Desy Janda 3 Anak

Desy Janda 3 Anak
Peluk GW


__ADS_3

Dimas dengan mode kurang konek, mengucek mata nya sendiri, " Gw ngelamun !" ucap nya terdengar di telinga ku.


" Buka Pintunya " aku memaki nya dengan suara keras ku.


Dimas membuka pintu mobil dengan gugup.


" Peluk GW " ucap ku sambil menarik tangan Dimas.


Dimas memeluk aku, Dimas membelai rambut ku.


" Syukur lah " ucap Dimas kemudian.


" Gw takut Dimas, gw Shock! Kong " aku masih gemetar saat ini.


" Gw lebih takut Malih! " Dimas terus memeluk aku,


" Loe, orang pertama yang tau gw baik baik aja saat ini! " ucap ku sambil sedikit demi sedikit melepas pelukannya, lalu menghapus bening bening kristal di mata ku.


Dimas tersenyum dan menghapus Air mata nya sendiri.


" loe pasti mau tanya kenapa kan?! gw tau isi otak loe.." aku tertawa kecil.


Dimas tertawa karna, aku berhasil menebak apa yang ada di pikirannya.


" Karna gw tau, sayang loe tulus banget buat gw, " jawab ku sambil memukul bahu Dimas.

__ADS_1


" Kita kabur kalo gitu, kita kawin, biar ga ada tau " ucap Dimas sambil tertawa.


" Siaaalll, " aku tertawa dan memeluk nya lagi. Dimas memeluk aku erat.." Gw sayang Ama loe Lih! makasih buat pernyataan loe tadi " ucap Dimas.


kami tertawa...


" Temen gw pingsan di Mobil, loe bantu dia turun deh " aku meminta Dimas menemui Danu yang masih pingsan di Dalam Taxi.


Dimas menghampiri mobil Taxi yang masih menunggu, Aku berjalan menuju rumah ku, dengan kondisi pagar yang terbuka lebar tentu nya.


" Pagi Semua nya " sapa ku pada pria pria di teras rumah ku.


Semua mata langsung menatap sumber suara. Aku semakin berjalan dan mendekati mereka, dengan wajah mereka yang terheran-heran melihat aku, ya aku malah sedikit tertawa kecil saat ini. betapa aku bahagia saat ini, aku sudah bertemu kembali dengan Dimas, dan mereka.


" Des "...mereka memanggil nama ku hampir bersamaan.


"""" Bundaa"""""" Teriak Jasmine ku, dia berlari ketika mendengar pria pria ini mengucapkan nama ku.


" Kaka " ucap ku lalu memeluk Jasmine ku,


" aku sayang bunda! maaf kalo nakal Bund " ucap Jasmine sambil terus memeluk aku.


" Mana ada anak bunda Nakal" aku mencium kening dan pipi nya.


Lalu

__ADS_1


Anto...Anto mantan suami ku, ayah dari 3 anak ku. dia memeluk aku erat. Lalu Erwin dia pun memeluk aku erat, dan Heri. Heri yang biasanya hanya memeluk bahu ku, kali ini benar benar memeluk aku.


Dan berlari lah para Gadis Gadis ku.


" Bunddddaaaa " memeluk aku bersamaan. sesak nafas ku.


" Sini gw peluk satu satu " ucap ku lalu mulai dengan Hanny, Rossa, Mitha, Sandri dan terakhir Angel.


" Bantuin Dimas gih, bawa si Danu ke kamar alam " ucap ku lalu masuk ke ruang tamu dan


" Desi...." Mamih Anna terkejut melihat kedatangan ku.


" Mih! " aku menangis...


" Syukur lah " Mamih Anna mencium kening ku berkali kali.


Orang orang belum ada yang berani menanyakan hal penting padaku, untuk mereka cukup kedatangan ku bisa membuat mereka tenang dan bahagia. melupakan kesedihannya.


Danu datang di bantu Heri dan Dimas.


" Gw di sini aja " ucap Danu menolak ketika Dimas hendak mengajak nya masuk ke kamar Alam.


" Aer, Aer , teh, ayo bikin teh " Ucap Heri pada


para gadis ku, agar segera membuat teh untuk Danu dan aku tentunya.

__ADS_1


kami berkumpul di ruang keluarga saat ini.


__ADS_2