
" Kita balik ke rumah sekarang, udah jam 2 pagi! besok pagi pagi kita urus administrasi " ucap Erwin memberikan perintah.
" Gw di sini aja A! " ucap Willy dengan mode hati tak menentu.
" Pulang ya Will, setidak nya kamu bisa istirahat sebentar, besok pagi kita bakal sibuk " jawab Erwin lalu memeluk bahu Willy dan sedikit menyeret langkah kaki Willy.
Perjalanan yang sangat panjang dan terasa lama, jalan tol lebih padat dari biasa nya, padahal ini sudah jam 2 pagi. Hening. mereka membakar rokok nya masing masing, menghilangkan rasa panik dan semua rasa yang sedang ada saat ini.
******
Di rumah Desi. Jam 02.35
Jasmine sedang menangis di pelukan Dimas.
" Ayahhhh " Teriak Jasmine begitu melihat Anto ayah nya datang.
" Bunda, Yah " ucap Jasmine kemudian
" Sabar ya Ka! ucap Anto juga meneteskan air matanya.
Lalu,
__ADS_1
" Daaaddd " ucap Jasmine, berpindah menghampiri Willy.
" Bunda ku, Dad " Jasmine memeluk Willy.
tak ada jawaban, Willy memeluk Jasmine dengan sangat erat. di peluk nya Jasmine lama, menangis bersama tanpa ada kata kata.
Semua orang memeluk Jasmine silih berganti, memberi semangat walau diri mereka sendiri juga sedih.
Handphone terus berdering, mereka sibuk dengan Handphone dan sedih nya.
Alvin datang bersama dengan Rio.
" Jangan nangis terus Jas, Idung loe dah kaya tomat gitu " ucap Alvin sambil terus memeluk Jasmine.
Angel, Mitha, Rossa, Hanny dan Sandri duduk di teras belakang, teras yang biasa di gunakan Desi untuk menghabiskan waktu nya bersama mereka.
Rumah Desi yang ramai, banyak mobil terparkir di luar pagar rumah Desi.
Heri, Erwin, dan Anto memilih di teras depan, berbicara sedikit tapi banyak membakar rokok rokok mereka.
Willy memilih berdiam diri di kamar nya, kamar yang diklaim menjadi " kamar kita ", oleh Willy dan Desi.
__ADS_1
rumah yang sudah di siapkan untuk keluarga nya, rumah yang akan diisi oleh Willy Desi, Jasmine, alam dan Sherly, semua sudah disiapkan dengan baik oleh Willy.
" Bund,...Gw bisa Gila Bund" Teriak Willy dengan menangis nya.
" Loe jahat Ama gw Bund!!! teriak Willy
Bayangan Desi menari nari di kamar ini, bagaimana Desi dengan sangat manja nya memanggil dirinya dengan panggilan " Dadd " yang terdengar sexy. Desi yang selalu bisa menjadi teman nya berdiskusi, Desi yang sangat ramah pada semua orang, Desi yang baik, Desi yang cantik dengan rambut di bawah bahu nya.
Desi yang sudah mewarnai hari hari nya lebih indah, dengan cerita cerita lucu versi nya, Desi yang selalu membuat nya tergila gila, Desi yang bisa membuat nya tersenyum sendiri, Desi yang semua indah menurut diri nya, desi yang sudah berhasil membuat nya candu akan aroma tubuh nya. Sekarang hanya ada rasa sedih, sedih belom bisa membahagiakan nya, menyesal akan sikap nya yang sering membuat marah hanya karna level cemburu nya yang tinggi...dan semua tentang Desi saat ini sedang menguasai hati dan pikiran nya.
#####
Jam 05.05
" Tok tok tok" ku ketuk pintu kaca mobil Dimas.
Dimas tertidur Di mobil nya.
" Tidur Mlulu" ucap ku dengan suara yang lebih keras.
aku lihat Dimas sedang berusaha membuka matanya yang sembab.
__ADS_1
" Loe "!!!!