
Emmhhh akhirnya selesai juga pekerjaan ku hari ini. Seperti biasa chat dari Pak Iyus , " saya di Basement Bund, tunggu di lobby Aja Bund. Lalu aku jawab dengan icon Jempol.
Masuk mobil, dan lepas sepatu,
Mobil baru saja keluar Hotel, tiba tiba...
" Tttiinmn Ttiiiinnn " suara klakson dengan keras nya.
Willy menyalib mobil kami, dan Pak Iyus mengerem dengan mendadak. Mobil Willy sudah berada di depan mobil kami, Willy keluar dgn kaca mata hitam nya. jalan kearah mobil kami.
( si bos kenapa bund...tanya Pak Iyus )
Willy mengedor kaca mobil samping aku duduk. aku menurunkan kaca mobil...
" Turun..." Willy bicara dengan tegas.
tiinnnn tinnn klakson dari mobil lain.
Aku yang kaget, hanya bisa diam, kaget ada apa ini, dan harus bagaimana.
" Turun..." Willy mengulang kata katanya.
" B uka pintu nya Pak" ucap Willy pada Pak Iyus, Willy membuka pintu mobil dengan kasar. klason mobil di belakang masih terus bunyi.
" Bisa ga sabar sebentar " Willly teriak marah kepada orang yang mobil nya terus membunyikan klason.
" Mau turun sendiri apa gw paksan"
Aku cepet cepat memakai heels yang sudah aku lepas. Mengambil tas dan keluar dari mobil tanpa pamit pada Pak Iyius.
" Jalan Pak..." kata willy dengan ketus ke Pak Iyus.
Willy membukakan pintu untuk ku, dan menutup nya dengan keras.
Di mobil...5 menit ini Willy hanya diam.
Willy mulai mengatur napas nya. mencari rokok dan korek di mobil, dan mulai membakar nya.
" Gw dah hapus photo di ih "
Aku hanya diam
Aku bakar rokok ku.
" Bunddd...gw dah hapus photo nya" Willy mengulang kata kata nya.
Aku usap kening willy, menghapus sedikit keringat di kening nya.
" G a di hapus juga boleh "...kata ku santai.
Di lampu merah Willy menyadarkan dada nya pada stir mobil.
Aku usap punggung willy...
" Plisss buund, Masa gitu aja marah sih" Willy memegang tangan kananku dan mencium nya.
" Gw becanda doang bund " Willy berkali kali mencium tanganku dan menempelkan pada pipi nya sendiri.
Di Parkiran Apartement Willy
( masih dalam mobil )
Aku sudah tidak tahan, ingin tertawa, dan akhirnya ketawa juga.
" Kok ketawa sih...ada yang lucu ? tanya Willy.
__ADS_1
Aku mematikan rokok ku.
" Willy sayang, Gw tuh ga marah "
" Kok bisa ? tanya Willy dengan wajah herannya.
Akhirnya aku ceritakan masalah telphone dari Mr. Akhian dan pekerjaan aku hari ini.
" Becanda nya ga lucu bund ! " Willy protes.
" Maaaaaf " Aku cium pipi kiri Willy.
" Siaaaaalllannnn gw kerjain " Ucap Willy sambil menepuk keningnya sendiri.
" Next...ga boleh gitu lagi bund " ucap Willy lalu memcium bibir ku dengan lembut.
" Will....."
" Apaa ?! Willy terus memegang leher ku dengan tangan nya, mengusap leher dan terus ******* bibir ku.
" Willy Udah Dong " kata ku...mengharap willy mengakhiri ciuman ini.
" Emmhh one more bund " Willy mengangakat 2 jari nya
"Janji..!" tanya ku
Willy tidak menjawabnya, malah terus menciumku, mengigit bibir bibir ku, dan aku sudah mulai terbiasa dengan ini, aku balas ciuman Willy, dan Willy semakin bersemangat.
Aku berusaha menghentikan ciuman ini dengam mengerakan kepala ku, berusaha menghindar dari ciuman ini, tapi Willy lebih kuat dari ku, dan jurus terakhir adalah menjabak sedikit rambut nya.
" Iya iya iya.." ucap Willy sambil menghentikan ciumannya.
" Yuks turun dulu bund, gw belom mandi dari kemaren" Willy sambil melepas kaca mata nya.
" Jorokkkk " kata ku...dan merapihkan kancing baju yang terbuka.
Willy membuka kaca jendela, aku membuat kopi, dan merapihkan sedikit barang barang yg tergelak brantakan di atas meja dan lantai.
karna ruang ini ga besar, sering sekali aku harus berpapasan dengan tubuh Willy. dan setiap berpapasan willy selalu mencium ku...memeluk pinggang dari belakang atau sesekali mencolek pipi ku.
" Ayooo mandiii Willly " dari tadi mondar mandir mlulu, aku mengomel.
" Iya Bund " Willy membuka kaos nya di dekatku. begitu Willy selesai membuka kaos nya..." Terang banget Kaya lampu neon" aku menggodanya.
Aku peluk Willy dan Willy membalas pelukan ku. " Bund, Jangan konyol lagi yah " kata willy sambil memeluk ku, dan menempelkan kepala ku di dada nya.
" Asyemmmm, kecut banget" kata ku..." Ayo mandi Boy " kataku, sambil berjalan ke sofa dan membakar rokok ku.
cek ig.
beberapa orang ngeTag aku.
Willy stories...photo tiket pesawat, damm it's not funny. ku lihat ada 37 koment.. aku tersenyum sendiri.
Vero...menTag aku...nyusul lah bund,,,,,
aku koment...kaga deh, yg dimau dah ada di sini, ngapain ke Bali, dengan add photo tas sport selempang Willy warna hitam dan abu.
Willy sudah keluar dari kamar mandi, dengan handuk di perut, dan dada yang yang masih sedikit basah. duduk di samping ku,
" bund...bantuin napa..." willy mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil.
" emmhhh manja bener " kata ku.
Ku simpan hp ku, aku berdiri dan mulai mengeringkan rambut Willy, tangan Willy terus nempel di pinggang ku.
__ADS_1
" coba bund, sekarang masih kecut ga" tanya Willy.
Aku cium rambut dan pipi Willy " emmhhh lumayan lah" ...kata ku.
Willy langsung menarik tubuhku, aku duduk di atas tubuh Willy..." masa masih lumayan aja sih bund" protes Willy.
Aku masih duduk di atas tubuh Willy. membetulkan posisi rok ku yang membuat aku kurang nyaman.
" Iya...lumayan lah dibanding tadi "kata ku.
" Emmhh jahat bener " Jawab Willy lalu mencium bibir ku. Aku menbalas ciuman hangat Willy, dengan cepet 1 tangan willy membuka kancing kemeja ku, dan 1 lagi terus memeluk ku erat.
Tangan nya yang masih dingin karna baru selesai mandi, begitu dingin di leher ku, Willy mulai menurunkan tangan nya dari leher terus kebawah, tanpa melepas kemeja ku, tapi semua kancing sudah terbuka, Willy mulai menurun kan tali Bra hitam ku, dan terus tangannya terus menyentuh dan merabanya.
ciuman bibir illy, sudah pindah ke leher dan sekarang ke bagian depan dada ku, willy mencium nya, mengigit kecil dan sesekali meremas.
" Will...ucap ku.
Willy mendorong tubuhku, yang masih di atas tubuh Willy, sekarang aku sudah dengan posisi rebahan di sofa ini. Willy terus memcumbu ku, desahan desahan halus keluar dari mulut ku.
Tangan Willy sudah meraba paha ku, naik naik dan berhasil melepas kancing rok ku,
tangan willy degan nakal meraba nya, meraba bulu bulu halus nya, dan Willy membungkukkan badan nya. Willy menjilati perut ku, paha dan rok ku, kini sudah lepas.
" Will...kata ku...geli...
Willy malah terus mencium nya, Will..aku menarik bahu willy, aku bisikan di telinga Willy, geli Will...kata ku manja.
Willy membuka handuk nya...
Ohh My God, Willy junior sudah tegak.
" May i...ucap Willy bebisik dan cium leher ku.
aku tidak menjawab nya, tapi aku berikan reaksi dengan mengusap dada Willy.
" Thankss" kata willy.
Aku hanya tersenyum, Willy mulai berusaha memasukan junior nya...dengan lembut dan rasa geli yang kurasa,.aku hanya bisa pasrah.
berkali kali mencoba memasukan nya dan ahh sudah masuk.
Willy mengangkat badannya...si junior masih anteng di dalem. berasa luar biasa. tapi Willy belum memulai menggerakan nya.
" Will!..aku menatap mata nya.
" Apa? Jawab Willy menatap Wajah ku.
" Will...aku memanggil nya, berharap dia memulai nya.
" Apa..." Jawab Willy dengan senyum manis nya.
" Will...aku memanggil nama nya, aku tekuk wajah ku saat ini. Willy tersenyum, lalu mencolek hidung ku.
" Say You love me! " Ucap Willy.
Dengan suara yang terbata bata, keluar juga dari mulut ku, " I Love you Willy ".
" Say you need me! Ucap Willy kembali.
" I need you Willy Eka Rahadja" Ucap ku menatap mata Willy.
Setelah Willy mendegar kata kata ku, Willy langsung menggerakan junior nya, hangat dan padat. Desahan desahan terus keluar dari mulut ku. Menikmati semua cumbuan dan gerakan permainan Willy. Desahan Willy membuat aku lincah mengimbangi permainan ini. Luka gigitan Willy di kulit ku, bisa aku lihat sendiri. hampir 25 menit, Willy melakukkan gerakan geraknya. Dan tiba tiba, sesuatu yang hangat bisa aku rasakan. Willy pun merobohkan tubuhnya di tubuhku.
" Thank Bund, I Love You "
__ADS_1
Willy tersenyum pada ku.