Desy Janda 3 Anak

Desy Janda 3 Anak
mediasi ke 2


__ADS_3

aku ga paham, kenapa hari ini jadi masuk sidang ke 1, majelis hakim, dan entah siapa mereka, duduk di depan ku. anto sudah di duduk di samping ku, lengkap dengan pengacara nya.


datang dari pihak keluarga yaitu om toto yang menjadi saksi.


senyum kecut ku untuk beliau yang aku anggap saudara.


banyak hal yang di bicarakan hari ini. mulai dari pembuktian nama aku, buku nikah, anak anak dan juga harta selama kami menikah.


mas anto meminta hak asuh 3 anak ku, dengan alasan sebagai pengusaha dia lebih banyak waktu bersama sama anak anak, di banding aku yang membiarkan anak anak di rumah hanya ber 3, pulang malam dan lebih memilih karir dari pada keluarga nya.


sidang di tunda sampai dengan kamis depan jam 10 pagi.


di luar ruang sidang...


om toto berusaha untuk menasehati ku untuk menjadi istri dan ibu yang baik.


om toto tau, anto sudah punya istri dan bayi perempuan?! itu pertanyaan yang aku ajukan selesai om toto ceramah mengenai hidup nya.


iya om tau des, anto membawa anak dan istri nya ke rumah om waktu itu.


ooohhhh panjang jawab ku.


anto melakukan kesalahan karna ada penyebab nya!


dan penyebabnya adalah aku! itu lancar keluar dari mulut iya.


Baguslah kalo kamu sudah menyadarinya.

__ADS_1


kasih anto kesempatan des, laki laki dengan dua orang istri itu hal yang wajar....


satu aja ga cukupin om, apalagi dua! kataku dengan nada suara yang lemah


Anto ada usaha des, om sudah lihat sendiri hasil nya.


ooohhh panjang lagi keluar dari mulutku.


sudah om pamit ya des, hati hati kembali ke jakarta. pikirkan yang om bilang tadi.


om toto segera pergi,


aku merapihkan tas dan mencari hp ku.


nyari contact ferdi atau budi...mana sih nomornya...lupa ngesave nama mereka dengan nama apa. maklum nama nama nya


bingung yah harus nelpone yang mana?


tadi pagi kaka nya...


siang ini adiknya, terus mantan bos nya dan juga kacung laki laki nya...


murahan banget des, jadi perempuan. ingat kamu punya dua anak perempuan...


aku langsung menatap mata orang yang bicara tadi.


bukan urusan loe, ga usah ikut campur urusan gw mau nelpone siapa, berhubungan dengan siapa, atau tidur dengan laki laki yang mana.

__ADS_1


dan soal anak anak ga usah loe sebut sebut...mereka bakal paham apa yang bunda nya lakuin.


oh yah!!!


termasuk menerima tamu laki laki di malam hari?


pastinya...jawabku dengan tegas.


*****


plakkkkk...dengan spontan tamparan ku sudah mendarat di pipi anto.


anto memegang pipi nya dan mengucapkan lagi *****...lihat semua laki laki itu udah nunggu buat kamu gilir hari ini.


setan.....kataku.


aku berjalan meninggalkan orang itu, dengan mata yang mulai basah.


ku lihat 4 laki laki sudah berdiri menyandar di mobil yang terparkir di depan kantor pengadilan agama ini.


hai....sapa ku pada willy, dimas, heri dan ferdi.


loe ngapain ga ngabarin gw sih lih!!! dimas membuang rokok nya dan mematikan rokok yang terjatuh dengan sepatu nya.


willy langsung merangkul pinggang ku. membelai punggung ku dengan lembut dan hangat.


verdi sudah senyum senyum sendiri.( entah apa yang membuat nya tersenyum )

__ADS_1


dan heri hanya menatap diriku tanpa bicara sepatah kata pun.


__ADS_2