
Istri ku....aku tersenyum memandang nya, pemandangan yang sangat indah. Bahkan lebih indah dari lukisan Monalisa, aku tersenyum lagi, dia masih terbaring dalam senyum nya.
Dia Istriku, Sikap nya yang aku kenal Angkuh, angkuh untuk seorang wanita yang dalam nya ternyata rapuh, tapi dia masih saja bisa tersenyum, diantara semua kesedihannya, dia selalu menujukan " Ke GW an nya " menutup kelemahan dengan sikap angkuh nya.
Dia begitu bahagia saat dengan anak anak nya, saat dengan sahabat nya, saat dengan ku, bahkan dia hampir tidak pernah mengeluh, menjalani hari hari nya yang berat.
Aku masih tersenyum melihat wajah nya, mengingat awal pertama aku mengenal nya, pertemuan di ruang meeting hotel tempat kami berkerja, 3 Tahun yang lalu. Saat aku memimpin Meeting pertama ku, menjadi General Manager Baru di Hotel itu. aku ingat jelas Waktu itu.
Dia menjadi pusat perhatian ku, bukan hanya dari fisiknya, tapi lebih dari itu. Suara nya begitu merdu bagi ku, bahasa tubuhnya, luar biasa mencuri perhatian ku.
Di ruang meeting itu, Dia mengenalkan dirinya, seperti orang orang lain sebelum nya, dia berdiri mengenalkan diri nya, " Saya Desi, Saya Director of Sales Marketing". Singkat dan Jelas.
10 orang di ruang meeting itu mengarahkan mata pada nya, termasuk aku, TERPESONA.
Salah seorang di ruangan itu mengeluarkan komentarnya, dia Sandri, Salah Satu Sahabat ku.
" Bund! itu terlalu irit, tambah dong cerita nya " ucap Sandri sambil tertawa.
" Dulu kuliah mana, kerja terakhir dimana, keluarga gimana bund ?" ucap Rossa salah satu Sabahat ku juga, yang duduk di samping nya.
Desi Ku saat itu mencibir. " Aihhh gila, ngomong keluarga disini " dan kami tertawa.
Saat itu pertanyaan ku adalah " Dulu Kuliah Dimana, Des " yah aku memanggil nya Nama, karna posisi aku yang lebih tinggi dari nya. dan tentu saja EGO ku berperan saat itu.
" Saya Di Bandung, Pak " jawab nya santai. dan aku tersenyum atas jawabannya.
Setelah itu, aku mulai mencari semua informasi tentang nya, dari mulai dengan siapa, dia biasa bergaul di hotel, ternyata Desi ku nyaman dengan salah satu sahabat ku yang lain, orang itu Veronica.
Hari berikutnya nya aku begitu terkejut saat Rossa bercerita bahwa anak nya sudah 3 orang, dan yang pertama itu sudah tumbuh menjadi remaja yang cantik, cantik seperti ibu nya.
" Masa sih Cha, anak nya dah Gede! gw pikir anak nya itu baru umur 3 tahun " aku tertawa mendengar cerita Rossa.
Semakin hari aku tambah tertarik, Dia tidak hanya cantik, tapi juga Pintar, pekerjaan nya bagus, royalitas tinggi sekali, dan aku semakin kagum pada nya.
Dia ramah pada semua orang, Dia baik pada semua orang, Cool tapi Care, Gaya nya terkesan Acuh, tapi dia sangat sopan pada orang orang yang lebih tua dari nya.
__ADS_1
" Gw Cinta Ama Dia Cha'" ucap ku begitu saja pada saat Rossa menyerahkan laporan pada ku.
" Dia, dah punya laki Boy! jangan Gila loe" itu pesan Rossa pada ku. aku tersenyum dan membodohi diriku sendiri. "Gw Suka ma bini orang ". Konyol!!!!! Seorang laki laki bernama Willy Eka Rahadja, yang biasa di panggil Boy, jatuh cinta pada perempuan yang sudah bersuami.
Hari berikutnya, aku menjaga sikap ku, ucapan Rossa benar, dan aku mengalihkan perhatian ku pada pekerjaan ku. Aku mulai bergaul dengan orang orang baru di hotel ini. dan tiba saat nya, Hari itu Jumat malam, Department nya Sandri, mengadakan Employee gathering di Pulau Pari.
Aku memang datang terlambat malam itu, kencan dengan salah satu wanita ku, kencan orang dewasa, tanpa ikatan dan hanya Have Fun Saja.
Malam itu, mata ku tertuju pada seorang wanita, Wanita yang menggunakan kemeja lengan pendek sebahu, di balut rok pendek se dengkul, sedang bermain Billyard, tangan kanannya mengapit Rokok Menthol, tangan kirinya memegang Stick Billyard yang sedang berdiri.
" Ajriittt keren gaya nya " ucap ku dalam hati, aku mendekati nya. Melihat gaya bermainnya dengan Adi Dan Rio, ternyata luar biasa, dia pemain yang sangat hebat, cantik menembak bola bola yang sulit sekalipun. aku tersenyum lagi. aku ikut bermain bersamanya, dia tetap Sombong, tapi ramah nya luar biasa. dan aku berpikir " Ramah nya, tetap menjaga kehormatan nya sebagai Istri ". Mulai dari situ aku mencari tahu siapa laki laki yang sangat beruntung itu.
Pikir ku, suami nya itu adalah pengusaha sukses, atau setidaknya CEO sebuah perusahaan besar, tapi aku tersenyum miris, Suami nya tidak bekerja, dan Desi ku membanting tulang untuk keluarga nya.
Aku semakin menggila, memuja sosok tangguh dan sangat mandiri itu, di balik tawa nya, ada banyak hal yang mungkin berat untuk nya, tapi dia pintar menyembunyikan.
Rasa penasaran ku bertambah, setelah mengetahui siapa sahabat nya, bagaimana sahabat, dan hal bodoh yang membuat aku tidak habis berpikir, bagaimana mungkin, seorang wanita cantik di selingkuhi oleh suami nya sendiri.
Semakin hari aku semakin memujanya, dia begitu menutup diri untuk hal hal yang bersifat pribadi, dan semakin aku mendekati nya, aku mulai sadar, tidak ada yang salah dengan Desi ku, Suami nya terlalu bodoh, terkesan membuang sebongkah emas, Dan Aku penemu nya.
Dokter Agnes datang bersama dengan dua orang perawat. Aku tersenyum menyambut nya. menyambut kedatangan 2 Jagoan ku.
" Siang Broo, Anak loe nih, loe ga pengen liat apa ?" ucap Dokter Haris semakin mendekati aku dan istriku.
Aku tertawa....
" Loe malah liatin bini mlulu, nih anak loe " Dokter Haris ikut tertawa melihat tingkah ku saat ini.
" Adduuuhh Dokt, gw baru di situasi gini " Jawab ku jujur. Dokter dan Perawat itu tersenyum.
Suara ku dan Dokter Agnes membuat Istri ku terbangun, dia langsung tersenyum dan berusaha bangun dari posisinya.
" Ati ati Bund" aku membantu nya duduk dengan posisi dia yang nyaman.
" Mana anak Gw Ris " ucap nya begitu bergembira.
__ADS_1
Dokter Haris mengambil Satu bayi yang di gendong oleh perawat berbadan mungil, " Ini Jagoan pertama Loe, Berat nya 2800 gram tingginya 39 cm " lalu memberikan gendongan nya pada Istri ku.
Desi, istri ku begitu ahli meraih bayi nya dan langsung mengendong nya. aku lihat dia tersenyum dan mencium kening bayi kami. aku...aku langsung spontan ikut mencium kening bayi ku.
" Nih Jagoan ke dua, lebih kecil sedikit, tapi masih normal lah, 2750, 40 " ucap dokter Haris dan memberikan bayi itu pada ku.
Aku sedikit kaku menerima nya, dengan hati hati aku mulai mengendong dan mencium kening nya.
Perawat itu pergi meninggalkan kami, dokter Haris masih disini berbincang dengan kami.
" liat Dad, mana Ade nya gw pengen cium " ucap Desi ku. dia mencium kening bayi kecil ku.
" Mirip Banget Des " ucap dokter Haris
Aku dan istriku ku saling mengamati 2 jagoan kami. " Bener, gimana bedain Bund?! " aku tertawa melihat bayi mungil yang masih merah dan tertidur saat ini.
" Kuping nya Dad, Abang nya punya kuping lebih lebar dari Ade nya " ucap istri ku.
dan Dokter Haris Setuju...." di telapak kaki Ade nya ada tanda item " ucap dokter Haris,
" Bahaya ga Dokt ?!" itu pertanyaan ku
" Ga, cuma tompel, satu titik, pertanda dia suka jalan jalan jauh " jawab dokter Haris.
" Nanti ikut Kaka Jasmine kuliah di Jerman ya De " ucap ku dengan serius dan berhasil membuat Desi dan Dokter Haris tertawa.
Dokter Haris pergi setelah mengucapkan selamat pada aku dan istriku. Berempat lah kami di ruangan ini.
Aku duduk di samping kasur nya.
" Thanks Bund, Buat semuanya " cup aku mencium pipi nya, dan sedikit turun ke lehernya.
" Ada bocah, cium yang sopan " ucap Desi ku dengan tawa kecil nya, aku tidak memperdulikan ocehannya, aku mencium bibir nya dengan lembut, dan dia membalas ciuman ku.
" Love you Bund " ucap ku
__ADS_1
" Love you More Dad " jawab istri dengan lembut.