Desy Janda 3 Anak

Desy Janda 3 Anak
Waktu yang terus berjalan


__ADS_3

" Doain Aku ya Bund " ucap Jasmine ketika aku memeluk nya.


" Doa terbaik buat Kaka Jasmine " jawabku sambil terus mencium keningnya.


Jasmine ku melangkah dengan pasti, mengikuti langkah kaki Om Dedi dan Assisten nya Pak Anwar.


" kita tunggu kabar nya di rumah yah! " ucap Willy lalu menuntun aku pergi meninggalkan Bandara.


#######


Jam 10 malam, aku sudah mendapatkan berita dari Jasmine dan Pak Anwar, mereka sudah sampai, Jasmine sudah berada di Mess nya, lengkap dengan photo dan voice note dari Jasmine ku.


" Suara Jasmine kaya mau nangis Dad "


" Iya, Masih Kangen anak nya, Waktu nya cuma 2 hari " jawab Willy.


" Rasa nya pengen banget ngelarang Jasmine tadi pergi lagi " ucap ku dengan sedih


" siapin mental yang lebih kuat Bund! 2 taun lagi dia kuliah, dan Jerman itu jauh "' ucap Willy


" Kuliah di sini aja lah, Jakarta atau Bandung " ucap ku


" Stop bahas ini, nanti kita BT, " ucap Willy sambil mencium kening ku.-'''''


Heeemmmhhh aku menarik nafas ku panjang, menarik selimut tebal dan mencoba tidur sambil memeluk suami ku.


######


Sudah seminggu berlalu, aku masih dengan rutinitas ku, tidak ada yang berubah. Memasuki hari di awal bulan Maret, dengan meeting dan meeting.


" Loe bener Cha, program jadi di update, Mateng deh Gw " ucap ku sambil duduk di depan meja Rossa.


" Pasti Jadi Bund! cuma masalah di tanggal doang " jawab Rossa.


" Jumat ini Mr, Akhian datang Cha! mungkin Theo juga ikut, siapin Memo buat meeting nya Cha', kita mulai jam 9 pagi "


" Siap Bund, nanti aku bikin "


" Ya udah Balik yuk Cha'


" memo nya ? tanya Rossa


" besok aja lah "


Rossa tersenyum dan segera merapihkan meja kerja nya. kami keluar ruangan, dan berpisah di parkiran.


" gw Duluan " ucap ku sambil melambaikan tangan dan tin suara klakson mobil ku.


Jalanan yang padat, harus tetap dinikmati, sesekali bernyanyi mengikuti musik yang di putar oleh radio kesayangan ku. Dan seperti biasa, Bang Doni selalu memutarkan lagu yang aku request.


Sudah jam 7 malam, aku cepat turun dari mobil, 2 anak dan suamiku harus makan malam. bukan untuk memasak, tapi hanya sekedar menemani mereka makan.


" Bundddaaa pulang " aku sedikit teriak.


" Bunddddaaaa " alam dan Sherly berlari ke arah ku. mereka meminta aku tunduk, untuk bisa di cium oleh nya.


" Daddy belom pulang bund! tol Jagorawi macet" ucap Sherly


aku tersenyum dan mengusap pucuk kepala nya.


" Ayo makannya di terusin, maaf bunda telat yah "


Mereka tersenyum dan melanjutkan makan malam nya, aku duduk menemani mereka makan.


" Selesai Bund "


" Anak Hebat "


********


Jumat pagi tadi Meting dengan Mr Akhian sudah selesai, akhir bulan akan menjadi awal peng upgrade an program hotel, dan Nikmati lah besok liburan 2 hari ini.


Perut ku makin besar, bahkan lebih besar dari Angel dan Hanny, menikmati proses kehamilan,


dan lebih bahagia dalam menjalani hari hari.


Hampir lupa, bagaimana rasa nya ribut ribut dengan Willy, aku bersyukur dengan semua ini.


perhatian nya yang berlebihan, masuk akal untuk ku, dia begitu kwatir akan 2 calon anak yang aku bawa setiap hari.


####


" Iya Dadddd, ini dah sampe depan rumah " ku tutup sambungan telepon dan menutup pintu mobil. Willy sudah menunggu berdiri di depan pintu masuk rumah.


" macet di mana Bund?! tanya Willy sambil mencium pipi ku

__ADS_1


" Dari mulai keluar hotel Dad! tumben sepi?! bocah mana?


" Di jemput Vinna, mo pada jalan beli crayon " jawab Willy lalu mencium bibir ku.


" uaaaamjj udah dad, ini masih di luar " aku tertawa sambil melepaskan ciumannya


" mumpung ga ada bocah Bund! bosen di kamar mlulu " ucap Willy menarik lagi pinggul ku dan memulai nya lagi.


Ciuman yang hot untuk acara pulang kerja. dan aku menikmati nya. membiarkan Willy menjelajahi bibir dan leher ku, dan selesai dengan kecupan di kening ku.


" Dimas bentar Dateng Bund! kita ke Bandung malem ini ya " ucap Willy


" Angel ga ikut dad?! tanya ku sambil melepaskan heels


" Ikut lah! anak itu kan ngekor mlulu Bund! "


" temen loe! ucap ku


" laki nya temen loe " jawab Willy


" iya dua duanya kesayangan gw Dad " ucap ku sambil mengusap leher Willy.


Willy mengusap perut ku, seperti biasa berdialog dengan baby nya yang belum lahir.


" beli baju nya yang lebih panjang Bund, perut nya buncit, jadi baju tuh naek ke atas " pinta Willy sambil merapikan baju ku


" Sexy dad "


" sexy banget, makanya beli baju lagi yah! baju baju lama, udah ga layak pakai sekarang "


" Duit nya ?! "


Willy tertawa...." dah bisa minta sekarang ?" cup Willy mencium pipi ku.


Obrolan obrolan ringan, menunggu kedatangan Angel dan Hanny.


" Loe bahagia Dad?" tanya ku dan merebahkan kan badan ku di paha Willy.


" Lebih dari bahagia Bund " jawab Wily membelai rambut rambut ku.


" sampai kapan ya Dad?! "


" Sampai salah satu dari kita pergi buat selama nya " jawab Willy


" Ih serem ngomong nya Dad " ucap ku dengan cepat.


Willy tertawa....


" Selingkuh kok bilang bilang "


" Harus lah " protes ku


" Gw dah cukup Bund, cukup dengan semua yang ada di diri loe " jawab Willy


" Makin lama, badan gw bakal lebih gendut, Dad!, perut gw makin buncit, pantat gw gede banget, ga ada sexy sexy nya lah "


" gitu ya Bund! ngeri banget denger nya"


" ya udah deh, besok mulai kepo nyari si Manda atau Fani aja ya Bund " ucap Willy datar


" Aaaarrrggggghhh daddddd " aku mengigit paha nya.


" Aawww " teriak Willy


dan kami tertawa bersama. candaan kami terhenti karna kedatangan Dimas, aku bergegas menyiapkan baju untuk bermalam di Bandung.


Mobil mobil kami mulai berjalan, melewati jalan tol yang panjang, berhenti sebentar di rest area, menikmati kopi hangat, lalu melanjutkan perjalanan ke hotel Willy.


" Dah Reserv kan Dad ?" tanya ku begitu sampai di parkiran.


" Udah istri ku yang bawel " ucap Willy.


" udah berani bilang bawel " protes ku


" emang Kenyataan nya gitu sih! bentar gw bukain pintu, jangan dulu turun " ucap Willy.


" Pasti ada mau nya " tanya ku dengan sinis


" Istri yang pintar " jawab Willy lalu berjalan keluar mobil dan membukakan pintu untuk ku.


berjalan sambil memeluk bahu Angel dan Hanny, sementara pria pria kami sibuk dengan tas bawaan kami.


" Jangan dulu masuk kamar teh, Hanny cape Banget " ucap Hanny pelahan.


Aku tersenyum

__ADS_1


" Kenapa loe Han?!" tanya Angel


" Gila, Aa' tuh ga bisa diem kalo kita berdua " jawab Hanny


" iya Bener Han! gw juga aneh, Aa' tuh lebih banyak minta sekarang sekarang ini " ucap Angel


aku tertawa.


" Nikmatin aja lah!! mereka lagi bahagia, sayang sayang ku " ucap ku santai


" cape teteh! protes Hanny


" Bener Bund! kadang kandang BT juga pas awal nya, walau akhirnya gw yang minta lagi " ucap Angel sambil tertawa.


" Bersyukur lah! gw pas hamil Jasmine itu susah banget, Dimas yang tau perjuangan gw " ucap ku sambil mengelus punggung Hanny.


" Iya teh! tapi ajak Aa' maen Billyard dulu yah! biar pinggang ga sakit " pinta Hanny dengan sangat memelas.


aku tertawa...


" Daddddd, abis naro tas, temuin gw di tempat Billyard ya, gw duluan " ucap ku memberi perintah.


Dimas dan Heri tertawa, sementara Willy hanya tersenyum dalam melaksanakan tugas dari ku.


#####


Selesai dengan 2 jam bermain Billyard dan memberikan waktu untuk gadis gadis ku beristirahat, aku kembali ke kamar, melakukan kewajiban melayani suami ku.


Suasana Bandung yang dingin di temani gerimis dan sedikit kabut, menambah sensasi malam ini.


Malam yang panjang, aku dan Willy saling memberikan pelayanan prima untuk kami nikmati berdua. berdua dengan orang yang kita sayangi.


Pagi sudah menjelang, sarapan pagi di luar hotel dan langsung menuju rumah baru Dea dan Erwin.


Dea dan Erwin begitu bahagia atas kedatangan kami, kami memang tidak memberitahukan kedatangan kami saat ini.


" aaaaiihhh cantik banget di rumah doang De! ucap ku memuji Dea yang sangat cantik pagi ini.


" Harus lah !! pagi nya cantik, siang dikit kumel lagi, karna harus masak trus setrika baju " jawab Dea sambil menyiapkan minuman untuk kami.


" Rumah loe bagus De " ucap Hanny


" Luas banget halaman nya " Angel menambahkan omongan Hanny


" Lucu " ucap Dimas


dan aku tersenyum


" Estetik Banget, kaya di Game gw " ucap Heri


Dimas tertawa....


" Dim, loe pasti mau bilang, rumah gw kaya kandang kucing kan?" ucap Dea sambil tertawa.


( " Kandang marmut de " koment Willy pelahan )


" kagaaaakkk, kebiasaan loe buruk sangka Ama gw, ga ilang " protes Dimas.


kami terus tertawa.


" Rumah yang bagus De! gw suka " ucap Willy.


" Rumahnya Aa' konsep gini Will, rumah tanpa sekat, minim penggunaan lampu, ventilasi yang bagus " ucap Erwin, dan kami setuju dengan penjelasan Erwin.


" gw mau bikin tempat bermain di sana, ponakan gw banyak, belom lagi nanti ada anak gw! " ucap Dea sambil menunjuk ke halaman yang luas.


" Bagus bagus, loe harus siapin itu semua, loe yang harus pikirin, loe harus siapin yang terbaik buat semua ponakan loe " ucap Dimas tanpa ragu dan perasaan.


" halaman seluas ini loe yang nyapu de?! tanya Dimas kemudian...


" loe pikir Aa ga mampu bayar tukang kebon?! protes Dea dan kami akhir nya tertawa.


" Ayo, loe pada mau rambutan ga? gw manjat ah " ucap Dimas sambil sambil berjalan.


Hanny, Angel dan Dea, mengikuti Dimas, sementara Heri berlarian ke arah Dimas, langsung loncat dan hinggap di punggung Dimas. kami tertawa melihat Dimas yang jalan menggendong Heri.


" Rumah Aa' pasang CCTV kan?! tanya Willy serius.


" Aa' pasang Will, dari mulai pintu gerbang sana, halaman halaman, dan pintu masuk ke dalam rumah " jawab Erwin.


" Dalem rumah ga di pasang A ?! tanya ku


" Kalo dalem di pasang CCTV, dimana Aa' harus bercinta cie! masa iya di kamar mandi mlulu " jawab Erwin dengan senyum maut nya.


aku dan Willy Tertawa.

__ADS_1


" gw ngeri kan A, Dea sendiri di rumah, halaman segitu luas nya " ucap Willy lebih serius.


" iya Will, Aa' paham, dan udah Aa pikirin semua nya, kalo buat keamanan, Aa bikin paling safety buat Dea " jawab Erwin


__ADS_2