, emak nya boleh makan apa aja "
" kan gw ga tau, ya udah gw jalan " ucap Heri.
" Aaaaa....hp, kasih tau si boy "
ucap Angel sebelum Heri pergi
" Jangan dulu ngasih kabar Angel, tahan dikit yah, dokter bilang, 1 jam lagi baby nya bakal di anter kesini, gw pengen ....
" Iya iya gw paham, ayo buru beli, gw lapeeerrr " ucap Angel sambil tertawa.
Berdua dengan Susi di ruangan ini.
" Ngel, Makasih yah" ucap Susi tiba tiba
" Makasih apa Non? "
" Makasih buat semua hal, terutama loe dah mau kawin Ama Ade Gw " ucap Susi lalu mulai mengompres payudara Angel dengan Air hangat
" aaappaaa sih non, gw tuh cinta Ama Aa', jadi ga usah ngomong gitu " jawab Angel dengan malu malu.
" serius Loe cinta ma Ade gw ?!
" kalo ga serius gw ga kawin, ga punya anak dari Aa " jawab Angel sambil tersenyum
Dan Susi pun tersenyum bahagia.
" Ngel, "
" Apa lagi non ?"
" Bayi nya buat gw " dengan wajah merajuk
" Masa gitu ?! " protes Angel
" kita sih ada ada bocah cewe Angel, semua ponakan gw Lanang semua, loe bikin lagi ma Heri, kata nya loe cinta " Susi tertawa
" aduh, masih ngilu gini dah ngomong cinta cinta an, geraaaaahhh gw " jawab Angel lalu Tertawa bersama Susi.
Heri datang dengan nasi Padang nya.
" Biar gw suapin, loe diem aja " ucap Heri
" Iya lah! Harus! loe dah tau gimana bini loe ngelahirin! awas loe bandel lagi, gw gorokkk her " ucap Susi sungguh sungguh.
" iya bawel, loe dah kasih tau yang Laen belom? tanya Heri
" Udah, nanti malem, kecuali bang Andi noh, ga bisa kesini cepet cepet masih repot dia "
" iya ga apa apa, cukup ngasih tau aja, jangan sampe mereka punya pikiran buruk ma gw " ucap Heri sambil menyuapi istri nya makan.
" tumben loe bener ?! Susi tertawa
" kan punya otak " jawab Heri
" Dulu emang kaga ?! tanya Susi
" punya tapi jarang di pake "
" Sekarang di pake ?! tanya Susi
" Di pake lah, dah punya bini, dah punya anak " ucap Heri sambil mengerucutkan bibir nya
" Baguuusss, pinter Ade gw, udah ya, gw balik dulu, tas bayi loe di simpen di mana Angel " tanya Susi
" di lemari, tapi belom gw rapihin "
" ya udah nanti gw bawain kesini " ucap Susi sambil mengelus rambut Angel
" Non, Makasih "
" heeeehjj " ucap Susi lalu memukul kepala Heri dan Angel tertawa-tawa.
Saat selesai makan yang banyak. perawat datang dengan membawa bayi nya. Angel langsung menerima bayi nya. senyuman Angel terlihat bahagia.
" Gw photo ya Mamih Angel " ucap Heri dengan mata genit nya.
__ADS_1
" sih, gw di panggil Mamih, de " ucap Angel dan mencium pipi bayi nya
Heri langsung duduk dan dan mengambil photo mereka bertiga.
" Keluarga bahagia, yang Laen ngontrak dulu " dan di Share di group wa.
" hp gw A, Gw mo telphone Papih " ucap Angel. lalu Angel menghubungi papih nya, Sambungan telphone berpindah ke video call. dan 10 menit kemudian terputus.
" Papih nangis a " ucap Angel lirih
" iya, tangis bahagia " jawab Heri.
Handphone Heri dan Angel mendadak ramai.w
xxxxx
" Bunddddd" teriak Rossa
" kantor Woyy " ucap ku sambil tertawa dan mengalihkan perhatian ku pada Rossa
" Angel dah lahiraaannn "
" serius ?! tanya ku lalu berdiri hati hati dari kursi kerja ku.
" Ada Di group! " ucap Rossa.
" coba gw liat "
" Ya ampun, cantikkkk banget bayi nya " ucap ku dengan penuh bahagia.
" Mirip Angel Bund senyum nya itu, genit !" ucap Rossa sambil tertawa.
dan mereka pun tertawa bersama.
" Kabur yuk Bund " Rossa mencuci otak ku
" Sekarang ?! baru jam 2 " jawab ku sambil tersenyum.
" hotel aman, ada Rio "
" gw ada tamu Jam 3 Say "
Rossa mengkerutkan dahi nya.
" loe cari kado gih Ama Mitha, begitu gw beres ma tamu gw, gw cabut "
" jaaannnggaaannn, Sandri harus handle tamu VVIP Cha "
Rossa tertawa dan lalu pergi dari ruangan ku.
Aku melanjutkan pekerjaan aku, Minggu ini jadi 2 Minggu terakhir ku sebelum cuti untuk 3 bulan ke depan, dan aku ingin semua pekerjaan ku baik, dan hotel tetap dalam kontrol ku.
sudah hampir jam 5, selesai dengan tamu ku, aku mulai merapikan tas dan segera menuju salah satu mall di dekat hotel ku bersama Sandri.
Banyak hadiah untuk Angel, gadis gadis ku begitu bahagia dengan kabar kelahiran Angel.
Aku membeli boneka Piglet untuk baby Angel.
Sesampai kami di rumah sakit, aku dan gadis gadis ku langsung memeluk Angel dan Heri. sudah banyak sekali bingkisan di sana, mungkin dari saudara saudara nya Heri, dan bertambah banyak juga dengan bingkisan dari gadis gadis ku.
Di rumah sakit, sudah ada Willy, Hanny, Dimas, bahkan Vero dan Juan sudah duduk manis di Sofa.
" Gimana Angel? sakit ga ?" tanya ku lalu duduk di samping Hanny dan suamiku.
" LUAR BIASA "
jawab Angel sambil tertawa dan kami tertawa
" Mana baby nya?! aunty Mitha pengen liat " ucap Mitha dengan gaya centil nya.
" Lagi di susuin dulu Ama perawat, Aer susu Angel belom keluar " jawab Heri
" Loe bantu lah " ucap Dimas
" Tumbuh Sehat dong Gw " jawab Heri sambil tertawa.
Setelah 15 menit, baby Angel, kami menyambut nya dengan teriakan " Hallo Baby Girl "
" Gendong Bund " pinta gadis gadis ku dan Willy
" Dengan Senang Hati " ucap ku lalu meraih bayi yang di gendong oleh perawat.
" Cantik "
" lucu "
" Rambut nya kaya loe her...."
" Alis nya lebih tebal dari moyang nya " ucap Dimas
__ADS_1
" Siapa nama nya Her? " tanya ku sambil mencium rambut baby Angel.
" Jangan Rani, Indri apalagi Shanti " koment Dimas sambil terkekeh.
" Siiiaaalll loe " ucap Heri lalu mencium pipi istrinya.
" Buat nama, terserah Mamih nya aja lah! ga penting buat gw, gw dah bahagia dengan 2 wanita gw saat ini " ucap Heri sungguh sungguh.
" loe namain apa Angel ?" tanya Vero
" Ivan bagus yah" ucap Angel
" Nama laki itu " komentar Willy
" Ivana atau Ivani aja " ucap Rossa
" keren keren, Ivani aja lah, Tetep cool tapi juga cantik " ucap Angel.
" Dea, belom bisa datang ya Ngel, dia flu, aErwin ngelarang dia datang, takut bayi loe ketularan " ucap Hanny.
" cieyeh " ucap ku
" Cieyeh apa nih ?! tanya Sandri dengan tawa lebar nya
" iparan " saut ku dengan tawa
" Akrab " ucap Mitha
" bikin Arisan sist..." Ucap Heri
dan kami tertawa.
" Loe masih pada jahat aja ma Ade gw " protes Willy
" Anjriiittt yang sensi Abang nya " ucap Mitha
" biasa lah, lagi siap siap puasa dia " koment Dimas
" Mulai kapan Bund " tanya Angel
" Malem Ini " jawab ku dengan senyum manis
" Enak aja! ga Bisa " protes Willy dengan sangat ketus dan kami tertawa.
Hari sudah mulai semakin malam, aku dan gadis gadis ku berpamitan pulang. meninggalkan keluarga bahagia itu tidur bertiga di ruangan terbaik di rumah sakit ini
#######
Esok hari, seperti biasa, aku dengan perut buncit ku sibuk menyiapkan pakaian kerja suami ku.
" Siapin kemeja salin Bund, Papih nya Angel mo Dateng " perintah Willy pada ku.
Setelah menyiapkan kemeja salin untuk Willy, aku membawa nya turun ke bawah, aku simpan di sofa lengkap dengan hanger nya.
Dan siap untuk menemani 3 anak ku yang akan berangkat sekolah. seperti biasa, drama drama pagi terus terjadi dan akhirnya mereka berangkat. " Sepi " aku tersenyum dan mengusap perutku.
" gw anter ya Bund!" ucap Willy ketika menuruni anak tangga
" ga usah Dad' gw masih bisa, ayo sarapan "
" gw terkesan bodoh ngebiarin bini yang lagi hamil nyetir mobil sendiri " ucap Willy ketika aku menyuapi nasi goreng untuk nya.
" Gw masih bisa Dad! dan bukan cuma gw doang yang begini, ribuan ibu ibu hamil masih bisa ngelakuin hal hal berat, lebih dari gw "
" Terserah lah " Willy terus mengusap perut ku.
" Dia gerak banget Bund, baju loe gerak " Willy Tertawa
" Iya aktif kaya Daddy nya " ucap ku tersenyum sinis
" Paling bisa kalo ngomong " ucap Willy lalu mencium kening ku
" cium nya ga bisa lurus, harus belok gw " Willy tertawa bahagia pagi ini.
Aku memeluk nya " makasih buat tawa loe pagi ini, jalan yuks " ucap ku lalu mencium bibir Willy.
#####
Jumat Malam, aku sudah selesai dengan anak anak yang minta di temani tidur. Sherly lebih manja Minggu ini. mungkin mood nya sedang tidak baik, melihat semua orang tertuju pada baby Ivanni. tadi tangis nya begitu kencang pada saat kakaknya menggoda Sherly di ruko Angel.
Aku menaiki anak tangga dengan hati hati. lampu ruang keluarga, aku biarkan menyala. Dan mulai membuka handle pintu.
Willy masih duduk di balkon, menikmati kopi, rokok dan memeriksa perkejaan Hanny yang sekarang dia pegang sendiri.
" Cape ya Dad ?" aku usap kening nya
Willy tersenyum dan mengusap perut ku
" Cape, tapi pasti ga secape loe Bund" ucap Willy terus mengelus dan mencium perut ku yang sudah buncit sekali.
__ADS_1