Desy Janda 3 Anak

Desy Janda 3 Anak
4 bulan


__ADS_3

Sudah 7 minggu Mas Anto ga pulang. ga ketemu anak anak nya. Minggu ini Alam ada rencana main sepeda, karna mungkin ketularan Dimas yang hampir setiap minggu pagi mampir ke rumah buat numpang ngopi bareng temen temennya selesai mereka olah raga sepeda.


" om dimas, alam boleh ikut ga touring ga? " kata alam sambil duduk deket Dimas dan temen temen Dimas.


" wissss touring nih anak FF bahasanya...kata dimas ketawa. alam mau ikut, ?! ijin bunda dulu deh'...kata dimas


" Ha boleh..,nanti ngerepotin" protes ku dengan cepat.


" anak nya mau ikut kok des, loe ga percaya ama gw, Dimas sepertinya tidak suka dengan jawaban ku.


" ya udah ikut sana...janji ga ngerepotin yah"


" aku juga ikut...kata Jasmine dan Sherly kompak.


" ikut sana ama om dimas, biar dia tau rasa nya bawa 3 anak" ...hihijihiji syukurin emang enak ucap ku, menggoda Dimas.


Akhirnya anak anak ikut semua ama Dimas dan temannya.


Yeeeaahhhh bisa tidur siang nih, pikir ku.


baru 30 menit eh 1 jam deh aku rebahan sambil denger musik, bel rumah berbunyi.


emmhhh siapa ya?! siang siang gini gangu istrirahat aja.


Aku buka pintu, ada tamu rame banget.


yang aku kenal hanya Vinna, dan ada 5 orang laim bertubuh tegak.


" siangg..." sapa Vinna.


" Siiiiaanng, bu guru nya sherly yah....masuk masuk" kata ku.


Akhir nya Vinna masuk ke dalam rumah, 1 orang lelaki tegak itu masuk menemani Vinna.


" silahkan duduk bu guru, silahkan duduk pak...mau minum apa" kata ku bersikap ramah.


" ga usah bu, ga usah ngerepotin" kata Vinna.


" ok, bentar saya bikin minum dulu", pamit ku.


" Bu, ga usah " ucap laki laki di sebelah Vinna.


Akhirnya aku duduk kembali.


" Emmmhh ada apa ya bu guru? aku mulai membuka pembicaraan.


" Panggil saya Vinna aja bu", kata vinna


" Ok, Vinn, panggil saya Desi ".


" Ini kaka saya Mba Desi, Vinna memperkenalkan kaka laki laki nya.


" Darwis". Laki laki itu mengulurkan tangannya.


Aku ulurkan tangan dan tak lama ku tarik kembali tangan ku.


" Begini mba, tujuan saya ke sini, saya mau cari anto", kata darwis.


" karna no telepon nya tidak bisa kami hubungi"


" Ohhh gitu pak,..ada apa yah pak? aku mencoba tenang.

__ADS_1


" Mba....aku minta maafff," kata Vinna.


Emmhhh aku memicingkan mata ku.


" Aku hamil Mba, dan ini anak Mas Anto", kata Vinna sambil mengelus perut nya


huhuhukkk huhuhukk Vinna masih menangis.


Darwis memeluk adik nya....


" Sudah habis aku tampar kemarin adik ku ini. kalo aja aku ga ingat pesan alm ibu. udah aku bunuh adik ku ini Mba "kata darwis, sambil terus mencium kening adik nya.


Vinna berusaha bangun, dan duduk di bawah kaki ku, dia mencoba mencium lutut dan kaki ku...


" Vinn Vinnn ga perlu begitu..kata ku, sambil ku angkat tubuh Vinna untuk duduk di samping ku.


" Akuuuuu minta maaafff Mba....kata Vinna.


aku peluk Vinna, sudah vinna...ga ada yang perlu dimaafin.


Aku bangun, dan ku ambil gelas berisi air putih hangat, ku berikan pada Vinna. " Minum dulu Vin". kata ku


Vinna mengambil dan meminumnya sambil habis.


" Anto nya mana ya mba?", kata Darwis.


" Emmhhh aku binggung jawab nya pak...


mas anto sudah hampir 2 bulan ga pulang ke rumah ini" . Jawab ku


" Kurang ajaaaarrrr ".....kata Darwis.


Gubrakkkk...vinna pingsan di dekat ku.


kami semua panik...dan ku minta, supaya kakanya mengotong Vinna ke kamar Jasmine. beberapa orang di luar langsung masuk ke dalam, karna di perintah oleh kaka nya Vinna.


Aku bergegas ke kamar sherly, ku cari minyak kayu putih, dan berikan pada Darwis.


ku lihat darwis, begitu sayang pada adik nya....dengan lembut, dia menepuk nepuk pipi adik nya...


setelah siuman, aku menyuruh vinna untuk tetap istirahat di kamar Jasmine.


aku tinggalkan mereka berdua di kamar Jasmine.


Aku duduk di ruang tamu kembali, setelah ku buat beberapa gelas kopi untuk tamu tak di undang ku ini.


" Maaf saya ngerokok pak"...kataku pada Darwis yang berjalan keluar menuju kursi ruang tamu.


" santai Mba' , Oh ya saya udah kirim beberapa orang orang buat jaga jaga di sini, nyari si anto keparat itu. tapi 1 minggu ini, hasil nya nol" Kata Darwis lalu duduk di depan ku.


" Mas Anto emang ga pulang pak "..kata ku sambil menghisap rokok ki kembali.


" saya pikir anak buah saya ga becus kerja" kata darwis lalu membakar rokok nya.


aku hanya tersenyum...entah senyum untuk hal apa.


" Saya kaget luar biasa mba...rasa nya pengen ku bunuh si anto itu" ucap Darwis.


Darwis...menceritakan bahwa minggu lalu, Vinna adik nya tidak pulang ke rumah, Vinna kabur, dan baru ketemu kemarin itu di sukabumi. Vinna kemarin mau aborsi di dukun beranak sana, cuma untungnya saya bisa cegah.


Aku hanya bisa bilang oooooohhh panjang.

__ADS_1


" Saya mau minta pertanggung jawaban anto buat nikahin adik saya", kata darwis.


" saya harap mba ngerti posisi saya", kata Darwis sambil meminum kopi nya.


Tak ada kata yang bisa terucap dari mulut ku. hanya air mata dan rasa kecewa....


" Kalo anto ga mau tanggung jawab, saya bisa lakuin apa aja mba, ga susah buat saya masukin seorang bajingan kaya anto ke penjara, atau saya bisa bikin anto ilang buat selama nya" ...kata darwis sungguh sungguh.


( aku baru tau, kalo darwis itu salah satu petinggi polisi di jakarta, aku bisa lihat, bagaimana teman atau anak buah nya atau ajudannya, atau entah nama nya apa...memperlakukan Darwis hormat saat ini )


" Mba Desi, ga nyari Anto ? tanya Darwis.


" Aku? emhhh kalo nyari langsung sih ga pak. karna saya harus jaga anak anak saya. tapi kalo menghubungi teman temannya, sudah saya coba dari malam pertama mas anto ga balik ke rumah" ..kataku.


" Ga menghubungi sodara atau orang tua nya?


" Saya ga pernah menceritakan masalah keluarga saya pada keluarga besar kami". kata ku dengan cepat.


ooohhhjj kata darwis...


" saya boleh minta tolong, bawa saya ke keluarga nya Anto. Anto dan keluarga nya harus tau kondisi adik saya". kata Darwis


" Sebenernya bukan urusan saya...saya ga mau ikut campur soal ini. cukup berita ini membuat saya sakit kepala". kata ku sambil menghabiskan kopi yg udah ga ada rasa nya.


" bund...bundd...." Teriak anak anak ku.


ku tinggalkan Darwis. Aku mendekati anak anak ku, " Mmmhhhhh kotor dan bau asemmm banget" kata ku sambil becanda.


Ku cium anak ku satu persatu. terakhir Kasmine yg masih sibuk membuka helm Sepeda nya.


" Ka...please hug me..." kata ku.


Jassmine memeluk aku. tak ku lepaskan pelukan ini. Ingin rasa nya menumpahkan air mata ini. tapi tidak mungkin pada Jasmine.


" Her....Dimas mana? tanya ku pada Heri.


" lagi beli makan siang, bocah tiga pada laper noh " Jawab Heri, ( sibuk membereskan sepeda )


" Ada tamu ya Des? ..tanya Heri...


" hooohhh " kata ku.


Heri masuk lewat pintu garasi. biasanya langsung bikin kopi. dan masuk ke kamar Alam.


Aku masuk lewat garasi juga, rasa nya ga pengen banget ngobrol ama Darwis dan basa basi dengan orang orang nya Darwis itu.


Aku berpapasan dengan Jasmine, di pintu dapur...


" Bunddd...ngapain ada cewe itu di kamar ku" Protes Jasmine.


" husssttt kata ku. kaka, pake kamar Bunda. jangan ribut...malu ada tamu" kata ku.


" Desssss" Dimas memanggil ku.


" Iya....gw di dapur belakang Dim".


Dimas datang ke arah ku..


" Siapa Dess...rame bener?! Narkoba? tanya Dimas?


Aku sudah tidak kuat.....aku peluk dimas...aku tumpahkan air mata yang dari tadi ku tahan. dan saat ini tak bisa ku tahan lagi.

__ADS_1


__ADS_2