
Sudah Jam 4 tanggal 31, akhir bulan. Closingan ku belum selesai. " Dannuuu loe nunggu apa lagi! ayo buruan, gw mau balik nih " ucap ku sambil berdiri di depan pintu ruangan Danu.
" Belom Bund, masih banyak Nih " jawab nya sambil menunjukan File yang menumpuk.
" Haadduuhhh sini gw Bantu " akhirnya itu keluar dari mulut ku.
Ya seperti ini lah dunia kerja, ada saat dimana kita jenuh atau sangat semangat sekali dalam mengerjakan pekerjaan yang itu itu saja.
" Loe ga rapihin File Loe, Ga loe filing gitu ?! protes ku sambil mengambil sebagian file dari Danu.
" Ga biasa Bund, di hotel dulu ada sekretaris, jadi gw ga pegang ginian " Jawab nya.
" Minta tolong ke anak anak cewe, ada Mitha, ada Ayu, Ada si Siska, loe tinggal bellin pizza doang " ucap ku memberi saran.
" Belom Berani Bund! lagi Mereka Juga Sibuk " jawab Danu.
Nasib anak baru, walau pun Danu bos nya anak anak Sales rasa canggung pasti ada, dan aku memahami nya.
Selasai membantu Danu di jam 7, selesai juga pekerjaan ku. aku langsung mengirimi email ke Mr. Lucas CC. Mr. Lucas dan Ms. Anna seperti biasanya.
Kembali ke rumah, sudah lebih dari jam 8 malam, anak anak ku sudah tertidur, dan saat ku buka pintu kamar, Willy terbaring di sofa, tanpa kemeja, hanya celana dan sepatu nya yang belum terlepas.
Aku menyimpan tas ku pelahan, dan membangunkan nya.
" Dad...gw dah Balik " aku mencium pipi nya. keningnya hangat.
" kok Anget Dad, ga enak badan? "
" Eemmhh, ... kecapean doang, tadi nyoba track outbound di hotel !" ucap Willy dengan mode masih berbaring.
" Dah makan Dad?!
" Emmhh belom, anak anak dah tidur ?!!
" anak anak dah tidur semua nya, makan yuk "
Emmmhhh jawab nya.
aku menghangatkan lauk masakan bibi, dan memintanya menunggu.
" Suapin Bund!! gw kok lemes banget nya...";
" ya udah, mau duduk dimana?! tanya ku pada Willy.
" Sofa deh Bund, biar bisa nyender " Willy berjalan pelan ke arah sofa, aku mengambil porsi makan yang lebih untuk aku dan Willy.
Aku meminta nya untuk terus makan, padahal dari suapan ke dua saja, Willy sudah bilang cukup, suapan ketiga bilang sudah, dan suapan ke empat menutup mulut nya.
Aku tertawa melihat aksi Willy.
" Apel ya Dad "
" No Bund "
" Mangga yah gw jus "
" Thanks Bund "
" Ini Sakit, kalo gini cara nya Dad "
" Bubur yah!!! kita jalan ke depan ?! 🤭( mode males bikin bubur )
" Ga Bund, tidur aja yuks " ucap Willy sambil memegang tangan ku.
Emmhh aku membuang nafas ku berat, mengikuti langkah kaki Willy yang pelan menaiki anak tangga. bahkan aku mendorong pinggang Willy,
Willy tertawa..." gw belom tua, ga usah di dorong gitu "
" Iya tau, masih muda! ga usah di bahas umur terus " jawab ku sambil tertawa.
Kami tertawa untuk hal hal kecil yang mengalir begitu saja.
Dikamar.
" Bisa ngerokin ga Bund?! tanya Willy datar.
aku tersenyum..
" Bisa Dad, ga enak badan banget yah?! tanya ku.
" Iya mual Bund! ga makan dari tadi siang "
" ya udah di sofa aja ya Dad, orang bilang ga boleh kerokan sambil tiduran " ucap ku lalu mengambil minyak telon, kayu putih dan beberapa uang koin dari mug tempat biasa aku menyimpan uang uang coin.
Aku mematikan AC, dan mulai mengerik tubuh Willy, cara tradisional menghilangkan masuk angin.
" Merah bener Dad! beneran masuk angin nya ini sih " ucap ku sambil terus mengerik tubuh Willy dengan uang coin.
Photo dan jadikan Status Wa dan ig
Setelah itu aku basahi punggung nya dengan kayu putih, aku membuat teh panas, dan meminta nya agar tidur.
" Jangan sakit ya Dad, tidur, istrihat " ucap ku sambil menarik bedcover.
" Susu Bund "
" Ntar gw bikin "
" Bund! " Willy menarik tangan ku.
" Gw Nyusu dulu deh " ucap nya lagi.
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣. ( minta nya galak bener )
__ADS_1
" Gw belom mandi Dad, masih kotor " ucap ku.
" please, biar keringetan, ngebakar kalori" jawab nya.
" Wakakakakak aku tertawa, lalu berbaring miring dan melepas kancing kemeja ku.
" Manja nya anak Mamih Anna ” ucap ku sambil mengelus rambut rambut Willy.
#####
Hari berlalu, sudah 1 bulan pernikahan ku dengan Willy, Pagi ini aku bangun telat, long weekend untuk ku adalah waktu nya kerja keras, tentu saja sama dengan Willy di Hotel nya.
Pagi ini Mamih Anna menghubungi ku.
" Des,,,,Dah satu bulan lebih nih!! udah ada boy junior belom ?" tanya Mamih Anna
" Belom Mih " jawab ku sambil tertawa.
" Sibuk ?!"
" Sibuk banget Mih, Jarang begitu an " jawab ku
" Masa sih ?! tanya Mamih Anna dengan serius
" Iya Mih,....tapi boong " aku tertawa dan Mamih Anna ikut Tertawa.
Ya begitu Mamih Anna, Dia baik, dan aku nyaman dengan nya. kami bisa membahas semua hal, bahkan untuk hal hal yang terkesan tidak penting seperti masalah gaya bercinta.
Mamih Anna sering sekali mengirim hadiah, dan itu bukan hanya untuk ku, tapi untuk semua gadis gadis ku, bahkan 3 anak ku begitu di manja nya.
Mamih hapal sekali ukuran sepatu, sandal dan baju baju ku, malah kemarin Mamih mengirimkan dress hitam untuk ku, dan itu pas untuk ukuran tubuh ku.
Aku mengirim apa untuk Mamih Anna? Aku hanya mengirimkan kabar, menanyakan kabar Mamih dan Mr, Rian. dan sesekali mengirimkan photo anak kesayangan. itu cukup untuk Mamih Anna.
Pagi ini aku Off, Anak anak ku libur sekolah, tapi Jasmine sedang sibuk sibuk nya mengikuti konseling nya.
" Kopi Dad " aku memberikan kopi untuk Willy yang sedang duduk di balkon.
" MOD yah ?! tanya pada ku.
" Ga dong!! masa MOD mlulu. Off day, tapi gw ke hotel dulu, cuma pengen ngecek doang" ucap ku sambil membakar rokok ku.
" Good! anak anak gw bawa ya Bund, mereka kan libur " ucap Willy
" ok !!! "jawab ku.
" Bund, siang ini Om Dedi Datang, kalo bisa kita temuin yah! Kita harus titipin Kaka Jasmine Bund, waktu nya udah makin Deket"
Aku tersenyum,
Willy begitu perhatian pada anak anak ku.
" Bund, BTW balik nanti balik dari hotel mampir ke warung taman dong, Bisa ga ?! tanya Willy
" Bisa, mau pesen apa Dad ?! tanya ku
" Ngidam Nih " aku tertawa
" Seperti nya, Belom mens lagi kan Bund " tanya Willy sambil mengusap perut ku.
" Kepooo " aku tertawa dan mencium kening nya.
Willy memeluk aku. " Gw bakal nunggu kabar itu Bund, kabar baik tentang kehadiran Willy Junior "
Aku memeluk nya, " Janji ga Boleh Manja kaya kemaren, ya Dad" ucap ku.
" Manja Apa ?! Tanya Willly sambil tersenyum di bibir kirinya. aku tertawa, lalu mengambil handphone ku, melihat kan video kiriman Hanny.
" Seorang Willy Eka Raharja, memelas kepada Angel, meminta berbagi Thai Tea Dingin "
Willy tertawa terbahak bahak...
" Sumpah!!! gw ngiler banget, liat angel minum Bund, suara es batu nya pas, Angel goyang goyang bikin gw tertarik banget " ucap nya tanpa malu.
" Serius Dad ?!! tanya ku
" Ya Ampun bener Bund, padahal itu gw yang beli, pas balik jalan ma Vero "
aku tertawa...
" Beli nya 1 Dad, buat Angel doang ?! tanya ku kemudian.
" 10 biji, di kantor kan banyak anak anak "
aku tertawa.
" Jangan sampe orang tau ya Dad! Nanti di kerjain loh, Apalagi Dimas, nanti loe di siksa " ucap ku lalu membakar rokok ku.
Willy mendengarkan kan cerita ku, dengan Baik.
" Ke dokter Bund, atau beli tespack " ucap Willy sambil mengambil rokok dari tangan ku.
" itu apa ?! " aku tanya Willy yang mengambil rokok ku.
" Gw pengen, kita berdua ya " ucap nya sambil menghisap rokok ku.
aku tertawa...
" Bund, gw beli tespack yah!!! " ucap Willy.
aku tersenyum, lalu berjalan mengambil hasil testpack di kamar mandi.
" Liat deh Dad " ucap Ku.
__ADS_1
Willy memperhatikan hasil testpack nya. Dua garis merah pekat.
" Positif Bund apa Negatif sih Bund ?! tanya nya dengan polos.
" Positif Dad " Jawab ku sambil memeluk nya
" Hhaaahhh Seriusan Bund " tanya Willy.
" Iya Dad, masa Becanda " jawab ku lebih menyandarkan kepala ku di leher Willy.
" yyyeeeaaaahhh " teriak Willy sambil menggoyang goyang tubuh ku.
" heeiiyy " aku memukul bahu Willy.
" Sorry Bund!!! ucap nya dengan nada bahagia.
Willy memeluk aku lagi.
" Kenapa ga Bilang ?! " tanya nya
" Sengaja, awalnya malah ga pengen bilang banget " jawab ku
Willy mengerutkan kening nya.
" gw baru coba tadi pagi Dad, dari Minggu lalu gw perhatiin kok Loe manja Banget, kalo ada mau kaya Sherly banget, keliatan lebih sering cape dan lebih melow " ucap ku datar.
" Trus ?! tanya Willy
" kepikiran sih, gw juga belom dapet mens bulan ini, jadi balik gawe kemaren beli testpack deh " jawab ku
Willy tertawa....
" Kita ke dokter ya Bund?! "
" nanti aja "
" kenapa lagi Bund ?!
" Nanti lebih Sugesti Dad "
Willy tertawa lagi....
" loe yang hamil gw yang ngidam gitu ?! tanya Willy lalu duduk dan meminta aku duduk di pangkuan nya.
" Seperti nya gitu " jawab ku
" ke dokter Bund, please..." Willy merajuk.
" gw dah Konsul kok ma dokter kandungan gw, dah chat juga Ama si Haris !!
" Haris siapa Bund?!!
" Dokter Special Anak, anak anak 3 di pegang Ama Haris, dia temen nya Anto " aku mencium pipi Willy.
" Minum Susu hamil, vitamin "
" Iya nanti beli " jawab ku santai.
" Berenti ngerokok " ucap Willy, matanya tajam menusuk ku.
" Masa Gitu " mode merajuk.
" ga boleh " ucap Willy
Otak bekerjasama lah.
aku bangun dari duduk ku.
" karna usia, hamil gw itu rawan, kita ga boleh bercinta sampe Willy junior lahir " ucap ku dengan tegas dan membalas nya dengan tatapan yang tidak kalah tajam.
" Mana ada begitu Bund!!!
" Ada, mau tanya Dokter nya??! Gw bisa telphone Dad " ucap ku datar.
Willy tertawa terbahak bahak....
" gini kali yah nasib kawin ama senior " ucap Willy sambil menarik tangan ku.
" Resiko Dad, Gw lebih dulu lahir, dan lebih dulu liat matahari " ucap ku lalu memeluk nya.
Willy Tertawa dan membalas erat pelukan ku.
" Di jaga ya Bund, gw percaya in Ama loe, loe lebih paham dari gw soal ini " ucap Willy.
" Pasti Dad, makasih buat bibit nya, pasti unggul dan kita tunggu 7 bulan lagi "
" kapan ke dokter, pleaassee gw pengen ke dokter, " Willy terus merajuk
emmhh meleleh kalo dah gini.
" Jadwal dokter nya Hari Senin, Rabu, Jumat, hari ini gw daftar, Jumat malem kita Konsul ya Dad "
" Ok, " Jawab Willy dengan senyum manis nya.
" Jangan Kasih tau Mamih dulu Dad " ucap ku ketika Willy mengambil Handphone ku.
" Napa Bund!!!
" Mamih pasti Bikin Pengumuman Dad!!!
dan kalo anak anak tau, bersiap siap lah, menjalani hari dengan kejahatan kejahatan mereka "
Willy tertawa..
__ADS_1
" Apalagi Dimas si king kong ya Bund, Dia pasti puas banget liat gw ke siksa, belom lagi si OCHA Ama Mitha Bund, untung ga tiap ketemu dia tiap hari " Willy tertawa sendiri sambil membayang kan kelakuan sahabat sahabat nya.
" Ngeri...udah ga usah di pikirin Dad, Jangan terlalu sugesti yah " pesan ku sambil mengusap usap rambut nya.