Desy Janda 3 Anak

Desy Janda 3 Anak
Aku Mencintaimu


__ADS_3

" Kaki nya pegel ga Bund ?! tanya Willy begitu dia duduk di kasur ku.


" Ga dad, pinggang doang panas! "


" Mau di usapin pake kayu putih Bund? atau pake lotion ? tanya suamiku


" Ga usah Dad, lagi ga bisa ngupahin gw, jadi biar gw nikmatin sendiri aja " ucap ku mencibir dirinya


Willy tertawa, " bayar nya pake senyum aja Bund! gw lagi baik hati nih, Mau ga ?! ucap nya dengan tawa yang masih tersisa.


Aku tersenyum, " Ga usah Dad! ayo tidur, besok bakal lebih panjang harinya " ucap ku sambil mengelus tangan nya.


Benar saja seperti yang aku bilang, pagi ini akan menjadi awal hari yang panjang. Sekitar jam 8 pagi, aku sudah menerima tamu, teman teman ku datang dari hotel, selepas mereka bekerja di shift 3. para kaum Adam, pekerja malam, mulai dari anak anak room boy, anak cafe, anak resto dan engineer datang bersama Rio.


Aku tersenyum menyambut kedatangan mereka, dengan mata mata panda nya setelah begadang tadi malam, mereka menyempatkan diri untuk menjenguk ku.


Mereka menjabat tangan ku dengan erat, bahkan Rio sahabat Willy, memeluk aku dengan sangat erat.


" Mana jagoan loe Bro ?" tanya Rio pada Willy


" Belom dianter perawat Yo, kaya nya dia ogah ketemuan Ama loe " ucap Willy sambil tertawa.


mereka terus tertawa, bahkan ruangan semakin ramai karna sebagian karyawan yang masuk middle dan shift sore memutus kan datang pagi ini..


" Kalo malem takut ga boleh masuk kali Boss " ucap Anggi yang terkenal " melambai " dan menjadi ketua Team nya cafetaria.


" Lagi loe maksain banget, Loe kan cape kali " ucap Willy


" aih si Bos, masa iya bunda gw lahiran, gw ga Dateng " jawab Anggi dan membuat aku tertawa.


" Ancur dunia persilatan ya Ngi " celoteh Eko


" Ancurrrr berkeping keping " jawab nya tanpa malu.


( Willy sudah menyiapkan banyak kopi kopi kaleng dan dan beberapa jenis roti dalam jumlah yang banyak, karna kami sudah memprediksi nya)


Tamu tamu bergantian datang dan pergi, aku sesekali harus berbagi bayi ku pada tamu tamu yang datang saat ini.


" Gw ngeri anak gw sakit badan, jangan di kasih gendong lah Bund " ucap Willy ketika mereka pulang.


" Ga enak lah, Dadd! " jawab ku sedikit kesal atas ide buruk nya.


" Ngapain Ga enak! anak anak gw! dari pada sakit badan " ucap Willy sambil terus tersenyum pada bayi nya.


" Ga lah! ga akan sakit badan anak gw, dua dua nya pasti kuat "


Willy tersenyum dan mencium pipi ku.


" Kuat seperti bunda nya "


Aku tersenyum dan membalas dengan ciuman singkat di bibir nya. " gw bukan orang yang kuat Dad, gw lemah, Gw bisa kuat karena ada loe "


" ga kok! loe kuat dengan sendirinya, apalagi kalo maen di sofa " ucap Willy terkekeh.


aku tertawa....." Iya lah kalo itu gw kuat, nih hasil kekuatan gw!!! " jawabku sombong, sambil mencium jagoan kecil ku.


kami tertawa bersama, sesekali obrolan kami menjurus hal hal yang tidak pantas di dengar oleh bayi bayi kami yang masih suci. hanya sekedar obrolan, saling menghibur dan menjadi penyemangat kami melanjutkan hari.


Pagi ini Mamih Anna sudah datang lagi, bersama dengan gadis gadis ku tentunya.


membawa banyak hadiah dan bingkisan lagi.


" Dari Pak Budi, Bund " ucap Mitha sambil tekekeh dan menyimpan satu bingkisan yang cukup besar.


" Malu gw Mith! padahal ga usah lah, doanya aja dah cukup buat gw " ucap ku sambil tersenyum dan menyerahkan baby ku pada Mamih Anna.


" Ga apa, lah Bund! si Seno juga dah telphone gw Bund, minta no kamar di sini " ucap Rossa

__ADS_1


" rezeki anak ga boleh di tolak Des " komentar Mamih Anna


" Tapi kan tetep ga enak Mih " jawab Willy, seperti nya dia paham kondisi ku.


Mereka Duduk di sofa bersama bayi bayi ku, sibuk dengan obrolan nya.


" Udah enakin Aja! biasa nya juga enak Lih " komentar Dimas dengan gaya mengedipkan mata nya pada ku


" Mata loe aneh! sini Deket Deket Gw " ucap ku menarik tangan Dimas duduk di kasur pasien ku.


" Apa sih lih! belom ? Serius! cuma gitu doang, ga lebih " ucap Dimas pelan, dia paham arah pembicaraan ku, karna aku sedikit terkejut dan tertawa melihat leher Hanny yang penuh dengan luka luka kehitaman, padahal saat ini Hanny sudah menutupi dengan Scarf.


" Noh Yang udah! rambut nya basah mlulu " ucap Dimas kemudian, menunjuk kata Noh ke arah Heri


" Ada apa nih?!! Ngomongin Gw kayanya nya " ucap Heri dan mendekat pada ku.


Aku menjambak kecil rambut nya yang gondrong.


" Kagak....Des " ucap nya sambil tertawa.


" Serius ?" tanya ku


" Hampir sih! cuma ga tega juga " ucap Heri dengan suaranya yang pelan tapi tawa kami kencang.


Yah, kami bertiga disini, kami sahabat dan kami saling menyayangi, kami berusaha jujur untuk hal hal kecil sekalipun.


" Bilang Angel Des," ucap Heri.


" Bilang apa ?" tanya ku pada Heri.


" Mun can siap, teu kudu mancing mancing wae" ucap Heri pelan.


" Bener bener her, kos mere kode " ucap Dimas


" Trus ?! tanya ku pelahan juga


" geus nyusuan budak, kancing teu di kancing keun Deui " koment Dimas


" Riiuuett hulu " jawab mereka kompak dan kami tertawa bertiga. Bahkan seorang yang bernama Erwin, memberikan komentar pedas pada kami. " Ga Baik begitu, disini bukan cuma kalian bertiga aja"


Kami peduli? untuk saat ini tidak!


...Kadang kita perlu EGOIS untuk bisa bahagia bukan?!...


Tamu ku datang lagi, siang ini sudah ada beberapa Temen Willy yang datang, sebagian dari mereka Angel dan Rossa mengenal nya, sebagian lain tidak saling mengenal.


Aku bersyukur begitu banyak orang yang peduli kepada kami, begitu banyak bingkisan yang sudah terkumpul di pojokan tv dekat Sofa, bahkan Beberapa buket bunga diambil oleh Angel" Buat di ruko Bund, biar ada pemandangan ".


Sudah malam lagi, banyak cerita kami hari ini, dan kami mengakhiri malam dengan ciuman lumayan panjang, lalu tidur dan bersiap menyambut besok pagi.


Pagi ini Dokter Haris, ( teman ku ) datang, memeriksa bayi ku yang sengaja ku minta datang lebih awal. Banyak hal yang Willy tanya tentang anak kembar, tentu saja Haris menjawabnya dengan baik, dia salah satu dokter spesialis anak terbaik.


Kondisi aku cukup semakin baik, aku sudah bisa berjalan walau kadang masih terasa ngilu, aku sudah bisa turun dari kasur ku, pergi ke kamar mandi, dan duduk manis di sofa. Masalah kebiasaan merokok ku, aku mencuri curi waktu saat Willy sudah tidur, hanya beberapa hisap, hanya untuk menghilangkan rasa penasaran akan candu ku pada sosok yang sudah menemani ku dari aku sekolah dulu.


Setelah Mamih Anna datang, seperti biasa aku hanya duduk manis, sesekali menyusui bayi bayi ku dan banyak makan karna menyusui itu lapaaar.


Siang sudah berganti malam, pagi sudah menjelang lagi, 2 bayi ku sudah selesai di imunisasi. Waktu nya bersiap siap pulang ke rumah.


Ketiga anak ku sudah menyambut kedatangan kami, Satu bayi ku dalam gendongan Mamih Anna, Adik nya di gendong oleh Dea.


Anak anak ku berlari begitu melihat kedatangan kami. aku sangat bahagia saat ini. berkumpul dengan 5 anak anak ku. anak anak yang sangat aku sayangi.


Ruang keluarga ku sudah di sulap menjadi kamar bayi oleh kaka Kaka nya. Satu box bayi lengkap dengan lemari kecil sudah berada di dekat Sofa besarku. ini Ide yang sangat bagus, aku bisa mengawasi mereka berlima sekaligus, dan memberikan privasi untuk kamar tidur ku dan Willy di lantai atas.


Saat ini kami belum menyiapkan kamar khusus untuk bayi bayi kami, aku dan Willy memang sengaja akan mengajak bayi bayi kami tidur bersama pada saat malam hari, sedangkan di pagi sampai malamnya aku akan lebih banyak di ruangan keluarga.


Saat ini Sherly dan Alam sedang sibuk membuka semua bingkisan Bingkisan untuk Ade bayi, sesuai prediksi ku, pertanyaan terakhir nya adalah " Buat aku ga ada ?"

__ADS_1


Aku dan Willy tersenyum, Kami sudah siap dengan Pertanyaan itu.


" Ada dong! kado buat Kaka sherly " jawab Willy


" Buat aku Dad?" tanya alam dengan wajah ganteng nya


" Ada, ambil bang! Di Bagasi Mobil Daddy, bukan mobil bunda " ucap Willy sambil memberikan kunci mobil.


Dua anak ku berlarian, suara nya jeritannya membuat satu bayi kembar ku menangis, dan Willy hanya bisa tertawa kecil. aku menyusui dua bayi ku bergantian, Jasmine ku mulai minta untuk di ajarkan mengendong adik nya pada Mamih Anna. dan Dia tertawa pada saat berhasil melakukan nya.


" Ade Ganteng, di gendong Ama Kaka Jasmine! kasih Kaka senyuman yang paling manis " ucap nya sambil tersenyum.


aku dan Willy tersenyum.


" Dia Senyum Bund, Liattt Dad!!! Dia ngerti aku ngomong apa " ucap Jasmine sambil memperlihatkan adik nya Pada Willy.


" Keren keren Ka! seperti nya dia bakal nurut Ama Kaka nya " ucap Willy sambil mengacak acak rambut Jasmine.


Dan kami pun tertawa bersama.


Willy menarik tangan ku, tanpa kata, aku paham maksudnya nya, menaiki anak tangga dengan hati hati, membuka pintu kamar dan mulai bercumbu dengan sangat panas.


" Maaf, gw beneran pengen Bund " ucap nya begitu Willy selesai dengan bantuan mulut dan tangan ku.


" Gw bakal bantu Dad, maaf juga kalo rasa nya beda " ucap ku sambil mengusap paha nya.


Willy tersenyum dan pergi ke kamar mandi, sementara aku berganti baju dengan Daster ku.


Selesai mandi, aku membantu nya mengeringkan badan nya seperti biasa,


" Masih Manja Aja, Dad !" ucap ku dengan senyum manis


" Harus Bund, Gw harus terus manja, cuma Ama istri gw, ibu dari anak anak gw " ucap nya sambil memeluk aku.


Aku menyimpan wajah ku di dadanya yang masih lembab. menyimpan semua harapan harapan untuk hari esok yang masih panjang.


" I love You Dad, with all my heart " ucap ku di lehernya.


" Me too, my Sweet heart "


" Aku mencintai Mu, Dad " ucap ku pelahan


" Aku lebih mencintai mu, Bund "


Lalu kami tersenyum dan kemudian tertawa.


" Aku kamu " ucap ku


" No, gw loe " jawab Willy


" Bunda ma Daddy " ucap ku


" Cinta dan Sayang " Jawab Willy sambil mencium bibir ku.


Ciuman yang kembali panas dan terhenti karna suara ketukan pintu dari luar kamar.


Kami tertawa dan mulai tersadar, aku sudah melewatkan waktu bayi bayi ku untuk menyusu.


Willy mencium kening ku,


" Thanks Bund" ucap nya sebelum membuka pintu kamar.


Aku kembali ke anak anak ku, dibantu Willy yang terus merangkul pinggang ku. sahabat sahabatku malah sudah kumpul saat ini, Hanny dan Angel membawa bayi nya saat ini. rumah kami ramai dengan kebahagiaan.


Aku Tersenyum melihat nya, melihat pada hal hal dasar, Bahwa Satu rumah tangga bisa berakhir walau sudah di perjuangkan, bahwa Sahabat terbaik adalah orang yang benar ada, pada saat kita runtuh dan terpuruk jatuh, bahwa cinta bisa mengobati luka, dan anak anak sumber kebahagiaan dari semua yang aku miliki saat ini.


########

__ADS_1


Terima kasih untuk semua yang sudah membaca novel pertama ku, ini bukan novel Contekan, hanya mencatat apa yang sudah pernah di rasakan walau tidak sepenuhnya.


Mohon Maaf untuk yang tidak suka membaca nya, Jangan ambil yang buruk dari cerita Desi, tapi ada satu hal yang ingin aku ceritakan, bahwa begitu sulit menjadi seorang istri apalagi menjadi ibu yang baik


__ADS_2