
" Kita harus ke Rumah Hanny malem ini, Dad " ucap ku sambil membuka lemari pakaian.
" Ngapain Sih Bund, cape, dan dah malem juga kali ?
" Nemuin Si King Kong, kamar Sherly belom Dia Jampi Jampi tuh " jawab ku lalu memakai T-shirt rumahan.
" Emang Harus ?"
" Sugesti kali, Anak nya dah 3 x ngomong "
" Ya udah, tunggu bentar Bund, ambil dompet doang " ucap Willy lalu mulai mengikuti ku turun ke lantai 1.
Anak anak ku masih dengan Zona nyaman nya, Baca buku di sofa, rebahan, Chiki di samping nya.
" Bunda mo ke rumah Tante Hanny! mo ikut Ga ?! tanya ku pada 3 anak ku.
" Mauuuuuu " Jawab Jasmine dan Sherly kompak.
" Abang ga ikut ? " tanya Willy menarik tangan ku
" Aku Nyusul pake Sepeda, Dad"
" Dah malem sayang! Ga Boleh ! aku menunggu alam berdiri.
" Biar lah Bund! Anak Cowo Kok, lagi cuma ke situ Doang " protes Willy
" Bahaya Kali " Protes ku juga
" Ama Daddy Bang! kita sepedaan Aja, Ribet Bunda nya Abang ngomel mlulu 😛" ucap Willy lalu berjalan mengandeng bahu Alam ku.
aku nyinyir....
Aku berdua anak perempuan ku, Sherly duduk di samping ku, dan Jasmine dengan headset nya duduk di belakang.
Pintu pagar rumah Dimas Tertutup, Sherly ku menekan klakson mobil berulangkali. Pemilik rumah membuka kan pintu pagar dengan gaya malas malasan.
Sherly Sudah berlari masuk ke dalam rumah😛. aku turun bersama Jasmine, Sambil langsung mengandeng tangan OM Dimas.
" Sibuk banget ya om?!, Mobil aku gimana nasib nya "
" Minta benerin Ama Daddy loe! masa gw! " jawab Dimas sambil berjalan masuk ke dalam.
" Ga enak ngomong nya Om, ?! Jawab Jasmine Jujur
" Trus kalo Ama Gw Enak Gitu ?! " Dimas duduk di Sofa Depan.
" Ya udah, ga usah deh! besok aku bawa sendiri aja " Jasmine ku cemberut lalu pergi masuk menemui Hanny.
Aku duduk di depan Dimas. Senyum Dimas sudah sangat sulit di arti kan.
" Males Gw Ama loe " ucap ku lalu berdiri dan memilih masuk ke Dalam rumah.
" Bund! Ini enak..." Sherly memberikan sendok ice cream untuk ku, aku mencoba.
" Enak Han! Bikin ?! "
" Iya teh! Resep By Angelica Anatacya " Jawab nya lalu memberikan Mug
berisi Ice Cream untuk ku
Aku menerima nya dan mendekat ke dapur, Suara Alam dan Willy sudah terdengar bersama Dimas.
" Bang...Sini " teriak Hanny..
Alam ku masuk mendekati Hanny, Willy dan Dimas ikut masuk juga.
" Apaan Tan, Voucher Game Kah ?! tanya nya kemudian.
" Woy, Loe nanya apa Malak ?" Protes Dimas
Dan aku tertawa.... Wakakakakak.
Hanny tersenyum sambil mengusap kening alam yang berkeringat. " Mo cobain Ga?! Aku bikin Es Krim "
" Coba liat yang mana "
Hanny membuka toples toples dari freezer.
" Oreo, Tiramisu, yang ini Strawberry ".
" Emhh Oreo aja Tan " jawab nya.
__ADS_1
" Ka Willy, mo coba ga ?! tanya Hanny.
" Ga Han, Dia sakit Gigi " jawab Dimas asal.
Aku tertawa...
Hanny datang dengan mug berisi Ice Cream untuk Willly. Aku, Dimas dan Willy duduk di Sofa depan, menikmati ice cream, membakar rokok dan sesekali saling mengejek seperti biasa nya.
Sementara 3 anak ku dan Hanny di ruang keluarga.
Obrolan terhenti dan
" Aku ngantuk! kapan Uncle Mau berdoa di kamar aku "
ucap Sherly sambil hhuuuhhh menutup mulut nya karna mengantuk. duduk di pangkuan Dimas
Dimas tersenyum lebar.
" Emang malem ga tidur Di kamar Sherl?
kebangetan loe biarin anak sendiri di sofa !! Dimas seperti nya marah pada ku.
" Tidur lah, Tapi kamar Bunda " jawab Sherly dengan polos nya.
Dimas Tersenyum lagi
" beneran tidur di kamar Bund ?!
" Bener uncle "
" bagus kalo gitu " Dimas tersenyum manis padaku.
" Kapan Uncle ke rumah ?! tanya nya lagi..
" Malem Ini gw Bisa Sherl, cape banget, Minggu Deh " Jawab Dimas Datar.
Sumpah pengen marah dengernya.
" Masa Gitu Kong " Willy Protes keras
" Ya Udah " Jawab Sherly
" Bagus, sherly pinter banget Sih, Sayang ama om Dimas Yah ?! tanya Dimas dengan senyum kemenangan.
" Iya, aku sayang Ama Uncle "
" Aku tidur disini aja Ama uncle ma aunty juga " Jawab Sherly sudah dengan posisi rebahan di dada Dimas.
" Tidakkkkk " teriak Dimas
Aku tertawa.
" Anak Pintar! Malem ini Daddy anter baju sekolah Ade yah " Jawab Willy sambil memeluk bahu ku.
" Tidddddddaakkk " teriak Dimas Lagi.
Aku tertawa terbahak bahak. Jasmine, alam dan Hanny menghampiri kami di luar.
" Kenapa Sih Bund?! Geli Banget ketawa nya ? Tanya Jasmine
" Ade mau nginep sampe Minggu di sini Ka " jawab ku sambil terus tertawa.
" Seriusannn " tanya Jasmine
" Iya, Jas mau nginep disini Juga?! Tante Hanny kasian tuh ga ada temen nonton Oppa Oppa " tanya Willy dengan Senyum
" Tiddddaaakkkk " teriak Dimas ketika melihat Hanny dan Jasmine sudah berpelukan.
" Ga Apa Apa, gw percaya Ama loe, Besok gw kirim beras " ucap Willy dengan senyum kemenangan kali ini.
Aku terus tertawa....
Dimas menggendong Sherly.
" Biar om cape, om bakal berdoa malem ini, duduk disini, om telphone Ke om Heri dulu yah ?!
" Ngapain ?" tanya ku sambil tertawa.
" Kamar itu bekas Heri pake, Heri kan gondrong, setan aja takut Ama dia, kitttaaa buang aura negatif malem ini " ucap Dimas sambil tersenyum kecut pada ku.
" Jangan dulu tidur! " ucap Dimas sambil mengacak acak rambut Sherly.
__ADS_1
Menunggu Angel dan Heri datang. Aku dan Willy terus tertawa bersama Hanny.
Mobil Angel sudah terlihat....
" Jangan Turun, langsung ke rumah Sono " perintah Dimas sambil menggendong Sherly.
Akhir nya kami pulang dari rumah Hanny, sherly di bawa di mobil Dimas oleh Hanny. Sampai rumah ku, Dimas dan Heri bergerak cepat.
Dengan gaya komat Kamit Dimas dan Heri menyembur air di kamar Sherly lalu menyemprot kan pewangi ruangan di kamar ini. Alam memvideokan semua secara Detail. Sherly ku terlihat Bahagia. Aku, Hanny dan Angel tertawa-tawa.
" Beres Sherlllll....Ayo tidur " perintah Dimas pada sherly.
" Thank you uncle, Aku tenang tidur nya kalo begini " ucap Sherly.
Aku menemani sherly sampai anak ku bener benar tidur, ku cium pipi nya, dan menutup selimut sampai ke perut nya.
Alam dan Jasmine sudah masuk ke kamar, beristirahat dan siap dengan hari esok. aku periksa kamar mereka satu persatu lalu duduk bersama sahabat Sabahat di teras luar.
" Ini Ide nya Si Angel, Lih " Ucap Dimas ketika aku sudah duduk di sofa.
" enak aja! Bohong Bund, Dimas kok yang punya ide, aku cuma bumbuin doang " ucap Angel tertawa sambil menutup wajah nya.
" loe atur aja berdua, gw terima nasib doang " ucap ku sambil membakar rokok ku.
Mereka tertawa melihat aku , tersenyum miris.
" Des, makan angkringan Yuk" Ajak Heri...
" Ide Bagus, dah lama kita ga makan angkringan her, Kita Doang yah " aku ber high five dengan Heri.
" Ikkuuuttt " teriak kompak empat orang di sekitar ku.
dan akhirnya 3 mobil berangkat menuju warung angkringan. makan nasi kucing, sate kikil pedas dan gorengan.
lalu kami kembali ke rumah kami masing masing setelah perut kenyang dan hati senang tentu nya.
######
Di kamar ku
" Sini Dad, Peluk gw " ucap ku ketika Willy merebah kan badannya di samping ku.
Willy memeluk aku erat. " Thanks buat hari ini Bund, banyak tawa yang keluar saat loe ada di Deket gw "
" Heeemmhh sayang nya malam ini belom berakhir, Dad " ucap ku sambil menyentuh beliau yang masih tidur.
Willy tersenyum pada ku...
" Buka Bund " Willy berbisik di telinga ku
" Pastttiiii " aku tersenyum.
#####
Di rumah Hanny
" Becanda Aa terlalu deh " ucap Hanny sambil menyuapi Dimas Es krim.
" Yang Mana ?! " Tanya Dimas datar.
" Sherly ! "
Dimas tertawa,
" Ga apa apa Han, Kocak, anak nya keliatan seneng lagi gw sembur sembur kamar nya " Dimas tertawa
" Jahat, siap siap aja anak Aa' di becandain gitu ?! ucap Hanny
" Anak nya aja belom ada, siap siap nya nanti aja lah " Jawab Dimas asal
" Siap Siap deh A' " Hanny menyimpan mug di meja samping kasur nya.
" Serius?! Dimas membulatkan mata nya
" Hemmhh, tadi pagi nyoba tes pack A, garis dua tapi ga pekat " jawab Hanny
" Kenapa ga bilang?" tanya Dimas sambil mencium pipi Hanny.
" Belom yakin kan A, tadi Hanny bawa ke hotel, Angel bilang itu tanda nya positif " jawab Hanny.
" Besok pagi kita ke dokter ya Hann,
__ADS_1
" hhheemmhhh, semoga besok kabar baik ya A " ucap Hanny lalu berbaring di paha Dimas.
" Berdoa ya Han!!! Gw berharap banget " Dimas mengusap perut Hanny.