
Dea mendekati kami,
" Di Panggil Papih Ka " ucap nya sambil menarik tangan ku.
Emmh Willy menarik nafas nya dengan berat.
" Ayo Bund, " ajak Willy padaku.
Akhirnya aku dan Willy menemui Om Dedi, aku membungkukkan kepala ku, mencoba mencium punggung tangan nya, tapi beliau menolak nya. Jadi kami berjabatan tangan seperti kehendak Om Dedi.
" Apa kabar Om? aku bertanya
" Baik, kalian Gimana ?! tanya Om Dedi
" Baik Om semua nya! Jawab ku dan Willy kompak.
Pembicaraan selanjutnya adalah mengenai pernikahan Dea, Erwin sudah meminta nya untuk menjadikan Dea sebagai istri nya. Dan seperti nya om Dedi sudah memberikan restu. bisa aku lihat dari Wajah Dea yang berbunga bunga seperti bunga teratai merekah lebar di kolam ikan hotel Willyππ€
" Kapan A, rencana nya ?! tanya Willy pada Erwin.
" Secepatnya Will, Kalo Bisa Besok " jawab Erwin
Aku, Willy dan Om Dedi Tertawa.
" Nikah Massal Mau Er ?! tanya Om Dedi
" Mau Pih, Asal perempuan nya Dea, saya ga ada masalah" jawab Erwin.
Dea hanya tersenyum, lalu memukul bahu Erwin. " Pertanyaan model gitu ga usah Di jawab A "
dan kami tertawa.
Ternyata Om Dedi sangat ramah, Humble, dan tidak sombong.
" Anak anak Mana Des, ga diajak, pengen berduan terus?! tanya Om Dedi sambil mengocek kopi hitam ke dua nya.
Aku tertawa kecil...hihihi maluπ€.
" Yang 2 sedang ikut Out bound Om, kakak nya sedang ada konseling " Willy yang menjawab.
" Titip ya Om " ucap Wiilly kemudian tanpa basa basi.
Om Dedi tersenyum.
" Kalian ga usah kwatir, kami ( Pihak Kedutaan ) sudah menyiapkan nya jauh jauh hari, dan Siapa Nama nya Des?! tanya Om Dedi pada ku
" Jasmine Andreana Satrianto " jawabku
Om Dedi memanggil seseorang yang sedang duduk memperhatikan Laptop, tidak jauh kami duduk Saat ini. Dan memintanya bergabung duduk bersama kami.
" Tolong buka File Olimpiade Sains bulan Maret, ada ponakan Saya ternyata ! " ucap Om Dedi pada Assisten nya.
Assisten nya langsung mengerjakan tugas nya dengan cepat.
" Yang ini File nya Pak" assiten nya menghadapkan layar Laptopnya pada Om Dedi.
" Ga usah liatin ke saya, saya kan sudah periksa, kasih lihat pada mereka, biar mereka jelas " ucap om Dedi dengan suara nya yang tegas.
Assisten Om Dedi mulai memperlihatkan satu persatu File, mulai dari Visi Misi acara, agenda acara, nama peserta, fasilitas yang disiapkan, sponship, kontribusi dan lain sebagainya.
Erwin dan Willy lebih banyak bertanya, sedang aku, aku hanya cukup merasa Bahagia, saat ku lihat ada nama Jasmine anak ku, di dalam List peserta olimpiade itu.
Pertanyaan dari Erwin dan Willy sudah mewakili dan menjawab semua rasa takut ku.
" Gimana Bund! ada yang mau di tanya lagi Ga ?! tanya Willy pada ku.
aku menggelengkan kepala ku.
" Ayo cie, mumpung langsung dari sumber yang terpercaya " ucap Erwin
aku menggelengkan kepala ku lagi sambil tersenyum,
" Cukup Om! Makasih " Willy yang mengakhiri percakapan mengenai Jasmine ku.
" Acaranya di Australi, kami hanya memfasilitasi rombongan dari Indonesia, menyiapkan semua kebutuhan mereka selama disana, menjamin keamanannya, mengenai teknis acara lomba, itu pihak Panitia Des " Om Dedi menambah kan apa yang sudah di jelaskan oleh Assisten nya.
" Iya iya om " jawab ku dan Willy bersamaan.
" titip banget ya Om, bunda nya galau, nanti kalo Desi galau, boy ga kasih jatah Om " ucap Willy datar sambil menatap wajah ku.
aku tertawa dan memukul tangan Willy.
" Jatah apa ka Boy ? tanya Dea terkekeh
" Jatah harian lah! eehhh loe dah kaya yah sekarang, ga pernah minta transfer duit lagi ma gw, Sombong loe " ucap Willy sambil memeluk bahu Dea.
" Kangen gw De" ucap Willy
" Gw kagak " jawab Dea.
Dan mereka berdua tertawa. melepaskan rasa rindu, setelah hampir 2 Minggu tidak saling berjumpa.
Om Dedi pergi bersama Assisten nya, mobil patroli berlalu, dan berlalu juga hari ku.
Aku lebih tenang untuk masalah Jasmine ku. dan tiba lah di hari Jumat.
Jumat siang, chat wa sebelum pergi ke kantin.
GW
" Dad, sore jam 6 ketemu langsung di RS, ga usah jemput lama.
Daddy
" Gw jemput Bund! gw belom makan, Laper π.
GW
" Makan Dad, nanti tambah lemes "
Daddy
" Mual, nanti malah ga bisa kerja "
GW
" Ok, bikin nyaman dulu kalo gitu, Gw makan bareng Ocha, Laper, Dede bayi dah berontak minta makanπ
__ADS_1
Daddy
" Ok Bund! makan yang banyak bund, jangan sampe anak gw kurung gizi "
GW
πππππ. dan chat pun berakhir.
Aku tersenyum membaca chat dari Willy. setiap hari Willy hanya sarapan 5 sendok dan makan malam dengan porsi kecil, itu pun aku yang menyuapi nya. berat badan nya sudah turun 3 kilo, dan dia menghindari bertemu dengan Dimas atau berkumpul dengan sahabat sahabatnya.
" Si boy sakit Bund?! tanya Ocha pada saat kami mengantri makanan di kantin.
" masuk angin Cha! tiap malem gw kerokin" jawabku
" Udah Ke dokter Bund ?!
" udah Cha, dah General Check Up di Permata Hijau " jawab ku lalu memilih meja paling pojok untuk kami makan.
" Hasil nya Bund?!
" Semua Bagus, iss perhatian banget ma laki gw! tenang Cha, boy gw kasih makan kok, setorannya gede " ucap ku tertawa kecil melihat Rossa yang begitu perhatian pada sahabat.
Rossa tersenyum, " Sobat gw Bund, "
" Daddy nya anak anak gw Cha " ucap ku sambil mengelus perut ku.
porsi makan ku lebih banyak beberapa hari ini, camilan sore seperti banana split, atau pancake aku order dari cafe hotel untuk menikmati waktu sore ku di hotel.
Selesai makan, aku masih membakar rokok ku, hanya satu batang. aku memang belum bisa berhenti dari kebiasaan buruk ku, tapi aku mencoba mengurangi jumlah dan frekuensi nya.
" Tumben sebatang bund?! tanya Rossa
" kosongggg " aku meremas bungkus rokok ku, dan kami tertawa.
Jam 5 sore, Willy sudah berada di parkiran hotel, aku bergegas ke mobil nya.
" Gw yang bawa Dad " ku lihat wajah nya pucat
" Ga usah, ayo naek, gw Laper " jawab Willy dengan mode jutek nya.
" makan dimana?! tanya ku setelah masuk mobil dan melepas heels ku.
" Nasi goreng, gw pengen "
" Banget ga ?! aku menggoda nya
" Ngiler " jawab nya dengan acuh
Menikmati nasi goreng, tanpa keluar dari mobil, aku menyuapi Willy seperti biasanya. kali ini makan malam nya lebih banyak dari kemarin.
" Jeruk panas mau Dad ?!
" Ga Bund! es jeruk aja, seger kaya nya "
aku mengusap kening nya, berkeringat karna ada makanan yang masuk kali ini.
Es Jeruk datang, Willy menikmati nya sendiri.
" kok di abisin dad ?" tanya ku sedikit kesal
" di kira ga mau! lagi pesen nya cuma satu " ucap Willy.
Willy tertawa, " mau Bund?! "
" Kaga ah! nanti di suruh cium pantat kaya Angel "
Jawab ku sambil membanting pintu mobil dan mengembalikan piring dan gelas kosong.
Aku mendengar Willy tertawa terbahak bahak sendiri di dalam mobil.
#####
Di Rumah Sakit,
Dokter spesialis kandungan ku sedang melakukan tindakan operasi, aku dan banyak ibu ibu hamil harus menunggu dengan sangat sabar.
" No berapa sih Bund?! tanya Willy
" No 2 " jawab ku setelah di tensi oleh perawat, lalu cek berat badan.
" timbangan naek ga Bund ?! tanya Willy
" 2,5 kilo, gila yah dad??.gw gemuk ! ucap ku
" Kagak, mana ada gemuk, tambah sexy doang di pantat" ucap Willy sambil menahan tawa nya.
Pada saat kami menunggu dokter, aku melihat Haris, keluar dari ruangan praktek nya.
'" Bentar dad " aku meninggalkan Willy dan berjalan cepat lalu memanggil nya.
" Ris "
" Ehh..kaget gw! gw pikir siapa! ma siapa ?!
" Ma laki gw, Konsul boleh?! tanya ku mode merajuk
" Gw dokter anak, bukan dokter kandungan" jawab Haris sambil tertawa
" Bukan gw, laki gw tuh "
Haris tersenyum.
" Boleh boleh, Anto bilang laki loe masih anak anak, jadi gw masuk kategori gw lah " ucap Haris dan kami tertawa.
( Anto itu mantan suami ku, Haris adalah salah satu sahabat Anto, Haris mengetahui hubungan ku dengan Anto, dan hubungan Anto dengan Vinna, dan Baby Vinna Juga di handle oleh Haris ).
Aku memanggil Willy, Willy menghampiri kami, aku mengenalkan Willy pada Haris, dan sekarang Haris mengajak kami masuk ke ruangan praktek nya.
" Bacain lagi hasil lab laki gw Ris " aku memberikan hasil lab Willy
Haris membaca nya.
" Bagus Des! ga ada apa apa kok " Haris terus membaca nya.. " emang ga di jelasin ma Dokter nya ?! tanya Haris kemudian mengembalikan hasil lab nya pada ku.
" Di jelasiiin Hariiisss, cuma loe selalu bilang ma gw! cari second opinion, dan gw cari second opinion dari loe "
Haris tertawa...
__ADS_1
" keluhannya apa Will ?! tanya Haris.
Willy tertawa juga
" Malu gw dokt! "
Haris tertawa lagi, " Santai aja, gw ma Desi temen, anak anak desi gw yang pegang dari awal "
Willy tersenyum.
" Gw sering Mual, pengen muntah tapi ga bisa, gw lemes, males makan, kadang gw melow banget, dan gw sering Nge halu buat hal hal kecil yang gw pikir ga penting "
aku tersenyum.
" Loe sering marah?! " tanya Haris
" Dulu iya, tapi pas dah kawin, gw mulai kontrol ego gw lahh " jawab Willy dengan ketus
" loe ngerasain dari kapan bro ?
" ampir satu setengah bulan lah, awalnya gw pikir karna gw cape Banget, tapi halu gw, makin kuat kalo gw mikir gw pengen cepet-cepet punya anak, ya ga Bund ?! ucap Willy meminta dukungan dari ku.
" iya ris, apalagi pas gw sadar, gw telat mens, laki gw melowwww banget " aku tertawa.
" Ya udah nikmatin aja! hasil lab loe normal, mungkin loe yang ngidam bro "
" Gw laki...masa iya gw ngidam, gw ga suka kata kata itu, "
" ya loe ga suka juga, loe tetep bakal rasain, percuma loe lawan, semakin loe lawan, semakin sakit badan loe " jawab Haris dengan senyuman nyiyir nya.
" iya sih Dok! bener banget "
aku tersenyum lagi
" trus gw harus gimana nih?!"
" Berdamai dengan keadaan, pikiran loe terlalu keras, Pengan punya anak, dan rasa cinta loe kaya nya, gede banget nih buat temen gw " ucap Haris mengejek Willy
" Cinta gw gede buat bini gw, Dokt " Willy tersenyum memegang tangan ku.
" loe ada temen yang yang lagi hamil juga yah?! tanya Haris lagi.
" Iya 2 orang, sahabat Gw " jawab Willy.
" Simpatik berlebihan....udah ga apa apa, ntar juga ilang sendiri, yang penting Unek Unek loe dah keluar, dan itu Sugesti....inget, cuma sugesti, bukan penyakit "
kami tertawa, kemudian aku dan Willy pamit, kwatir antrian dokter kandungan terlewat.
###
Willy terus tertawa.
" Gw sayang Ama loe Bund, Maafin gw soal baby kita dulu, maafin gw sering marah ga jelas " ucap Willy ketika kami duduk menunggu dokter
aku tersenyum..." udah ga usah bahas lagi! jangan terlalu sensi ya Dad " ucap ku sambil menyatukan jari jari tangan kami.
Willy mencium punggung tangan ku yang sudah di satukan dengan jari jari nya.
Akhirnya pasien pertama keluar, perawat memanggil nama ku.
Aku dan Willy masuk ke Ruangan. satu orang perawat duduk manis di kursi ruangan ini.
Dokter Agnes tersenyum, dan aku menyapanya.
" Malem Dokter "
" Malem Bu, Gimana Bu ada keluhan apa ?
" ga Ada Dok?! sesuai chat saya kemarin, sampai hari ini semua baik baik aja.
" trus Gimana Dong ?! Dokter Agnes tertawa....
" USG Dok...." jawab ku dengan santai, sementara Willy masih ikut mendengarkan obrolan aku dan Dokter Agnes.
" Ya Udah, kita USG aja "
Dan akhir nya aku berbaring di ranjang, perawat membuka baju di sekitar perutku, menutup paha ku dengan selimut khas rumah sakit. Gel di oleskan di perut ku, dan dokter Anges mulai dengan keyboard nya.
" Desi Apa Bu?!
" Puspitasari " Jawab Willy sambil memegang tangan ku, dia duduk di samping ku.
" Ok Kita Mulai " dokter Anges mulai menggerakkan alat di perut ku.
" Lihat nya ke sana Pak, lebih Besar monitor nya " ucap Dokter Agnes ketika melihat Willy menghadap ke monitor kecil di dekat dokter Agnes.
Aku tersenyum ( laki gw amatir )
" Ini Yang di tunggu tunggu, bisa liat pak! Dia bergerak? " ucap Dokter
" Itu Dokt?! Kok Kecil sih Dokt? pertanyaan konyol dari willy , aku tertawa sambil mengeratkan tangan ku di genggaman Willy.
" Nanti juga gede Pak ! jawab Dokter
" Sehat Bayi Nya, Bergerak aktif " ucap dokter Agnes memutar alat semacam mouse di atas perut ku.
" Emmmhhh, eh ada lagi nih, Jadi 2 Yah, yang Satu ini, yang satu ini " ucap dokter.
" Kembar Dokt maksudnya?! tanya ku dan Willy.
" Iya " Jawab singkat sang Dokter.
" ok, selesai! bulan besok kita USG 4 Dimensi yah " ucap dokter agnes
" Kenapa ga sekarang aja Dokt?! tanya Willy
" Sayang, ini udah Cukup, bulan besok, bentuk nya lebih sempurna " jawab Dokter dan dokter meninggalkan aku, dia duduk di kursi awal nya.
Perawat membersihkan gel dari perut ku.
" Gw ga ada gen kembar " ucap ku
" Sama " jawab Willy...
" Gantiin yang kemaren kali Bund "
" iya ya Dad " dan Cup Willy mencium perut ku.
__ADS_1
Selanjutnya Willy mengkonsultasikan masalah aku yang merokok πππ. dan akhirnya keluar dari ruangan dengan hasil print USG dan satu resep yang harus kami beli segera.