
Pagi ini, acara pernikahan Dea di mulai jam 9 pagi. aku sudah bersiap bersama gadis gadis ku, menggunakan kebaya brokat berwarna coklat, lengkap dengan sanggulan dan semua sudah diatur oleh Dea.
" Pake perhiasan dari Mamih lah Bund, gw dah bawain tuh" ucap Willy
" iya Bund, terkesan polos gitu " ucap Mitha
" gw ga suka " Jawab ku sambil menyemprotkan parfum
" Bukan masalah suka ga suka kali Bund, biar makin cantik " ucap Rossa
" ribet ya lih?! Tanya Dimas.
" Iya, kalo diciumnya ribet, loe tau sendiri, laki gw maenan leher " ucap ku santai
Willy Tertawa. " Suka Suka lah, ayo jalan, Mamih dah ngomel tuh "
Kami berjalan menuju Ball room, tamu tamu sudah mulai berdatangan, dan yang merepotkan kan adalah para petugas keamanan yang selalu hilir mudik.
Erwin dan Dea sudah duduk di kursi, kursi yang dibalut dengan bunga dan pita pita berwarna Gold dan putih susu.
" Liat Dad! Dea cantik Banget " ucap ku ketika duduk berkumpul di sisi kiri ruangan Ball room bersama gadis gadis ku.
" Cantikan loe Bund!" Jawab Willy
" Itu udah pasttiii Dad, semua orang tau " ucap ku dengan ketus.
" seriuuusss, masa gw bohong " jawab Willy
" haeeedeeuuuh udah deh! bukan jawaban itu yang gw mau " ucap ku lebih ketus pada Willy.
Acara inti segera di Mulai, calon pengantin, Om Dedi, Mamih Anna, Mr. Rian, para saksi dan petugas yang memandu pernikahan sudah Siap semua.
Blitz kamera terus bergantian, mengambil moments cantik penikahannya Dea Dan Erwin.
Acara berlangsung dengan lancar, dan akhirnya
cincin pernikahan sudah melingkar di jari Dea dan Erwin. Senyum manis terukir di bibir Dea Dan Erwin. Mereka sudah sah menjadi suami istri.
" Akhir nya Daaaadd, " aku meraih bahu Willy dan memeluk nya.
" Jangan Gini, nanti gw Mau " ucap Willy berbisik di telinga ku.
" Dddaaaaaadddd, plisssss dong" ucap ku sambil tertawa kecil dan menjauh dari tubuh Willy.
" Bund! sumpah, loe tuh indah banget!
Willy melingkarkan tangan nya di perut ku.
" Katanya jangan peluk peluk " protes ku
" biar aja lah! gw peluk bini gw! Willy memeluk aku erat, mengusap usap perut ku.
" Manda datang ga Dad?! tanya ku sambil menyimpan kepala di leher suami tercinta, obrolan santai pembunuh waktu.
" datang kayanya, kan kawinan sahabat nya! "
" Iya Sahabat Dea, mantan Loe "
" Mantan gw banyak yang datang nih Bund " ucap Willy sambil tertawa.
" Serius ?! ucap ku sambil menatap wajah Willy
" Seriuuusss " jawab Willy
" Berapa orang Dad ?! tanya ku dengan sedikit tawa.
" Ada 6 kayanya yang Dateng " jawab Willy terus tersenyum.
" Annjjrrriittt banyak bangeeeettt " aku terkekeh.
" Itu belom Banyak Bund! gw masih kalah Ama Felix, Felix kan ada group Wa mantan Cewe nya, gw belom se kakap itu "
aku tertawa terbahak bahak.
" Daddd serius "
" serius istri ku "
Dan percakapan kami terhenti karna Pengantin akan naik ke pelaminan, semua orang berdiri, mata kami mengikuti langkah kaki Dea dan Erwin, lalu Mamih Anna dan Om Dedi, terakhir Hanny dan Dimas yang ikut naik ke pelaminan dengan gaya yang bisa ku lihat terlihat asal asalan.
Tamu yang sudah hadir saat upacara pernikahan tadi, mulai menaiki pelaminan dan memberikan selamat kepada 6 orang yang berdiri di atas pelaminan.
" Kapan kita ke atas Bund?! tanya Rossa
" Nanti aja, nunggu Felix, Aryo Ama Louise datang, jadi kita ga mondar mandir " ucap ku
__ADS_1
" Iya bener Bund " ucap Sandri
" trus kita ngapain sekarang ?! tanya Rossa
" Makan, gw Laper! iya Ga Njie' "
" Bener Bund!!!! gemetar laperrrr " jawab Angel sambil tertawa.
Kami menikmati makanan yang sudah di siapkan khusus untuk keluarga kecil kami. lebih mengarah ke tepi kolam renang, karna Dea memikirkan kondisi aku dan Angel tentu nya.
Acara musik menemani acara kami, tamu tamu sudah mulai menikmati hidangan yang sudah di siap kan.
Petugas keamanan terus berlalu lalang, bunyi sirene datang dan pergi hampir sepuluh menit sekali.
" Kawinan anak Sultan Mith! " ucap ku sambil tersenyum.
" Iya Bund, Dea udah kawin, dah ketemu Ama jodoh nya, tinggal gw nih Bund! ucap Mitha.
" Jodoh proses nya kita ga pernah tau "
ucap ku.
" Jodoh gitu ya Bund! kita ga tau, pacaran Ama siapa, kawin Ama siapa " ucap Rossa.
" Hooh, model gw, gw kawin dah lebih dari 10 taun dan akhir nya pisah " ucap ku
" Iya Bund, model gw juga, gw pacaran ama Edo Ampe tahan 2 taun, eh kawinnya Ama Aa', begitu cepet proses nya " ucap Angel sambil menyandarkan kepala nya di bahu ku.
" pada Dewasa ya ngomong nya! tumben " ucap Sandri sambil tertawa.
dan kami tertawa bersama.
" iya ya Dewasa, biasa nya obrolan kita, ga mutu Banget " ucap Mitha.
" obrolan loe Mitha, bukan Kita " ucap Angel dan Vero secara kompak dan kami tertawa.
Obrolan kami terus berlanjut, Felix, Aryo, Dan si bule Louise sudah datang, mereka menggunakan kemeja Batik. terlihat tampan dan sedap di pandang mata.
" Yuk kita ke Dea " ucap ku memberi komando.
dan mereka langsung Bersiap.
Aku dan Willy berdiri terlebih dahulu, mengantri para undangan yang sudah terlebih dahulu mengantri untuk memberikan selamat.
Mengikuti alur antrian, Willy berada di belakang ku, seperti biasa, memeluk aku dan sesekali mencium leher ku yang tak terhalang rambut karna efek sanggul.
" Horne?" tanya willy
" Kaga, loe kali dad " ucap ku sedikit yakin karna sesuatu yang keras, mengganjal di kain kebaya ku.
" Hooh Bund!! ga kuat, ga kenceng "
" Norak "
" Biarin " ucap Willy terkekeh
" Ampun dah Gw"
Lalu Willy membantu aku menaiki 3 anak tangga. Aku tersenyum pada Om Dedi, bersalaman dan Om Dedi memeluk aku.
" Selamat ya Om " ucap ku.
" Terima kasih, Terus jagain Dea ya Des, Om Titip ke kamu ".
" Penjaga banyak kok Om! Ga usah Kwatir " jawab ku. lalu ku lihat om Dedi tersenyum.
dan beralihlah aku ke Mamih Anna.
" Peluk jangan Mih?! aku tertawa..
" Peluk Dong! Biar photo nya Keren " jawab Mamih Anna sambil tertawa. dan aku memeluk nya.
" Selamat Ya Mamih, Anak Gadis dah Nikah, Doain yang Laen Mih, biar cepet kaya Dea" ucap ku
" Ceoppeeetttt bunddd, Anntttttrrriiii " teriak gadis gadis ku. dan aku tertawa bersama Mamih.
" Aaaaaa.,...Selamat Ya!!! aku memeluk nya.
" Makasih 'cie, Aa' nikah nya Ama Bocah " ucap Erwin sambil memeluk bahu Dea.
" Bocah juga nanti bisa bikin bocah kok A" aku menepuk bahu nya kali ini. Erwin tertawa bersama Dea.
" Deaaaa... Selamat ya Sayang ku " ucap ku lalu memeluk dan mencium pipi nya.
" Makasih ya Ka!!! Doain Aku cepet hamil ya " ucap nya sambil mengusap perut ku.
__ADS_1
" Ceeeeppeeeetttt Bundddd " teriak gadis gadis ku lagi, Willy tertawa dan aku melambaikan tangan pada Gadis Gadis ku, terkesan Artis, karna di teriaki.
Lalu aku ke Hanny. " Gw peluk bentar doang ah, yang antri banyak tuh" ucap ku sambil tertawa dan Hanny tertawa.
" Skip ke Loe, yang antri panjang " ucap ku sambil meninju perut buncit Dimas.
" rese loe " Dimas tertawa.
Dan segera aku turun dari pelaminan, dengan penjagaan Suami ku untuk menuruni tangga.
Menunggu gadis gadis ku di atas pelaminan, Willy melingkarkan tangannya di pinggangku.
" Gw belom liat Jasmine dad!! kemana yah?!"
" Tadi gw liat ada Kok, Ama Vio atau Fika Sih nama nya, gw belom apal " ucap Willy.
" Yang setinggi Jasmine itu Vio, yang cubbi banget nama nya Fika "
" Berarti Vio Bund! "
" Okkk " ucap ku, lalu mengusap tangan nya.
" Bund, Mo tau Gladys ga ?! ucap Willy sambil sedikit tertawa.
" Gladys siapa ?! tanya ku
" Mantan gw " jawab nya dengan santai.
" Yang mana Dad ?"
" arah jam 10 "
" Asyiiikk ketemu mantan " aku menggodanya.
" Kalo dia nyamperin, gw kenalin " ucap Will
" Yakin Banget sih Dad?! aku mencibir
" Gw Yakin banget Bund !
" PD " ucap ku
" Harus lah "
dan aku tertawa.
Gadis Gadis ku sudah selesai turun semua. kami kembali ke meja kami.
Seperti yang sudah Willy ucapkan, wanita bernama Gladys, menghampiri Suami ku. seperti janjinya juga, Willy mengenalkan aku sebagai Istri nya. Bukan Hanya Gladys, tapi masih ada, Lusy, Nadia, dan entah 2 nama lagi yang aku sengaja tidak ingin mengingatkan nya.
" Cantik Cantik ya Dad ! ucap ku dengan jujur
" You most beautiful Bund "
" Really ?
" You see im lying ?
" May be ! I don't know "
" Please believe me, you are the one in my heart , Bund " jawab Willy.
Waktu terus berjalan, Willy banyak berbicara dengan Felix, Aryo dan Louise. Sementara aku lebih banyak duduk bersama Angel dan Heri. tugas Heri mengipasi aku dan Angel, seperti dayang, sedang aku dan Angel adalah ratu nya.
" pindah kantor loe Ngel" ucap ku
" Dah Tau Gw " ucap angel dengan senyumnya
" ayo lah, please Angel " ucap ku
" come on Bund " jawab Angel sambil menarik tangan ku dan Heri Suaminya.
####
" Cuma sebatang yah " ucap Heri sebelum kami memulai.
" iyyaaa Herrrr " ucap ku, ku bakar rokok dengan segera. Melepas heels ku.
" Gw dapet dari Aa sih Bund, se isep isep doang " ucap Angel lalu membakar rokok nya sendiri.
" gw kagak, boy ngehindar kalo lagi ngerokok "
ucap ku dengan kesal.
Setelah Selesai dengan 1 batang yang sangat nikmat, kami kembali bergabung dengan sahabat sahabat kami. Menikmati acara ini sampai dengan selesai
__ADS_1
######
Terima kasih sudah mengikuti novel pertama ku, mohon maaf untuk semua ketidak_sempurnaan. Terima kasih untuk semua like dan komentar nya.