Desy Janda 3 Anak

Desy Janda 3 Anak
Permintaan Maaf


__ADS_3

Teriakan gadis gadis ku sungguh luar biasa.


" Akhir nya " Hanny memelukku.


" Apa nih ?! " tanya ku dengan tawa kecil


" Tau ahhh " jawab Hanny sambil terus memeluk aku. aku mengusap rambut nya seperti biasa.


" Ganntiian Hann" protes angel dan segera memeluk aku


" Iam happy for you, bund " ucap Angel


" Thanks you Mamih Angel " aku tertawa.


Heri memeluk aku, " Janjian gini caranya "


" program yang baik Her " jawab ku sambil membalas pelukan nya.


" Baguuuusss loe yah!!! hamil ga bilang Ama gw " protes Dimas, lalu menyimpan plastik bawaan di atas meja


" ih loe Dateng Dateng ngomel, bukannya ngasih selamat Ama gw " protes ku dengan sengit


" Lagian loe gitu " Dimas menarik tangan ku.


" kembar lih ? tanya Dimas


" Iya kembar, peluk nya jangan kelamaan " protes Willy sambil menarik tangan ku.


aku tertawa dan duduk di samping suamiku.


" kok ga bilang bilang sih Bund?! gw tau dari Mamih "


" Ngapain bilang Ama loe 'njie, loe jahat ma gw " ucap Willy ketus


" Gw jahat apa sih Boy! loe dari kemaren Uring uringan mlulu, ga jelas, bikin BT " protes Angel.


" Ga dikasih kali ma bini nya " koment Dimas sambil tertawa.


" Emang Angel jahat kenapa ?! tanya ku dengan santai...


" Makan bubur ga nawarin ma gw bund!! gw cuma pengen dia nawarin gw, kaya Hanny, enak kedenger nya di kuping gw "


wakakakakakak kami tertawa.


" loe tuh mau boy?! muka Angel merah menahan tawa.


" gw ga mau bubur loe! gw cuma pengen di tawarin doang " jawab Willy berlindung di rambut ku.


kami tertawa, Dimas terbahak bahak. aku mengusap pipi Willy


" Jangan di ketawain, kasian laki gw " aku bicara dengan sedikit tawa.

__ADS_1


" Puas ngetawain gw !! " ucap Willy sambil merapihkan posisi duduk nya. kami masih tertawa tawa kecil sambil terus saling mengejek.


kemudian Heri membuka kotak martabak.


" Bro, loe mau ga! ini coklat, ini telor! gw nawarin loe nih, jangan sampe gw di bilang jahat juga "


" Her..her itu bau nya, kok bikin gw mual, yang coklat loe bawa pergi deh "


" Serius ka Willy ?! tanya Hanny


" Gw seriuuusss " suara nya tegas. Willy menahan mulut dengan tangan.


" Daadddd, are you Ok " aku menghadap kan wajah ku pada Willy.


" no...buang itu Bund,... " Willy menutup mata nya, merebahkan kepala nya di sandaran sofa.


Dimas membawa pergi martabak dengan tertawa " eh satu deh, ini enak padahal " aaamm Dimas mengunyah nya sambil terus tertawa.


" teh panas Des " saran Heri dengan tawa kecil.


" Teh yah Dad"


" Teh manis anget, ka Willy ?


" Es teh manis Ngie' Loe ya bikin gih " jawab Willy mata nya terus di tahan tertutup.


" gw aja yang bikin Dad!!


Angel tersenyum dan masuk ke dalam.


" Boy, buka mata loe, nih gw yang bikin "


Willy mulai membuka mata nya, dan menerima gelas dari Angel.


Aku, Dimas, Heri, Angel, dan Hanny tersenyum melihat Willy saat ini.


" Atur nafas nya Dad! ilangin pikirannya, lawan dad! " ucap ku dengan tenang.


Angel mengambil gelas kosong dari tangan Willy, Willy mulai mengatur nafas nya.


" Sorry, Njie' " ucap Willy.


" What wrong Boy " Angel menatap Willy


" Sorry, gw sering ngedumel, gw sering maki maki loe di hati gw, gw cuma kasian Ama Heri, loe terkesan sadis, kalo minta sesuatu ma laki loe, loe kelewatan " ucap Willy dengan datar.


" Oh My God Boy " Angel memeluk bahu Willy.


" Maaf ya Njie' " ucap Boy


" iya Gw maafin, gw juga maaf ya boy, sorry "

__ADS_1


"anjjiiirrrr drama Korea " koment Dimas lalu menepuk bahu Heri. " sana loe berpelukan bertiga, loe korban yang di sakiti, Si Willy jadi Jagoan, si Angel penjahat nya "


wakakakakak kami tertawa terbahak bahak.


Willy sudah tenang saat ini, dia terlihat tanpa beban setelah mengeluarkan apa yang rasakan nya. pengakuan dosa dan kesalahan, membuat kita lebih lega.


" Dah lega Dad! tanya ku


" Udah Dong ! kan udah Minta maaf, Angel dah maafin gw " jawab Willy dengan suara Bahagia nya.


" Martabak tadi enak ya Kong! tanya Willy pada Dimas


" loe mau ?! tanya Dimas


" Mau, enak kayanya "


" Bentar!!!


Dimas berlari dan datang Kembali dengan martabak nya.


" Aa' ambil dari mana itu ? tanya Hanny dengan cemas


" Tong sampah, tapi masih utuh kok, belom di acak Ama Curut "


aaaaarrgghhh kami menjerit sambil tertawa..


" Canda Hanny sayang! gw taro di mobil, sayang Masa di buang, Heri tadi beli nya mahal loh, saking mahal nya bon nya ga di buang " ucap Dimas sambil memakan martabak dan melambaikan struk pembelian martabak.


" Heri tuh ga gitu Kong, orang nya " ucap Willy sambil menikmati martabak coklat.


" iiihhh gw curiga, loe ngebelain si heri banget " ucap Dimas dengan tawa nya..


" Siaallll gw masih normal.


dan kami pun tertawa bersama lagi.


" Besok gw ke Bandung! jalan Yuks " ajak Will


" bolehhh...." Dimas menjawab dengan semangat 45


" Anak anak Bawa semua nya bund ! ucap Willy


" Gw ajak Mitha, Boy !


" Ajak lah, Vero Ama Juan gw ajak juga "


" liburan dong kita " tanya Hanny


" Liburan, Bini Gw Baru dapet transferan dari Mamih....kita abisin, ucap Willy sambil mencolek dagu ku.


" Hemmhhh besok gw kerja kalo gitu " ucap ku dengan memasang wajah memelas😭🤣

__ADS_1


__ADS_2