Desy Janda 3 Anak

Desy Janda 3 Anak
Photo USG


__ADS_3

" Berapa Minggu sih Bund?!! " Willy mulai menyalakan mesin Mobil


" Apa nya Dad! tanya ku sambil memeriksa vitamin vitamin yang sudah kami beli.


" Ade bayi nya?! tanya Willy


" Kenapa tadi ga Nanya Ama Dokter!! Malah ngebahas yang ga penting, ucap ku dengan ketus.


" Kan lupa Bund!! Lagi gw Heran, nama Agnes Kok Cowo!! tau gitu tadi gw cancel aja, mana nunggu nya lama lagi " ucap Willy sambil memakai kaca mata nya.


aku tertawa....


" Ganti Dokter Bund "


" Kaga "


" Kenapa ?!


" Dia tau riwayat gw Dad, gw nyaman Konsul ma dia, dia itu dokter spesialis terbaik loh di rumah sakit ini " protes ku dengan tegas.


" Ok, Gw kalah lagi " ucap Willy sambil mengelus perut ku.


Setelah itu kami kembali ke rumah, Memeriksa kamar anak anak ku satu persatu, di atas meja belajar Alam, aku melihat Dus kamera terbaru.


Aku lihat ada Note di atas nya.


" Selamat sudah berjuang Bang!


( sudah pasti dari aErwin, dan aku tersenyum )


Di kamar Sherly sudah ada beberapa buku mewarnai dan crayon crayon baru, Sherly ku memang senang mewarnai dan sekarang ikut les menggambar di sekolah nya.


Lalu aku masuk ke Jasmine, ku ketuk pintu pelahan, Jasmine membuka pintu nya. aku lihat jendela kamar nya masih terbuka lebar...


" Belom Tidur ka ? tanya ku


" Belom Bund! masih liat liat soal soal latihan tuh " jawab Jasmine sambil menunjuk kertas kertas coretan yang berantakan di kasur nya.


" Bisa Ka ?! tanya ku sambil melihat lembaran matematika yang aku sendiri bingung membacanya.


" Harus bisa, gimana cerita nya kalo ga bisa ?! jawab Jasmine lalu duduk di dekat jendela dan membakar rokok nya.


aku tersenyum,


" Kurangin ka! repot nanti pas home stay "


Jasmine ku tertawa


" Ini baru sebatang Bund! dari pagi "


" Masyyyaaaa ?! aku menggodanya


" Seriusannn Bunda ku " jawab Jasmine dan aku percaya, Jasmine ku sedang mengurangi kebiasaan buruk nya, itu aku dengar sendiri dari Dimas dan Heri.


" Bagus ka, Bunda juga ngurangin kok "


" Iya, bunda gemukan sekarang, bahagia ya Bund ?! tanya nya dengan senyum manis


" Masa gitu nanya nya?! Kaka bahagia ga ?! aku bertanya balik pada nya.


" Iam So Happy Bund! thank for all, bener kata bunda, kita harus belajar memaafkan, hati ku lega Bund, jalan ku mudah lebih mudah " ucap Jasmine sambil mematikan rokok nya yang masih panjang.


Aku memeluk nya. mengusap rambutnya.


" thanks dah jadi kebanggaan nya bunda, terus ajarin ade Ade ya ka, biar bisa hebat kaya Kaka nya "


" Ade Ade ku juga hebat kok Bund, tapi fax kita beda " ucap nya...


" Titip dua lagi dong ka! " aku melepaskan pelukannya


" Maksud nya apa nih ?! suara Jasmine terdengar sedikit tertawa


" 2 lagi, ada 2 disini " ucap ku sambil mengusap perut ku.


Jasmine ku tertawa...


" Banyaakkk bangettt sih Bund, gimana cerita nya bisa dua begitu " ucap Jasmine sambil memeluk ku lagi.

__ADS_1


" Eemmmhhh selamat ya Bund! 2 loh hebat banget bunda ku " Jasmine ku tertawa


" Yang hebat Daddy lah " ucap Willy yang berdiri di pintu kamar.


" Iya Daddy hebat " ucap Jasmine


" Sini aku peluk " Jasmine memeluk Willy.


" Ganti mobil Dad, anak nya tambah 2, mobil ga akan muat " ucap Jasmine.


aku dan Willy Tertawa.


" Ganti truck ya ka"


" Bis aja Bund, biar kaya keluarga Sultan " jawab nya sambil tertawa.


kami tertawa bersama...


" Ayo tidur ka, dah malem " ucap Willy lalu menarik tangan ku keluar dari kamar Jasmine.


Dikamar.


Selesai mandi dan menggunakan Daster kerajaan.


" Minum obat nya ! "


" Bukan Obat, Vitamin " protes ku


" ihhh galak " ucap Willy sambil menarik tangan ku.


" Jangan galak galak ma gw Bund! gw sedih kalo di bentak gitu " ucap Willy wajah nya terlihat sedih


" ya ampun Dad! bukan ngebentak, gaya ngomong gw emang gini! loe kan tau sendiri " ucap ku sedikit frustasi.


" Ga tauuuuuu...pokok nya yang tadi itu bentakan buat gw " ucap Willy sambil memeluk aku.


aku mengusap punggung nya.


" Maaaaffff!!! " ucap ku dengan tulus.


" Senyum " aku memaksa nya


" Maaafff dad, maaf kalo udah bikin sedih " ucap ku lalu mulai mencium bibir nya.


ciuman hangat yang akhirnya membuat Willy terus tersenyum.


######


" Kangen maen ma Ama anak anak dad, kangen becandanya mereka "


" ma gw ga kangen bund ?! tanya Willy dengan tangan yang masih melingkar di perut ku.


" Tadi kan udah Dad! ucap ku sambil mencium pipi nya.


" tadi kan baru kangenan ama boy satu, boy dua belom, bunda nya belom " ucap Willy mencium leherku.


" Bunda nya ga usah di kangenin, kangen an Ama boy dua aja deh " ucap ku dengan aaawww Daaddd


" Kenapa Bund?!; tanya Will


" gellii "


" lagi yah..."


" emmhh mallluuu "


" Apa Bund ?! Willy bangun dari posisi rebahan nya dan duduk menatap wajah ku.


" Maaaallu Dad "


Willy tertawa terbahak bahak....


" haaduuhhh ga tau kenapa, denger nya kocak banget, makasih ya Bund! gw bisa ketawa gini "


ucap Willy, sambil mengelus kepala ku di atas bantal.


" Gw pengen telphone Mamih!! " ucap nya begitu antusias

__ADS_1


" gw pake baju dulu " aku merampas Handpone nya.


Willy tertawa-tawa dan membantu aku memakai Daster.


Percakapan panjang dengan Mamih Anna,


" Mana Hasil USG Des ?!


" Nanti di kirim Mih " jawab ku


" Siapin duit yang banyak Mih, anak Boy nambah dua nih! ucap Willy dengan mode loud speaker.


Mamih Anna tertawa " serius Boy?!


" Serius Mih " jawab Willy


" Satu buat Mamih ya Boy, tinggal di Bali dengan Mamih "


" Dua dua nya boleh Mih! boy bisa bikin lagi "


dan kami tertawa bersama.


Tephone berakhir dengan nasehat panjang lebar dari ibu mertua tercinta. photo USG selesai di kirim, berbalas dengan bukti transfer dengan note " Buat beli susu, bukan buat beli rokok emak bapak nya ". dan kami tertawa membaca nya.


Benar seperti yang sudah aku duga, Mamih Anna langsung memasang hasil USG ku, di Status Wa dan ig nya.


aku menyimpan Handphone di meja, Willy membuka pintu balkon kamar ku.


" Gw Mandi dulu Dad "


Satu jam berlalu setelah aku mandi, kami masih mengobrol di balkon, menghayal kan tentang 2 bayi kami.


" Cewe cewe, cewe cowo , apa cowo cowo ya Bund?!! tanya Willly.


" kaya nya cowo cowo deh Dad! gw lagi seneng makan keju " jawab ku sambil berbaring di sofa


" Emang ngaruh ya Bund?! tanya Willy dengan serius..


" iya kali...gw asal ngomong, ngantuk "


Willy tertawa..." jahat banget ma gw, gw nanya serius "


" Iya biar cepet beres, nanya mlulu dari tadi " ucap ku dengan datar.


Willy tertawa terbahak-bahak lagi.


Ini adalah hari pertama nya tertawa setelah hampir 1 bulan penuh dengan drama Korea yang menguras air mata.


Pelukan Willy terus terus melingkar di perut ku,


" Jangan Di usapin aja Dad "


" Kenapa lagi tuh Bund?! tanya Willy dengan serius....


kali ini aku yang Tertawa,


" stupid question dad!! "


" Lah, gw nanya serius, takut nya bahaya, atau resiko, atau gimana gitu " ucap Willy datar.


" Laki gw newbie " aku terkekeh


Willy tertawa dan..


" Kaya suara mobil...?!


" Angel!


" Dimas.


Willy berdiri ke ujung balkon.


" rame Bund! Willy tersenyum.


" Dah Siap di godain " tanya ku sambil berdiri.


" Jangan di lawan, di jalanin " ucap Willy menyemangati diri nya sendiri.

__ADS_1


" Daddy hebattt " cup aku mencium bibir nya dan segera turun ke lantai 1 dengan menggunakan sweeter untuk menutupi daster ku. Dan Membuka pintu untuk sahabat sahabat ku


__ADS_2