Desy Janda 3 Anak

Desy Janda 3 Anak
Kembali Bekerja


__ADS_3

Pagi ini aku bangun lebih awal, semangat membara, menyiapkan kan anak anak ku sekolah, dan juga suami ku yang akan kerja.


" Jangan Lupa gw MOD, Dad " ucap ku ketika pamit berangkat kerja.


" Iya, nanti malem gw temenin " jawab Willy sambil mengusap kepala ku.


Aku tersenyum dan " Tin " suara klakson mobil ku, OTW langsung ke Hotel.


OK...sampai juga di Hotel.


Pagi ini masih jam 8, masih ada waktu untuk Me Time di locker. aku menyapa semua orang yang ku jumpai.


Sapaan mereka hangat dan sesekali mepet ke masalah malam pengantin 😆🤭🤗.


Ruangan pertama yang aku masuki adalah ruangan HRD. sambutan hangat dari HRD Manager dan team nya. Aku memberikan copy surat nikah dan data Willy sebagai Suami ku untuk administrasi kantor, Asuransi kesehatan dan tunjangan suka cita 🤗🤗🤗🤗🤗🤭🤭😆🤭. ( Di hotel ku ada istilah tunjangan Suka Cita Sebesar satu juta rupiah, untuk karyawan yang menikah, melahirkan, atau khitanan anak, dan Dua juta sebagai tunjangan Duka cita untuk keluarga inti yang meninggal )


Setelah itu masuk ke ruangan Sales. menemui team kesayangan ku dan Danu Saudara seperjuangan ku.


Candaan team Sales extrem extrem Banget. Mungkin karna mereka tau lebih, mengenai hubungan awal kedekatan ku dengan Willy.


" 5 hari cuti makin cantik ya Bund! " goda Irfan sambil tertawa tawa.


" kulit nya lebih putih loh, Mandi kucing mlulu ya Bund " canda Adi sambil menjulurkan lidah nya.


Ya begitulah mereka, aku bahagia bersama mereka.


Setelah itu baru ke ruangan kerja ku.


Rossa menyambut ku dengan senyum manis nya. memeluk dan mencium kedua pipi ku.


" Dari Aryo buat Bunda " Rossa memberikan goody bag untuk ku.


" Jadi mau malu " aku menutup muka ku sambil mengambil goody bag nya.


Rossa tertawa melihat tingkah ku.


" Bunda Lucu " ucap nya


" Iya lagi lucu lucu nya " aku jawab dengan datar tanpa tawa.


Rossa tambah tertawa...


" Udah ketawa nya, buat siang lagi "


Rossa mulai mengatur nafas nya.


" Gw buka sekarang boleh ?"


" Boleh Bund, Tapi boy ga usah tau "


" Kok Gitu ?! tanya ku


" Malu Bund, Ga enak, Aryo bilang, Boy pasti mampu beli yang lebih dari itu " jawab Rossa.


" Ih, Aryo aneh deh! harus gw apaain ya, tuh orang !!! " ucap ku sambil membuka bingkisan.


Satu buah iPhone dengan kapasitas Baterai maksimal, dan Power Bank.


Aku tersenyum..." Makasih Cha, Nanti gw telphone Aryo "


" Sorry ya Bund!!! Jangan punya pikiran apa apa Ama gw " Rossa bicara pelan.


" Loe apa sih! ngaco deh " protes ku dengan keras.


" Boleh di bilang, gw orang yang pertama panik soal tiket pesawat itu Bund, dan gw ga mau itu keulang, apa lagi masalah nya di Hape yang lowbat "


" Ini Ide nya Aryo Bund " ucap Rossa lagi.


" Ya ampun...ocha, loe Ama Aryo baik banget ma gw. gw aja ga kepikiran sampe ke situ, sayang " ucap ku sambil memeluk Rossa.

__ADS_1


" Makasih ya Cha, thanks for your care, dan ini pasti mahal " aku tertawa.


" Kalo soal belanja, itu salah satu keahlian gw " ucap Rossa tertawa.


" Sangat bisa di percaya, recommended dan gw bakal belajar dari loe " aku tersenyum.


" Pujian atau cacian nih ?! tanya Rossa.


" memuji untuk qualitas barang nya, mencaci pas liat notice mbanking "


Wakakakakakak aku dan Rossa tertawa.


" Udah ah tawa mlulu, mana kerjaan gw " ucap ku kemudian sambil membuka pintu ruangan ku.


Ruangan yang 5 hari tidak aku tempati, aku duduk mengambil laptop dan mulai menyalakan nya. di atas meja sudah ada beberapa greeting card dan Bingkisan. aku tersenyum dan menunggu Rossa datang.


" Itu dari Fans Bunda, jadi hari patah hati orang Corporate dan hotel hotel se management " ucap Rossa lalu duduk di depan ku.


" Masa ?! " aku tersenyum


" Simpen sini aja Bund, jangan di bawa balik, "


" Bener bener Cha! cuma jadi bahan ribut gw Ama si Daddy, mana gw masih mens lagi "


" Tambah susah bujukin nya "


Dan kami pun tertawa tertawa. Rossa meninggalkan ku, dengan satu tumpuk File kerjaan ku selama 5 hari.


Rencana kerja hari ini, hanya periksa File, Approved, cancel atau revisi, dan tidak ada janji dengan tamu.


Sudah Jam 5 Sore, Rossa lembur karna sebagian kerjaan ku harus di share ke departemen lain, atau menunggu Approved dari Corporate.


Jam 7 malam, Rossa pamit. aku juga keluar dari ruangan ku, meminta key card pada Reception untuk MOD malam ini.


Aku menunggu Willy di restoran, menikmati secangkir kopi dan produk promo Minggu ini. aku duduk di private room. seperti biasa membakar rokok ku.


10 menit kemudian Willy datang, gaya nya yang asik banget, celana jeans belel dengan tas sports selempang nya.


" Ganteng Banget, Suami siapa sih ini ? ucap ku sambil menepuk bahu nya.


" Ga Tau " jawab Willy.


" Hhuuuuuu " sorak ku


dan kami tertawa berdua.


" Dah makan Dad ?!


" Belom? ini langsung dari Sentul!


" Sabang yuk "


" Jauh, Bund "


" Gaya nya ngajak ke Bali, atau ke Thailand, ke Sabang aja ngeluh Jaaaaaauuhhh..."


Wily tertawa dan mengacak acak rambu ku.


Akhirnya kita makan malam di daerah Sabang, makan di pinggir jalan, dan sepanjang jalan, Willy selalu memegang tangan ku erat.


" Enak ya Dad?"


" Enak, makannya Di temenin cewe cantik "


aku tersenyum.


" Apalagi kalo gratis ya Dad ?


" Pasti " Jawab Willy sambil mengedipkan kan matanya.

__ADS_1


Receh,! Tapi bahagia untuk hal hal kecil dan kami menikmati nya.


Kembali ke Hotel, aku memasuki kamar, mandi, dan tentunya jam 11 malam aku stay di Lobby, memutari semua area Hotel, dan kembali jam 2 pagi di lobby.


Willy lebih memilih di coffee shop. berbincang dengan Rio, sahabat nya. dan akhirnya aku bergabung dengan mereka.


" Masuk kamar aja Bund! ada gw kok " Rio menawar dirinya untuk in charge di Front Office.


" Ga usah Yo, masih kuat kan Dad ?! aku tersenyum dan mengusap paha Willly


" Kuat kuat...5 x juga kuat " Jawab Willy


" Ga nyambung Boy " Aryo memukul bahu Willy dengan sangat keras.


####


Jam 19.00 di Bandung.


Erwin dan Dea menginap untuk 3 bulan ke depan, di salah satu apartemen, dekat salah satu Kampus universitas Negeri di Bandung.


" Besok Aa ada waktu libur 2 hari. kamu mau ke Jakarta De?! " tanya erwin setelah selesai makan, dan itu pun Dea yang menyuapi nya.


" Ke Siapa A? jawab Dea, sambil menaruh piring dan memberikan erwin satu gelas air minum


" Terserah kamu, 2 hari ini giliran Aa' yang layanin kamu sayang " ucap Erwin sambil mencium pipi cubbi Dea.


" So Sweet nya, Jadi pengen cepet-cepet pagi " Dea merebahkan kepala nya di bahu Erwin.


" 5 hari yang berat yah De?! tanya Erwin


Dea menarik nafasnya...


" Jangan nanya gitu A! Aa' udah tau jawabannya apa, tapi aku lagi belajar nikmatin kok, aku belom mau nyerah " ucap Dea sambil melingkarkan tangannya di sekitar perut Erwin.


" Pleaassee, kamu ga Boleh Nyerah De, kita sama sama belajar yah! " ucap Erwin sungguh sungguh.


" Ga Boleh Manja" ucap Erwin


" Ga boleh Diem kalo lagi marah" Ucap Dea


kesepakatan antara Dea dan Erwin.


Erwin tersenyum..


" Gadis Aa' makin Hebat" Erwin mengusap rambut Dea dengan lembut.


Saat ini, Dea sudah tertidur di bahu Erwin, Dibiarkan nya Dea beristirahat setelah seharian mengurus semua pekerjaan rumah sendiri. Erwin terus mengusap rambut gadis nya, sementara dia sesekali menyaksikan televesi dari tv cable yang berisi berita berita terkini.


#####


Minggu pagi Jam 8 aku check out dari hotel bersama Willy.


" Dea, mau ke rumah Dad " ucap ku ketika Willy menyalakan mesin mobil


" Rusuh deh rumah gw! bilang aja kita mo jalan gitu "


" Masa gitu ?! ucap ku dengan mode merajuk


" Nanti kita ribut gara gara dia, males Ah Bund " protes Willy


" Ga akan Dad, percaya deh "


" Terserah Nyonya rumah lah! tapi janji jangan BT, ya Bund!!! gw lagi BAHAGIA "


Aku tersenyum.


Sampai di rumah, rumah kosong bibi libur, ya seperti Minggu Minggu lalu, Ayah nya menjemput di Sabtu pagi, dan kali ini Jasmine ikut menginap Juga, perawatan Jerawat yang belum tuntas, bersama Mamih Sambungnya.


Masuk Kamar dan tidur.

__ADS_1


******


__ADS_2