Desy Janda 3 Anak

Desy Janda 3 Anak
Minggu terakhir


__ADS_3

I love Monday, aku tersenyum sendiri, mengambil kaca mata hitam ku dan mulai mengendarai mobil menuju Hotel.


Willy sudah siap di mobil nya, aku membuka kaca mobil dan melambaikan tangan, " Dahhh Daddy " ucap ku sambil tertawa.


Willy tersenyum dan berteriak


" Ati ati Bund, kabarin gw kalo dah sampe "


Aku tersenyum dan tidak menjawab nya.


1 jam kemudian aku sampai di hotel, memarkirkan mobil di Basement dan berjalan pelahan dengan sendal jepit ku menuju locker, menikmati 1 batang rokok sambil merias wajah.


Mitha datang dengan gaya nya yang centil,


" Gaya nya, udah Berasa paling cantik di hotel " ucap ku dan Mitha tertawa.


" Meeting Bund pagi ini ?! tanya Mitha


" Meeting lah, pesen Pizza Mith! "


" Bosen Bund! " protes Mitha


" Apa Dong ? "


" no idea sih gw juga, tapi pizza bosen lah " ucap Mitha mengambil lotion mahal ku.


" Wangi ya Mith ?


" iya Bund, second option "


" Wangi Boy Mith, itu punya Dia " aku tertawa


" Amit amit deh Bund, tapi enak juga sih "


" Gratisan "


dan kami tertawa.


****


Meeting pagi dengan team Sales,


" Come On Dan, mulai " ucap ku


Danu memulai meting pagi dengan bahasan bahasan kontrak Minggu ini, dan aku hanya menambahkan satu hal " please keep contacts "


Selesai meeting aku menuju ruang Akunting, lalu meminta bukti setoran pajak lalu meminta Rossa menyiapkan meeting dengan Mr. Akhian jam 2 siang.


Meeting dengan Mr, Akhian lebih lama saat ini, hampir 3 jam, memilih orang untuk mengganti kan aku selama aku cuti. dan pilihan terbaik jatuh pada Sandri sang Front Office Manager.


Jam 6 sore aku sudah sampai di Rumah Sakit, janji dengan Dokter Agnes. Willy sudah datang terlebih dahulu, mengantri seperti ibu ibi hamil lain nya, dan aku tersenyum melihat nya.


" Dapet antrian no berapa Dad?! "


" No 5 Bund, telat datang gw " ucap Willy sedikit menyesal, karna antrian dokter kandungan itu terkenal laaaammmmmaaaaa sekali.


" Makan dulu ga Bund?! tanya Willy kemudian

__ADS_1


" Balik nya aja lah, males jalan nya " jawab ku lalu duduk di samping Willy, merebahkan kepala ku di pundak nya. menunggu dokter Agnes datang, lalu menunggu antrian pasien satu persatu.


Tiba giliran aku dan Willy, Dokter Agnes sudah siap dengan track record ku.


" Bu Desi "


" Iya Dokt "


" kurangi konsum garam dan kopi " ucap dokter Agnes " jangan sampe tensi tinggi " ucap nya kemudian.


aku tersenyum.


" kapan Bu, udah dekat tanggal 25 loh"


" Tanggal 25 aja hari Jumat pagi " jawab Willy.


" Siap ya Bu ? tanya dokter lalu meminta aku berbaring untuk USG seperti biasanya. Willy banyak bertanya pada Dokter, pertanyaan pertanyaan yang detail, dan kadang berulang, dan untung nya Dokter Agnes bisa memberikan Jawaban untuk para orang tua newbie seperti Willy.


Pemeriksaan sudah selesai, aku duduk kembali dengan Willy, dokter Anges menulis resep dan


"Doctor, can I follow my wife's labor later " ucap Willy


" What ?! ucap ku sambil menatap wajah nya.


" Why not?! you can join with my team " jawab Dokter Agnes


" Oh no " ucap ku


" Please " jawab Willy


Dokter Agnes memberikan resep yang sudah selesai di tulisnya, dan berakhirlah waktu kunjungan kami.


*******


" Rabu cuma sampe jam 1 siang aja, dad. " jawab ku lalu mengelus tangan Willy


" ya udah tidur Bund, dah malem "


Aku menarik nafas ku panjang.


" Ga bisa tidur lagi Bund ? tanya Willy


" Eemmhh, gerah tapi dingin, pinggang sakit kalo miring " jawab ku jujur.


Willy mengusap punggung ku, pelahan, terus mengelus nya, cukup memberikan rasa nyaman di punggung ku, dan lama lama aku tertidur.


*****


Selasa malam.


" Kapan mulai cuti ka? tanya Dea ketika kami sedang di rumah Dimas


" Hari ini terakhir de, cuma besok ke hotel dulu lah, masih ada janji Ama orang Angkasa pura " Jawab ku.


Anak anak ku begitu senang dengan Baby Hanny.


" Sekarang giliran aku yang gendong Uncle " ucap Sherly, sementara Alam sibuk menunjukan mainan mainan ke arah baby Hanny.

__ADS_1


" Lihhh, anak gw bukan boneka, " ucap Dimas dengan sangat memelas.


Aku dan Hanny hanya bisa tertawa. sementara Willy masih sibuk dengan berbincang dengan Erwin.


Aku, Hanny dan Dea terus mengobrol masalah bayi bayi Hanny dan Angel.


" ayo balik Bund" ucap Willy menghentikan obrolan kami saat ini


" Baru jam 9 ka Boy " protes Dea


" besok anak anak sekolah De! loe tidur di gw kagak? jawab Willy sambil membantu aku bangun dari duduk ku.


" Disini aja Bro, nemenin Hanny jagain bocah, besok gw kudu ke Karawang, mo tidur gw " jawab Dimas.


*******


" Akhir nya " ucap ku lalu merebahkan kepala ku di sandaran kursi kerja.


" Hp aktifin Bund, gw pasti banyak nanya nanti " ucap Sandri.


" Pasti sand !" loe duduk sini gih, gw balik ah! ucap ku lalu mulai bangun dan " gw balik ya sand " ucap ku lalu memeluk Sandri.


Sandri dan Rossa mengantar aku sampai Basement, membantu membawa baju baju kerja yang biasa aku tinggal di ruangan atau di locker ku.


" Bye sand...By 'ocha "


mereka melambaikan tangan dan teriak seperti biasanya " Ati ati Bund ".


Rabu siang ini, setelah bertemu dengan satu orang tamu dan berpamitan dengan warga hotel, aku melajukan mobil ke salon Tania.


" perawatan dulu gw Tan! laki gw bakal puasa lama nih" ucap ku sambil tertawa.


" Paling bisa manjain laki, pantesan aja dia tergila gila Ama loe " jawab Tania sambil memegang tangan ku, dan aku mulai dengan perawatan di salon ini.


4 jam aku di salon ini, dari mulai creambath sampai dengan Spa andalan ku. cukup mahal tapi berbanding lurus dengan suara desahan Willy malam ini.


Malam ini setelah anak anak tidur, aku mengajak Willy mandi bersama. dan di mulai lah permainan malam ini, lalu pindah ke sofa untuk ronde ke dua, dan ronde ketiga yang cukup panjang di kasur dengan banyak bantal yang membantu menjaga perut ku.


" Serius lagi nih Bund?! tanya Willy seakan tidak percaya aku meminta nya lagi.


" Serius Daddd, kalo ga mau sih ya ga usah lah" ucap ku sedikit kesal.


" Mau lah Bund!!!! ucap Willy lalu mulai mencumbu ku kembali.


Pagi ini aku bangun terlambat, aku bangun hampir jam 8 pagi, anak anak ku sudah berangkat sekolah dan Willy yang menemani mereka sarapan pagi ini.


" Dad, siang ini bisa Anterin gw jalan ga ? "


" mau kemana sayang ?" ucap Willly sambil menarik bedcover yang menutup tubuh polos ku.


" jalan aja, makan baso di tempat Angel, trus unyari hadiah deh buat anak anak " ucap ku lalu menarik bedcover itu kembali.


Willy ikut masuk ke dalam bedcover dan mulai menjelajah lagi.


" itu yang terakhir dad " ucap ku terkekeh


" kok bisa ? tanya Willy dengan tidak paham.

__ADS_1


" Besok gw operasi, malem ini mau tidur nyenyak "


Willy Tertawa..." pantesan bengis banget dari kemaren ".


__ADS_2