
" Bund...Bund " teriak Jasmine sambil berlari.
" Appaaaaa ka ?!" mata ku terus mengikuti lari nya Jasmine dari duduk ku di ruang keluarga.
" Baju " ucap nya sambil berlari terus masuk ke kamar nya.
" Ada Gwwwww Wooy " protes Dimas, karna diabaikan oleh Jasmine.
" Ntar Om! Gawat nih " teriak Jasmine .
kami masih berkumpul di ruang ini. Jasmine keluar dari kamar nya dengan wajah di tekuk.
" lupa nyuci " ucap ku ketus
" Maaafff, lupa ". Jasmine ku merajuk
" Baguuusss !!!
Jasmine menekuk lagi wajah nya, dia berjalan mencuci baju seragam nya sendiri.
" Tega bener loe Lih " Protes Dimas
" Dah Gede, Biar punya tanggung jawab " jawab ku.
" Emang ga di periksa Bund! protes Willy
" kemaren pas masuk ke kamar nya, baju nya emang masih ngegantung di Hanger " jawab ku.
" Trus ?! tanya Dimas
" Ya udah gw biarin! mo gw apain ?! aku balik bertanya pada Dimas.
" Cuci, atau loe suruh si bibi nyuci, Ribeeett idup loe " ucap Dimas sambil berjalan, seperti nya dia hendak membantu Jasmine ku.
" Gw belom berani A, kalo soal Jasmine dan Dimas " ucap Willy pada Erwin, Willy mengusap rambut ku.
Erwin hanya tersenyum, sedangkan gadis gadis ku seperti nya terlihat santai, tidak ingin ikut campur dengan perdebatan aku dan Dimas.
Erwin tersenyum tanda dia setuju. Aku dengar suara tawa dari Dimas dan Jasmine, dan suara tawa nya makin mendekat.
" Jangan cemberut bunda sayang ku, nanti jelek " cup Jasmine mencium pipi ku, lalu duduk di samping Dimas.
" ga lucu " ucap ku datar.
" Lucu kan om ?! tanya Jasmine pada Dimas.
" Lucu banget!!! gw aja pengen ngakak " ucap Dimas pada Jasmine.
" Tuh Bund, kata Om Dimas lucu " ucap Jasmine.
" kagakkkk, ya Dad?! " aku bertanya pada Willy.
" Iya Kagak ! " jawab Willy sambil tertawa.
" Ga asyiikkk " ucap Jasmine.
" Ga kangen ama aku Jas?! tanya Dea...
" Ngeri, duduk di situ, Tante Dea pindah sini aja, nanti aku peluk "
Aku tertawa....
Dea bergerak ke arah Jasmine ku dan mereka berpelukan, Jasmine ku mencium pipi Angel dan Hanny, tawa mereka renyah, seolah tanpa beban. Lalu Jasmine ku mencium punggung tangan Erwin. dan Erwin meminta nya untuk duduk disamping nya.
" Gimana Hasil nya Jas " tanya Erwin
" Positive Om, Kaya Tante Hanny " jawab Jasmine ku dengan Serius.
Aku membulatkan mataku, wajah ku sudah memerah seperti nya.
" Jasmine !!!!"
" What are you talking about ?!!"
" It's Not Funny "
Jasmine ku tertawa....
" Wait Bund...i have surprise "
Erwin tersenyum pada ku,
"not a bad thing for Jasmine, Des "
Jasmine ku kembali dengan amplop putih di tangan nya.
" I dedicated for my lovely Bunda " ucap nya sambil memberikan amplop itu pada ku. lalu dia duduk di bawah lantai, tangannya memeluk paha ku.
Aku membaca nya bersama Willy.
Senang, bahagia, bangga, sedih, takut jadi satu.
Aku memberikan nya pada Willy, Willy membaca nya lebih teliti, lalu mengusap rambut Jasmine ku, kertas itu berpindah tangan pada Erwin, lalu ke gadis gadis ku, Heri lalu ke Dimas dan Dimas melipat nya.
aku masih diam.
" Epic kan Dad ?! tanya Jasmine pada Willy.
" Epic banget, iam very proud of You, Jas " jawab Willy.
" Boleh kan Bund?! tanya Jasmine.
" No " jawab ku.
" Why?! tanya nya dengan cemas
" too far and too long, you cant "
" I can " protes Jasmine.
" Please no ka!! aku mengusap kepala nya. Jasmine tersenyum lalu pergi dan seperti nya menyelesaikan urusan baju sekolah nya.
Aku tersenyum bahkan sedikit tertawa. karna semua mata menusuk ke arah ku.
" Loe belom pada punya anak sendiri "!!!!
" Loe, ga tau rasa nya jadi gw "
" Jangan ngehukum gw kaya gini "
ucap ku bertubi tubi.
Willy memeluk Bahu ku.
" Tapi itu luar biasa Bund " ucap nya
" iya Luar biasa, tapi gw ga mau! jawab ku ketus.
" Kenapa Lih ?! tanya Dimas pada ku.
__ADS_1
" gw kalah kalo ngomong Ama loe! jadi kita ga usah bahas"
Dimas tertawa...." Payah "
" Apa yang Cie' takutin " tanya Erwin pada ku.
" Banyaaaakkk Bangetttt Aa' " jawab ku, Willy langsung mengengam tangan ku.
" Satu alasan ?! tanya Erwin
" Karna gw sayang A' " jawab ku dengan cepat.
" Gw emang belom punya anak, baru mau! tapi gw pastiin kalo anak gw dapet kesempatan itu, gw dukung " celoteh Dimas
" itu kan loe, bukan Gw...." ucap ku sadis.
Jasmine kembali bergabung dengan kami.
" Dah beres ka ?! tanya ku dengan senyum manis.
" udah dong! dah aku udah jemur, bentar lagi aku setrika " ucap nya dengan senyum manis.
" Gampang kan?! Ga ribet ! "
" Iya, cuma tinggal muter doang di mesin cuci "
Jawab Jasmine lalu duduk kembali di samping Dimas dan Hanny.
" Loe bawa ke rumah gw aja Jas! biar bibi gw yang urus baju loe, bibi itu gw yang bayar " ucap Dimas sambil mengusap rambut Jasmine.
" Boleh nya Sewottt " aku terkekeh.
" ga usah Bro, biar disini aja! " jawab Willy
" Laundry aja Jas, gw aja Ama Angel ke laundry kok, 7rebu sekilo " ucap Heri sambil tertawa.
" Iya iya bener Jas, wangi lagi" Angel menyetujui saran suaminya.
" Ide bagus Angel, loe ke laundry jas, tapi jangan yang 7 rebu kaya si heri, dia keluarga kurang mampu, ke launderre aja, Om loe ini kepala Cabang Showroom Mobil terkenal di Jakarta, gw pegang 2 cabang" ucap Dimas dengan sombong nya.
# Siaaall loe, ngehina gw, gw telpone bokap gw, tuh launderre besok pindah ke ruko gw" ucap Angel sambil tertawa dan melempar Dimas dengan bantal sofa ku.
# Canda nona Angel, gw lagi BT Ama si Malih nih! ucap Dimas
dan kami tertawa....
" Eemmmhhh enak nya Jadi seorang Jasmine " ucap ku sambil meminum kopi ku.
" Iyalah..."
" Jasmine tuh kesayangan gw "
ucap Dimas sungguh sungguh.
" Udah sih ih, malu Ama Om Erwin " protes Jasmine ku, dengan sangat lembut.
( seakan dia sudah melupakan, isi surat tadi, penolakan ku, dan Jasmine ku sangat cantik menutup kekecewaan hati nya )
" Udah cerita ama ayah ka?! tanya ku Jasmine
" Soal apa Bund ?! Jawab Jasmine.
" Soal Undangan dan Lomba itu ?!
" Belom Bund! dan Ga perlu juga kali, Aku pasti ikut kata kata bunda " ucap nya dengan senyum yang tulus.
" Sini peluk Bunda Sayang "
Jasmine datang dan kami berpelukan.
Jasmine ku mendapat undangan untuk mengikuti lomba Matematika di Australia,
selama 3 bulan Jasmine ku harus menetap di sana.
" Bunda bangga banget Ama Kaka, Kaka hebat " dan air mataku lepas dari kontrol ku.
" Jangan nangis, aku ga mau liat bunda sedih, please stop it bund " ucap nya sambil menatap wajah ku.
" Smile for me " pinta nya pada ku.
aku tersenyum , Jasmine duduk bersama Willy, aku menenangkan pikiran ku dengan membuat kopi, mereka melanjutkan obrolan obrolan nya dan aku kembali bergabung bersama mereka.
" itu tes nya kapan sih ka ?! tanya ku membuka obrolan.
" udah dari kelas 3 Bund, aku aja ga yakin kalo aku lulus " jawab Jasmine.
" Kalo gw sih dah yakin banget dari awal loe cerita, loe pasti Bisa" ucap Dimas.
" Masa sih om?! Se yakin apa Om ?! tanya Jasmine ku.
" Se yakin gw nikahin Hanny " ucap Dimas sambil memeluk bahu istrinya.
" Berapa kali tes, Jas ?! tanya Erwin
Jasmine ku berpikir sejenak...
" ada kali 10 x om, tes nya tiap akhir bulan "
" Anak Gw hebat yah, Dad ?! aku bertanya pada Willy, hati ku bangga sekali.
" Luar biasa, minta hadiah apa dari Daddy, Jas " tanya Willy
" Ga usah Dad, aku bersyukur dah punya semua nya "
Meleleh lagi aku🤣🤣🤣.
" Mau ikut Ka ?! tanya ku kemudian.
" Jujur pengen, tapi bunda ga usah kwatir, waktu aku ikut tes itu awalnya cuma pengen ngukur kemampuan aku doang, kalo aku akhirnya lulus, aku anggap itu Bonus "
Emmhh aku menarik nafas ku.
" Gimana Dad?!
" Ngobrol Ama Anto, tapi kalo gw sih Yes " ucap Willy.
" Gimana A?! aku tanya Erwin.
" Anak nya udah berusaha Cie', harus nya kita dukung Jasmine " jawab Erwin.
" Loe ga tanya gw ??? tanya Dimas.
" gw dah tau jawaban loe, jadi ga perlu gw tanya lagi "
" Gimana Her? aku bertanya pada Heri.
" kalo anak nya janji bisa jaga diri, gw kasih Des, Ada kebanggaan tersendiri, percaya Deh" ucap Heri sambil terus memetik gitar dengan suara pelan
Emmhh aku menyaring semua masukan dari sahabat sahabatku.
__ADS_1
" Sekolah Kaka di sini gimana ? tanya ku sambil berpikir.
" Aku sih anak akselerasi kali Bund " jawab nya dengan senyum kemenangan.
" Kok ga cerita...?! " protes ku
Jasmine ku tersenyum, " Email nya dah dikirim ke bunda kok, mungkin jadi spam, atau guru ku dah Wa, tapi belom bunda buka chat nya "
( aaarrgghhhh aku Bodoh!!!! )
" oohhh' gitu ?! aku pura pura santai.
" Emmhh kenapa harus pake Stay 3 bulan di sana sih ka?
" Udah ga usah banyak tanya, loe juga ga ijinin kan " protes Dimas pada ku.
" kok om Dimas gitu, Ama bunda aku, ntar aku sedih nih " Jasmine ku mengeluh
" Gw gemes Jassss" jawab Dimas.
Aku terkekeh.
" apa yang bikin bingung cie?
" Jauh A, lagi....
" Di ausy itu ada OM Dedi, Bund! lebih safety lah"
" Masa Sih Dad, ada Papih nya Dea!! Serius De?? tanya ku dengan Bahagia.
Dea tersenyum,
" Emang Ga tau cie?! tanya Erwin
" Ga A! Kerja gitu atau pengusaha sih?!! gw ga Tauuu " Jawab ku jujur.
Mereka tertawa,
" Papih aku di kedutaan ka Des " ucap Dea pelahan.
" Wwwaaaaawww " gw ga tau loh! Sueeeerr !!! Jawabku
" ga inget lagi di Bandung Bund?! Rumah Sakit Steril banget" Tanya Willy pada ku.
" Ohh " jawab ku sambil mengingat kejadian itu.
" Atau si Ferdi Ama Si Budi, dan banyak aparat gitu, pas kawinan loe kemaren " ucap Dimas.
" Oohh mereka itu ngawal Papih loe, gw pikir sengaja Dateng, kaget juga sih ada si Ferdi, soalnya gw cuma undang anak anak team gw Doang " jawab ku sambil terkekeh.
" Bokap loe hebat ya De!! loe bener anak nya " tanya ku dengan datar...( membayangkan sosok om Dedi yang terkesan kharismatik, dengan Dea yang seperti ini )
" Aaaaaaa " ucap Dea memukul mukul bahu Erwin..." Itu jaaahhhhaaaatttt " Erwin tersenyum dan memeluk bahu Dea. " becanda sayang, lagi labil "
semua tertawa. Willy mengacak acak rambut ku.
" Jadi Gimana nih ? tanya Hanny dan Angel kompak.
" kalo ragu jangan Bund " ucap Jasmine.
" Bunda harus ketemu Ama ayah Kaka dulu "
" Dan minta Daddy Ama Tante Dea bikin bunda ngerasa tenang, kalo Kaka disana bisa Aman " ucap ku serius.
" udah 50 % nih Lih ?! tanya Dimas.
" 55 % Kong, trus gw tambahin 5% lagi, karna semangat loe" ucap ku sambil tertawa.
" Tapi kok loe kayanya dah tau banyak sih Dari pada Gw " tanya ku pada Dimas penuh selidik.
" Kemaren mobil die kan masuk bengkel gw! gw geledah lah semua nya, surat nya ada dashboard, karna itu pake bahasa Inggris, dan gw ga paham, gw photoin, gw kirim ke bini gw " jawab Dimas dengan panjang nya.
" trus photo nya aku kasih liat ke Angel, teh! kata Angel, Angel bilang bakal telphone Dea, Papih nya ada disana " ucap Hanni.
" trus?! tanya ku
" Gw telphone Dea, gw share photonya ke dia " ucap Angel dengan senyum nya.
" Trus ?! tanya ku.
" Aku kasih liat ke Aa', Aa' seneng banget, jadi awal bulan Aa' bakal ketemu Papih, buat ngebahas Jasmine dan...( ucap Dea )
" Aa' mau nikah ma Dea Cie'. secepatnya, " ucap Erwin melanjutkan kata kata Dea..
" Wwwaaaawwwwww " ucap ku.
" Waaw buat apa Bund ?! tanya Angel
" Waw buat kerjasama loe pada, dan waaw juga buat niatan aErwin " ucap ku sambil tersenyum.
Jasmine memeluk aku. " Thanks buat 60 % bunda ". aku mengusap rambut nya.
" Ayo mau makan malem apa!!! aku lagi bahagia, malem malem kali ini, aku yang traktir " ucap Jasmine dengan semangat Milenial nya.
" Jangan pizza jas " ucap Dimas
" Tau, ga akan bikin kenyang kalo buat om Dimas " jawab Jasmine sambil tertawa.
" Jangan yang Jepang Jepang gitu " ucap Heri
" Iya paham, ga nyampe di lidah " jawab Jasmine
kami tertawa, Heri menarik tangan Jasmine dan mengusap rambutnya.
" Jangan sundaan lagi lah jas " ucap Hanny
" dah mual ya Han " ucap Angel sambil tertawa.
" Ribeeettttt nya mau makan doang " ucap ku.
" Ayo sana jalan, nyari makan ga pake lama " perintah ku pada Jasmine.
Akhirnya para gadis ku pergi membeli makan.
Aku, Willy, Dimas, Erwin dan Heri melanjutkan obrolan kami tentang Jasmine, malah kali ini lebih serius.
" Dua taun ke belakang ini luar biasa buat gw! masalah gw Ama Anto berat banget. sempet kepikiran bakal gangu konsentrasi nya belajar Jasmine, tapi dia hebat banget! ucap ku pada pria pria yang sedang aku ajak bicara.
" Aa' bangga banget, Jasmine anak nya ga cuma Pinter, tapi Smart " ucap Erwin.
" Yang bikin gw sayang itu, anak nya nurut! ga banyak tingkah " ucap Dimas
" nakal nya cuma sampe di rokok, tiap sore gw nongkrong di sekolah nya, cuma pengen liat dia gaul Ama siapa aja " ucap Heri.
" Mobil Dia, gw pakein GPS, dia ga tau, itu pake email Gw " ucap Dimas.
" Aa' bisa tau isi chat Hp dia, no Handphone nya dah Aa seting waktu di Bandung " ucap Erwin.
Mereka menjaga Jasmine ku dengan Baik.
__ADS_1