
Aku lihat dari dapur, Binna sudah keluar dari kamar Jasmine. dan duduk di dekat kaka nya.
" Ayo Dimas ...gw kenalin yuk..aku menarik tangan Dimas dan mengenalkan Dimas pada Vnna dan Darwis.
" Jadi gimana? Tanya Darwis
" Ya udah gw anter Des...ucap Dimas.
" Ya udah, Gw ngomong ama anak anak dulu" ucap ku pada Dimas.
Aku panggil anak anak ku. aku ceritakan kalo aku harus ke Bandung siang ini juga.
" Kita di rumah aja bund" ucap Jasmine
" Iya...ama Om Heri aja bund....biar enak ngepush nya.(maen game, buat alam...bahasanya Ngepush )
" Tapi jajan beli es cream ya bund", pinta s?Sherly.
" Her...gw titip bocah lagi yah" ..kata ku pada Heri.
3 mobil menuju Bandung.
Aku berdua Dimas di mobil Dimas.
Di perjalanan.
" Dim....ga nyangka yah...semua bakal kaya gini" kata ku sambil menyalakan rokok ku.
gw pikir,,,,,cobaan rumah tangga gw, cuma sebatas ekonomi doang...ternyata lebih dari perkiraan gw"
" Emmhhh udah lah....life is never flat Des..." Dimas tersenyum pada ku.
" Kita ke bandung ke rumah Mas Soni? tanya Dimas.
" Iya, Dim...gw ga mau kaka nya vina berlaku berlebihan ke Mas Anto"
" Loe pikir kelakuan anto ga berlebihan Des?! tanya dimas pada ku dengan nada tegas.
" Jangan selalu belain si Anto, Des....dia itu jadi mahluk yang lemah. karna loe selalu jadi pahlawan buat dia".
" Dia tuhhh keenakan banget jadi laki...ga mau mikir soal nyari duit...makan tinggal makan, mau jalan ada mobil, motor di motorin, bensin di bensinin, pulsa tlp di isiin, mau bercinta tinggal bercinta....anjiing enak banget jadi dia" ucap Dimas menggebu-gebu.
" huhuhuhuhu...loe jahat Dimas" aku menangis.
__ADS_1
" Lohhh kok gw jahat....gw dah bilang ini dari dulu Des...dari dulu, loe selalu menutup diri" kata Dimas.
" udahlah...ngapain nangisin laki model gitu Des.." kata dimas kemudian.
Keluar tol Bandung, mobil Dimas di hadang patroli jalan. 1 orang polisi, langsung menghampiri Dimas, menanyakan akan kemana tujuan di Bandung.
" Saya pandu sampai tempat tujuan pak " kata polisi itu.
" keren banget si Anto. kita di kawal nih Des" Dimas tersenyum sinis.
Kalanan Bandung yg macet, karna hari minggu. bikin jalan cuma one way doang. tapi karna kaka nya vinna, kita bisa sampe ke rumah Mas Soni dalam waktu 15 menit.
Sampai rumah Mas Soni.
Darwis langsung keluar dari mobil, seakan dia tidak sabar ketemu mas anto atau keluarga nya.
aku pencet bell rumah nya. dan Mas Soni sendiri yanh membuka pintu pagar.
" Des....ada apa?! tanya mas soni dengan kwatir. " ayo masuk Des "
Akhirnya, Aku, Dimas dan Darwis masuk ke dalam rumah.
" Nyari Anto yah..kata Mas Soni. tuh baru pulang kerja dia...ada di kamar atas". kata mas soni sambil mempersilahkan Aku, Dimas dan Darwis duduk.
" Baru dapet 10 hari, dah rasa mau mati, ngeluh mlulu tiap hari. ampe bosen denger nya " kata Mas Soni.
" Oh iya Mas, ini ada temennya Mas Anto. pengen ketemu Mas Anto " Kata ku.
" ohhh bentar Mas panggil yah" .kata Mas Soni.
" Mas Soni....boleh aku masuk ketemu Mas Anto....
" Masuk lah Des...kamu ini kaya ke rumah siapa aja...aku ini kakak mu " kata Mas Soni.
akhir nya aku masuk ke lantai atas....
aku ketuk pintu...
ga ada sautan dari dalam
" Buka aja des, paling lagi tidur....teriak Mba Tato, istri Mas Soni.
Aku buka pintu kamar pelahan, ku lihat Mas Anto tertidur, sambil memeluk 1 lembar poster. Aku dekati Mas Anto, Dia masih belom sadar kalo aku ada di sampingnya.
__ADS_1
Aku lihat poster itu pelan pelan...photo Jasmine dan aku, (photo itu waktu acara olimpiade sains tingkat nasional) # menetes lah air mata ku.
Aku bangunkan Mas Anto pelan...Mas Mas Anto..kataku.
" Hhehhh Bund...Mas Anto kaget dengan kedatanganku. dia langsung duduk dan memeluk aku.
" Anak anak mana Bund...aku kangen banget " kata Mas Anto.
" Di rumah, ga ada yang ikut " jawab ku pelan.
Mas Anto memeluk aku...erat...sangat erat.
" Udah 2 bulan bund...maafin aku" Kata Mas Anto pelan.
ku lepas pelukan ini.
" kamu sehat Mas?! tanya ku sambil menepuk nepuk pipi Mas Anto.
" emmhhh it's not easy from me " Jawab Mas Anto.
Mas Anto berdiri, dan membuka jaket nya.
" Des....aku udah kerja des...aku jadi kurir online shop". Mas Anto menunjukan logo besar online shop nya itu.
#terharu aku liat Mas Anto, mau kerja gini. kenapa ga dari dulu mas...jeritku dalam hati.
" Bund..( mas anto mendekati ku )
" utang ku, nanti aku bayar ya..kasih aku waktu, aku gajian, aku pasti langsung transfer semua gaji ku ke kamu"
huhuhuhuh...aku nangis..air mata ini ga bisa aku tahan lagi.
" Bund..kok nangis sih", kata mas anto.
ku peluk Mas Anto...erat...erat sangat erat.
ku tumpahkan semua air mata ku.
(bohong kalo aku ga kangen ama Mas Anto. dia sudah nemenin aku hampir 17 tahun. bohong kalo aku ga bangga karna Mas Anto sekarang sudah kerja. #terlepas dari apapun itu pekerjaannya, bohong kalo aku bilang aku ga sayang ama Mas Anto, bohong kalo aku ga kecewa ama semua perbuatan dia)
" Mas...please ga usah bahas soal utang dan utang. aku udah anggap lunas. mobil itu, mobil kita mas, kamu juga berhak buat mobil itu, cuma aku ga suka ama cara kamu yang bohong itu aja Mas".
" ga bund, itu mobil kamu, rumah itu rumah kamu yang berjuang...kamu yang berusaha dari dulu buat semua kebutuhan keluarga kita" kata Mas Anto. dan ku lihat Mas Anto juga menangis. ( Mas...kenapa baru sekarang sadarnya Mas...aku menjerit dalam hati )
__ADS_1