Desy Janda 3 Anak

Desy Janda 3 Anak
Suasana Di Sentul


__ADS_3

" Gila Rame banget Boy "


Aku, Rossa dan Rio bahkan terlihat kaget akan suasana di parkiran depan hotel Willy yang luas. Sudah banyak motor yang parkir dan beberapa orang yang sedang berdiri sendiri, atau berkelompok, mengobrol atau menuliskan sesuatu atau sedang memegang amplop coklat.


Kami bergegas menuju ruang interview. ada 2 ruang yang sudah di siapkan, team nya Angel dan team nya Dea, semua di bawah komando Juan dan Arif.


" Tarik meja Ke resto deh Rif! ucap Willy memberikan perintah agar membuka meja untuk aku, Rossa dan Rio meng interview para pelamar kerja.


Ku lihat Angel dan Mitha sudah sangat lelah saat ini, ada lebih dari 20 orang yang sudah berada di ruangan Angel. Hanny sesekali mengipas kan lembaran amplop coklat ke arah rambut nya. Sandri menikmati kopi can nya.


Aku dan Rossa berjalan mengikuti Willy ke ruang pribadi nya, Rio dan Arif mengikuti kami di berjalan di belakang ku.


" Rame banget boy! Arif mengeluh pada Willy.


" Lagi loe make acara walk in interview, Rio membalas ucapan Arif.


" Respon nya bagus! tinggal dimana kita bisa nyaring mereka aja. ucap Willy.


" Ayo lah Bund, Cha, bantuin kita, ucap Arif sambil membakar rokok nya.


Aku dan Rossa saling bertatapan...dan tertawa kecil.


Ya udah yuk Bund! kita bikin cepet versi kita ucap Rossa dan Di iyakan oleh aku dan Rio dengan segera.


Di pojok restoran, sudah Siap 3 meja untuk aku, Rio dan Rossa. Arif memanggil hampir 50 orang untuk memasuki venue restoran.


Kedatangan aku dan Rossa menarik perhatian orang orang yang sedang melamar pekerjaan saat ini. lalu kami duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh Arif, 1 meja dan 1 kursi yang nanti akan di duduki oleh para para pelamar kerja.


" Yo, Cha...only 5 Minute For 1 person, ucap ku.


" 7 menit...kalo menarik Bund! ucap Rossa.


" 10 menit buat orang special, ucap Rio..


" Tunggu atau minta kembali jam 3 sore kalo ada yang dapet nilai 8,5 ucap ku.


Riifff...Kita Siap, teriak Rio. dan mulai lah satu satu pelamar datang dan duduk di depan ku. aku sengaja mengeluarkan jam tangan dari Lucas, ku simpan di atas meja.( karna saat ini tangan kiri ku masih memakai jam tangan lama ku ) untuk memberikan pertanda waktu 5 menit, yang aku butuhkan untuk mewawancarai para pelamar kerja saat ini.


Ok..How Are you, tell me about yourself, ucap ku lalu membaca sekilas biodata yang sudah si pelamar berikan pada ku.


Begitu dan begitu terus yang aku lakukan pada saat pembicaraan dengan para pelamar kerja.


Sudah 1 jam dari kedatangan ku di sini, lebih dari 25 yang aku tangani sendiri. sesekali aku, Rio dan Rossa bercanda mengeluarkan joke joke pembangkit Mood. Willy sesekali datang menghampiri aku yang sedang meng interview para pelamar.


# Cape ya Bund! Willy mengusap kening ku dengan tangan nya..aku hanya senyum dan " Haauuuusss tau boy! masa ga ada soft drink gitu..protes ku. Willy tertawa dan langsung mengambil beberapa botol cola dan air mineral untuk aku, Rossa dan Rio.


2 jam berlalu, sudah jam 13.00 Sudah....


Arif meminta kami beristirahat terlebih dahulu. Ayo kita lunch dulu lah! ucap Arif , setelah kloter kesekian keluar dari ruangan resto.


####


Akhirnya kami makan siang dengan nasi kotak yang sudah di siapkan oleh Arif. Angel duduk merebahkan kepalanya di bahu ku. " Gw cape Bund! ucap nya. " Gw Kaga, 'Ngel' " jawab ku sambil mengusap rambut Angel, dan Angel tertawa.


" Bund! kok ga makan sih! Willy mendekat padaku dengan nasi kotak di tangan nya.


" Tadi dah makan cheese cake bareng Rossa..ucap ku sambil menikmati coffee can dingin.


" Makan dikit yah! berdua gw! Willy duduk di depan ku setelah menarik kursi lipat.


# Pepet terus boy! Mitha menepuk bahu Willy dan menarik kursi mendekat.


# Iya Mith! ga akan gw kasih kendor lah!!! Willy memberikan suapan sendok berisi nasi dan lauk nya ke mulut ku. Ayo A Bund! perintah Willy, dan aku segera mematikan rokok ku yang masih panjang.


Aku dan Willy menikmati makan siang dengan satu kotak bersama, Willy begitu memperlakukan aku dengan baik, ada beberapa pasang mata yang tentu nya tidak suka, yaitu Manda dan Dea. Bahkan di sela sela Willy menyuapkan makanan untuk ku, Manda sesekali mengajak Willy ngobrol, ya walaupun masalah nya tentang interview hari ini, tetep saya ini mengganggu aku dan Willy.

__ADS_1


" Loe tanya nya Ama Arif deh Mand, dia Ketua Tim nya! ucap Willy yang kali ini seperti nya sudah kesal sekali.


" Woyy apa adaan tuh..sebut sebut nama gw, ucap Arif.


" Bantuin Manda nih Rif...tuh Mand loe ke Arif sana, ucap Willy lalu menarik tangan ku keluar dari meeting room, dan berjalan ke arah ruang kerja pribadi Willy.


" Kita disini aja Bund! Willy membuka pintu ruangannya dan menutup nya kembali.


" Ga enak Ama yang Laen lah Boy ", Aku menyandarkan bokongku di meja kerja Willy.


" Tapi gw Enak enak aja tuh Bund! " Willy sudah berdiri di depan ku, lalu memeluk aku.


" Sorry! gw ga suka loe pake rok tadi! ucap Willy mendekap kan kepala ku di dada nya.


Buang rok nya ya Bund! ucap nya lagi, dan membuatku tertawa.


" Enak aja buang! beli nya mahal tuh " protes ku. Ya udah pake nya pas berdua gw aja! ucap Willy lalu mengelus leher ku, lalu mencium leher ku dengan sangat kuat. aku tertawa mendengar nya, Sudah sangat se - posesif itu lah seorang Willy sekarang ini.


" Udah Boy! aku mendorong tubuh Willy, yang sudah mulai gencar mencumbu ku saat ini.


" Sorry Bund! Willy tersenyum dan meraba saku depan celana Jeans nya...


" Kita bakar dulu rokok nya!! Biar ga mati gaya " Willy terkekeh dan duduk di samping ku.


Menikmati satu rokok berdua, dan ketukan pintu dari luar ...


" Sorry Bund! Kita dah mulai " ucap Arif dan Wait jawab ku singkat.


" Gw kerja lagi boy! Bos gw galak.." aku cium pipi Willy dan meninggalkan nya sendiri.


Rio, dan Rossa sudah duduk di kursi nya, tinggal aku yang masih berjalan menuju kursi ku. Aku bersiap dengan merapihkan mengikat rambut ku lebih ke atas, dan mengoles sedikit lotion di siku. sedikit menghilangkan bau asap rokok.


" Udah siap Bund! Arif sedikit teriak pada ku karna berada di ujung restoran. Aku mengangkat ibu jari ku...Sip Rip. dan melirik ke arah Rio, Ada yang cocok Yo? tanya ku...


Lanjut meng interiew para pelamar yang jumlah nya masih ratusan. aku terus memilih orang orang yang tepat untuk seleksi tahap 1. sudah bertambah 20 orang dalam hitungan jam berikut nya.


" Masih banyak boy! pindahin meja buat gw ke sini lah! ga kuat gw sesek napas gw! keluh Angel dan berdiri di samping meja ku saat ini.


" loe masih kuat ga 'Njie? tanya wiily yang mengekor di belakang Angel.


# " mending loe rehat dulu lah! " ucap Rio


# " Muka loe puncet, Angel !! Nada ku cemas melihat wajah Angel saat ini.


" Ga apa apa kok Bund! Gw belom mau rehat Yo! pindahin Meja gw aja..pinta Angel lagi.


Akhir nya 1 meja sudah siap di sebelah meja ku. Angel mulai mengantuk nafas nya. dan aku melanjutkan pekerjaan ku.


" Ternyata di sini lebih menyenangkan Bund suasana nya..ucap Angel di sela sela jeda waktu kami memanggil para pencari kerja.


" So Pasti lah! ada Ocha, Ada Rio, dan kita have fun ya ga Cha! ucap ku lalu menghitung jumlah orang yang aku sudah aku interview dengan memberikan coretan llll dan 4 aku beri tanda miring membentuk pagar. dikarenakan jumlah peserta walk interview akhir nya Willy membawa Meja di samping Angel. ikut meng interview para peserta.


Sesekali aku mencuri pandang dengan Willy, mendengarkan apa yang Willy tanyakan pada para pencari kerja itu, senyum tipis aku berikan untuk nya dan Willy selalu membalas nya.


Dan waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 jumlah peserta sudah makin sedikit, 10 menit lagi seperti nya cukup untuk hari ini.


aku memang sengaja memisahkan file file yang aku terima, membedakan antara yang lulus dan tidak lulus untuk seleksi tahap 1 versi ku.


" Clear Boy! teriak Arif...


( para peserta sudah semua di interview )


" Ok! jawab Willy pada Arif lalu berdiri dan mendekat ke meja ku.


" masih 2 seleksi lagi! muat ga yah waktu nya!

__ADS_1


" Planning loe ga Mateng Boy! Rio duduk di atas meja Rossa.


" Trus gw gimana dong?


" Kalo dari gw, Rio dan si bunda, kita dah minta orang orang yang kita buat nunggu sampe jam 3. ucap Rossa.


" Jadi kita ga akan kerja 2 x Boy! " Rossa melanjutkan kan kata kata Rio.


" Lagi hasil seleksi orang orang gw, gw pasti in nilai nya 8,5 boy! ucap ku.


" Trus Gimana?! tanya Arif..


" Saran gw! gw mo interview lagi orang orang hasil seleksi gw! kita dah dapet 40 orang. aku berdiri lalu merapihkan file file yang ok menurut ku, Rio dan Rossa. sementara Angel hanya menyimak.


" hasil orang ini, baru bisa ketemu loe atau si boy! Rio memberikan tumpukan file pada Arif.


" Gimana Boy!! tanya Arif


" Loe ketua tim nya! jawab Willy, Gw pasti ikutin loe Rif! ( Willy yang berdiri di dekat Arif, mendekat ke arah meja ku, mengambil dan meneliti Jam tangan yang tadi aku geletakan di meja ) " Punya Siapa Bund? tanya Willy dan Deg...( Lupa gw belom cerita Ama dia, pasti marah nih, bohong apa jujur aja! 10 detik berpikir ) " Ikut gw Bund! Willy sudah menarik tangan ku....


Willy menarik tangan ku, masuk ke ruangannya lagi, Setelah kami masuk, Willy menutup pintu nya dengan sangat kasar.


BRUUUGGGGGG.


Duduk Bund! suaranya cukup keras.


" Dari siapa ? tanya Willy saat aku duduk.


" Lucas " jawab ku santai.


" Loe bisa ya santai banget, bilang ini dari Lucas?"


" Trus gw harus gimana Boy? apa gw harus gugup pada saat gw bilang ini Lucas? atau gw harus jingkrak jingkrak pada saat gw bilang ini Lucas?! ( aku berdiri mendekati Willy )


" Gw bilang duduk Bund!! " Willy memegang tangan ku dan mendorong ku duduk di sofa.


" Gw ga mau duduk! ( aku bangun duduk ku )


" Loe emang ga pernah mau denger in gw Bund! Willy mendorong aku duduk lagi


" Loe kelewatan boy! gw ga suka ". aku mendorong perut Willy yang berada tepat di depan ku. ( aku berdiri dan berjalan ke arah pintu )


" loe yang lewatan Bund!" Willy menahan tangan ku.


" Gw?!". aku menunjuk muka ku sendiri.


Ga salah?! ( aku berusaha melepas kan tangan ku dari genggaman Willy )


" Jadi maksud loe?! gw yang kelewatan! ( Willy menyudutkan aku ke pintu )


" Iya, loe kelewatan boy! dan ini " SAKIT " aku menunjukan tangan ku yang masih di genggam oleh Willy.


" loe paling bisa bikin gw marah Bund! terlalu sulit kah buat loe bisa ngerti in gw Bund?! terlalu berat kah permintaan gw? kata kata itu keluar dari mulut Willy, wajah nya begitu merah.


" Kaya nya kita ...(


" Ok kita Break Bund! gw ikutin mau loe sekarang! Willy melepaskan tangan ku,


" Bukan itu maksud gw Boy! maksud gw kita harus tenangin diri kita dulu, loe di sini, gw keluar! nanti kita ketemu lagi, kalo loe atau gw dah ga Bad mood lagi ok! ucap ku sedikit panik.


" Ga usah lah! gw perlu tenangin diri dulu, gw dah tenang sekarang. ( Willy sudah duduk di kursi kerja nya ). Loe boleh pergi kalo loe mau...


( Anjrriiiiiittttt gw di usir )


aku membuka pintu, lalu keluar dan Bruugggg aku banting pintu ini.

__ADS_1


__ADS_2