Desy Janda 3 Anak

Desy Janda 3 Anak
Tugas Akhir Bulan


__ADS_3

Sudah mendekati closing akhir bulan. Aku sangat sibuk di kantor, rencana menghadiri undangan Mr. Mansurian sudah di depan mata.


Hubungan ku dengan Mas Anto tidak berubah, tidak membaik atau pun memburuk, Aku berbicara hanya mengenai anak anak saja. Malam itu Mas Anto menuntut hak nya, untuk di layani di ranjang. Aku tak banyak bicara. Semenjak pertengkaran hari itu, aku sudah mulai tidak respect pada Mas Anto.


Kegiatan ranjang malam itu, hambar buat ku, walau Mas Anto mencumbu ku mati matian, tapi rasa nya aku tidak bisa menikmati nya, pada saat Mas Anto mulai merejang akan klimaks, Mas Anto menyebut nama fina..." fina, aku keluar finnnnnn...ehhhh" desah Mas Anto.


" Ya ampunnnm Mas Anto ",


aku kaget luar biasa. ku dorong tubuh Mas Anto. Mas Anto Juga Kaget saat itu.


" kamu kenapa sih? kamu dah ga mau ML ama aku " Mas Anto marah.


Aku langsung bangun, dan ku pakai piyama ku.


" Siapa fina...Siapa fina Mas?" tanya ku dengan marah.


" Fina siapa" ucap Mas Anto terbata bata tapi dia berusaha tenang.


" Kamu tadi sebut nama fina"...kata ku, memperjelas ucapkan ku tadi.


" kamu salah denger bund, aku bilang bunda, bukan fina" Mas Anto bersikukuh dengan ucapannya.


Tapi aku benar benar tidak percaya. tidak mungkin aku salah dengar. dia berbisik di kupingku, seperti yang sudah sudah biasa dia lakukan.


Malam itu aku betul betul tidak bisa tidur, aku buka laptop ku, aku buka FB ku, mengusir kegalauan ku sendiri. sedang kan Mas Anto sudah tidur lelap.


Pagi ini di meja makan, aku menceritakan tanggal keberangkatan ku ke Malaysia. hanya 2 hari. karna acara grand opening hotel Mr. Mansorian, di adakan malam jam 7. jadi besok pagi nya sudah pulang ke Jakarta.


Hari keberangkatan ku tiba, Aku, Willy dan Irfan, kami mewakili Hotel kami menghadiri pesta itu.


2 hari itu sangat lama bagiku, tidak ketemu anak anak, berat sekali untuk ku. Jadwal di Malaysia juga padat, tidak ada acara jalan jalan atau sekedar membeli oleh oleh.


Sampai Jakarta lagi, senang hati ku, Irfan sudah di jemput anak dan istri nya, sedangkan aku, aku harus pulang sendiri, karna aku kwatir apabila anak anak jemput, mereka kurang istirahat.


" Will, aku pulang naek taxi online saja" kata ku, ketika Willy menawarkan diri untuk mengantarkan ku.


Akhir nya aku dan Willy berpisah.

__ADS_1


" Hati hati bund, kabarin Gw begitu sampai ". kata Willy, sambil mencium pipi ku.


" Ok.... see you will. bye " kata ku.


Sampai rumah sudah tengah malam. anak anak sudah tidur, Mas Anto pun sudah tidur.


Aku masuk ke kamar anak anak, aku perhatikan anak anak ku yang sudah lelap tertidur. " Bunda sayang kamu nak... kamu lah yang bunda pertahankan selama ini" kata ku pelan.


Hari demi hari, hubungan dengan Mas Anto, hanya betul betul sekitar urusan anak, dan kepuasan ranjang Mas Anto saja.


Pagi dimeja makan.


" Bund, aku ada study tour " ucap alam anak ku yang paling Ganteng.


" kemana sayang?" tanya ku.


" Ini surat nya", alam memberikan selembar surat, isinya tanggal keberangkatan, lokasi tujuan, biaya, dan surat ijin yang harus di tanda tangan orang tua.


" Ok, ganteng, sore ini bunda siapin uangnya" ucap ku.


" Tanda tangan di sini Mas"!, kata ku.


" Ok, aku tanda tangan, ga berguna"...kata ku pelan.


Malam pulang kerja, aku memberikan uang untuk study tour alam... " Ini uang nya sayang, ini surat ijin nya". ucap ku pada Alam.


Di ruang keluarga...hanya ada tawa anak anak saja. tidak ada obrolan antara aku Mas Anto.


Mas Anto juga sibuk dengan Handphone nya.


" ka..ayah pergi dulu yah, bunda kan udah pulang, ayah ada janji dengan teman ayah". ucap Mas Anto pada Jasmine.


Aku paham maksudnya...aku paham, dia ingin aku dengar, tapi dia tidak mau bicara pada ku.


Mas Anto keluar rumah,...seperti tergesa gesa, dan dia pergi.


Handphonenya tertinggal di meja..

__ADS_1


kik kuk kik kuk suara hp Mas Anto berbunyi.


" Bund...hp ayah ketinggalan" ucap Jasmine.


Jasmine mengambil hp nya, dan menerima panggilan telphone itu.


" Aneh deh bund" Jasmine mengoceh, nama fino, tapi yang halo cewe, Jasmine terlihat kesal


" Kalo pagi fina, kalo malem fino, ka..." Jawab ku bermaksud untuk becanda.


Jasmine diam, dan tidak lama dia ketawa.


" waaaahhhh bunda parah, maksudnya banci ya bund?". tanya Jasmine


Aku senyum...


" ayo tidur ka, dah malem..."


Jasmine naik ke kamar, aku masih di ruang ini. ada niat untuk membuka handphone Mas Anto. tapi tidak pernah aku melakukannya, bukannya hidup perlu privasi, dan aku menghargai itu.


sudah lah kataku. lebih baik minum kopi saja dan mulai membakar rokok. Aku buka handpone ku, emmhhh


kangen ama Dimas.


" Hai Dimm.." kata ku


" halloo Des" Dimas membalas sapaan ku


" Des, barusan gw ketemu Anto di sini, dia bilang ga? tanya Dimas


" Dimana Dim? aku balik tanya


" cafe reborn des, tapi ga lama sih...soalnya gw balik, dia datang. gw pikir ama loe " Jawab Dimas.


" oohhh gitu, iya tadi dia bilang mau jalan ama temen temennya nya". jawabku


Dan pembicaraan kita saat ini lebih ke target penjualan Dimas tahun ini. peluang keberhasilan target tercapai dan kendala kendala yang ada sekarang.

__ADS_1


Hari hari berikutnya masih seperti ini. tidak ada yang special.


__ADS_2