Desy Janda 3 Anak

Desy Janda 3 Anak
Aku Menepati Janji


__ADS_3

Aku memanggil Dimas dan Willy, mereka berdiri di dinding pagar rumah sakit. Dengan mata ku yang basah, saat aku memanggil nya.


" Masuk Kong " ucap ku ketus pada Dimas, Willy mengikuti Dimas di belakang nya.


" Temuin dokter nya, Hanny nya Gw, udah siap tuh " ucap ku sambil meraih tangan Willy dan berdiri di samping suami ku.


" Serius Han ?! tanya Dimas lalu mendekati Hanny yang hanya diam saja.


aku mendekati Hanny Dan Dimas.


" Sesuai Janji Gw Han, Gw Tabok nih Mulut nya sahabat gw!! Dia emang nyebelin "


" Plok " aku tepuk mulut Dimas dengan sangat keras.


Aku lihat Hanny tersenyum malah sedikit tertawa.


" Oh loe gitu Ama gw! giliran gw yang bujukin, loe ga mau, mewek mewek, gilirannya si Malih loe mau " ucap Dimas dengan kesal


" Mau loe apa sih! bener yang Hanny bilang yah, loe nyebelin, kalo loe ngomong aja, biar gw yang nemuin dokter, terusin ngomel loe" ucap ku dengan kesal.


" idih marahan, gw kan cuma ngomong " protes Dimas


" Aa' emang gitu teh, tolong panggil dokter nya teh " ucap Hanny


" hheeeyyy jangan gitu dong nya hanny bunny, gw aja yang panggil yah, loe serius kan " tanya Dimas sambil tersenyum.


Hanny hanya mengangguk kan kepalanya. Dimas lebih mendekat pada Hanny dan mencium kening nya.


" Maafin gw ya Han! gw nyebelin "


Pintu ruangan di ketuk, dokter datang dengan perawat, memeriksa Kondisi Hanny dan sebelum dokter lebih memaksa nya, Hanny sudah angkat bicara.


" Saya siap Dokt " ucap Hanny


Dokter tanpa senyum dan Expresi datar langsung memerintahkan perawat membawa nya ke ruang operasi, surat penyataan sudah Dimas tanda tangan dan kami menunggu nya di luar operasi.


aku duduk di samping Willy, Willy terus mengusap bahu ku, aku tidak bicara dengan Dimas, lama bahkan lebih dari 10 menit.


" Maafin Gw Lih " ucap Dimas


" Jangan minta maaf ma gw " jawab ku ketus


" iya nanti gw minta maaf ma Hanny lih " ucap Dimas pelan.


" Apa susah nya sih, loe jaga omongan loe, loe tahan mulut mulut nya, Hanny lagi kesakitan loe.....ngomeeeellll terus " aku memukul bahu Dimas dengan gemas.


" Hanny masih Bocah, Dimassss " aku begitu kesal padanya.


" loe neken dia terlalu kuat, kalo kaya gitu " ucap ku lalu memukul Dimas lagi.


" Iya lih gw salah! gw emang begini "


" Loe Robah lah "


" Pasti " jawab Dimas


" Ga yakin gw " aku mencibir


" ih begitu banget ma gw, peluk gw lih "

__ADS_1


" Males gw, sakit pala gw "


" Sama gw apa lagi "


" Sini gw ketok "


Dan kami akhir Tertawa.


Aku memeluk bahu Dimas.


" Dimas sahabat ku "


" Hanny masih kecil Dimas, dia butuh loe buat bisa ngejalanin hari hari nya " ucapku pelahan.


Kemudian kami diam, diam dengan ucapan ucapan kami. Sudah hampir 2 Jam, menunggu di luar operasi, Dokter memanggil Dimas, tidak lama kemudian, Dimas keluar bersama dengan Hanny masih dengan kondisi berbaring lemah, di dorong menuju ruang perawatan tadi.


Aku tersenyum pada Hanny, dia membalas nya dengan lembut. Dimas dan Willy ikut membantu perawat mendorong kasur Hanny.


" Pindah kelas Deh Bro " ucap Willy begitu Hanny sudah di pindahkan ke ruangan.


" Ga usah Ka Willy " Jawab Hanny pelan


" Pindah ya Han " ucap Dimas sambil memegang tangan Hanny.


" Sust, minta pindah ruangan deh " ucap ku pada suster. Suster itu langsung berkoordinasi dengan bagian pendaftaran dan lainnnya.


Aku segera memeluknya,


" Udah liat bayi nya Han ? tanya ku sambil mengusap rambut nya.


" Udah Teh! Gendut banget kaya Aa " ucap Hanny sambil sedikit tertawa.


" Iya pasti, anak loe, mirip bapaknya, bapak nya dominan banget " ucap ku dengan tertawa sinis pada Dimas.


Kondisi Hanny sudah lebih segar, bayi nya belum bisa kami temui. Hanny sudah pindah ke ruangan yang lebih baik.


kami berempat di ruangan ini, aku tidur di sofa, sebetulnya Hanny dan Dimas meminta aku untuk pulang, tapi entahlah, aku merasa nyaman saat ini. rasa nya tidak tega meninggalkan Hanny berdua dengan Dimas saja.


Pagi pagi sekali, Angel dan Heri sudah datang, membawa sarapan untuk kami. kemudian Jasmine ku, begitu bersemangat sekali pagi ini.


" Ade bayi Ama siapa her?" tanya aku pada Heri


" Ama Wawa nya dong " ucap Heri dengan senyum nya.


" Tinggal ngecilin perut trus jadi ABG lagi ya 'njie " ucap Willy


" Iya lah pasti, gw dah kangen pake rok jeans gw " ucap Angel dengan tawanya.


" Trus mojok di kamar Sherly ma si heri, eh anakan lagi deh " ucap Dimas


" Annnnnjj**** ga ada ahlakkkk loe " protes Heri dan kami tertawa.


" Mulut loe kooonnnggg " ucap ku sambil tertawa.


" udah teh, Hanny sakit " ucap Hanny sambil menggigit bibir nya.


Jam 9 pagi, Bang Doni datang dengan senyum manis dan suaranya yang sangat khas sekali, menyapa kami di ruangan ini.


" adeeeee nya Aa udah punya anak!! " ucap Bang Doni sambil memeluk Hanny

__ADS_1


Hanny hanya tersenyum lalu seperti biasa, mengkerucutkan bibir nya, bermanja-manja dengan Kaka sepupu nya.


" Kasep apa geulis, Neng ?! tanya Bang Doni


" Kasep kos Uwa na " celetuk ku sambil terkekeh.


Bang Doni tertawa terbahak bahak.


" Bisssaaann Deuh " ucap Bang Doni


" Eweuh kapaur a" ucap Dimas sinis pada ku


" Puguh ge kitu " jawab Doni dan aku tertawa.


" borangan dim, ngomong 'na hungkul " ucap Bang Doni kemudian, kata kata itu tertuju padaku. ( Dalem banget ).


" Untung geulis 'nya " ucap Heri


" Jore mah si Ratih " ucap ku datar


Dimas dan Heri tertawa terbahak.


" ikut ketawa, Emang ngerti Dad ? tanya ku pada Willy


" Ngerti pas sebut nama Ratih! pasti banyak kutu nya " jawab Willy.


Aku, Dimas, dan Heri dan Bang Doni terus tertawa.


Tawa kami terhenti karna perawat datang membawa kereta dorong dan bayi Hanny.


" Siapa mau gendong ?" tanya perawat itu


" Saya " Bang Doni langsung menerima bayi Hanny.


kami mendekati Bang Doni yang terus mencium baby Hanny.


" loe banget Bro " ucap Willy


" Gw bapak nya " Jawab Dimas dengan Bangga.


Setelah itu datang kawan kawannya Dimas, aku, Willy, Heri, Angel pamit untuk pulang, sementara Jasmine disita oleh Hanny seperti biasa nya.


Bang Doni bertahan di rumah sakit, karna keluarga Hanny dari Bandung, akan segera tiba.


****


" Kapan kita ke dokter lagi Bund ?! tanya Willy


" Besok malem ya Dad, balik gawe yah " jawab ku lalu duduk manis di sofa.


Menikmati susu hangat di sore hari Minggu. menunggu Alam dan Sherly yang akan di antar ayah nya.


Suara teriakan Sherly menghentikan obrolan aku dan Willy. aku tersenyum dan dua anak ku berlari memeluk ku. Ayah nya sibuk dengan tas tas Sherly.


" kapan lahiran, Tante ?! tanya Anto lalu meletakkan tas di atas meja


" Minggu ini Om" jawab ku


" Dokter Agnes ?!

__ADS_1


" Iya, masih Ama dia " jawab ku.


" Ya udah, kabarin gw bro, biar anak anak gw bawa lagi " ucap Anto, lalu bersalaman dengan Willy dan pergi.


__ADS_2