Desy Janda 3 Anak

Desy Janda 3 Anak
maafkan aku


__ADS_3

Aku lepas pelukan itu


" Mas, duduk sini " kata ku.


" Ada yang mau diomongin"...kata ku.


" Ada apa bund? ..Mas Anto duduk di sampingku.


" Ada Dimas, dan temanmu bawah Mas "


" Dimas?! ngapain tuh anak kata Mas Anto.


" Dimas yang antar aku Mas "...kata ku pelan.


" Trus siapa lagi?! Tanya Mas Anto


" Aa Darwis dan Vinna juga Mas.,.kata ku.


tangiis ku mulai pecah lagi...


" Kamu jahat Mas....kamu bener bener jahat...


aku bener bener ga nyangka..kamu setega itu ama aku Mas..."


" Maaaaffff Des " Mas Anto memukul kepala nya sendiri.


tok tok...nto...


" Temen mu nunggu dibawah tuh" teriak Mas Soni.


" Temuin Vinna dan kaka nya Mas...jangan jadi pengecut " kata ku.


" kasian Vinna Mas...ingat Mas, kamu punya anak gadis " kata ku


" Stop Des...jangan lanjutin. jangan bawa bawa anak gadis ku. ini salah ku, ga akan ada hubungannya dengan anak anak ku" Mas Anto memeluk ku lagi...menangis,


" ayo Mas...kataku...aku coba kasih semangat pada Mas Anto. walau sebenarnya..aku lah yang sangat hancur saat ini.


Mas Anto mengusap sendiri air mata nya.


dan turun menuju ruang tamu.


sampai ruang tamu, ternyata sudah ada Vinna. duduk dekat kaka nya.


Mas Anto duduk dekat Mas Soni.


sedangkan aku memilih duduk di dekat Dimas.


" Jdi begini pak, maksud kedatangan saya kesini...bla bla bla...Darwis menceritakan semua kejadian yang terjadi, antara Anto dan adik nya.


" Nenar itu 'Nto? tanya Mas Soni dengan suara marah nya.


Mas Anto hanya diam...


" Ntoooo ..jawabbb teriak Mas Soni.


" Iya Betul Mas....Mas Anto membuka mulutnya.


jebret jebret ..,Mas Soni memukul Mas Anto dengan sangat keras, ku lihat darah mengalir dari hidung Mas Anto. aku yang melihat itu..langsung memeluk Mas Anto.


" Udah mas soni...udah...." kata ku sambil menangis


"Lepasin Des, lepasin Des" ..teriak Mas Soni.


Mas Soni menarik kemeja Mas Anto...dan ku lihat dia memukul nya lagi.


" Dasar ga punya otak....Mas Soni terus memaki dan memukul Mas Anto.


" ga mikir kamu itu punya anak dan istri hehhh!!? ucap Mas Aoni...sambil terus memukul dan menampar Mas Anto.

__ADS_1


Akhirnya Dimas yang coba menarik tangan Mas Soni. karna Mas Anto sudah jatuh dan tersungkur.


ku lihat Vinna juga menangis..


Dimas juga yang memangkat Mas Anto supaya bisa duduk kembali.


10 menit ruangan ini sepi...


" jadi saya minta besok jam 12, kamu segera menikahi adik saya Vinna " kata Darwis.


tangis ku pecah


Dimas memeluk aku...aku tumpahkan semua tangis ku pada Dimas..


Tak ku dengar obrolan mereka selanjutnya apa.


" Des...udah enakan? tanya Mba Tati sambil mengelus ngelus rambut ku.


Ternyata aku pingsan tadi...dan sekarang aku sedang tertidur di kamar tamu.


Aku peluk Mba Tati...dan menangis kembali.


Mas Anto, duduk di samping aku.


tanpa melihat wajah ku....


" maafiinnn aku Des..."


" Aku emang bejat...kata Mas Anto.


" Aku ga berguna....kata Mas Anto.


aku bangun dari posisi tidur ku.


ku peluk Mas Anto....


dan aku pun menangis lagi.


" gimana Des...udah enakan? tanya Mas Soni.


" udah mas...udah lebih lega saat ini"


kata ku, aku berdiri..dan kita semua duduk di ruang keluarga.


ku lihat vinna sudah tidak ada. hanya ada Dimas yang sedang merokok...


" Des,,, Mas Soni...minta maaff yah...


maaf buat semua kesalahan adik Mas Soni"


aku bisa dengar suara Mas Soni, terbata bata dan mata nya merah.


Aku hanya senyum...mencoba senyum.


" Apa langkah kamu selanjutnya des"? tanya Mas Soni.


" Belom ada langkah pasti Mas"! kata ku.


Mas Anto diam, terus menundukan kepala nya. Aku pegang tangan Mas Anto, aku kuatkan diriku sendiri.


" Mas, tolong, ceraikan aku , biarkan aku menjalani hari hari ku sendiri" ..kataku sambil menangis.


" Ga Des..aku ga akan ceraikan kamu, aku ga bisa hidup tanpa kamu dan anak anak" kata Mas Anto.


" kamu bohong Mas, kamu sudah bisa buktikan kamu bisa hidup tanpa aku, dengan semua perbuatan kamu dan vinna bukan" kata ku.


" Tolong Mas, jangan di bikin rumit, kasianilah aku Mas, apa kamu bakal terus nyakitin aku, dengan kamu menikah dengan Vinna" kataku.


Mas Anto memeluk ku, menangis dan menangis.

__ADS_1


" Ga ada guna 'nto, nangis sekarang ini". kata Mas Soni sinis.


Hening beberapa saat. kulihat sudah jam 10 malam.


Mas Soni sudah terlebih dahulu, ijin masuk kekamar, karna kepala nya sakit luar biasa.


( Mas Soni aja sakit kepala, apalagi aku )


" Mas, jalan yuk..kata ku sambil menarik tangan Mas Anto, jalan ke ruang depan, karna Dimas dari tadi sendiri di luar.


" Dim..jalan yukkk makan kek "


" ayolah, aper gw dari siang ga makan" ucap ku memelas pada Dimas.


Akhir nya, Aku, Dimas dan Mas Anto akhirnya setuju makan di warung sorabi.Tempat Favorite di Bandung.


Di mobil...


" thanks ya dimmm" kata Mas Anto ke Dimas.


" thank thanks doang bisa loe 'nto" ...kata Dimas sambil senyum.


" Sorry ya Dim " kata Mas Anto kepada Dimas.


" Sori sori doang bisa loe 'nto". Jawab Dimas terus ketawa.


" Trus gw harus gimana ? tanya Mas Anto ke Dimas.


" Ya mana gw tau, loe yang punya kasus masa nanya ama gw...lagi bikin nya loe ga nanya ama gw". ucap Dimas dengan entengnya.


" Kampret loe dim" Mas Anto mulai ketawa.


" loeeeeee yang Kampret Monyet...ucap Dimas sambil ketawa.


Aku cuma bisa senyum, padahal hati ini sedang sedih. keluar mobil, aku gandeng tangan Mas Anto, aku pegang tangannya, berkali kali aku cium tangan Mas Anto sumpah aku kangen


sobari sudah dateng, tinggal dimakan doang. tapi rasanya bener bener ga napsu banget.


" Makan Des...loe ga makan dari siang.,nanti pingsan lagi" ucap Dimas.


" makan bund, nanti kamu sakit....


( ya ampunnn...air mata kok jadi netes lagi denger kata kata itu dari Mas Anto )


aku coba makan, dan cukup menurut ku.


" kopi mana kopi" kata ku, sambil coba memenangkan diri.


" Dimamas memesan kopi...5 kopi hitam.


Aku bakar rokok...aku mulai isap...dan nikmati semua rasa yang aku punya saat ini.


" Mas, kita jadi kan cere kata ku" Dengan tenang.


Mas Anto diam,


" Mas...." Kataku.


" Emmhhhh iya Des...aku ceraikan kamu saat ini. maafin aku, aku bukan suami yang baik buat kamu, aku bukan ayah yang baik buat anak anak ku...ga adil kalo aku ga cerein kamu " kata Mas Anto, menatap mataku.


" yaaaahhhhh gwwww jadi janda donggg...."


tangiis ku pecah lagi.


ku pukul punggung Mas Anto berkali kali.. aku coba lepaskan semua beban yang ada di hati ku...


" Yang ikhlas Des" ..kata dimas.." Biar jalan loe ama Anto enteng".


Mas Anto memeluk ku, " maaffff ya bund"

__ADS_1


aku menangis dan mulai menata nafas ku.


" udah ah..jangan peluk peluk aja.,kan bukan suami istri lagi sekarang...masa peluk peluk mlulu " ucap ku sambil ketawa.


__ADS_2