Desy Janda 3 Anak

Desy Janda 3 Anak
Daddy nya Banget


__ADS_3

" Gendong nya Biasa aja dad, kaku banget, liat nya pegel " protes ku pada Willy. Willy hanya tersenyum dan terus mencium bayi nya. tanpa menghiraukan protes ku tentunya. aku dan Willy terus berinteraksi dengan bayi bayi kami.


Satu persatu sahabat ku datang.


" Tega bener Boy, loe ga ngabarin gw, ini udah siang banget " cerocos Angel yang datang bersama Heri. Angel langsung mencium pipi ku dan meraih bayi yang sedang aku gendong.


" Sengaja gw, gw lagi ga terima tamu sebenernya " jawab Willy dengan acuh nya, terus mengendong bayi nya, seakan dia takut bayi nya diambil orang lain.


Heri tertawa dan memeluk aku.


" Gw baru tau dari Mamih Des, laki loe beneran ga ngasih kabar, gw telpone aja ga diangkat " ucap Heri lalu duduk di kasur bersama ku.


"Tadi gw dah bilang her, gw ga terima tamu " jawab Willy sambil tertawa kecil.


" gw bukan tamu, Nyet" protes angel..


lalu meminta Heri mengambil photo diri nya bersama bayi ku.


" Ganteng " ucap Angel


" kaya gw " ucap Willy


" Iya udah tau, Boy! dan Masa ganteng loe dah abis mulai hari ini " ucap Angel dengan ketus.


aku tertawa...


Tidak lama kemudian, datang Hanny, Dimas, Dea dan Erwin, mereka langsung memeluk aku. menanyakan kondisi ku dan Hanny sudah memberikan obat untuk aku minum saat ini.


" Obat nya minum dulu ya teh! " ucap Hanny segera mengambil air di gelas dan aku segera meminum nya. ( obat yang biasa aku minum untuk membantu mempercepat proses pemulihan pasca operasi )


" Ka, gantian aku pengen gendong " ucap Dea


" Ga Bo_leh !!!" ucap Willy. Dea mengerutkan bibir nya. " pelit banget " ucap nya


" Gantian gw Ngie' " ucap Dea

__ADS_1


" Gw baru Dateng loh! belom ada 10 menit! ntar yah, bentar lagi " ucap Angel sambil tertawa.


" Lucu sih ka..." ucap Dea


" Mirip..." ucap Erwin


" Mirip Ka Boy lagi kecil A " ucap Dea pada Erwin suami nya


" Sok tau loe, gw ma loe itu, duluan gw lahir nya, " protes Willly


" Liat Dong ig nya Mamih " ucap Dea dengan ketus.


" Masa sih De! liat dong " ucap ku pada Dea.


Dea mengambil Handphone di tas nya yang mahal, lalu menunjukkan photo di ig stories Mertua ku. Aku tersenyum lebar, photo dengan wajah yang hampir mirip. jelas membuktikan Willy ayah dari anak ku. Willy mendekat pada ku, melihat layar handphone dan tertawa dengan sangat bahagia. " Gw Banget Bund! "


" Emmhhh iya, loe Daddy nya " ucap ku lembut.


" Gantian Will, Aa' pengen Gendong " pinta Erwin.


" Angel, coba kita Deket Deket " ucap Erwin, dan mereka mendekat kan bayi nya.


" Mirippp dua dua nya " mereka tertawa bersama. Apalagi komentar komentar Dimas, berhasil membuat aku dan semua orang di ruang ini tertawa. Mereka asyik bersama bayi bayi ku. Aku mulai merebahkan tubuh ku lagi, posisi duduk yang terlalu lama, sedikit membuat aku pegal di sekitar pinggang ku.


Willy terus mengengam tangan ku. Perhatikan nya bertambah saat ini. suara tangisan bayi ku terdengar lagi, Willy tersenyum padaku. " Dia cemburu Bund, ga bisa liat Daddy nya, dekat Deket Ama bunda nya ". Aku tersenyum tanpa menjawab nya, Angel berusaha menenangkan bayi ku, tapi tidak berhasil, tangisan bayi itu malah mengundang saudara kembar nya ikut menangis.


" Kalo dua dua nangis begini Gimana 'cie ? tanya Erwin dengan polos nya. aku tertawa kecil.


" Sama A, belom ada pengalaman model gini" dan kami pun tertawa bersama. Hanny mengambil alih bayi ku dari Erwin.


Aku mengambil bayi ku dari Angel, mulut bayi ku mengecap tanda dia haus.


" Haus Bund ? " tanya Willy.


" Kayanya gitu " jawab ku sambil mencium pipi kecil nya. Heri, Dimas dan Erwin pergi menjauhi aku, mereka duduk di sofa, membelakangi aku, membiarkan aku nyaman untuk menyusui bayi bayi ku.

__ADS_1


" Udah keluar Aer susu nya Teh ?! tanya Hanny


" Udah banyak banget Han?!" Willy yang menjawab


" Hebat " ucap Angel


" Makan nya cheesecake ' Njie', ga kue Putu " Jawab Willy sambil tertawa dan memeluk bahu Angel. Heri tertawa terbahak bahak mendengar kue putu. sementara Angel memukul bahu suami ku berkali kali.


Kedatangan Mamih Anna bersama dengan Mr. Rian. memecah tawa Angel dan Willy, mereka memeluk aku, memberikan aku selamat dan menambah suasana menjadi ramai.


" Yang buat Mamih yang mana Boy ?" tanya Mamih Anna setelah memakaikan gelang di tangan ke dua bayi ku.


" Ga ada Mih, Bikin nya Susah, udah keluar, sekarang sayang banget " ucap Willy serius.


" Bikinnya Enak kali Bro " celetuk Heri.


" Iya bener Her, Bikinnya enak banget, gimana kalo kita program bareng Lagi" Ucap Willy membuat Angel merinding mendengar nya.


Sementara Heri dan Dimas malah tertawa sambil ber high five ria.


Banyak obrolan kami saat ini, setelah itu Angel dan Hanny pulang terlebih dahulu, mereka harus menjaga Baby nya juga.


Mamih Anna meminta aku untuk beristirahat, sementara Erwin dan Mr. Rian pergi ke cafetaria di rumah sakit ini. Dea ikut menjaga Baby baby ku, mereka bertiga bercerita tentang masa lalu. dan aku tersenyum sambil mencoba beristirahat.


Hari sudah semakin sore, baby baby ku masih nyaman di gendong nenek dan tantenya.


Gadis gadis ku mulai berdatangan lagi, datang hampir bersamaan dengan pasangan nya. banyak hadiah yang mereka bawa untuk bayi bayi ku.


Dokter Agnes sore ini sudah visit lagi. memeriksa kondisi terbaru ku, perawat juga datang untuk mengambil bayi bayi ku, agar bisa beristirahat lebih nyaman, aku lihat wajah kecewa di wajah Mamih Anna dan Willy, dan aku hanya bisa tersenyum.


3 anak ku datang bersama Anto dan Vinna, mereka menambah suasana menjadi lebih ramai.


#####


Thanks buat semua yang udah baca novel ku, thank you very much buat semua komentar nya, thanks buat like nya dan sekali lagi saya mohon maaf, kalo novel saya ini recehan doang, tapi saya menulis ini dengan senang hati, sekedar berbagi hiburan, senyum dan sebagian berbagi cerita.

__ADS_1


__ADS_2