Desy Janda 3 Anak

Desy Janda 3 Anak
Boy Dimana Mih?


__ADS_3

Kami sudah berkumpul di ruang keluarga, semua orang bernafas lega. belum ada yang berani menanyakan hal hal lainnya pada kami.


aku dan Danu seperti tontonan saja, mereka siap mendengarkan cerita ku, tapi rasa panik dan takut ku belom hilang.


" Bund, Peluk Gw lagi " ucap Danu lirih dengan lemas nya.


#### Huuuhhuuuu Mau nya loe!!! koment Dimas dengan frontal nya.


Aku yang sedang duduk di sofa bersama Danu, langsung memeluk nya.


" Makasih Bund! gw ga tau gimana cara bayar semua ini " ucap Danu pada ku.


" Sama sama Danu !" aku memeluk seperti ke adik ku sendiri.


Lalu melepaskan pelukannya itu dan merangkul bahu nya...aku dan Danu mulai bisa mengontrol diri kami. suasana mulai santai atas candaan Dimas, dan gadis gadis ku.


" Sayang Stock Gadis gw Abis semua, Dan! " ucap ku sambil berdiri.


" kalo masih ada emang mau ngapain Bund?! tanya gadis gadis ku.


" Gw jodoin lah....gw bakal jadiin Danu Sodara gw " ucap ku sambil berjalan dan mengambil air dingin dari kulkas.


Semua orang tertawa...


" Aku juga gadis nya bunda loh" ucap Jasmine ku terkekeh...


### Loe ga masuk itungan ##### protes Dimas, apalagi Anto ( Ayah nya ) langsung menarik tangan Jasmine dan memeluk nya. " Anak ayah ga boleh pacaran, Apalagi Ama Om Om " ucap Anto dan membuat kami tertawa.


Semua tertawa hanya sekedar candaan untuk menghibur Danu yang masih terguncang.


" Belajar yang bener dulu ka! om Danu suka cewe yang pinter" jawab ku.


" ga harus pinter kok Bund! Gw ga milih milih cewe juga Bund! model Mitha aja Gw Suka banget " jawab Danu dengan mode canda nya.


Mitha mengkerut dahi nya." Aihhh, becanda yang ga lucu " ucap Mitha.


" ahhh loe mah usaha mlulu dan! " ucap Rossa sambil terkekeh.


aku hanya tersenyum, karna..

__ADS_1


" Oh iya Mih! Boy mana ? tanya ku mulai panik karna hampir 15 menit aku tidak melihat nya.


" Di rumah Des, dia bener bener sedih " jawab Mamih Anna.


" Ya udah, gw kesana dulu deh ". aku menaruh gelas ku.


aku berjalan menuju rumah Willy di depan rumah ku. menaiki anak tangga dan membuka handle pintu dengan pelahan.


Willy sedang terbaring miring di kasur, aku mendekati nya. pelahan aku menaiki kasur, aku dekatkan tubuh ku dengan tubuh nya, ku usap wajah nya. Willy sedikit bergerak. ku cium singkat Bibir nya, Willy membuka mata nya.


Aku tersenyum dengan tangan kanan ku memeluk pinggang nya.


" Bangun Dad, bukannya hari ini kita mau nikah " ucap ku sambil terus menatap mata nya.


Willy menarik pinggang ku, membuat kami lebih dekat.


" Gw ga lagi mimpi kan Bund?! tanya nya pada ku.


Aku mencium nya lagi. " Apa ini masih di anggap mimpi"


" Thank My God " Willy mencium kening ku.


" Gw takut Bund! gw belom siap dengan kabar itu " ucap nya sambil terus mengusap rambut ku.


" sama " jawab ku lalu mencari kenyamanan dengan mencium dada Willy yang tanpa menggunakan pakaian saat ini.


" Danu gimana Bund?! " tanya Willy."


" Di rumah gw! dia masih shock " jawab ku, mengusap dada Willy mencium nya lagi.


" Bangun yuk Dad!!!" aku merubah posisi badan ku.


" Kita jadi kan, hari ini ?! " tanya ku sambil merapihkan ikatan rambut ku.


Willy tersenyum dan bangun dari posisi tidur nya.


" Kita mandi bareng yah " ucap nya lalu pergi menuju kamar mandi dan menyiapkan air hangat.


Lalu

__ADS_1


" Peluk gw Bund " ucap Willy


aku memeluk nya erat....


" Gw sayang Ama loe Bund, gw ga mau hidup tanpa loe " ucap nya lagi.


Setelah mandi yang hanya bener benar mandi, aku dan Willy berjalan menuju rumah ku. mereka masih berkumpul di ruang keluarga. ruangan berasa penuh, maklum hanya ruangan kecil.


" Dan " ucap Willy sambil menarik tangan nya yang sedang duduk...


Mereka berdiri dan pelukan.


" Jadi kawin dong Bos " ucap Danu sambil tertawa...


" Jadi lah " jawab Willy dengan semangat.


"""""kawin aja, pikiran loe!!! """"" protes Dimas


Kami semua tertawa.


" Padahal Daddy dah mau nyari pengantin pengganti loh Bund " Jasmine tertawa sambil berlindung di punggung ayah nya.


" Masa " aku membulatkan mata ku.


" Kaga Bund" jawab Willy cepat.


yang lain tertawa...


" Kaya di Drakor yang kita nonton kemaren ya Jas " kata Angel sambil tertawa.


Kami tertawa dan Mamih Anna mulai serius menanyakan hal yang penting.


" Cerita Des, gimana sampai akhir nya kamu bisa selamat dan ada disini " ucap Mamih Anna.


" Ga usah kali Mih! Desi dah ada disini juga harus nya kita bersyukur " protes Willy.


" Iya itu bener Boy! cuma kita kan penasaran juga " jawab Rossa


aku dan Danu menarik nafas ku panjang panjang..

__ADS_1


dan aku mulai menyusun kata kata.


__ADS_2