Desy Janda 3 Anak

Desy Janda 3 Anak
Harta, Tahta dan Rahardja


__ADS_3

Jam 12 Siang, Dea sudah Datang dengan Erwin, Aku menyambut mereka dengan hangatnya.


Aku membungkuk kan kepala ku untuk Erwin dengan senyum manis tentu nya.


" Ganteng nya Tambah nih! Ada yang ngurus ya A?! Aku terkekeh menggoda Erwin. dan Erwin seperti biasa mengacak acak rambut ku dengan tangan kanan nya.


" Orang Bandung! Sehat De ?! " aku memeluk nya


" Sehat Ka! Gw Bawa Ini Ka " Dea mengeluarkan parfum limited Editions untuk ku.


Aku tersenyum dan " Thank De ",


Willy turun dari kamar dan dan tak lama kemudian suara motor gede nya Dimas sudah menggema di rumah ku, Dimas datang bersama Hanny istri nya.


Aku, aku membuat kopi untuk aku berdua Willy dan Erwin.


" Kok 2 doang Lih " protes Dimas sambil duduk dan tidur di Sofa ku.


" Buat aErwin Satu ( aku berikan pada Erwin ) dan laki Gw ( aku berikan pada Willy )


" Gw ?!" tanya Dimas


" Kopi nya Abis " dan selesai.


Hanny dan Dea menyiapkan minuman sendiri, Hanny langsung menata Donat hasil Explore nya kemarin.


Obrolan dimulai, dengan gaya Dimas yang masih rebahan, dia menikmati cola dan Donat.


Suara mobil berenti lagi,


" Preman Dateng noh " ucap Dimas


Benar, Tak lama kemudian Angel datang bersama Heri, perut nya sudah mulai buncit.


terlihat saat dia berdiri atau berjalan.


" Boooyyy....." teriak Angel


" o wo o owo ooo " Dimas menjawab dengan mode suara seorang Tarzan di hutan.


Dan kami tertawa. Angel memukul Dimas dengan botol minum berkali kali, dan kami tertawa.


" Bawa apaan Her ?!" tanya ku dan mengikuti Heri ke dapur.


" Angel, Des " Jawab Heri, " pengen makan di sini katanya ".


" Ooohhh "


Heri menyimpan nya di atas meja, dan membuat kopi sendiri.


" Ga usah di kerjain Des " ucap Heri


" Lagian! gw juga cape " aku tertawa bersama Heri.


" Yang ngidam lagi pengen masak noh, di ruko kan ga ada panci pancian " ucap Heri sambil mengocek kopi dengan sendok.


Aku tersenyum melihat banyak nya bahan makanan yang Angel sudah beli. dan kembali duduk bersama sahabat sahabatku.


" loe minum Kopi " tanya Dimas pada Heri


" Hooh " jawab Heri


" Asyeeeemmm " ucap Dimas tersenyum tajam pada ku.


Dan aku tersenyum Dengan kepuasan tersendiri.


" Masak Yuk Boy!!!! " Angel merajuk Willy


" Cape Njie' gw baru balik, Bini gw MOD " jawab Willy sambil memeluk bahu ku.


" Bisa masak Dad?!" aku melirik pada Willy dengan mode tidak percaya. Willy tersenyum tanpa menjawab


" Ayolah ka Boy, biar nanti gw praktekin juga di Bandung " ucap Dea.


" Iya bener! buat nambah stockan kulkas " ucap Hanny


Willy menarik nafas nya.


" Loe lagi mau makan apa ?!" tanya Willy


" Ayam Betutu doang " jawab Angel dengan semangatnya.


" Ribeeetttttt. loe beli Angeeelll " Dimas bangun dari rebahan dan mengeluarkan handphone nya.


" Pesen Online Heerrrrrr, Sini gw ajarin " ucap Dimas sambil menarik tangan Heri.


Heri terjatuh dari duduknya....dan kami tertawa.


" Dimassss king kong, kasian itu laki gw Ampe jatoh " ucap Angel sambil tertawa


" Lagi gw gemes banget Ama si Heri, kaya gitu aja ga paham " protes Dimas enggan di salah kan.


" Angel mau nya Si Bro yang masak Dimas " ucap Heri dengan sangat sabar.


" Ooohhhhhh bawaan Orok, Ya Maaffff. loe ga bilang " jawab Dimas tanpa rasa bersalah.


" Ya udah gw masak, loe bantuin " ucap Willy sambil mencium pipi ku.


" Yeeeaaahhh berhasil " teriak gadis gadis ku.


Hanny, Dea, Angel mengikuti Willy ke dapur, dapur ku di rumah ini besar, dan bisa terlihat dari ruang keluarga ini.


" Bund, Hp baru minta Seting in Ama Dimas deh " ucap Willy sambil memakai celemek nya.

__ADS_1


" ok " aku berlari ke kamar dan turun membawa hp dari Rossa.


" Baru, Seting dong Kong " ucap ku pada Dimas


Dimas langsung membuka kotak nya, Heri ikut melihat dan membaca baca dus nya.


Erwin sudah duduk di dekat Dapur ku. melihat 4 orang yang sedang memasak. mereka asyik berbagi tugas.


Aku... Aku membakar rokok ku dengan Dimas dan Heri🤭. selesai dengan Handphone ku yang sudah di seting Dimas, aku, Heri dan Dimas menghampiri orang orang yang sedang memasak.


Gadis gadis ku bekerja sesuai petunjuk dari Willly, Willy berdiri menyandarkan diri nya ke kulkas besar sambil menunggu potongan daging yang sedang di rebus.


" Keren " ucap ku, mendekat dan mencium nya. ciuman singkat dan willy mengikat kedua tangan, melingkarkan di pinggang ku tanpa ada batasan.


" Dapur monyeeeeee*** " protes Dimas


" Biarin aja, dapur dapur gw, laki laki gw yang cium, cium gw" ucap ku sambil terus memeluk Willy. Willy tersenyum dan mencium kening ku.


" Terus ini gimana Boy ?! tanya Angel mengaduk daging di panci


" Biar dulu, Awas panas loh " ucap Willy.


" Iris Han, yang tipis ! perintah Willy pada Hanny


" ini Kurang tipis, Ka ?" tanya Hanny


" Kalo buat ukuran Lingerie kurang Han, kalo ukurannya daster cukup lah " jawab Willy


Wakakakakakak semua tertawa.


" Bisa ngelawak laki Gw " ucapku sambil merekatkan peluk an. Willy mencium pipiku.


" Kemajuan Des, selera Humor nya dah naek level " Ucap Heri dengan tawa kecil nya.


" Cie' bisa masak apa aja ?" tanya Erwin sedikit menghentikan tawa tawa kami.


" Ayam goreng kecap, ayam goreng bumbu kuning, telor balado, sayur bayem, sayur sop, empal, kangkung" jawab ku sambil senyum kecil


" Minta resep nya De! di coba buat menu Minggu besok " ucap Erwin pada Dea, dan Dea tersenyum tulus pada Erwin.


" Itu menu receh banget kali A! banyak yang jual di warteg, depan showroom gw ada " Protes Dimas. Dan kami tertawa tawa lagi.


" Bentar Bund! gw mo mulai numis nih " ucap Willy mencium leher ku lalu melepaskan pelukannya.


Willy mulai menumis, terlihat ahli dengan dengan spatula nya. Dea sedang menyiapkan piring piring, Hanny mulai mencuci Peralatan yang sudah Selasai di pakai. Angel memeriksa nasi di rice cooker.


" Bikin sambel De"( itu perintah bukan ucapan, beberapa saat ketika Dea duduk di pangkuan Erwin dan Dea langsung melaksanakan nya )


Seperti ini lah keluarga kami. kami dengan semua kekurangan kami, terus mencari kebahagiaan kebahagiaan kecil.


" Lih! loe ga ada makanan alternatif apa ?! takut ga bisa di makan ini " Dimas mengambil spatula di tangan Willy dan mengaduk isi wajan nya.


kami tertawa terbahak bahak....


# loe meragukan masakan Boy, Dimas..# protes Angel


# Aa' nih, bisa nya komentar doang # ucap Hanny sambil mencubit pinggang Dimas


# Gw ga ikutan, gw maen aman " ucap Heri menahan tawa nya.


" Lagian gw heran, Laki kok masak !" ucap Dimas sambil memegang tangan Hanny


" Di hotel itu chef banyak nya laki, Dimas gendut " Ucap Angel ketus


" Gw bukan orang Hotel, Gw orang Showroom, maenan gw unit, insentif showroom Ama bonus leasing " jawab Dimas


" Gaji Chef itu Gede..." debat Angel


" ga mikirin gw " ucap Dimas.


Perdebatan kecil yang selalu terjadi, di tengah tawa tawa lepas kami.


" Coba Bund, Awas panas " Willy menyuapkan cubitan kulit ayam dan meniup nya terlebih dahulu.


" Enak Dad " jawab ku Jujur.


Willy mematikan kompor, mencuci tangannya.


" Her, ini kali yah yang orang orang bilang dengan istilah...." ( aku terdiam sebentar )


" Apa ?! tanya Heri serius...


" Harta, Tahta , Raharjda dan gw bahagia" ucap ku lalu memeluk suami ku.


" Siapa Raharja ?" tanya Dimas dengan polos nya...


" Wily Eka Rahadja? nama lengkap ka Boy, Dimas " jawab Dea sambil masih dengan tawa kecil nya.


mereka tertawa dan Willy membisikan " Gw lebih bahagia, love you Bund "


Berhubung kursi meja makan kurang dengan jumlah orang, Dimas menyarankan makan di dekat teras belakang dekat kolam.


Heri langsung bergerak, gadis gadis ku menyiapkan semua perlengkapan.


Aku menyiapkan minuman dingin di bantu Erwin, saat ini Willy lah yang duduk memperhatikan aku meracik minuman.


" Es timun nata de Coco " ucap ku pelan lalu memasukan nya ke dalam kulkas kembali agar lebih dingin.


" Bbuuunndddd....siap nih " teriak Angel


Emmhhh ok.


Akhirnya kami menikmati makan siang, ayam betutu dengan sambal sereh dan cabe jablay.

__ADS_1


Angel begitu menikmati nya. apalagi Dimas, Dimas bahkan menambah nasi berkali kali.


" Ga masak nasi di rumah Han?! tanya Heri pada Hanny.


Hanny tertawa..." Malu ih A, nambah Wae "


" Enak Han! gw pikir si boy cuma bisa perintah perintah doang, trus marah dan BT " jawab Dimas datar. sementara Willy hanya tersenyum kecut.


" Buat loe aja Ngel " Heri memberikan ayam nya pada Angel.


aku tersenyum.


" itu kan masih ada Her " protes Willy.


" Biar biar bro, takut masih mau, makan yang banyak Angel " ucap Heri sambil meneruskan makannya dengan sambal dan kerupuk😂🤣🤭.


Angel nya bagaimana? Angel nya tetep makan ayam pemberian Heri tanpa ragu.


" Nambah ya, ayam nya aja " ucap Heri


" Heemmhhh " Angel mengambil ayam dan sambal tanpa nasi .


" Kok pada liatin gw sih ?! Angel tersipu malu


" Bengis makannya " jawab Dimas


aku tertawa...


" Makan yang imut kaya bini gw " ucap Dimas kemudian.


kami semua tertawa.


" Gw doain, ngidam nya Hanny lebih repot dari gw " kutuk Angel sungguh sungguh


dan kami semua tertawa lagi.


" Jangan berdoa gitu Angel, gw minta maaf " ucap Dimas seserius mungkin.


dan kami pun tertawa tertawa lagi.


Setelah makan selesai, aku menyajikan minuman,


" Enak Kan!!! " ucap ku pada Dimas, sebelum dia berkomentar.


" iya ini enak " jawab Dimas


Setelah makan dan menikmati es timun, kami masih mengobrol seperti biasa.


" Jalan yuk, Nge mall " ajak Dea pada kami


" udah jalan sana " perintah Dimas


Akhirnya kami 4 wanita berangkat Nge mall, sementara pria pria kami memilih di ruko Angel.


" Beli daster baru Bund " ucap Willy berbisik di telinga ku, pada saat aku sudah duduk manis di mobil baru Erwin. aku tersenyum dan mobil segera berangkat.


Di Mall, aku hanya membeli kosmetik dan daster pesanan Willy. sementara 3 gadis ku, terlihat begitu panik ketika melihat baju baju dan sepatu. terlebih Dea...yang terkenal gila belanja, semua kosmetik dia beli.


sudah jam 8 malam kami harus kembali ke rumah sesuai instruksi dari pria pria kami sebelumnya.


Di Mobil


" Loe serius belanja segitu banyak De " tanya Angel


" kalo ga serius, ga gw beli dan gw bawa sekarang " jawab Dea sambil memakai kaca mata baru nya.


Kami hanya tersenyum.


" Seminggu ini gw ga keluar kamar " ucap Dea pelan


" Loe di kurung aErwin? tanya ku serius.


" kasar nya gitu ka Des "


" Lembut nya ?! tanya Hanny


" Aa' lagi biasa in gw diem di rumah, gw bangun pagi jam 5, bikin sarapan buat Aa, masak buat kita makan, nyuci baju, setrika baju, cuci piring, siang gw tidur, sore angetin makanan buat Aa makan malem, cuci piring lagi, dan terus begitu " ucap Dea dengan senyum.


" Ya ampun...Loe Serius ?!!" tanya Angel


" Ga nyangka gw " ucap Hanny


" heran kan?! tanya Dea


" iya...." jawab kami kompak.


" gw seneng kok ngelakuin semua nya, malah bisa dibilang gw bahagia, di balik Aa' yang segitu serius nya, dia itu manja kaya gw. beda tipis lah. Makan aja gw suapin " ucap Dea dengan senyum manis nya.


kami takjub dengan cerita Dea.


" Sabtu Minggu gw bebas, acara ke sini aja, Aa' yang nawarin kok, belanja sekarang Aa yang suruh "


" Waaawww " ucap ku


" Pantesan loe kalap belanja nya " ucap Hanny


" harus lah, Duit Aa' kan duit gw " ucap Dea


" Bagus Bagus...." kami tertawa.


" loe ga jalan kemana mana! loe beli baju banyak buat apa ?!" pertanyaan yang lupa aku tanyakan setelah mendengar cerita Dea.


" Buat di pake di rumah lah ka Des,! nunggu Aa' Dateng, gw harus tampil cantik "

__ADS_1


kami tertawa lagi....Luar biasa.


__ADS_2