
Hari ini Willy tidak ke hotelnya, menemani aku pergi ke salah satu Mall, menggunakannya dress hitam longgar dan flat shoes.
Membeli beberapa baju tidur baru untuk di rumah sakit, dan pembalut melahirkan yang akan di gunakan nanti.
Mencari beberapa mainan untuk Sherly dan Alam dan meminta kasir untuk membungkus nya.
" Buat Sherly Ama Abang Alam Dad " ucap ku setelah Willy membayar nya.
" kurang ga Bund?!"
" Ga, ini cukup, buat simbolis aja, mereka dapet kado " ucap ku santai.
" Simbolis menjadi Kaka " Willy tertawa
" iya, karna semua perhatian nanti bakal tumpah ke baby yang baru lahir, rasa cemburu dari Kaka kakanya pasti ada dad "
" Gw ga pernah rasain itu, gw ga pernah berbagi, dan dari kecil gw yang ngejajah Dea " ucap Willy sambil tertawa.
" pantesan egois banget, manja banget lagi "
" Itu kan dulu Bund, sekarang gw lebih care Ama Dea, lebih perhatian, bahkan kayanya lebih sayang ma dia "
" Iya keliatan, Dad "
" Dea nya makin ke hari, makin nunjukin kalo dia dah gede, lebih pengertian ma sekitarnya "
" Emmhh bener bener dad " ucap ku dengan Serius.
Setelah itu aku dan Willy mampir ke ruko Angel, Angel, Heri dan baby nya sedang ada di toko lantai 1. Heri membukanya pintu mobil untuk ku, dia langsung mendekat begitu mobil kami terlihat oleh nya.
" ati ati " ucap Heri sambil meraih tangan ku.
Aku tersenyum " mobil ceper gini, susah bangun gw Her " dan kami tertawa.
" Haii Van " aku mengelus pipi ivvani yang sedang di gendong Angel, menggunakan bandana warna ungu.
Lalu Angel tersenyum dan mencium pipi ku.
" Dibawa jualan anak loe " ucap Willy sambil lalu mencium rambut baby Angel.
" Baru di anterin Boy, dari pagi gw baru ketemu lagi " ucap Angel sambil tertawa.
" enak banget " aku tertawa
" enak Bund, pagi pagi Susi dateng mandiin, trus di jemur di atas, trus di bawa ke rumah ke Susi, siang gini di anterin, nanti jam 1 di jemput lagi, balik balik sore jam 5 " cerita Angel
" Kalah dong " ucap Willy sinis
" Kalah gimana Boy ?" tanya Angel
" Kalah ma Mamih nya, Mamih nya dulu, paling cepet balik jam 3 pagi " ucap Willy sambil tertawa.
Angel tertawa sambil memukul bahu Willy.
" Anak Gaul ya Bro " ucap Heri terkekeh
" Paling Gaaauuooll diantara semua temen gw " Jawab Willy.
" Apa sih Boy ?" keluh Angel
" apa sih Mamih Angel " ucap Willy dan kami tertawa.
" Makan bakso yuk " ajak ku pada Angel
" Hayu buru Bund, gw juga rada Laper nih " ucap Angel lalu memberikan baby nya pada Willy.
Menikmati bakso bersama Angel, dengan es campur yang di serut.
" Besok Jam berapa Bund?" tanya Angel
" operasi jam 10, tapi jam 7 gw dah jalan dari rumah " jawab ku sambil mengaduk es campur.
" Pagi gw ke rumah deh Bund "
" Ngapain?! " aku tersenyum
" Anak anak gimana yang 2 "
" sekolah jam 6 kan di jemput pak Iyus "
" trus gw ngapaiiinnnn dong ? tanya Angel
" ya jagain baby loe lah, pake nanya lagi " aku tertawa.
" Ga ada kerjaan gw Bund! Ivan di handle Ama si Non semua nya, gw nyusuin doang " Angel tertawa sendiri.
" nyuci lah "
" laundry Bund, baju Ivan Aa' yang nyuci "
( wakakakakak aku tertawa mendengar nya )
" Setrika lah kaya Dea "
" Baju baju kecil gitu, lipet aja Bund " Jawab angel
" Masak ! " ucap ku
" Bagi bagi rezeki Ama warung nasi Bund! serakah bangettt idup gw " jawab Angel.
" aahhh loe paling bisa kalo ngomong, bilang aja loe males ngapa-ngapain "
" iya bener Bund " Angel tertawa
" Tiduran lah "
__ADS_1
" nah itu yang gw takut " jawab Angel
" Kenapa ?! " aku bertanya serius
" ihhh, Aa' kan dah Deket Deketin gw mlulu Bund " jawab Angel serius
" Ya bantuin Ama loe anggeeelll " ucap ku sambil tertawa.
" Udaaaaah Bund! cuma kayanya, ga puas gitu kali yah " ucap Angel
" Pasti lah...bakal beda rasa nya " jawab ku nyinyir.
" ngeri kalo tiduran, berduaan aja gw takut, makanya gw di bawah mlulu " ucap Angel tertawa.
" Heri kaget kali "
" Iya kali, di bawah aja, nyosor mlulu, ga peduli ada si puji, usaha mlulu Bund " keluh Angel dan aku tertawa.
Heri begitu, laki gw gimana yah?!🤔ðŸ¤ðŸ¤—.
*********
" Buat besok apa yang kurang Bund?" tanya Jasmine ku
" Udah semua sih ka "
" cek lagi Bund! " pinta Jasmine
" Udah sayang, ayo sana tidur, dah malem nih" ucap ku pada Jasmine
" Bunddddd, besok operasi nya baik baik aja kan?! tanya Jasmine dengan wajah cemas
" Kenapa ka?! "
" Aku mimpi buruk Bund, aku takut "
" Mimpi itu bunga tidur sayang " aku meraih tangan nya
" tapi takut " ucap Jasmine.
" Berdoa buat bunda ya "
" pasti "
" Ayo tidur !!!!
emmmhh Jasmine mencium pipi ku lalu pergi ke kamar nya.
######
Pagi ini aku ikut sarapan dengan anak anak ku, bahkan pagi ini sarapan kami adalah Nasi goreng Ala Daddy.
Menikmati sarapan plus memberikan pesan pesan panjang untuk tiga anak ku. Seperti biasa drama pagi hari dan selesai dengan mencium pipi tiga anak ku.
Berangkat menuju Rumah sakit, Willy terus mengusap perutku,
" Penasaran gw, anak nya Desi Puspitasari, model gimana sih?" ucap Willy lagi
" Mirip gw Ama Daddy nya lah " jawab ku ketus
" Pasti galak kaya bunda nya " ucap Willy
" Trus cerewet " Willy berkata sambil tertawa.
" Yang jelek jelek gw " protes ku
" Pasti lah" Jawab Willy lalu tertawa
Sampai di rumah sakit, langsung menuju UGD, dengan memberikan surat pengantar dari Dokter Agnes, perawat dan dokter UGD langsung bersiap.
Aku tidur di salah satu kasur di ruangan UGD ini, perawat memeriksa berat badan, suhu tubuh, tensi dan terakhir memasang infus di tangan.
Dokter ruangan meminta aku untuk beristirahat. Willy duduk di samping ku, satu tangan nya sibuk dengan hp nya, satu nya mengelus perut ku.
" Tidur ih mikir mlulu " ucap Willy mengusap kening ku yang berkerut.
aku tersenyum dan diam.
" Mau minum Bund?! tanya Willy
aku menggeleng kan kepala.
" Dad..."
" Heemmh"
" cium gw "
Willy tertawa.
" Takut yah?! tanya Willy lalu mencium pipi kanan ku
" Heemh, mulai takut " jawab ku jujur.
" Gw harus gimana Bund? tanya Willy dengan senyum nya
" Ga Tau " jawab ku
" Hhhuuu " Willy tertawa dan aku ikut tersenyum.
Diam lagi, Willy mengusap perut ku,
" Bunda takut Beib, ayo bikin bunda nya tenang sayang " ucap Willy dan aku tersenyum.
Tidak lama kemudian, Dokter Agnes tiba dengan perawat, " Pagi Bu, gimana dah Siap "
__ADS_1
" Siap Dokt" aku tersenyum
" Udah cek lab yah?" tanya dokter Agnes
" Udah Dokt " Willy yang Jawab
Dokter Agnes membaca File record ku lagi.
" Ikut saya sebentar Pak " Dokter Agnes meminta Wily ikut dengan nya.
Aku sendiri, hampir 20 menit, menyaksikan adegan adegan dramatis di ruang UGD yang tirai nya terbuka.
Willy datang bersama perawat.
" Siap kan Bund?! tanya Willy lalu mencium kening ku.
" Iya Dad"
Perawat datang lagi dengan kursi roda, hendak membawa aku ke ruang operasi.
Aku melepas anting dan Cincin kawin ku.
" Titip Dad, awas batu nya ilang tuh " ucap ku ketika duduk di kursi roda, menelusuri lorong rumah sakit. Willy menerima anting dan Cincin ku.
" yang anting ini Diamond Bund" tanya Willy begitu hati hati menyimpan anting dan cincinku kedalam dompet nya.
" Bukan batu biasa doang " aku terkekeh
" Kok Bagus sih?! tanya Willy
" Karna gw yang pake Dad" ucap ku datar
" Sudah Kuduga " jawab Willy dan aku tertawa
Masuk ke dalam ruangan operasi 😬. berganti pakaian di bantu oleh perawat perempuan, baju berwarna Biru telur asin polos dengan ikatan kain kecil di belakangnya. lampu ruangan yang sangat terang, mengingatkan aku akan kejadian 7 tahun lalu. saat operasi Sherly.
Dokter Agnes sedang berdiri berkumpul dengan dokter dan perawat lain, mereka sudah siap dengan pakaian operasi nya. seperti nya mereka berdiskusi kecil untuk proses operasi ini.
Mereka akhir nya berpencar, aku sudah duduk di atas kasur, ( sesuai petunjuk perawat wanita tadi )
" Pagi Bu Desi "
" Pagi Juga Dokter " aku membalas sapaannya dengan ramah
" Saya dokter anestesi, kita mulai ya Bu, ga ada alergi obat kan yah?! ucap dokter laki laki itu
" Kaya nya ga ada Dokt " jawab ku asal.
seorang perawat perempuan datang mendekati ku, " Miring Bu, tiduran "
" Ini sakit ya Bu " ucap Dokter
( Saya udah tau dokter, udah 3 x nih, tau sakit, bikin anak mlulu....aku memaki diriku dalam hati 😂🤔ðŸ¤)
" adddaawww " teriak ku.
Dokter sudah berhasil menyuntikkan obat bius pada ku.
" Tiduran biasa lagi Bu " ucap perawat nya.
Aku mulai merapikan posisi ku kembali. orang orang sudah mendekati ku. Lampu bulat besar diatas kepala ku, mulai di geser posisi nya dan menyala dengan sangat terang.
aku dengar suara dokter Agnes.
" Bu Desi, Kita mau mulai, silahkan berdoa "
( udah kali, dari tadi! aku menjawab sinis dalam hati )
" Bund..."
Suara yang aku sangat kenal, sekarang ada di samping ku.
aku tersenyum melihat Willy sudah dengan pakaian steril seperti ku.
" Ada gw kan ?! " ucap nya lagi.
Aku tersenyum lagi, ternyata Willy benar benar ikut bersama ku.
" Angkat kaki nya Bu " ucap dokter Agnes
" Berat Dokt, saya gerakin nih "
" Ok " jawab dokter Agnes.
Willy mengengam tangan kanan ku, selembar tirai berwarna biru, membatasi dari mulai perut buncit ku, menghalangi pemandangan ku saat ini, dan entah apa yang mereka lakukan pada ku.
Operasi dengan Bius lokal, aku masih terus tersadar, bahkan aku sedikit teriak aww, dan lagi lagi dokter meminta aku menggerakkan kaki ku.
Willy terus tersenyum pada ku,
" Look at me Bund "
aku mengkerucutan bibir ku.
" Bu Desi, gimana nih 3 dah operasi? " tanya dokter Agnes
" Masih takut aja sih Dokt " jawab ku
" Tapi lebih seneng dong, kali ini kan ada suaminya " ucap...( entah lah suara siapa itu, yang pasti aku menjawab )
" Iya, lebih nyaman aja "
Setelah pembicaraan itu, dokter melanjutkan pekerjaan nya. Willy terus memegang tangan ku, mengusap kening ku, atau sesekali mengusap wajah ku, atau berbisik " love you Bund "
" Ngantuk " ucap ku.
__ADS_1
Aku lihat Willy tersenyum.