
Kalo orang lain punya istilah Malam Pengantin, Aku punya istilah Sendiri. " Siang Pengantin " aku tertawa sendiri, karna Willy suami ku sudah berhasil membawa aku masuk ke dalam cottage.
Benar yang Hanny bilang tadi, Willy membantu aku melepas sanggul dan Kebaya Putih ku. Cottage dengan 2 lantai, kamar ku ada di lantai 2, dengan Kasur King Size, Bathub, Minibar dan AC di kamar menjadi Fasilitas untuk kami bercinta menjadi lebih Nyaman.
Yah...aku dan Willy bukan pasangan yang baru mengenal istilah bercinta, Bahkan kami melakukan sebelum nya kami menikah. Dosa yang Indah, di tutup ceritanya hari ini.
Cuaca di Sentul cukup terik saat ini, untung lah AC bisa berkerja sama dengan kami.
" Udah ya Dad! Gw lemes!! ucap ku sambil menutup wajah ku dengan bantal. Willy menarik bantal nya dan tersenyum manis pada ku,
" Cape Banget ya Bund!"
" Banget!!! malem kan ga bisa tidur "
" Ya udah Tidur Bund, Thanks buat siang ini ", Willy menarik tubuh ku dan mengunci kaki ku dengan kaki nya.
" Nanti malem lagi ! "
" Ga janji! ini aja badan gw rasa dah remuk Dad " aku tenggelam ke dada Willy.
" Masa gitu Bund! kan malam pengantin " Willy mengusap punggung ku.
Aku tertawa " Ah Pengantin ga Pengantin, loe kan mau terus Dad, dan ga bisa sekali doang"
" Wahahahahaha....Eenak Bund " Willy mencium kening ku.
__ADS_1
" Kalo gitu bukan Enak, Doyan nama nya " aku memukul Dada nya. dan bangun dari rebahan ku.
Willy mengusap Bokong ku. aku merapihkan ikatan rambut ku. dan Willy duduk bersama ku saat ini, bersandar sedikit pada kepala kasur.
" Kado dari Mamih dah di buka Bund ?" tanya Willy pada ku.
" Udah! 1 Set perhiasan, mau liat ?! aku membalikan tubuh ku menghadap nya.
" udah liat Bund! beli bareng gw waktu hari Kamis, Pake yah "
" Gw ga biasa pake pake begitu an, terlalu glamor dan terkesan Berlebihan buat orang seperti gw "
Willy tertawa..." Simple banget sih Bund jadi cewe, cewe Laen bahkan nuntut hal hal seperti itu " ucap nya dengan tawa kecil.
" Itu kan cewe Laen, bukan Gw! aku tertawa.
" Iya lah, gw kan Nyonya pemilik rumah itu "
Willy mempererat pelukannya..." Iya nyonya di rumah kita, nyonya hotel ini, setengah nyonya hotel di Lembang, dan Full nyonya Di hati Gw " Jawab Willy
Aku tersenyum bahagia mendengar nya.
" Thanks ya Dad, buat cinta dan sayang loe, Dah ngelepas gw, dari status Janda Gw, Dah mau kawin Ama gw, dan kasih kehidupan yang lebih baik buat gw dan anak anak " ucap ku sungguh sungguh.
" Itu yang nama nya berlebihan, apa yang gw lakuin itu dah jadi kewajiban Gw Bund, dan loe layak dapet lebih dari itu " jawab Willy.
__ADS_1
" Bener boleh dapet lebih Dad?" otak ku mulai berpikir.
" Iya berhak banget, Mau apa Bund?! mau kita tinggal di Pondok Indah, atau di apartemen kaya Ocha dan Mitha ?
aku mengelus tangan Willy yang melingkar penuh di dada ku.
" Ga ga...bukan itu yang gw mau " ucap ku
" trus mau apa ?! tanya Willy sambil mencium leher ku
" Gw pengen ikut anak anak ladies time Dad, Gw bahagia bisa kumpul Ama gadis gadis gw " aku menundukkan kepala ku, dan bertumpu di tangan Willy.
" Recehhhhhh " Willy tertawa dan mengigit leher ku.
" Aaaaawwww " aku menjerit sexy saat ini.
" Gw siapin buat acara Ladies timenya, tapi itu ga gratis " Willy tertawa.
Udah kebaca banget!!!! aku mengusap lehernya. lalu mulai tengkurap dengan bantal yang menjadi tahanan dada ku.
Willy tertawa dan mengusap semua punggung ku, lalu badannya mulai mendekati bokong ku, duduk sedikit di belahan bokong ku.
" gw kalo dari belakang cepet Bund " ucap Willy sambil mencoba memasukkan.
" Ga yakin cepet Dad!!! tenaga loe lagi kuat kuat nya " jawab ku sambil tertawa.
__ADS_1
Willy tertawa dan merebahkan badan nya di punggung ku.
" Mari berladang di lubang nya, gimana pun cara nya, asal di lubang yang baik, itu Sah Untuk ku " aku bermonolog.