
" Pasti nih ga bawa bubur nya! pasti abis! gaya nya mau beli ama gerobak nya! gerutu Dimas, sambil malas malasan dimas membuka pintu. aku hanya senyum melihat kelakuan dimas.
" Selamat Malam" suara ramah dari seorang perempuan.
" Eeehhh...malam juga" Jawab Dimas ( sepertinya dimas salah orang! karna bukan willy yang datang )
" Kamar nya Desi "
" Iya....betul, Silahkan masuk..."
" Desiiii....."
" Mamih Anna"
aku terkejut dengan kedatangan nya.
" Gimana kondisi Des?! tanya Mamih anna lalu mencium pipi kiri dan kanan ku.
" So Far So Good, Mih! jawab ku sambil merapihkan posisi rebahan ku.
Mamih Anna duduk di kursi di samping kasur ku.
Oh iya mih!! Ini Dimas, Mih!
Dimas memghampiri Mamih Anna.
Dimas...
Anna...saya Mamih nya Willy.
( Waaawww....)
Maaf tante! maksudnya saya, saya Senang bisa berkenalan dengan Tante, Mamih nya Willy. ucap Dimas ( Takjub dengan penampilan Mamih nya Willy )
Mamih anna tersenyum
( Receh mungkin pikir nya Mamih Anna )
setelah itu dimas pergi meninggalkan aku dan Mamih Anna berdua.
" Mamih kapan datang dari Bali?
" Baru sampe, Di jemput Dea tadi! "
" Mr, Rian mih ? "
" Di lobby, mungkin 1 jam lagi ke sini, sedang bicara dengan Teman nya Dea. Biasa lah urusan Laki Laki, Jadi Mamih duluan ke sini ".
" Oooooohhhh....jawab ku dan tersenyum ".
" Kamu gimana Des?! Mamih dengar dari willy ....
" Iya Mih. Maaf....aku menundukan wajah ku"
" Mamih yang harus nya minta maaf Des! dengan cara apa Mamih harus menghukum si boy itu?! Bilang ke mamih Des! Biar mamih yang hukum anak nakal itu dengan tangan mamih sendiri" ( kata kata nya begitu serius, Mamih Anna berbicara sambil memegang tangan ku )
" Udah lah Mih, ga semua nya salah di willy, aku yang ga bisa jaga diri sendiri Mih!
" Kamu benci pada Boy, Des?!"
Hehehehehe aku tertawa.
" Ga benci lah Mih, cuma Willy terlalu over cemburu nya! jadi nya kurang nyaman aja dengan hubungan seperti ini " Jawab ku jujur.
Mamih Anna tersenyum...
" Mamih paham sekali, Itu salah satu Derita kita menjadi Wanita Cantik"
...Aku tertawa mendengar Ucapan Mamih Anna." Sakit Mih!!!! Jangan ngajak ketawa dulu! aku menggigit bibir ku, bermaksud menghentikan tawa....
" Maaf...Maaf! Sakit ya Des?
" Iya Mih, Masih sakit sedikit "
" Mamih minta maaf ya Des! Willy sudah cerita semua ke Mamih, Suara nya begitu frustasi waktu telpone tadi sore "
" Childish banget kan Mih?!"
" Ya begitulah!!! " Cinta mengalahkan Logika! jawab Mamih Anna.
Pintu terbuka dari luar...
"Mamih"....willy langsung menghampiri Mamih Anna, memcium dan memeluk nya.
" Menangis bukan cara menyelesaikan masalah"
Mamih Anna melepaskan pelukan Willy, dan mengusap air mata anak kesayangannya.
" Iya Mih! thanks dah dateng, aku susah Mih, dengan situasi kaya gini" jawab willy.
Willy mengatur napas nya!
" pesenan loe Kong, makan deh"
__ADS_1
willy memutari kasur pasien, mengambil 1 Box berisi Bubur.
" Makan ya bund! Bubur nya masih anget! willy membuka satu box bubur untuk ku, " Gw Suapin aja yah bund!
" Ga usah, masih makan sendiri! thanks" ...jawab ku. dan mengambil box bubur dari willy.
" Tan...makan yuks!!! laper nih, dari siang belom makan....Dimas membuka plastik.
" Silahkan makan lah. Jaga kesehatan...Calon pengantin ga boleh sakit...Mamih Anna mendekat ke sofa dan duduk bersama Dimas.
" ohok ohok ohok...Dimas tersedak...
" Ah bisa Aja Tante! ampe Grogi nih! ucap dimas lalu membuka botol air minum.
Willy merebut sendok dan box bubur ku,
" Gw bisa makan sendiri Will "
Please bund! i beg you...
( Muka nya begitu memelas )
" Please bund!
( Ga tega liat nya. Willy begitu memohon. bukan cuma dari kata katanya, tapi bahasa tubuh nya menunjukan hal yang sama )
Mamih Anna yang mendegar permohonan anak nya itu, langsung mendekati Ranjang ku.
" Mamih yang Suapin ya Des"
" Ga usah.....ga usah Mih, Biar Willy aja yang suapin aku. Bener Mih! aku menolak tawaran mamih anna
" Ayo Boy! Mulai suapin! nanti bubur nya dingin ga enak! "
" Eh iya mih!
Willy mulai menyuapi aku...mata nya mulai mencoba manatap wajah ku.
" Enak bubur nya bund! tanya willy
" Kagak biasa aja" jawab ku
Awwwwwww awwwwww
Denger nya aja gw sakitttttttttt bro! Pengen Lari dari kenyataan tapi ga Bisa...Dimas menggoda Willy.
Willy tidak seolah tidak mendengar ocehan ocahan Willy, dia terus mencoba membujuk setiap suapan demi suapan sendok nya.
" Udah Will Cukup...Thanks" kata ku.
aku tidak menjawab nya..
" Ok ok...iya iya...makan bubur nya dah selesai.
willy tersenyum dan merapihkan nya.
( Sepertinya willy males berdebat dengan ku saat ini )
" Dim...puterin posisi kasur gw deh! gw pengen rebahan. aku mulai mengatur posisi bantal ku dengan satu tangan.
Ngek ngok ngek ngok...dimas memainkan putaran kasur rumah sakit, sehingga aku bangun, rebahan, tertidur, bangun lagi, rebahan lagi dan posisi tidur lagi.
Aku dan mamih anna tertawa...
" King kong ....Gw sakit, stop becandain Gw!"
Hahahahaha dimas ikut tertawa...
Hiburan tante.....biar ga sutressss...ucap dimas ke tante anna, sambil betul betul merapihkan posisi yang pas sesuai petunjuk dari ku.
Tok Tok Tok..pintu di ketuk. kali ini Willy yang membuka.
Mr Rian...( ucap ku dalam hati ) ada dea, dan erwin juga.
Willy memeluk Mr. Rian. dua pria tinggi putih itu lama berpelukan!
Mr. Rian mendekat kepada ku. aku merapihkan posisi rebahan ku. ( udah pasti di peluk nih, pikir ku sesaat.,PD banget kan Gw )
" Apa kabar Desi? How do you feel right now?!!"
Baik pak! ( aku membalas pelukan Mr. Rian, )
" Saya mohon jangan tinggalkan Anak saya! Mamih nya akan mati, dan itu kehancuran untuk saya " ucap Mr. Rian dengan pelahan.
aku tersenyum pada nya! senyum ku mengatakan bahwa kekwatirannya tidak akan terjadi, setidaknya untuk saat ini,
" Really? ! " ucap Mr. rian
" Ya! "
" Thanks you so much "
jawab nya .
__ADS_1
Suara nya Mr. Rian Keras lagi seperti biasa nya.
" Dea. Mana Bunga nya" Ucap Mr. Rian.
Dea segera mendekati ku. Membawa beberapa buket bunga kecil.
" Special for You" ucap Mr. rian.
aku mencium bunga nya 3 bunga tulip berwarna Orange. Mr. Rian sudah berdiri di dekat Mamih Anna yang sedang duduk di sofa, Dea sudah duduk dan dimas sudah berkenalan dengan Mr. Rian.
Des! Kenapa hanya bunga Tulip yang Di cium? Mawar itu Mamih yang pilih loh! protes mamih anna.
Mau ga mau, aku mengambil bunga di meja mawar dari meja. Aku coba mencium nya ( Basa Basi banget kan ! )
" Ga wangi ya Bun?! Kecut yah! tanya Willy, ( padahal aku belom komentar sama sekali)
" Kecut kelakuannya Kaya anak nya Mamih Anna! Jawab ku asal untuk willy.
" Thanks Mih! Bunga nya Cantik, tapi lebih Cantik Bunga Tulip Mr. Rian. jawab Ku jujur.
Pilihan saya memang selalu Istimewa Des!!! ( Mr. rian menyombongkan Diri nya sendiri)
" Ntar Boy Beli Kebun Tulip nya Pih!!!
Willy merasa kalah dari Mr. Rian dan kami semua tertawa.
Dimas mendekatiku, memberitahu bahwa suster akan segera datang, melepas kateter ku. Tak begitu lama, suster yang Dimas maksud datang, " Di lepas ya bu, agak sakit sedikit, tahan ya bu! aku hanya senyum dan menarik napas panjang pada saat kateter itu di lepas. suster melakukannya dengan cepat, hanya memasukan tangan nya ke dalam selimut dan sudah terangkat kateter itu. sehingga tidak perlu meminta orang orang di kamar VVIP ini keluar ruangan.
" Gw yang minta ya Des! Bocah loe dah di jalan! " ucap Dimas dan kembali bergabung dengan yang lain di sofa ruang ini.
" Thanks ya Kong! Loe Juara!!! aku merapihkan selimut lagi.
" Iya...gw tau, Dimas emang juara, Gw pecundang" ucap willy yang duduk di sebelah Kasur ku.
Tanpa mengetuk pintu, Jasmine yang melihat aku terbaring di kasur pasien langsung berlari, tanpa menghiraukan orang orang yang ada di ruang ini.
"Bunda......" Jasmine menangis dan memeluk aku!
" Apa yang sakit Bund?! tapi jangan sakit deh bund!!! aku ga mau liat bunda sakit gini" ....Jasmine begitu mengkwatirkan aku.
( Sementara itu Hanny dan heri sudah berkenalan dengan Mamih Anna dan Mr. Rian, ternyata Heri dan Angel juga ikut datang lagi, Angel memeluk Mamih Anna dengan erat, cemburu juga sih liat kedekatan mereka😒)
" Bunda nya ga sakit ka! Kecapean Doang! Besok juga bunda Pulang kok" jawab ku sambil senyum memberikan kepastian kondisi ku baik baik saja pada Jasmine anak Gadis ku.
" Hp bunda kok ga aktif! aku telpone berkali kali loh! protes Jasmine! ga tau apa aku takut banget pas tante hanny bilang bunda di rawat disini"
" Hp yah!!! Hp Gw mana Willl..Kong Hp gw mana?!
" Ga ada di gw" jawab Dimas
" Di Mobil kali bund...gw ga kepikiran HP bunda dari tadi" Jawab Willy.
" Ka. ayo kenalan dulu, itu ada Mamih ama Papih nya Om Willy. aku mendorong kecil tubuh jasmine, agar mau bangun dari kasur ku. Jasmine pun mendatangi Orang yang aku maksud.
" Bisa bisa nya hp gw loe ga pikirin will, jelas jelas gw terakhir di mobil loe...ucap ku pelahan. Willy duduk di kasur ku, " jangan galak galak bund! Jutek loe aja sexy banget buat gw" ucap willy sambil mencium kening ku.
melihat aku yang tidak menolak ciuman di kening, willy memeluk aku.
" Maafin gw bund! Semua salah gw!,"
aku membalas pelukan willy dengan satu tangan ku!
" Gw juga sorry ya Boy! Baby loe bernasib tragis di gw..ucap ku sangat pelan malah berbisik"
" Besok kita bikin lagi Bund! willy mencium leher ku"
Siaaaaallll...aku mendorong willy, dan willy tertawa tawa.
Melihat willy tertawa sendiri, yang lain terlihat kaget! apalagi Mamih Anna yang begitu cemas melihat Boy _nya sedih dari tadi.
" Makin Gila kamu Boy" Ucap Mamih Anna.
Hahahahahaha Willy tertawa dan memeluk Mamih nya. " Thanks ya Mih! Miiihhhhhh Gw laperrrrrr...ucap willy.
" Om Willy belom makan? tanya Jasmine
" Belom Jas! Tapi pas kamu dateng perut ku perih yah! Makan yuk, Om pesen yah ke cafe Bawah...
" Sokkkk perhatiiiaaannn loe...Banci koment Dimas.
" Oh iya de! Baju ganti desi mana? tanya Erwin
" Di angel A, jawab Dea.
" Iya ini! ( ..angel mendekat pada ku, Bund! cukup ga yah? tadi nyari baju kancing depan dapetnya malah baju tidur doang ucap Angel.
aku tersenyum, Thanks ya Ngel' simpen di lemari aja ngel buat besok aja. loe beli juga kan Ngel?! aku mengedipkan mata ku, menggoda Angel.
" Ya ampunnnn Bund!!!! sempet banget godain gw! "
" Jangan kaya gw ya Ngel, aku berkata dengan pelan. ( Angel langsung memeluk aku)
eemmmhhh bunda....gw ga tau harus ngomong apa! ucap Angel
__ADS_1
Udah ih..drama deh...aku melepas pelukan Angel.
Willy begitu semangat menyatap makanannya, hari sudah makin malam, mereka pun pamit karna harus beristirahat. kecuali aku dan willy. karna dimas harus mengantar Hanny dan Jasmine.